Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

26 September 2026

, , , ,

AI Promt: Spill The (more than) Tea

Hello, it's been AGES since my last post. Jujur aja emang udah sulit banget buat nulis panjang, berbagi dalam tulisan di blog, dan memang dari jumlah visit ke blog juga sudah sangat menurun signifikan terutama sejak apapun bisa kita tanyakan ke AI

Gw adalah orang yang sangat interested dengan teknologi AI, sebagai millennials tua yang udah melewati beberapa step perkembangan jaman dari analog ke digital dan furthermore di perkembangan AI sekarang, walaupun tetap aja pasti lebih sulit untuk adapting dibanding yang lebih muda hehe..

Anyway, daripada blog ini sepi, jadi mulai sekarang gw akan coba input beberapa share tentang AI, mungkin tutorial, atau sekadar berbagi aja, dan postingan pertama tentang AI ini gw share promt yang bikin foto dengan makanan jadi lebih seru, mungkin ga estetik tapi menarik.




Promt ini akan bikin makanan dan minuman seakan-akan terbang berantakan, seperti jatuh dan tertangkap kamera mid-air.

Berikut Promtnya, tinggal copy-paste aja ke Chat GPT, jangan lupa attach foto yang mau diedit ya:

Use the provided reference photo as the exact base image. Preserve the original photograph, person, and environment as accurately as possible.

Transform ONLY the food and drink elements in front of the person into a dynamic zero-gravity food spill, as if the meal has suddenly lost gravity and is caught in the middle of falling and spilling through the air.


FOOD & DRINK — ONLY THESE ELEMENTS MAY CHANGE

Create a natural, dynamic sense of motion:

  • The plate and/or bowl can be floating and slightly tilted.
  • Some food remains on the plate, while some food is spilling out into the air.
  • Individual pieces of food should be suspended at different heights, distances, and angles.
  • Some pieces should appear to be just leaving the plate, some already drifting through the air, and some slightly farther away, creating a sense of depth and movement.
  • If there is sauce, soup, liquid, dressing, powder, crumbs, or small food particles, let some of them spill and float in the air as suspended droplets or particles.
  • Drinks can also be floating, with the glass/cup slightly tilted and liquid appearing to spill out in mid-air as suspended droplets.
  • Make the composition feel like a frozen moment of a meal suddenly falling apart in zero gravity.
  • The food should NOT form a neat horizontal arrangement. Avoid symmetrical or evenly spaced floating objects.
  • Use organic, irregular trajectories and different depths to make the scene feel spontaneous and physically believable.
  • Keep the original food recognizable: preserve its original type, color, texture, portion, and appearance.

MOTION & DEPTH

The key visual idea is “caught in the middle of a spill.”

Create realistic depth:

  • Some food pieces closer to the camera.
  • Some pieces closer to the woman.
  • Some pieces farther away.
  • Vary the size slightly according to perspective.
  • Different pieces should have different orientations and trajectories.
  • Include a few tiny crumbs or droplets suspended between larger food elements.
  • Avoid making everything float at the same level or distance.

The result should feel like the food is falling through the air but gravity has suddenly stopped, rather than simply being placed or arranged in mid-air.

PRESERVE EVERYTHING ELSE EXACTLY

Do NOT modify the person in any way:

  • identical face and identity
  • identical expression
  • identical hair
  • identical body
  • identical hands and fingers
  • identical gesture
  • identical posture
  • identical clothing and accessories
  • identical position and proportions

Do NOT modify:

  • background
  • table
  • furniture
  • architecture
  • scenery
  • camera angle
  • framing
  • perspective
  • composition

No additional people, objects, decorations, or visual elements.


REALISTIC LIGHTING & PHYSICS

Match the original lighting direction, color temperature, exposure, and atmosphere.

Add realistic lighting interaction ONLY to the floating food and drinks:

  • subtle cast shadows
  • realistic highlights
  • reflections on liquid and glass
  • appropriate translucency for sauces and liquids
  • natural shadows falling onto nearby surfaces where physically plausible
  • realistic depth-of-field matching the original photograph

The floating food should look genuinely photographed in the scene, not digitally pasted.

Photorealistic, cinematic realism, dynamic frozen motion, realistic food physics, natural depth, organic movement, seamless compositing.

IMPORTANT: The visual transformation must be limited strictly to the food, plates/bowls, and drinks. Everything involving the person and the background must remain unchanged.


----



itu dia promt untuk edit foto di GPT Image, klo mau dibuat jadi video, bisa pake tools di Higgsfield AI, atau di tools AI lainnya, pakai promt ini:


Use the provided reference image as the exact visual starting point.


Create a **cinematic bullet-time / frozen-in-time camera movement** around the scene. The camera smoothly moves in an arc around the person, creating a dramatic 3D bullet-time effect, while the entire subject appears completely frozen in time.


### PERSON — ABSOLUTELY FROZEN


The person must remain **perfectly frozen and unchanged throughout the entire shot**:


* Facial expression remains exactly identical.

* Eyes, gaze, mouth, and facial features do not move.

* No blinking.

* No change in breathing or body movement.

* Hair remains completely frozen.

* Hands, fingers, arms, shoulders, and body posture remain exactly identical.

* Clothing remains completely still.

* No change in his/her position, proportions, identity, or appearance.


She should look like a **single frozen frame suspended in time**, while the camera moves around her.


### FLOATING FOOD — FROZEN IN MID-AIR


All floating food, plates, cups, drinks, droplets, crumbs, and other food elements must also remain **frozen exactly in their existing positions**.


No food should fall, rotate, bounce, or move independently.


The scene should feel as if **time has completely stopped**, with the camera being the only thing that moves.


### CAMERA MOVEMENT


Create a smooth, cinematic **bullet-time camera orbit** around the person:


* Slow, controlled lateral arc around the subject.

* Strong sense of three-dimensional parallax.

* Camera moves around the frozen scene rather than simply zooming.

* Preserve the original composition and visual identity while revealing subtle depth from different angles.

* Movement should feel like a high-end cinematic freeze-frame / Matrix-style bullet-time shot.

* Smooth, stable motion with no jitter, warping, or sudden camera changes.


### ENVIRONMENT


Keep the background and environment consistent with the reference image.


Do not introduce new objects, people, scenery, or visual elements.


The background should have subtle natural parallax as the camera moves, while maintaining the same overall environment.


### VISUAL STYLE


Photorealistic cinematic bullet time, frozen moment, suspended time, realistic 3D parallax, seamless camera orbit, natural depth, high-end commercial cinematography.


**CORE RULE: TIME IS FROZEN. ONLY THE CAMERA MOVES.**


The person and every floating food element must remain visually identical throughout the entire video, as if the exact same frame has been physically frozen while the camera travels around it.


---


ps: kadang hasil generate kurang sesuai keinginan kita, jadi bisa coba generate 2-3 kali klo belum dapat video yang dirasa hasilnya oke




***



27 November 2025

, , , , , , , , , ,

Obi, The Clear Quartz of Moluccas


Clear Quartz (Kristal Kuarsa) memang tidak se-berkilau berlian. Ia bening seperti kaca, lebih tenang kilauannya, tidak mencolok seperti berlian namun indah yang terasa lebih dekat.

Clear Quartz cocok menggambarkan Obi, bukan batu permata yang sangat terkenal, namun Obi sangat-sangat cantik, terasa tenang dan nyaman. Keindahan yang jadi memori indah yang nyaman.

Menuju Obi memang perlu effort lebih. Kami harus terbang ke Ternate, lalu lanjut ke Labuha dengan pesawat baling-baling, dan melanjutkan perjalanan lagi dengan kapal sekitar 4 jam. Kami sampai di Obi saat sudah gelap dan langsung beristirahat.

Keesokan harinya, kami baru bisa “melihat” Obi: langit yang biru, laut yang tenang, warna biru kehijauan yang indah bahkan di dermaga. Pemandangan yang “mahal” bagi warga yang tinggal di Jakarta seperti saya.


“Melayang” di Pulau Telor

Sebelum ke Obi saya sudah mendengar tentang Pulau Telor, namun saya tidak menyangka akan melihat lautan sebening ini. Warna turquoise sepanjang mata memandang, kapal yang terlihat seakan “melayang” di hamparan warna turquoise, sungguh indah!

Pulau Telor adalah tujuan scuba dive pertama kami. Biasanya jika sedang scuba diving saya tidak terlalu fokus mengambil gambar dari darat, karena harus mempersiapkan alat. Namun melihat pemandangan di sekitaran Pulau Telor, saya sampai request untuk memundurkan sedikit waktu penyelaman agar bisa mengambil gambar dengan drone, karena memang se-bagus itu!

Karakter laut di Pulau Telor itu tenang, dengan pasir putih di bagian bawah, area yang rata dan sisi yang penuh dengan coral reefs. Di Pulau Telor banyak sekali karang keras yang padat. Saya dengan mudah menemukan gugusan branch coral yang sangat padat, tidak ada ruang untuk “mendarat” karena sangat padat.




Striking Pasturi

Titik penyelaman berikutnya bernama Pasturi. Kami bercanda dengan menyebutnya “pasutri” yang pada akhirnya terasa cocok karena titik ini membuat kami jatuh cinta! Sangat!

Pasturi adalah spot yang sangat unik. Jika dilihat dengan drone, ada area yang tampak seperti “Blue Hole”, sisi dengan sandbank (gosong pantai), kemudian terlihat “lingkaran biru” yang terbentuk dari perbedaan kedalaman. Menarik sekali!

Saat turun saya lagi-lagi dibuat bengong! Laut di Pasturi beningnya luar biasa! Saya bisa bilang kalau ini salah satu penyelaman terbening saya selama 15 tahun saya menyelam. Jika bicara bening biasanya yang terbersit adalah Alor, Wakatobi.. namun ternyata Obi juga bisa berderetan dalam daftar laut bening Indonesia!

Sangking beningnya laut di Pasturi, saya bisa melihat bayangan coral di permukaan air yang seperti kaca di area dangkal. Sungguh pemandangan yang membuat tidak ingin berhenti menyelam.

Di area ini kami juga ikut menanam coral di reef cubes (struktur berbentuk kotak yang ditempatkan di dasar untuk media tumbuhnya koral) dibantu oleh Team Marine dari Harita.





Mala-Mala dan Gomumu

Ada banyak gugusan pulau di area Obi, Pulau Obi adalah pulau terbesar dan kami menikmati hari-hari di Obi dengan mampir ke beberapa pulau yang dekat dengan Pulau Obi.

Menikmati sore di Gomumu terasa seperti berada di Pulau Pribadi. Hanya ada group kami, lautan yang indah, langit biru dengan matahari yang sudah menyinari dari sisi yang miring, perfection!




Belajar di Desa Kawasi dan Desa Soligi

Selain ke pulau-pulau, kami juga mampir ke beberapa desa, seperti Desa Kawasi baru dan Desa Soligi. Di Desa Kawasi baru kami mampir ke sekolah. Di sini saya kaget karena ternyata ada kelas bahasa Mandarin dan saat kami “mengintip” hingga akhirnya bisa ikut masuk, saya sadar bahwa level bahasa Mandarin yang dipelajari di kelas di Desa Kawasi sudah bukan yang basic seperti sapaan, atau perkenalan. Bahkan, teman saya Yun Think yang fasih berbahasa Mandarin juga kagum dengan fasihnya murid-murid kelas Mandarin di Desa Kawasi.

Saat kami datang ke Desa Soligi adalah waktu nelayan pulang setelah menjaring ikan. Kami melihat ikan-ikan besar seperti kakap merah dibawa turun dari kapal, dibersihkan dan ditimbang untuk dijual ke perusahaan di Pulau Obi. Warga juga menyimpan sebagian tangkapan untuk mereka konsumsi, dan kami pun ikut makan ikan bersama.

Desa Soligi juga punya sistem “parkiran” kapal yang unik. Kapal digantung di penampang dari kayu-kayu, dengan sistem katrol untuk menaik-turunkan kapal. Ternyata sistem ini dilakukan untuk mencegah ombak keras menghantam kapal di musim-musim tertentu. Cara tradisional yang unik namun sangat fungsional.

Re-grow 

Di hari terakhir saya dan teman-teman mampir ke salah satu bukit di Pulau Obi yang merupakan area reklamasi. Bukit ini jadi area reklamasi sejak tahun 2019, ditanam dua kali di bulan Februari dan bulan Juni. Area seluas hampir 12 hektar ini sudah kembali jadi hutan lebat dalam jangka waktu 6 tahun. Ada pohon cemara laut, kayu putih, meranti, mahoni hingga Ketapang dan jabon merah.

Team Reklamasi TBP yang menemani saya bilang kalau mereka punya target sekitar 66 hektar penanaman area reklamasi untuk tahun 2026. Semoga bisa lebih banyak area yang direklamasi di Pulau Obi.

Memories for life

Obi bagi saya bukan sekadar destinasi. Saya melihat, menikmati, belajar dan menemukan banyak teman baru, dan kembali lagi-lagi diingatkan bahwa Indonesia dan lautnya, khususnya Indonesia Timur, se-indah itu!

@marischkaprue - got another strike from the beauty of Indonesia


***