Pages - Menu

30 April 2017

ANOTHER PEAK OF HEAVEN: DAFALEN, MISOOL




There's always something about Misool, it's breath-taking sceneries, it's amazing feeling being there, it's pristine water, the friendly locals and there's always something different and new when we re-visit.


Sejak trip pertama kami ke Misool, Dafalen selalu jadi salah satu spot dalam itinerary, simply karena pemandangan luar biasa dinding batu yang sangat tinggi serta "cone" batu besar, plus karang-karang cantik yang membuat Dafalen menjadi salah satu spot yang menarik untuk snorkeling di Misool.

Namun tahun ini (2017), kami sudah bisa mencapai titik pandang untuk melihat Dafalen dari ketinggian. Puncak Dafalen kini dapat diraih dengan trekking sekitar 30-40 menit. Trek cukup menanjak namun tangga-tangga kayu yang sudah dipasang sangat membantu kami untuk mencapai puncak Dafalen.

Viewing point 1
Dafalen from above

Viewing point 2

Viewing point 3, overlooking the love "pool"


Dafalen Love Pool
Ada tiga spot di puncak dengan view yang berbeda, satu dengan towering rock di mana kita dapat memanjat (carefully) dan melihat pulau-pulau karang yang mencuat dari perairan Misool di area Dafalen. Spot kedua mengarah ke area tebing dan lembah penuh pepohonan sehingga menampilkan sensasi yang berbeda, dan spot ketiga yang menjadi favorit karena dari spot inilah kita dapat melihat "Love Pool Dafalen," yaitu area perairan yang cukup dalam dengan perairan dangkal di sekeliling yang terlihat seperti bentuk hati dari atas, plus dinding batu besar khas Dafalen, surely BREATH-TAKING!



Snacking on top of Dafalen peak
Wider view
Usai menikmati spot-spot indah di Puncak Dafalen, kita mendapat reward tambahan dengan snorkeling di area bawah, it's pretty amazing to see from up there and then enjoy the clear water we saw from the peak, plus veru refreshing!


Like what I've always said, Misool is always (and perhaps will always) be the best destination, EVER!

@marischkaprue - wishing that Misool is her second home :) *amen!*

Photos by Ferry Rusli
Aerial photos by Ican (see his works here)

NOTES

WE'RE MAKING ANOTHER OPEN TRIP TO MISOOL:
DATE: AROUND END OF NOV - EARLY DEC 2017
For more information & early booking (limited seats on each trip), contact TukangJalan via:

CP : Mentari 085810697553, Simpati 081315890191, XL 087808116852
WA / LINE : 081806898303 ; 087808116852 / 085810697553
PIN BB : 2BA4E9C1 / 52BDD3B1

Email :  tuk4ng.jalan@gmail.com

You can also arrange private trip to Misool, contact Tukang Jalan for more information

***

29 April 2017

SAKURA VIBES: HANAMI FESTIVE



It was my first time visiting Japan during sakura season and what's best to enjoy sakura better than hanami under the cherry blossom tree? Surely an unforgettable sakura vibes :)



HANAMI - WHAT?




Hanami adalah tradisi menikmati mekarnya bunga sakura dengan berkumpul bersama di area pepohonan sakura yang sedang mekar, sambil menikmati makanan, cemilan dan minuman bersama. Hanami juga menjadi perayaan datangnya musim semi dan menandai rasa syukur atas musim yang berganti menjadi lebih hangat.

WHERE WE CAN HAVE HANAMI?




Basically anywhere, selama ada ruang publik dengan pepohonan sakura, umumnya dilakukan di taman-taman, atau bahkan di pinggir jalan di mana sakura bermekaran (we found a hanami spot in the baseball field beside the street also).

WHAT WE NEED TO PREPARE?

Simple way to bring our everything we need for hanami :)


Picnic mat untuk alas duduk dan berbagai perlengkapan hanami, gelas (bisa menggunakan gelas plastik jika ingin praktis), nampan kecil, piring-piring untuk berbagai makanan dan cemilan, plastik untuk mengumpulkan sampah usai hanami, and of course, know and finding the perfect spot for hanami.

RULES?

Also stay connected with Wi2Fly
Tidak ada aturan khusus, pastikan kita tidak mengganggu atau menutupi jalan umum (area lewat orang-orang di taman misalnya), JANGAN NYAMPAH, ingat untuk buang sampah pada tempatnya, saat hanami season biasanya taman-taman menyediakan tempat sampah besar di area menuju pintu keluar taman, bawa plastik berisi sampah sisa hanami dan buang pada tempatnya.


Plus, respect the tradition, jangan mengganggu warga di sekeliling yang juga sedang menikmati sakura, jangan menarik dan memetik bunga sakura. Jika ingin memfoto bunga sakura di tangan, temukan bunga sakura yang berguguran, banyak kok, like these we found at the ground, plenty of it!

ENJOY!

Only 3 of us but we surely have lotsa fun!
Nikmati masa menyenangkan bersantai, menikmati waktu bersama, plus mengambil foto yang akan menjadi kenangan menyenangkan di masa depan.

TIPS:

Fav spot at Kyu Shiba Rikyu Garden in Tokyo

Got our perfect Hanami Spot at Kyu Shiba Rikyu Gardens in Tokyo, persis di sebelah Stasiun Hammamatsucho
Want to wear kimono during hanami? Harga sewa kimono untuk seharian sekitar 5000 yen, atau 3500 untuk 2 jam, saya sarankan menyewa seharian saja (biasanya waktu untuk mengembalikan kimono di jam 4 sore).
Where to rent kimono in Tokyo? Kami menyewa dari Birei Tokyo

So, care to enjoy sakura season and hanami next year?

@marischkaprue - will need another sakura vibes in the future

NOTES

KYU SHIBA RIKYU GARDENS
Japan, 105-0022 Tokyo, 港区Kaigan, 一丁目
Opening Hours:
9 AM - 5 PM
Entrance fee: 150 yen/ person
Nearest Station: Hammamatsucho Station

BIREI TOKYO
(Kimono Rent Tokyo)
102, 1 Chome-18- Higashikomagata, Sumida, Tokyo 130-0005, Japan
Nearest Station: Asakusa Station
5000 yen (one day, return at 4 PM), 3500 (two hours)
Booking via: birei.tokyo@gmail.com

WIFI


Keep connected with the internet during your stay in Japan by renting wifi router from Wi2Fly
Wifi dapat diambil (dikirim) di Jakarta sehingga sudah available sebelum flight ke Jepang, dan dikembalikan saat sudah kembali ke Indonesia sehingga tidak perlu mengambil di counter di Jepang dan mengembalikan dahulu saat sebelum flight pulang
Router (tipe besar) dapat bertahan seharian, sekaligus berfungsi sebagai battery bank, coverage besar dan speed kencang dengan kuota unlimited dan dapat dishare hingga 8 device
For booking go to wi2fly website here

***

23 April 2017

NEZU SHRINE, MINI FUSHIMI INARI IN TOKYO



Jika membayangkan jajaran gerbang merah khas shrine di Jepang, kita pasti akan langsung mengasosiasikan dengan Fushimi Inari-Taisha di Kyoto yang telah menjadi destinasi populer dan merupakan salah satu shrine yang paling banyak dikunjungi di Jepang.


Namun jika kita hanya ingin menghabiskan waktu di Tokyo, vibes serupa dapat ditemukan di shrine yang hanya berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki dari Nezu Station di Tokyo. Deretan torii gate berwarna merah-oranye memenuhi salah satu sisi jalur utama di Nezu Shrine, lengkap dengan tulisan-tulisan Jepang di sisi tiang gerbang merah ini.


Jajaran torii gate merah benar-benar menyerupai yang ada di Fushimi Inari-Taisha, namun dalam skala lebih kecil, tapi lebih tenang dan sepi karena Nezu Shrine tidak sepopuler Fushimi Inari-Taisha.


Saya menemukan shrine ini tanpa disengaja. Awalnya saya singgah ke Nezu Station karena ingin datang ke toko Marutaro, anjing shiba populer Jepang yang kini bahkan (pemiliknya) memiliki toko merchandise khusus Maru. Usai berkunjung ke toko Maru, saya melihat ada shrine yang berjarak sangat dekat di map sehingga iseng mampir, namun ternyata Nezu Shrine sangat cantik dan menyenangkan :)


Saya menghabiskan banyak waktu di shrine ini untuk foto-foto, sekadar nongkrong dan menikmati ambience, plus mengirim doa positif, bersyukur atas ketidaksengajaan yang menyenangkan ini.

@marischkaprue – shop and shrine (stops)

NOTES

NEZU SHRINE
113-0031 Tokyo, Bunkyo

GETTING THERE
From Omote-Sando, take the Tokyo Metro Chiyoda Line for Ayase and stop at Nezu Station
Nezu Shrine is a 10 minutes walk distance from the station

STAY


Try renting apartment when you visit Tokyo, we stayed at HomeAway properties and it surely feels like home :)

***

13 April 2017

STUNNED IN RAINBOW HILLS, PEKANBARU



Kadang, hal-hal menarik justru kita temukan secara tidak sengaja. Bagaikan harta karun, menemukan lokasi yang mempesona memberikan kepuasan luar biasa.

at Khayangan Lake
the old abandon house near Khayangan Lake
Di siang yang terik itu, saya dan Ferry baru meninggalkan area Danau Khayangan di Desa Limbungan, sekitar 10 kilometer dari Pekanbaru. Setelah berhenti sejenak di rumah tua yang terbengkalai (will post about this also, later), kami berbelok di gapura yang tampak seperti pintu tol, hanya dengan modal iseng saja.


Tidak lama usai melewati gapura, kami melihat kontur seperti lembah dan bukit kecil dari tanah merah. Sebelumnya, saya melihat gambar serupa di Instagram sehingga kami memutuskan untuk berhenti dan mendekat.





Turun dari mobil dan berjalan semakin dekat, kami terkejut karena lembah-lembah tanah kecil ini berwarna-warni, mulai dari coklat tua, oranye, kekuningan hingga pink dan abu-abu muda. Kombinasi warna tanah ini sangat menarik, berpadu dengan retakan tanah yang mengering dan langit yang sangat biru hari itu.




Panas yang menyengat langsung terlupakan karena kami sangat excited menemukan area yang simply breath-taking itu, tanpa diduga. Yang menarik, warna dan kontur tanah ini sepertinya akan selalu berubah, saat hujan turun maka tumpukan tanah yang mengering akan tergerus, retakan akan menghilang dan lumpur akan mengalir membentuk kontur baru yang akan kembali mengering dan menimbulkan kombinasi warna yang baru.



It's so interesting to see that simple spot, that might not be a tourist destination, could be so interesting. So, another time you're traveling, just look around dan don't hesitate to change your route a bit, you might be surprised with what you'll find :)


@marischkaprue - rainbow feeling at the rainbow hills

NOTES

RAINBOW HILLS
(Actually I don't know the real name of the place, but this name might describe a bit about it)
Around Kayangan Lake, Rumbai
Pekanbaru

GETTING THERE
Around 45 minutes drive from Red Planet Hotel Pekanbaru

STAY IN PEKANBARU (BUDGET)


Red Planet Hotel
Jl. Tengku Zainal Abidin No. 23
Rejosari, Pekanbaru
Riau - Indonesia

RATES
Around IDR 250.000/ night (around USD 20/ night)
Check out the latest rates and promotion here

***