Pages - Menu

28 Mei 2018

INSTAGRAMMABLE SPOT IN BELITUNG



Saat bisa menentukan itinerary sendiri, saya adalah slow and lazy traveler, saya lebih senang leyeh-leyeh lebih lama di satu tempat, menghabiskan waktu jauh lebih lama di satu spot, dan tidak selalu "harus" melakukan sesuatu. Kadang, leyeh-leyeh, nongkrong dan menikmati suasana adalah true blessings. Namun, tentu saya (dan mungkin sebagian besar dari siapapun yang membaca blog ini) tidak terlepas dari kegiatan foto-foto terutama saat menemukan spot yang insta-genic.

Here are some of the instagrammable spot I found in Belitung during my 4 days trip (saya tidak banyak berkeliling karena lebih senang leyeh-leyeh, jadi list ini akan bertambah jika saya mampir ke Belitung lagi)

BATU BERLAYAR ISLAND


Where we take photo?

Well, ada banyak spot foto di Pulau Batu Berlayar, namun favorit saya di antara dua batu besar ini, it feels like a gate to.. fun!


 
Other spot: di atas batu besar yang mengarah ke laut dengan banyak batu di sekeliling pantai. Actually semua spot di Batu Berlayar sangat cantik, it's so easy to get good photos here, but don't forget to chill after you take some photos ;)

PANTAI TANJUNG TINGGI


Pantai ini jadi pantai paling populer di Belitung. Selain karena Pantai Tanjung Tinggi merupakan salah satu lokasi shooting film Laskar Pelangi, Pantai Tanjung Tinggi memang sangat cantik! Ada begitu banyak batu besar yang tersebar di pantai dengan acak namun justru menimbulkan pemandangan yang sangat cantik.

Where we take photo?

Biasanya orang-orang berfoto di lokasi semi-ujung dengan batu sangat besar dan semacam "laguna" namun karena Pantai Tanjung Tinggi ini sangat ramai (terutama di sore hari dan akhir pekan), maka kami memilih sedikit melipir ke arah kiri (dari arah mobil masuk) dan menikmati hari di spot ini. (just show your guide the photo and they will know).

BATU BAGINDA



Belitung memang dikaruniai bebatuan yang masif dan tersebar di mana-mana, bahkan di area bukit di Membalong, Belitung ini. Perlu sekitar 30 menit untuk trekking ke Puncak Batu Baginda. Dari puncak Batu Baginda (actually ada dua batu besar, namun yang lebih landai lebih umum untuk trekking) kita dapat melihat Pantai Penyabong serta kehijauan di sekeliling Batu Baginda.

Where we take photo?


Everywhere! It's so insta-genic, kita dapat mengambil foto dengan latar belakang pantai, atau ke arah puncak batu lainnya, ada area batu juga yang menimbulkan kesan seakan di bawahnya langsung jurang, we can get creative on it!

MALIBU CABANG BELITUNG


We actually didn't know the name of this area, usai dari Bukit Baginda, kami naik mobil kembali menuju Billiton Beach Tent dan melewati area dengan pohon kelapa tinggi yang berjajar di saat sunset, so beautiful!


Where we take photo?

Di jalanan setapak menuju ke pantai dengan jajaran beberapa pohon kelapa yang menjulang tinggi!


PANTAI SERIBU KAPAL



Sebenarnya kami tidak tahu nama pantai ini, it's a random beach we found along the way. Pantai ini sebenarnya merupakan pantai nelayan, ada banyak sekali kapal nelayan yang bersandar di tiang-tiang kayu (ini membuat jajaran kapal ini menjadi semakin menarik). Memang jumlahnya tidak sampai seribu tapi di kala sore hari dan kapal sudah bersandar, pantai ini sangat cantik!


Where we take photo?




Di pinggir pantai dekat pepohonan pun jadi sangat cantik di saat senja, atau di kapal yang sudah bersandar, it's surely a beautiful and relaxing view!

BILLITON BEACH TENT




Jika ingin mendapatkan suasana stay yang sangat "alam," cobalah menginap di Billiton Beach Tent, dengan konsep hut/ tent yang nyaman dan sangat insta-genic. Unit-unit beach tent ini langsung menghadap ke laut dengan pantai berpasir putih, plus opsi aktivitas seperti Stand Up Paddleboarding atau hanya leyeh-leyeh di pantai dan ayunan di laut.

Where we take photo?




The beach tent is surely beautiful, pantai yang cantik dan sepi (yasss!!), ayunan dan jangan lupa foto di "mobil perang" (Steyr Puch Haflinger - jeep yang umumnya digunakan oleh US Army di masa tahun 1960-1970 an) yang diparkir persis di area masuk Billiton Beach Tent.
Masih banyak spot foto dan leyeh-leyeh menarik di Belitung yang saya "tabung" untuk kunjungan saya berikutnya. Belitung surely a must-more-than-one visit!

@marischkaprue - photo and chill

NOTES

BOOKING & INQUIRY
Belitung Wonder Tour Agency
email:
contact@belitungwonder.com
M: +62 813 98 789 197

Went here with Belitung Wonder
We're having so much fun!

***

21 Mei 2018

WHY BILLITON BEACH TENT IS THE PERFECT CHILL GLAMPING TENT FOR YOU



I always love to stay in a place where you're surrounded by nature but without letting go the comfort. Who doesn't love to stay in a tent? Not me for sure, it's been my childhood obsession where I made some "tent" from bending bed mattress and covered it with blanket to make it.. a tent.

Billiton Beach Tent
And now, I'm here in Belitung, staying at the nicest glam tent right in from of the sea. Billiton Beach Tent adalah properti baru yang menjadi bagian dari Billiton Hotel yang ada di Kota Tanjung Pandang. Saat saya datang, baru ada dua unit beach tent. Rencananya akan ada lebih dari 10 beach tent yang dibangun berjarak di sepanjang area di dekat garis pantai Tanjung Kelayang, Belitung ini.

Having the priviledge to spend time in this beach tent while it's still new is surely give much benefits: baru ada dua unit membuat setiap hari terasa sangat private, even feels like your own private beach tent karena tidak ada tamu lain saat kami ada di sana. Namun, bukan hanya itu saja yang menjadi poin favorit saya menginap di Billiton Beach Tent. Here are some reason why this place is the perfect chill glamping tent:

PRIVATE

Totally not a place to make new friends since..nobody's here (yay!)
perfect!

Only us and our float buddies
Did I said private before? Oh well, yes and surely it's something that feels expensive these days. Ingat kapan kalian terakhir kali ke pantai dan tidak ada seorangpun di sana? di Pantai Tanjung Kelayang di area persis di depan beach tent sangat sepi, hanya terkadang saja ada beberapa orang melintas. Kita dapat menikmati berjemur, bersantai dan menikmati laut yang terasa sangat private meskipun tidak jauh dari kota.

COMFORT IS STILL ON BOARD


Banyak yang menolak menginap di beach tent dengan satu alasan: tidak nyaman. "Tenda? tidurnya gimana? mandinya di mana?" dan beribu pertanyaan lain yang muncul dari membayangkan tidur di tenda. Well, Billiton Beach Tent lebih terasa seperti resort namun dengan atap "tenda." Bahkan ada air conditioner di dalam beach tent ini. Hmm? kapan saya terakhir kali menemukan AC di dalam tenda? never before haha, but surely we need the AC during hot days.

tips: nyalakan kipas angin saat anda menyalakan AC agar udara dingin berputar di dalam beach tent.




Bagaimana dengan kamar mandi? They have the outdoor shower dengan kayu dan bambu sebagai material utama di kamar mandi, bahkan pintu geser dari bambu menggunakan sistem sederhana (perhatikan butiran kelereng sebagai "roda" penggerak pintu).

FOODS ARE GREAT


Karena datang di masa-masa awal Billiton Beach Tent beroperasi, saya tidak berharap banyak dari segi service dan makanan. Biasanya dengan hanya dua unit yang beroperasi, management masih berupaya mengatur banyak hal. Namun di sini mereka sudah siap dengan menu makanan yang diatur sedemikian rupa oleh chef di Billiton Beach Tent. Every dinner feels like a fine traditional dining, dengan menu Indonesia yang menggugah selera dan penataan yang menyatu dengan alam.

BEACHY ACTIVITIES


Swing on top of the turquoise water!

Batu Baginda
Stand Up Paddleboarding? Swimming? Chill at the beach atau menikmati ayunan yang terendam air laut berwarna turquoise? semuanya bebas dinikmati. Spend a little more time going out, kita dapat berkeliling berbagai spot menarik di Belitung seperti island hopping, Pantai Tanjung Tinggi, atau ke Bukit Baginda.

JUST BEING LAZY



Everyone is hating lazy but for me, we need that sometimes especially when we just want to chill, just look at the view!

@marischkaprue - her job consist of being a hardworker and lazy at the similar time

BILLITON BEACH TENT
Keciput, Sijuk
Belitung
Bangka Belitung 33414

BOOKING & INQUIRY
Belitung Wonder Tour Agency
email:
contact@belitungwonder.com
M: +62 813 98 789 197

RATES
from Rp. 3.500.000,- / night
contact Belitung Wonder for more detail rates
rates depend on dates and availability

Went here with Belitung Wonder
We're having so much fun!

****

14 Mei 2018

MORE THAN A POOL: EMBUNG DOHO



"Hah, embung? apa tuh?" pikir saya saat mendengar tentang embung yang dibangun di Desa Doho, Kecamatan Girimarto, Wonogiri. Akhirnya saya mendapat penjelasan singkat tentang embung yang dibangun sebagai salah satu water conservation projectnya Coca-Cola Foundation Indonesia, plus beberapa foto situasi embung di saat belum selesai. Perhatian saya langsung tertuju pada lokasi embung: persis di bagian paling tinggi di hamparan areal persawahan yang luas, beautiful



Saya langsung semangat untuk datang langsung ke lokasi, melihat embung dan menikmati kehijauan sawah. "Semoga cuaca oke," ujar saya. 



Kamis, 19 April, kami sudah ada di Solo dan berangkat menuju Desa Doho. Perjalanan sekitar satu setengah jam. Sebelum sampai, kami berhenti dahulu di areal persawahan untuk mengambil foto drone dan embung sudah terlihat dari kamera drone. 



Sekitar 5 menit saja dari lokasi sebelumnya, kami sudah sampai. Ternyata hari itu pas banget dengan menyambut momentum Hari Bumi yang jatuh di bulan April, Coca-Cola baru aja menyelesaikan 2 proyek waduk penampung air hujan atau yang dikenal dengan Embung Air. Satu di Wonogiri dan satu lagi di Karang Anyar. Saya beruntung bisa ikut menyaksikan peresmian  dari salah satu embung ini, yakni Embung Doho. Embung seluas 1,5 hektar ini menjadi tabungan air untuk areal sawah dan perkebunan di sekitarnya terutama di musim kering, jadi petani dapat menambah waktu tanam dan panen mereka, plus kualitas padi juga lebih baik karena aliran air yang stabil dari air hujan yang ditampung di embung. 


Dari gambar drone, Embung Doho terlihat seperti kolam renang besar karena di hari yang cerah, air di embung memantulkan warna biru langit. Sawah di sekeliling embung membuat saya teringat resort-resort di Ubud dengan kolam renang menghadap sawah. Bedanya, di embung ini kita tidak dapat berenang karena dapat merusak geomembran, bahan seperti karet namun dengan ketahanan hingga 30 tahun yang menjadi dasar dan penahan air di embung.

Hari itu panas sekali, keringat saya bercucuran namun kami bersemangat karena cuaca membuat pemandangan sangat indah; langit biru, air di embung menjadi sangat cantik dan berwarna kebiruan, kontras dengan sawah hijau di sekeliling.  



Kami menikmati memandang embung yang dapat menampung 15 juta liter air dan dapat mengaliri area hingga 2 kilometer dari Embung Doho. Saya ngobrol dengan beberapa petani yang tampak antusias, namun kalah dengan antusias warga yang selfie di depan Embung Doho.

Embung bisa jadi solusi masalah air yang terlalu banyak di Indonesia yang luas. Saya ingat datang ke banyak tempat dengan permasalahan yang serupa: kesulitan air di musim kering namun longsor dan banjir di musim hujan. Di masa yang berubah, cuaca yang tidak tertebak, kami, manusia sudah saatnya berbenah diri pada cara kita memandang air. We usually take for granted, air sudah jadi bagian hidup yang kita dapatkan secara mudah di kota-kota besar. Namun bayangkan hidup dengan air yang terbatas, it would be a misery. 



The Coca Cola Company punya misi water neutral, jumlah air yang digunakan mereka untuk proses produksi harus dikembalikan dengan jumlah yang sama ke alam atau masyarakat. Nah, salah satu caranya dengan proyek Embung seperti ini. Selain embung, mereka juga sudah membuat lebih dari 4,000 sumur resapan di berbagai tempat untuk mengkonservasi mata air.

Alangkah baiknya jika hal serupa kita terapkan juga di kehidupan sehari-hari, maybe not a water neutral but more like a water appreciation, misalnya dengan menggunakan air secukupnya, menutup keran saat tidak digunakan, dan tidak menyisakan air dalam minuman kemasan. Coba ingat-ingat, sering tidak kita minum produk air kemasan hanya setengah dan kemudian kita tinggalkan karena malas membawa botol? 

Terima kasih Embung Doho sudah mengingatkan kami akan pentingnya air, terima kasih Water Neutral Project sudah berbagi upaya melestarikan keterjangkauan air. Saya menunggu embung-embung lainnya di banyak wilayah di Indonesia.

@marischkaprue - water is the source of her energy and peace of mind 


NOTES


EMBUNG DOHO
Desa Doho, Kecamatan Girimarto Wonogiri
Jawa Tengah

Embung Doho merupakan bagian dari Water Neutral project dari The Coca Cola Company, more about the project: here

Penulis (Marischka Prudence) diundang untuk datang ke peresmian Embung Doho dan menuliskan pengalaman dan pemikiran dari sudut pandang penulis.

2 Mei 2018

PEACE IN THE WEST: THE WESTLAKE RESORT, YOGYAKARTA




Kami tiba di kehijauan, dengan danau luas yang dikelilingi unit-unit kamar. Usai makan siang setelah check in, kami berjalan kaki ke arah kamar. "It really feels like I'm in Bali," gumam saya. Namun, saya sedang ada di Yogyakarta untuk menikmati ketenangan di The Westlake Resort, Yogyakarta.





Danau buatan di tengah area The Westlake menjadi view utama dan main attraction. Kami berkeliling dengan buggy melihat beberapa sisi The Westlake, mulai dari danau teratai kecil (namun sangat cantik), ayunan di sisi danau dan berputar hingga ke dek kayu di sisi restoran.


Sebagian besar kamar langsung berada di sisi danau sehingga kita dapat menikmati danau dari teras kamar, dengan rombongan ikan yang langsung mendekat saat kami berjalan ke sisi teras. Ikan-ikan ini jadi main attraction di The Westlake. Selain kita dapat memberi makan dari teras (ada pelet ikan yang dapat kita beli), kita juga dapat berkeliling danau dengan kapal putih yang disediakan dan berhenti di beberapa "pulau" dengan kelinci-kelinci menggemaskan tapi pemalu hehe (saya berusaha bisa memegang mereka namun kelinci-kelinci ini sangat pemalu).






The Westlake Resort memang tidak menawarkan banyak aktivitas seperti all-inclusive resort di Bali, namun rasanya memang ini yang saya perlukan untuk bersantai. Berkeliling danau dengan perahu, menikmati nongkrong di dek kayu sambil memberi makan ikan, beristirahat di teras dengan pemandangan danau yang asri, berenang sambil menikmati langit biru, bersantai sejenak dan mendapatkan rasa damai dan tenang. Isn't it what we need sometimes?
 
President Suite with private pool

View from the President Suite


Kami sungguh beruntung mendapatkan cuaca terbaik selama menginap di The Westlake Resort. Langit biru, sinar matahari yang hangat, angin sepoi-sepoi dan sunset yang sangat cantik! Satu hal yang menyenangkan lagi persis sebelum sunset? Ada kapal "angkringan apoeng" yang berkeliling danau di sore hari, dan kita dapat "jajan" langsung dari teras kamar. Perahu kecil ini menyediakan makanan Indonesia seperti sate ayam, sate kambing dan jagung bakar. Kami pun langsung menikmati sate sambil menunggu langit berubah warna di saat senja.



Dua malam dengan ritme yang lambat justru terasa cepat berlalu. Saya sudah harus kembali ke Jakarta namun dengan pikiran yang jauh lebih fresh. It feels good to recharge in a really nice surrounding, a peaceful place with lots of smile. One thing to do in Jogja for those seeking for peace: go to the west (lake) and just enjoy your time.

@marischkaprue - Usualy went to the east for seawater but she had a great peaceful day in the west

THE WESTLAKE RESORT
Jl. Ringroad Barat
Bedog Trihanggo Sleman
Yogyakarta 55291
Indonesia

FOR BOOKING
T: +62 274 2820666
M: +62 811 25 6622
email: reservation@thewestlakeyogya.com

PRICE
Start from around Rp. 700.000,- / night
See detail price on their website: www.thewestlakejogja.com

***