Pages - Menu

29 April 2015

Ghibli Museum: in a Glance



Jika anda suka dengan Totoro, karakter di cerita animasi Jepang "My Neighbor Totoro," maka apa yang akan anda temukan di museum ini tidak akan asing lagi. Ghibli museum, sesuai namanya adalah museum yang berisikan cerita, potongan cara pembuatan, artwork dan berbagai elemen lain dari studio animasi Jepang, Ghibli Studio.


If you are a fan of Totoro, a character in Japanese animation story “My Neighbor Totoro”, then you will be familiar with every single part of this museum. In Ghibli Museum, just like the name, you can find the story, behind the scene, artwork, and other elements of Japanese animation studio, Ghibli Studio.




One ticket to fun, Totoro!
Museum yang berada di Inokashira Park, Mitaka, Jepang ini di desain khusus oleh Direktur Ghibli Studio, Hayao Miyazaki. Dengan desain yang unik, bagian luar museum pun sudah sangat menyenangkan. Ada loket tiket yang "dijaga" oleh Totoro dan jadi spot foto wajib di sini.


This museum is located in Inokashira park - Mitaka, Japan and specially designed by Ghibli Studio Director, Hayao Miyazaki. Its unique design makes the exterior of museum looks so fun. There’s a Totoro inside the ticket counter that became the most recommended photo spot here.

Sayangnya tidak diperbolehkan mengambil gambar di bagian dalam Ghibli Museum. Padahal banyak area menarik di dalam dan favorit saya adalah rangkaian figur 3D dari tokoh-tokoh di "My Neighbor Totoro" dalam rangkaian yang setiap waktu tertentu akan diputar dan dengan pencahayaan tertentu akan membuat figur ini "bergerak" seakan-akan kita sedang melihat animasi, namun secara langsung.
Unfortunately, taking picture inside the Ghibli Museum was prohibited. I was impressed by the parts of museum, but my favorite goes to 3D figures series from the characters of “My Neighbor Totoro”. They would be set in a specific time and lighting which made us felt like watching live animation.
Inside of the museum, cannot take pictures on each room sections
Museum ini juga menggambarkan proses kerja Ghibli Studio, dari sketsa awal hingga gambar jadi yang kemudian diproses untuk menjadi film kartun Ghibli Studio yang terkenal.

We also could see the work process of Ghibli Studio, started from the initial sketches, final drawing till the step being processed into famous cartoon movie of Ghibli Studio.

The "Guardian" robot
Bagian atas museum adalah area yang tidak asing karena ada begitu banyak foto robot ini yang sudah saya lihat di internet sebelum ke Ghibli Museum. Patung robot dengan tinggi 5 meter ini merupakan karakter dari "Laputa Castle in the Sky" dan menjadi "penjaga" museum ini.


The upper part of museum looked familiar to me because I had known those images of robot from internet before I came to Ghibli Museum. There was statue of a robot with 5 meters high which was taken from character in “Laputa Castle in The Sky” and became the “guard” of the museum.



Area atap juga merupakan area taman dengan jalan-jalan kecil dan tanaman di sekeliling. Ghibli Museum menarik untuk dieksplorasi luar-dalam, meski saya berharap suatu saat mereka akan memperbolehkan kita mengambil gambar di dalam museum.

On the roof area, we could enjoy a garden with beautiful flowers alongside the path. In the end, though I enjoy exploring all parts of Ghibli Museum, one day I still hope taking some pics inside the museum would be allowed.
@marischkaprue - Totoro is not her neighbor ;)

NOTES

WHERE
Ghibli Museum berada di 1-1-83 Shimorenjaku, Mitaka, Tokyo, Jepang
Ghibli Museum is located in 1-1-83 Shimorenjaku, Mitaka, Tokyo, Japan  
ADMISSION FEE
Umur 4-6 tahun/ age  4-6 :100 Yen
Umur 7-12 tahun/ age 7-12 :400 Yen
Umur 13-18 tahun/ age 13-18 :700 Yen
Umur 19 tahun ke atas/ age 19 years old and above :1000 Yen 
OPERATION HOURS
10:00 - 18:00
(Straw Hat Cafe open from 11:00 - 19:00)
Tutup setiap hari Selasa
Closed every Tuesday
PS: Diperlukan reservasi khusus sebelumnya untuk masuk ke Ghibli Museum
Entrance to Ghibli Museum is by reserving ticket in advance  
TOUR INFORMATION
Anda dapat menggunakan penyedia tour untuk paket berkunjung ke Ghibli Museum, paket sudah termasuk guide berbahasa Inggris, tiket kereta menuju ke Mitaka, tiket masuk dan guide akan menemani kembali hingga ke meeting point di Shinjuku. Cek harga JTB Sunrise tour di sini
You can use tour package available to visit Ghibli Museum. It is included English speaking tour guide, a train ticket to Mikata, and entrance tiket to museum. Your guide will accompany you until meeting point at Shinjuku. Check the rate of JTB Sunrise Tour here 

19 April 2015

Ultimate Escape: Jeeva Beloam, Lombok



“Tidak pernah terpikirkan sebelumnya kalau Lombok memiliki tempat seindah ini dengan fasilitas sebaik ini,” mungkin itu kalimat yang tepat menggambarkan betapa lokasi ini benar-benar di luar ekspektasi saya akan Lombok.


“Never thought that a beautiful place with good facility like this even exist in Lombok.” That must be my perfect words to describe this place which beyond my expectation of Lombok.
 
Welcome to Jeeva Beloam :)



Biasanya jika membayangkan tempat terpencil dengan pantai pribadi dan laut berwarna turquoise, serta resort sangat nyaman maka saya akan langsung berpikir akan lokasi di timur Indonesia, entah di Nusa Tenggara Timur, Maluku atau Papua. Namun ternyata Lombok punya area seperti ini.


All this time, every time I imagined such a quiet place with a private beach, turquoise-colored sea, and a cozy resort, my choice would goes to eastern Indonesia; either it’s Nusa Tenggara Timur, Maluku, or Papua. Who knows that I can find it in Lombok?




Terletak di Tanjung Ringgit, Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, perlu waktu sekitar 2 jam berkendara dari Bandara Internasional Lombok Praya untuk sampai ke Jeeva Beloam, sebuah beach camp dengan cottage-cottage berbentuk segitiga dengan kekhasan Lombok yang mengarah langsung ke pantai berpasir putih yang diapit bukit di sisi kiri dan kanan area pantai sehingga benar-benar private.


Jeeva Beloam is located in Tanjung Ringgit, Jerowaru, East Lombok, Nusa Tenggara Barat and about 2 hours drive from Lombok Praya International Airport. A beach camp, with triangular-shaped cottages and taste of Lombok led to the white sandy beach which was flanked by the hills, made it so private.
 





Hanya ada 11 unit cottage di Jeeva Beloam dengan masing-masing teras depan yang mengarah ke pantai. Bangunan seluruhnya terbuat dari kayu bahkan hingga kamar mandi. Ranjang dengan kelambu dan mengarah ke luar sehingga kita dapat bersantai sambil menikmati view pantai, hey it rhymes! 


There were only 11 cottages available in Jeeva Beloam, with a beach view from the porch of each of them. All cottages are fully made from wood even the bathroom. Beds included mosquito-net, a beach view outside, everything just had you to feel nothing but relaxing. 






Barbeque at night!
Area favorit kami untuk bersantai adalah di dek depan restoran, dengan sofa-sofa memanjang kearah laut. Di tengah sebelum area pantai terdapat kursi-kursi panjang yang mengelilingi area api unggun untuk bersantai di malam hari, sangat menyenangkan :)


Our favorite spot was the deck in front of restaurant, with sofas put towards the sea. There was a lounge before the beach area to enjoy the barbeque at night, such a great time. :)



The gorgeous Mrs Hitakara

Di Jeeva Beloam tidak ada sinyal internet, namun untuk mendapatkan sinyal saya hanya perlu trekking 15 menit ke atas bukit di sisi pantai dengan sinyal E yang ternyata cukup untuk upload foto. Meski begitu kami memilih untuk meletakkan smartphone kami dan menikmati interaksi konvensional: mengobrol sepanjang hari, bersenang-senang di pantai dan bermain games beramai-ramai tanpa perlu online. Jeeva Beloam adalah salah satu tempat paling nyaman yang membuat saya enggan menggeret koper saya keluar dari beach camp ini.


There was no internet connection in Jeeva Beloam. I did about 15 minutes trekking to the coastal hills and only got E signal which enough for uploading some photos. But it didn’t really matter for us to put aside our smartphones and stuck into old style interaction. We enjoy having all the chit-chat and fun games at the beach without worrying about the online stuff. Jeeva Beloam was one of the most comfortable places that get me take my luggage away from this beach camp reluctantly.
 


If you’re planning to escape from the busy life for a while, here’s the perfect place.
@marischkaprue – she will never escape from the beautiful Indonesia

Photo by Ferry Rusli & Me

NOTES:
  • Jeeva Beloam terletak di Jl. Pantai Beloam, Tanjung Ringgit, Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat 83672, Indonesia
  • Jeeva Beloam is located on Jl. Panatai Beloam, Tanjung Ringgit, Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat 83672, Indonesia  
  • Booking dan kontak melalui: stay@jeevaresorts.com atau +620370693035
  • Contact and booking via: stay@jeevaresorts.com or +620370693035  
  • Rate menginap di Jeeva Beloam untuk unit pantai (Beruga Pantai) adalah 244 USD per unit per malam (exclude tax) yang dapat ditempati 2 orang (maksimal 3 orang), dan termasuk makan 3x sehari untuk 2 orang, antar-jemput dari dan ke Bandara Internasional Lombok Praya, serta aktivitas (snorkeling, kayaking, trekking, cycling)
  • Rate to stay at Jeeva beloam for beach unit (Beruga Pantai) is 244 USD per unit per night (exclude tax) for 2 person (max 3 person). Included 3 meals a day for 2 person, a shuttle to and from Lombok Praya International Airport, also activities like snorkeling, kayaking, trekking, and cycling.  
  • Untuk WNI terdapat harga khusus yaitu Rp. 3.045.000,- untuk 2 malam dengan maksimal per kamar untuk 3 orang (hanya berlaku di saat promosi, cek website Jeeva Beloam di sini untuk mengetahui rate khusus ini)
  • Special price for Indonesian is about Rp 3.045.000,- for 2 nights and max 3 person per room (only valid during promo, check website of Jeeva Beloam here for this special rate)  
  • Tidak terdapat sinyal di Jeeva Beloam, untuk mendapatkan sinyal internet (untuk urgent atau jika tidak tahan ingin bersosial media), anda hanya perlu trekking 15 menit ke bukit di sisi kanan pantai, sinyal hanya E namun cukup untuk email, upload foto, dll.
  • No signal in Jeeva Beloam. For any urgent call or social media pleasure, you just have to do 15 minutes trekking to the right side of beach to reach an E signal which is enough for email, upload photos, etc.  
  • Meski konsepnya beach camp, fasilitas di Jeeva Beloam sudah lengkap. AC, hot shower dan toiletries disediakan jadi jangan khawatir. Untuk makanan terdapat menu yang berbeda setiap harinya, ada juga menu vegetarian yang dapat dibuatkan khusus oleh chef di Jeeva Beloam.
  • With the concept as a beach camp, Jeeva Beloam has a complete facility like AC, hot shower, and toiletries, so you don’t need to worry. They also serve you with variant menu every day, even vegetarian menu specially made by chef in Jeeva Beloam.  

  • Saya menginap di kamar nomor empat dengan salah satu view terbaik di Jeeva Beloam :)
  • I stay in the room  number four with one of the best  view in jeeva Beloam. :)

18 April 2015

Drifting with Bamboo: Loksado Bamboo Rafting



Bayangan saya tentang rafting adalah perahu karet, menggunakan life vest dan helm serta mendayung sambil terus mengikuti ombak dan bersiap "terguling di tengah"


I always know rafting as getting on inflatable boat, wearing life vest and helmet, and keep paddling follow the streams till suddenly being rolled and fell into the water.
 


Karena bayangan inilah, saat ikut bamboo rafting di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, saya sudah menyiapkan banyak hal, mulai dari dry bag, dry pocket untuk handphone saya, hingga casing tahan air untuk kamera, semua persiapan karena saya yakin saya akan basah-basahan total selama bamboo rafting.


That’s why, when I decided to take bamboo rafting in Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, South Kalimantan, all details started from dry bag, dry pocket for my phone, until a waterproof case for camera was ready. Yes, all because I was very confident to get wet during bamboo rafting.




Namun ternyata bamboo rafting sangat aman dan saya sama sekali tidak perlu takut terguling di tengah sungai, namun tetap seru tentunya. Kami memulai bamboo rafting dari salah satu sisi Sungai Amandit. Sesuai namanya, kami akan mengikuti arus sungai dengan duduk di atas rangkaian bambu yang diikat menjadi satu sehingga menjadi rakit, lengkap dengan kursi untuk kami duduk.

Surprisingly, bamboo rafting was so safe and despite the fact that no getting rolled or wet, it’s still fun. We started bamboo rafting from the side of Amandit River by flowing through the stream. All we needed just sit comfortably on a seat upon the raft made by fastening some bamboos with rope.




Satu rangkaian bambu ini dapat menampung 4 hingga 5 orang, dengan satu "pengemudi" yang mengarahkan bambu mengikuti arus sungai. Kali ini kami, penumpang, hanya tinggal duduk dan menikmati pemandangan.


One raft could accommodate 4-5 person, with one guide to “steer” the bamboos. And we, the passenger, just sit and enjoy the scenery.
 

Won't stop us from taking some selfie shot :)
Keseruan bamboo rafting adalah saat melewati jeram, sang pengemudi akan mengendalikan arah rakit dari bambu ini dengan satu bambu panjang dan terkadang jika tidak jeli, rakit bambu ini akan "terganjal" di antara batu sehingga harus didorong untuk kembali ke jalur arus sungai.


The excitement of bamboo rafting was when the guide used a long bamboo pole to move the raft forward, Sometimes the raft got stuck between the rocks, this way, the guide had to push it back into the stream.




Saat melewati arus yang tenang, saya dan teman-teman dapat sangat menikmati suasana sekeliling Sungai Amandit. Pepohonan di sisi kiri dan kanan sungai dan udara segar yang sulit kami nikmati di kota besar seperti Jakarta.


While passing the calm water, my friends and I very amazed by the view around Amandit River. Things like trees along the river, a fresh air were so priceless that we could barely get in a big city like Jakarta.
 

Hanya ada satu hal yang saya sesali dari bamboo rafting ini, yaitu tidak membawa bekal cemilan karena ternyata waktu yang cukup panjang saat bamboo rafting ini akan sangat menyenangkan sekali jika sambil sesekali ngemil di saat menikmati aliran sungai yang tenang :)

I regretted the fact that I didn’t bring any snacks during my bamboo rafting. Since the duration was quite long, enjoy the calm water while having some snacks would be perfect.
@marischkaprue - not a really anti-mainstream kind of girl, she goes with the flow
NOTES:
  • Area bamboo rafting di Sungai Amandit berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, sekitar 4 -5 jam berkendara dari Banjarmasin
  • Bamboo rafting spot in Amandit River is located at Kabupaten Hulu Sungai Selatan, South Kalimantan, about 4-5 hours drive from Banjarmasin  
  • Untuk menikmati trip serupa terdapat berbagai trip organizer yang menyediakan open trip. Untuk trip menikmati Bamboo Rafting di Loksado hubungi Tukang Jalan ,via email: tuk4ang.jalan@gmail.com atau telp +62 813158 09191 ,trip Banjarmasin, Pasar Terapung Lok Baintan, Bamboo Rafting dapat dinikmati selama 3 hari dengan budget Rp. 1.500.000,- (tidak termasuk tiket pesawat).
  • Some trip organizers provide a similar open trip. For Bamboo Rafting at Loksado please contact Tukang Jalan via email: tuk4ang.jalan@gmail.com or call +62 813158 09191. Trip to Banjarmasin, Lok Baintan Floating Market is available for 3 days with cost only Rp 1.500.000,- (exluded plane ticket).  
We surely having FUN!