Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

12 Februari 2019

, , , , , , , , , ,

AUTUMN VIEWING IN TOYOTA, AICHI: KORANKEI & SHIKIZAKURA



Kenapa berkali-kali datang ke Jepang? Well, siapapun yang sudah pernah bepergian ke Jepang saya rasa akan mengalami hal yang sama..
Mesmerized, excited, addicted and wanting more and more from Japan..
Karena Jepang selalu memberi hal yang berbeda, selalu memberi pengalaman baru dan karena musim yang berbeda juga memberikan rasa yang sungguh berbeda.

Musim gugur atau autumn adalah salah satu musim favorit saya untuk berkunjung ke Jepang. Saat dedaunan memerah maka semua terlihat berbeda, terutama karena di negara asal saya, kami tidak mengalami 4 musim jadi tentu menikmati autumn adalah hal yang selalu menarik bagi kami.

Trip saya ke Aichi kali ini, salah satunya ke Toyota. Hmm, mungkin nama wilayah ini akan membuat kita teringat dengan merk otomotif? haha, yas memang namanya sama, namun kali ini saya fokus ke pemandangan alam dan tidak berkunjung ke salah satu pabrik Toyota yang ada di kota ini.


Saya dan Hans (from eatandtreats) singgah di Shikizakura yang sangat unik. Meski sayangnya kami tiba saat matahari sudah turun sehingga warna pepohonan kurang terlihat, namun di Shikizakura saya pertama kali melihat sakura berbunga berbarengan dengan daun pohon yang memerah di saat musim gugur. Warna pink dan kemerahan bercampur dan membuat pemandangan yang begitu indah dan menarik.



Ada sekitar 1.200 pohon sakura dan momiji serta pohon lain yang memerah saat musim gugur di wilayah ini. Untuk mendapatkan pemandangan serupa seperti ini, datanglah di bulan November, puncak mekar dapat bergeser sehingga sebaiknya memastikan tanggal perkiraan puncak mekarnya sakura musim gugur terlebih dahulu. Yang menarik, Shikizakura di sini berbunga dua kali dalam satu tahun, di saat musim semi di awal April, serta di musim gugur yang dimulai pada akhir Oktober dan puncaknya di pertengahan November (ps: tanggal dapat bergeser).



Sungguh menarik melihat simbol musim semi berpadu dengan musim gugur, dan tentunya pemandangan unik yang sangat cantik.

SHIKIZAKURA OBARA
SENMI SHIKIZAKURA FOUR SEASON CHERRY BLOSSOM
Donohora Senmicho, Toyota
Aichi Prefecture 470-0506, Japan
(ada di google map dengan keyword Senmi Shikizakura)

GETTING THERE
Dari Meitetsu Toyotashi Station, naik Toyota Oiden Bus di Obara-Toyota Line ke arah Kaminigi (1 jam perjalanan)
(tunjukkan foto Shikizakura ke driver bus untuk memastikan bus yang dipilih tidak salah)


Berikutnya kami pergi ke area yang jadi primadona untuk menikmati light up saat autumn (ps: light up yaitu momen di mana pepohonan yang memerah dan menguning saat musim gugur dihiasi lampu di malam hari sehingga menyala). Korankei Gorge adalah salah satu area paling populer untuk menikmati autumn leaves di Jepang, sekitar 460.000 pengunjung datang pada musim gugur untuk menikmati ribuan pohon yang memerah di pinggir sungai Hiuchiishi dan Gunung Iimori.




Salah satu icon yang cantik adalah jembatan merah Taigetsukyo dengan pemandangan dedaunan yang menguning disinari lampu dan bebatuan di pinggir sungai. Di jalan masuk menuju Korankei juga terdapat banyak stall makanan (ini mengingatkan saya pada area masuk ke Fushimi Inari di Kyoto), serta di area setelah menyeberangi jembatan juga terdapat area toko dan makanan sehingga kita dapat menikmati waktu cukup lama berkeliling Korankei Gorge.



Korankei Momiji Festival adalah festival musim gugur di mana pepohonan di area Korankei ini dipasang lampu untuk light up di malam hari. Festival berlangsung setiap tanggal 1 hingga 30 November setiap tahunnya, dan iluminasi akan berlangsung mulai sunset hingga pukul 9 malam.

KORANKEI GORGE
Iimori Asukecho, Toyota
Aichi Prefecture 444-2424, Japan

GETTING THERE
From Toyotashi Station:
Naik Meitetsu Bus ke Korankei, perjalanan 40 menit, tarif: 800 yen
Bus ada setiap 1-2 jam
From Yakusa Station
Naik Ohwa Bus (hanya available di tanggal 1-30 November saja setiap tahunnya), perjalanan 1 jam, tarif 800 yen, bus ada setiap 1-2 jam.
(jangan lupa menunjukkan foto Korankei ke bus driver untuk memastikan bus yang dinaiki tidak salah)

SUGGESTED ROUTE
Dari Nagoya ke Obara untuk menikmati Shikizakura di Senmi Shikizakura (pastikan tiba di siang hari, jadi sore hari sebelum sunset sudah meluncur menuju Korankei)
ps: dari Shikizakura ke Korankei jika menggunakan kendaraan pribadi hanya perlu waktu sekitar 40 menit, jika beramai-ramai disarankan untuk sewa mobil/ taksi karena jauh lebih mudah, terutama karena bus ke dan dari Korankei sangat penuh dan antre panjang saat light up season.

Well, menikmati autumn di Toyota tentu sangat menarik. I'll surely be back for another perfect time with the Shikizakura :)

@marischkaprue - tries to get her mood spring all the time even during fall

ps: sebagian foto Shikizakura diambil dari Shutterstock (beli) karena saat kami tiba cuaca sudah mendung

9 Februari 2019

, , , , , , ,

KANSAI TRIP: WHAT TO DO IN SHIGA



Bicara Kansai, biasanya pikiran kita langsung tertuju pada Osaka dan Kyoto, dua lokasi yang selalu jadi primadona siapapun yang datang ke Jepang. Namun masih ada banyak sisi menarik di Kansai yang dapat kita eksplorasi. Kansai Region meliputi area di Prefektur Mie, Nara, Wakayama, Kyoto, Osaka, Hyogo dan Shiga.

Namun kali ini saya mengajak kalian melihat sisi Prefektur Shiga di Kansai, di mana terdapat banyak lokasi yang masuk dalam daftar kekayaan dunia dalam daftar UNESCO.

Apa saja spot-spot menarik di Shiga? ini dia..

HIEIZAN ENRYAKUJI TEMPLE



Ada begitu banyak bangunan bersejarah di area Hieizan Enryakuji sehingga area ini dinobatkan sebagai World Cultural Heritage Site. Hieizan Enryakuji bermula di tahun 788 saat pendeta Buddha Saicho membangun temple di area pegunungan di sisi barat Danau Biwa.


Area Hieizan Enryakuji sangat luas, terbagi menjadi tiga sisi: To-do, Sai-to dan Yokawa. Untuk menuju Hiezan Enryakuji, kami mesti naik cable car, ropeway dan bus, namun sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan yang sangat indah sehingga perjalanan menuju Hiezan Enryakuji pun menjadi daya tarik tersendiri :)

Hieizan Enryakuji
4220, Sakamotohonmachi, Otsu-shi
Shiga
www.hieizan.or.jp

SAKAMOTO'S STREETS

Dari Hieizan Enryakuji kami turun di sisi lain dengan Sakamoto Cable Car dengan rute yang panjang. Sakamoto Cable Car merupakan cable car dengan rute terpanjang di Jepang yang menghubungkan Cable Enryakuji Station dengan Cable Sakamoto Station dengan waktu tempuh 11 menit.







Tiba di Cable Sakamoto Station, kami melanjutkan dengan berjalan kaki ke Sakamoto Street. Jalanan utama di Sakamoto ini bercirikan batu-batu besar sebagai dinding pagar yang ada sejak dahulu, saat peziarah Buddha datang usai berguru di Hieizan Enryakuji. Kini, kita masih dapat menikmati bangunan yang ada sejak dulu, stonework cave di Fuyoen Garden, Ritsuin Temple, Yakujuin Temple dan Taishogun Shrine serta Shogenji Temple. Kami datang di awal musim gugur jadi baru sebagian dedaunan yang memerah, namun di saat puncak musim gugur, jalanan ini jauh lebih indah lagi :)

Sakamoto Cable Railway
Cable Sakamoto Station --- Cable Enryakuji Station
Fare: 860 yen (one way), 1.620 yen (round trip)
Opening hours:
8.00 AM - 5.00 PM (March)
8.00 AM - 5.30 PM (April, September - November)
8.00 AM - 6.00 PM (May - August)
8.30 AM - 4.30 PM (December)
8.30 AM - 5.00 PM (January - February)

MICHIGAN CRUISE



Prefektur Shiga memiliki danau yang sangat luas yang terasa seperti di laut. Lake Biwa meliputi area seluas 670 meter persegi dan merupakan danau terluas di Prefektur Shiga. Salah satu cara untuk menikmati pemandangan di sebagian area Danau Biwa adalah dengan berlayar menyusuri Danau. Kami naik Michigan Cruise untuk menikmati sisi Selatan Danau Biwa.
 
Ada 3 rute, dari Otsu Port ke Nionohama Port, dari Nionohama Port ke Yanagasaki Port dan dari Yanagasaki Port ke Otsu Port. Kami mengambil rute B, dari Nionohama Port ke Yanagasaki Port.

Michigan Cruise ship didesain dengan gaya klasik dengan berbagai area makan, mulai dari Royal Room, Michigan Hall, Michigan Dining dan area observasi dan Sky Deck untuk menikmati panorama 360' di Danau Biwa.

BIWAKO OTSUKAN




Hotel bersejarah ini ada di jalur setelah naik Michigan Cruise dan turun di Yanagasaki Port. Biwako Otsukan persis berada di depan dermaga Yanagasaki. Biwako Otsukan dibangun di tahun 1934 sebagai hotel internasional pertama di Prefektur Shiga. Persis di depannya terdapat English Garden yang membuat area ini terasa seperti perpaduan Eropa dan Jepang.

TEPPAN-YAKI OHMI



Teppan-yaki Ohmi jadi salah satu must try di Shiga. Tepapan-yaki adalah cara memasak makanan di atas plat besi, di Teppan-yaki Ohmi di Biwako Hotel, bahan masakan semuanya berasal dari Prefektur Shiga!

OHMI
Biwako Hotel
520-0041
Otsu, Hamamachi, 2−40
Shiga Prefecture

STAY

BIWAKO HOTEL

Jika mencari hotel dengan pemandangan Danau Biwa dan ruangan kamar yang cukup luas, Biwako Hotel bisa jadi pilihan. Biwako Hotel berada di sisi Otsu Port Marina, jadi dari kamar kita dapat menikmati pemandangan Danau Biwa dan kapal-kapal yang parkir di area marina.

Biwako Hotel
520-0041
Otsu, Hamamachi, 2−40
Shiga Prefecture

Rate starts from Rp. 1.200.000,- per night

Shiga dapat jadi pilihan menarik di sisi lain Kansai, menikmati pemandangan dan suasana yang jauh lebih tenang. Jadi, sudah mau liburan ke Shiga saat berkunjung ke Jepang selanjutnya? :)

@marischkaprue -  will do more walk in Shiga next time

31 Januari 2019

, , , , , , , ,

Aek Nauli Elephant Conservation Camp: Run For The Elephant



"Wah gajahnya lucu banget tadi nyambut kita, kupingnya gerak-gerak," ujar teman saya usai safari dengan jeep di Afrika Selatan. Saya yang ada di jeep yang berbeda langsung senyum-senyum sendiri karena saat gajah yang ia maksud mendekati jeep yang ia tumpangi, ranger di jeep saya justru berkata bahwa gajah itu justru memberi peringatan saat melakukan gerakan yang disebut "lucu" oleh teman saya.

Itu kejadian tiga tahun lalu..
                  
Gajah selama ini memang punya image baik, lucu, meskipun badannya sangat besar, baik gajah Afrika maupun Gajah Asia. Mungkin karena image karakter Dumbo? lalu siapa pula yang mulai cerita bahwa gajah takut tikus? ini selalu ada di komik-komik.


Kali ini saya berhadapan dengan gajah Asia, Luis Figo namanya, diambil dari pesepakbola asal Portugis. Luis Figo yang ini tidak bermain bola, namun Luis "memegang" lingkaran bunga ala-ala dengan belalainya. Luis mendekati saya dan sayapun sambil merekam Luis yang mendekat dengan smartphone saya. Makin dekat, makin dekat, si jantan berumur 12 tahun ini memang sangat besar, sekali injak tentu saya yang hanya berbobot 52 kilogram ini sudah jadi pepesan. Namun saya tidak takut sama sekali, mata Luis terlihat lembut, ia tidak akan menyakiti siapapun.

Luis mengalungkan karangan bunga itu ke leher saya. "Nice job Luis," ujar Bang Ilham, mahout (pawang) utama di Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC) di Pematang Siantar, Sumatera Utara.



Luis tinggal di ANECC bersama 3 gajah lainnya: Vini Alfi, gajah 30 tahun yang berasal dari Hutan Sosa di Sidempua, Ester yang sudah berusia 36 tahun dari Palembang dan Siti, gajah 37 tahun yang juga berasal dari Palembang.

Saya cukup heran kenapa hanya ada 4 gajah di area yang luas ini. Bang Ilham kemudian menceritakan bagaimana gajah-gajah ini bisa ada di ANECC. Sebagian besar dari gajah-gajah ini adalah anak dari gajah yang ada di penangkaran gajah di wilayah lain, jadi memang sudah terbiasa berinteraksi dengan manusia. Meski begitu, Bang Ilham menegaskan bahwa kita tidak bisa seenaknya memperlakukan gajah bak binatang peliharaan, tetap mesti ada pawang dan prosedur keselamatan untuk berinteraksi dengan gajah.

Bang Ilham bercerita sebelum atraksi edukasi gajah
Mahout membisiki gajah
Di ANECC juga tidak ada elephant riding untuk pengunjung, hanya mahout (pawang) yang boleh naik ke atas gajah untuk mengarahkan gajah-gajah tersebut. Saya pun memperhatikan bahwa mahout naik di bagian "leher" gajah, lebih ke arah kepala dibandingkan elephant ride yang biasanya naik di punggung gajah. Mahout pun memberi arahan pada gajah dengan suara, seakan membisiki gajah persis di telinganya.

Ada kata yang sering saya dengar: " sayang."
Bang Ilham berulang kali berkata "sayang" sambil memanggil gajah-gajah di ANECC, dan berulang kali pula ia mengelus Luis, Vini, Ester dan Siti bak anaknya sendiri.

"10 tahun saya sudah jadi mahout," ujar Bang Ilham yang tidak pernah terpikir ini akan jadi jalan hidupnya. Ia mulai dari membantu temannya yang menangani gajah dan ternyata tidak butuh waktu lama bagi Bang Ilham untuk jatuh cinta pada binatang besar yang lembut ini.

Survival of the Fittest

Siapa yang kuat, itu yang akan bertahan. Sayangnya meski berukuran besar dan sangat kuat (katanya gajah dewasa dapat mengangkat bobot seberat 300 kg dengan belalainya), namun nasib gajah di alam liar justru tersingkir. Siapa lagi penyebabnya kalau bukan kita: manusia..

Makaranga, tanaman kesukaan gajah yang ditaman di area Aek Nauli Elephant Conservation Camp
Lahan tempat tinggal gajah yang terdesak keberadaan manusia, atau ketamakan manusia yang membunuh gajah untuk diambil gadingnya (atau caling pada gajah Asia betina - semacam gading namun lebih pendek dan dengan kepadatan yang berbeda). Binatang besar nan lembut ini semakin terdesak, dan salah satu upaya penyelamatan gajah adalah area konservasi seperti ANECC ini. Saat ini baru ada empat gajah, namun ANECC sedang terus dikembangkan, area penanaman pakan gajah juga diperluas agar bisa menampung lebih banyak gajah di kemudian hari, dan semoga saja bisa lebih banyak mengedukasi orang-orang tentang gajah dan pentingnya menjaga kelestarian gajah, terutama di Indonesia.


Penyerahan donasi Rp. 549 juta dari penjualan tiket Pertamina Eco Run 2018 untuk konservasi gajah di Aek Nauli
Saya datang bersama rombongan kecil dari Pertamina yang datang untuk menyalurkan bantuan donasi yang dikumpulkan dari acara Pertamina Eco Run pada Desember 2018 lalu. Penjualan tiket sebesar sekitar Rp. 1 Miliar itu disalurkan untuk pelestarian Elang Bondol dan Gajah Sumatera, untuk donasi Gajah Sumatera sebesar Rp. 549 juta disalurkan melalui Balai Penelitan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli.

Saya memang bukan orang yang hobi ikutan acara lari, namun begitu tau bahwa hasil penjualan tiket digunakan untuk donasi pelestarian satwa saya sangat senang. Mungkin lain kali saya akan ikut lari (or maybe not haha, but I'm 1000% loving this kind of event).

Hoping to see more happy elephants in the wild
Mungkin di pikiran kita, kita lari untuk kesehatan, olahraga, namun gajah-gajah itu selama ini lari dari bahaya yang mengancam mereka, lari dari manusia yang berusaha menangkap gajah, atau mengusir gajah dari lahan mereka. Kita berlari di Pertamina Eco Run dengan harapan gajah-gajah itu bisa berhenti berlari dari ancaman, dengan adanya area aman untuk mereka, bukan hanya untuk Luis Figo..

@marischkaprue - think that elephant remember things better than her (she kept forgetting where she put her car key a lot of times)

****

AEK NAULI ELEPHANT CONSERVATION CAMP (ANECC)
Jl. Lintas Tengah Sumatera
Sibaganding, Girsang Sipangan
Bolon, Kabupaten Simalungun
Sumatera Utara

THANKS TO






PERTAMINA

more about Pertamina Eco Run and the donation here
TBBM Pematang Siantar 
Trinity Traveler (went to Medan - Pematang Siantar, ANECC with her, check out her blog here)

 

14 Januari 2019

, , , , , , , ,

MORE TO DO LIST IN ISHIKAWA: JAPAN TRAVEL



Saya sudah pernah beberapa kali bercerita tentang Ishikawa, baik ke area utara (cek di link ini), atau ke area selatan Ishikawa, yaitu Komatsu (cek di link ini), namun masih banyak hal lain yang dapat dilakukan di Ishikawa, terutama jika anda memilih untuk menginap di Kanazawa.

Here's some of the things to do in Ishikawa

SIGHTSEEING

KENROKUEN GARDEN



Taman Kenrokuen merupakan taman paling populer di Ishikawa dan juga merupakan salah satu taman dengan lanskap tercantik di Jepang. Taman Kenrokuen dulunya merupakan area taman luar dari Kanazawa Castle dan dibuat pada masa kejayaan keluarga Maeda.




Sejak 1871, Kenrokuen sudah dibuka untuk umum dan terus menarik pengunjung dari seluruh dunia. Selain taman dengan lanskap khas Jepang, di Kenrokuen juga terdapat air mancur tertua di mana air bergerak hingga mencuat 3 meter lebih tanpa tenaga listrik sama sekali.

NAGAMACHI SAMURAI DISTRICT


Distrik dengan gang-gang kecil ini dulunya merupakan area tempat tinggal samurai. Rumah-rumah di Nagamachi Samurai District ini tertutup pagar tebal dari tanah, serta jalan masuk yang kecil untuk akses ke setiap rumah.





Salah satu rumah yang paling terkenal di Nagamachi Samurai District adalah rumah dari Nomura, salah satu samurai yang jaya di masa feudal Jepang. Taman di rumah Nomura menjadi salah satu dari tiga taman tercantik di Jepang meskipun berukuran kecil. Di lanta atas rumah, kita juga dapat minum teh sambil menikmati pemandangan taman.

OMICHO MARKET




Mengamati dan berkeliling pasar lokal selalu menarik, nah di Kanazawa salah satu pasar yang wajib dikunjungi adalah Omicho Market yang memiliki lebih dari 200 kios yang menjual beragam produk, mulai dari sea foods (dan kepiting besar khas Jepang), perkakas dapur hingga tanaman. 


Di Omicho Market juga terdapat banyak jajanan pasar yang dapat langsung kita coba, plus beragam tempat makan dengan bahan-bahan asli dari Ishikawa.

ACTIVITIES

HAKUKOKAN GOLD LEAF EXPERIENCE


Sejak dulu, Kanazawa terkenal sebagai penghasil gold leaf, yes, sesuai namanya, lembaran sangat tipis ini terbuat dari emas asli yang dipress sedemikian rupa hingga sangat tipis dan memungkinkan untuk melapisi berbagai hal dengan emas.

Hakuichi Main Store Hakukokan adalah salah satu pusat pembuatan gold leaf dan juga lokasi untuk anda yang tertarik berkreasi dengan lembaran emas ini. Di dalam area Hakuichi juga terdapat replika Maeda Toshiee yang menggunakan baju berbalut emas, plus dinding yang dilapis 10.000 lembaran gold leaf.


Ada banyak kreasi dari gold leaf yang bisa dibuat di sini, mulai dari sumpit berlapis emas, kaca dan kipas, hingga kotak perhiasan seperti yang saya buat.

TEA CEREMONY AT KENROKUEN GARDEN



Minum teh di Jepang selalu jadi tradisi yang lekat hingga kini. Di Kenroku-en kita dapat menikmati matcha sambil menikmati pemandangan taman Kenroku-en yang indah di Shiguretei tea house.

EAT

NIKUSHO JADE



Restoran Yakiniku ini hanya berjarak 5 menit berjalan kaki saja dari Stasiun Kanazawa, kita dapat mencoba daging sapi khas Noto yang lezat dengan harga yang sangat reasonable (1500 yen untuk lunch set menu)

KAISENDON SUSHI LUNCH AT OMICHO MARKET



Saat berkeliling Omicho Market, sempatkan diri untuk makan siang di Kaisendon Sushi dan menikmati makanan segar khas Ishikawa, sashimi dengan taburan gold leaf, dihidangkan di atas nasi!

STAY

UNIZO INN KANAZAWA



Hotel simple ini terletak di lokasi yang strategis, di antara Kanazawa Castle Park dan Omicho Market, dekat pula dengan lokasi perbelanjaan lainnya.

Mengelilingi Ishikawa memang perlu waktu lebih dari seminggu, itu pun masih banyak yang belum saya coba. Well, until next time!


@marischkaprue - loving the gold leaf ice cream :))

****



INFO LEBIH LENGKAP TENTANG KOMATSU DAN ISHIKAWA

Hubungi Jalan Tour melalui akun Instagram Jalan Tour atau di website www.jalan-tour.com