Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

29 Mei 2021

, , , , , , ,

POSTCARD FROM THE BATAVIA MARINA


“Wah ini bangunannya kaya kampus ya,” teman saya Jovita semangat menikmati bangunan besar berwarna orange bata di tepi laut, dengan jajaran kapal-kapal putih.





Kami masih di Jakarta, kali ini melipir ke bagian utara lagi, tepatnya di area Ancol, Jakarta Utara. Kami sengaja datang pagi saat jam buka supaya bisa menikmati area Batavia Marina dan tentunya menghindari keramaian karena masih pandemi.


Kegiatan berkumpul bersama, tidak sering, setiap dua atau tiga minggu sekali, kami jalan-jalan di seputaran Jakarta, mencari lokasi yang menyenangkan untuk menikmati makanan, ngobrol tatap muka (sungguh rasanya benar-benar berbeda dengan ngobrol online) dan foto-foto. Kini, setiap jalan pun kami menentukan outfit dengan baju yang kami punya, namun satu tema. Alasannya? Well, untuk seru-seruan aja sih, hal kecil dan sederhana jadi menyenangkan, dan jujur saja, menyiapkan tema outfit bikin saya lebih semangat, rasanya seperti mau trip hehe..






Batavia Marina ini restoran besar yang biasanya jadi venue wedding karena lokasi di pinggir laut dan bangunan yang cantik. Feelnya seperti bangunan kampus di Eropa, dengan area outdoor yang luas pula.


So here are some pictures we took during our visit!





@marischkaprue -  not a good sailor but she definitely feelin’ good in a blue sea day!


BATAVIA MARINA

Jl. Raya Baruna

Jl. Sunda Kelapa No. 9 (Komplek Pelabuhan)
Ancol, Jakarta Utara

8 Mei 2021

, , , , , ,

DIVE INTO THE BARRACUDA LAKE

Terletak di area pesisir utara Pulau Coron di Palawan, Phillipines, keindahan Barracuda Lake sudah sering saya dengar dan lihat di sosial media. Namun apa yang ada di sosial media biasanya merupakan gambar dan video yang sudah dipilih, jadi terkadang tidak menggambarkan tempat aslinya.

Saya dan teman-teman memang sengaja trip ke Coron untuk menikmati laut, sebagian untuk scuba diving, namun saya dan teman-teman memutuskan untuk freedive dan snorkeling saja di Barracuda Lake.


Perlu waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke area pinggir Barracuda Lake dengan kapal dari sekitaran kota Coron. Dari pinggir, kami kemudian berenang ke pinggir pulau dan jalan kaki ke arah danau. Sudah ada tangga kayu untuk mencapai danau karena Barracuda Lake memang sudah jadi destinasi wisata yang populer.


Di pinggiran danau sudah ada platform kayu yang cukup luas, dan dipadati pengunjung saat kami tiba. Namun tujuan kami adalah area yang cukup jauh dari dekat deck, selain sepi, tentunya supaya kami bisa menikmati snorkeling dan freedive.








Saya langsung terpukau dengan tekstur batu di pinggiran danau yang berbentuk seperti “pecahan panjang yang tajam,” sungguh indah, majestic, keren dan fun di saat yang bersamaan! Satu hal lagi yang membuat saya sangat nyaman, suhu di Barracuda Lake sangat hangat! sekitar 28 - 30’C , kami bisa menikmati berenang cukup lama tanpa kedinginan hehe (karena saya mudah sekali kedinginan di air).






Ada juga area yang lebih dangkal, jadi kami bisa “beristirahat sejenak” saat sudah lumayan lelah, dan kembali berenang menikmati Barracuda Lake! Beberapa jam berlalu begitu cepat, sayangnya kami mesti berpindah ke tempat lain.


Satu hal yang pasti, next time saya akan datang ke Barracuda Lake lagi dan tentunya menghabiskan waktu lebih lama lagi di sini!


@marischkaprue - she loooves when the lake is warm and clear!


Went to Coron with Trip Inc


5D/4N freedive trip to Coron: Rp. 5,5 juta / person

(flight tickets is not included)

harga tiket PP Jakarta - Coron around 7 juta/ person


PS: trip ini dilakukan di awal tahun 2020, sebelum pandemi. 


Went with my water ladies 





4 April 2021

, , , , , ,

Let’s SAIL with VINCA VOYAGES


Saya ingat saat pertama kali berlayar di Kepulauan Komodo di tahun 2013. Saat itu saya dan teman-teman naik kapal Monalisa (saat ini sudah tidak ada lagi) untuk scuba diving selama beberapa hari di berbagai spot diving di Taman Nasional Komodo. Di masa itu, kapal yang berlayar di area Komodo masih terbatas, dan kapal yang nyaman sebagian besar adalah kapal untuk scuba diving, karena area Komodo belum cukup populer untuk mereka yang tidak scuba diving.


Di tahun 2021 ini, ada begitu banyak pilihan kapal untuk menikmati berlayar di area Komodo, baik kapal untuk scuba diving ataupun untuk cruising dan snorkeling saja. Saya sudah mencoba berbagai kapal dengan berbagai ukuran dan tipe, kapal Vinca yang saya naiki saat trip bersama Lyla Adventure adalah salah satu favorit saya.








Kenapa jadi favorit? Kali ini layout kamar jadi penentu utama. Saya memilih kamar tipe Japanese Room dengan kaca jendela yang besar. Di kapal, umumnya kaca di kamar tidak sampai ke area bawah dekat lantai, namun di kamar ini ada 2 jendela kaca besar hingga ke dekat batas lantai, membuat kita dapat menikmati pemandangan spektakuler Kepulauan Komodo dari dalam kamar. Ada 2 kamar tipe Japanese (mirrored side) dengan shared balcony di belakang kamar, Layout kamar juga membuat ukuran kamar terasa luas, tidak ada meja-meja yang biasanya mengurangi space, ada meja kecil yang bisa dilipat dengan style Japanese, besaran kamar digunakan dengan maksimal dan simple dengan layout yang cantik.



Bathtub di Western Room



Kamar lain yang justru menjadi andalan Vinca Voyages adalah tipe Western. Kamar tipe ini dipatok harga lebih mahal dari kamar tipe Japanese meskipun dari segi ukuran lebih kecil dari tipe Japanese. Alasannya? Ada bathtub di tipe kamar western, fasilitas yang jarang ditemukan di kapal phinisi kayu yang berlayar di area Komodo. Dari segi space juga kamar tipe Western cukup baik mengakomodir tamu yang membawa koper.


Dua kamar lainnya adalah tipe Junior Suite di bagian bawah, karena di lantai bawah maka tentunya hanya ada jendela bulat kecil layaknya kamar di kapal pada umumnya. Kamar Junior Suite bisa menampung 3 orang, dengan private bathroom juga. Kamar ini dari segi ukuran dan layout cukup umum seperti pada kapal phinisi lainnya.






Untuk bersantai kita bisa menikmati beanbag lengkap dengan payung-payung putih yang cantik di depan Captain’s room, atau sundeck di bagian atas. Area makan favorit tentunya di deck depan, dengan chill area di sudut ujung kapal. Ada juga satu living room area di dalam.


Overall it’s a very nice boat to sail and enjoy Komodo Islands. Hanya satu kekurangan Kapal Vinca: tidak ada water heater untuk mandi, jadi usahakan sudah mandi sebelum malam supaya tidak kedinginan ya hehe. 


Hopefully one day we can sail together with this pretty white boat!


@marischkaprue - not sail away, but sail closer to the warmth of the sea


VINCA VOYAGES

Capacity: 14 person


RATE

Open Trip (every weekend) 3D/2N:

Western Room: Rp. 5,7 juta/ person

Japanese Room: Rp. 5,2 juta/ person

Junior Suite: Rp. 4,75 juta/ person


Private Booking 3D/2N:

Whole boat: start from Rp. 55 juta/ group (max 4 person)

Rp. 65 juta (up to 12 person)


PS: prices may vary depend on the season, this is the listed price in April 2021, please contact Lyla Adventure for the latest rate


BOOKING VIA LYLA ADVENTURE :

lyladventure@gmail.com

T: 0821.151.78916


7 Maret 2021

, , , , , ,

POSTCARD FROM MANDIRA’S GARDEN, GREEN GARDEN IN KEMANG

Sejak pandemi, saya dan teman-teman jadi rajin mencari lokasi outdoor untuk bertemu. Sebelumnya kami jarang sekali bertemu di Jakarta karena kesibukan masing-masing dan memang kami jarang ada di Jakarta. Sudah beberapa bulan ini kami kembali “menemukan” spot-spot outdoor yang menarik di Jakarta, salah satunya Mandira’s Garden ini yang ada di Kemang, Jakarta Selatan.
















Konsep farm to table di Mandira’s Garden, artinya sebagian besar bahan makanan di menu fresh dari kebun sayuran yang ada di sini. Kita juga bisa belanja sayur dan buah di Mandira’s Garden. Hopefully you like these pictures we took while enjoying our time in this tiny garden ❤️


@marischkaprue - take a deep breath in the garden


MANDIRA’S GARDEN


Jl. Kemang Timur No. 55

Bangka, Mampang Prapatan

Jakarta Selatan

DKI Jakarta


Opening Hours:


Monday to Saturday 8 AM - 5 PM

Closed on Sunday


14 Februari 2021

, , , , , ,

RED POSTCARD FROM: PANTJORAN PIK


Berawal dari keinginan Jovita untuk foto ala-ala imlek bersama, kami memutuskan untuk berkumpul bersama di tempat yang lebih jauh dan Pantjoran PIK jadi pilihan kami karena tentunya sangat cocok dengan tema imlek hehe.






Area Chinatown di Pantjoran PIK ini memang sangat memberikan vibes Chinatown, namun dengan lebih tertata rapi. Pantjoran PIK adalah food area dengan berbagai tenant kuliner yang cukup populer, sulit untuk tidak “jelalatan” melihat makanan-makanan yang ada di Chinatown Pantjoran PIK ini.


So here are some pictures we took when we visit this little Chinatown!






@marischkaprue - hard to say no to chinese foods


CHINATOWN PANTJORAN PIK


Pantai Indah Kapuk

Jakarta Utara

DKI Jakarta


Opening Hours:


Open everyday 24 hours