Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label #TouchMoment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #TouchMoment. Tampilkan semua postingan

11 September 2013

, , , , , , ,

Girls, took a lot of pictures please..



Saya sering menghasut teman teman atau siapapun untuk mulai mengambil gambar saat bepergian. Mengapa? karena foto foto akan jadi "oleh oleh" yang akan membangkitkan memori kita akan suatu perjalanan, jauh dibanding misalnya barang barang belanjaan atau souvenir.

Foto mengabadikan momen personal kita, lokasi dan dengan siapa kita bepergian, siapa dan apa yang kita temui selama perjalanan, for me photos explain all, saya bisa melihat foto foto bertahun tahun lalu dan langsung ingat persis lokasi dan momen saat foto itu diambil. Beside that, you can get more by taking pictures, sharing momen, kumpulkan untuk jadi album pengingat perjalanan, apapun.

At the boat during live aboard islands in Flores
Namun biasanya yang lebih rajin mengambil foto itu biasanya pria pria dengan kamera DSLR, mungkin perempuan cenderung lebih malas bawa kamera yang berat meski banyak juga fotografer perempuan namun selama saya traveling biasanya lebih banyak pria yang mengambil foto.

Ke lokasi lokasi seperti ini saya pilih kamera yang simple untuk dibawa
Well, life is made easy today. Saya bukan pengguna DSLR namun banyak foto foto saya yang dianggap hasil dari kamera DSLR. Saya mulai menggunakan kamera mirrorless sejak tahun lalu, Mirrorless Interchangeable-Lens Camera (MILC) artinya kamera tanpa cermin dengan lensa yang dapat diganti. Cermin disini adalah cermin yang terpasang miring, jika anda membuka lensa kamera DSLR cermin ini akan terlihat, pada kamera mirrorless cermin ini tidak ada namun lensa tetap dapat diganti sesuai kebutuhan.
Kamera mirrorless dengan lensa 20-50, lensa ini dapat diganti ganti
Combining Samsung NX2000 dengan lensa 18-55 yang berwarna hitam :)
Hasil foto Samsung NX2000, mode: rich tones, lensa 18-55
Kelebihan kamera mirrorless tentu saja ukuran yang jauh lebih kecil dan jauh lebih ringan namun jika anda tau cara mengulik dan menggunakan dengan maksimal maka hasil foto kamera mirrorless bisa mendekati hasil kamera DSLR (bukan tipe yang premium tentunya). Lensa yang dapat diganti ganti pun sangat menyenangkan, sesuai kebutuhan: macro, wide, tele, kini bukan hanya di ranah DSLR untuk dapat menggunakan lensa dengan spesifikasi kebutuhan.

Pilih sesuai kebutuhan
Penggunaannya pun simple, auto untuk yang tidak mau repot, namun favorit saya smart mode dimana kita dapat memilih scene sesuai kebutuhan misalnya landscape, best face, rich tone, it's so simple tinggal tekan pilihan mode and click, #TouchMoment. Dari segi hargapun lebih murah (kecuali untuk merk merk tertentu).

Memilih kamera mirrorless yang tepat? kembali lagi, sesuai kebutuhan masing masing, kalau saya tentunya mencari yang ringan dan stylish (ah yes, kebiasaan perempuan), lensa yang saya punya hanya 18-55 dan 20-50, rencananya akan ditambah pelan pelan supaya tidak menyesal saat menemukan momen yang lebih tepat jika menggunakan lensa yang sesuai. Ah, it's great for #DayInMyLife

Taken with Samsung NX2000 lensa 18-55 dengan mode Action Freeze
Rich tones is my favourite
This white camera attached to me everywhere I go :)
Satu lagi, fitur wifi juga sudah tertanam di beberapa kamera mirrorless seperti Samsung NX2000 jadi hasil foto dapat langsung saya transfer wirelessly ke smartphone dan voila! #ByeByeRibet langsung dapat dishare ke media sosial.

Di perjalanan bulan ini saya kembali ditanya "berat ngga bawa bawa kamera?" saat kami berjalan menyusuri Taman Nasional Alas Purwo, maklum disini bawaan harus ringkas karena bukan medan yang memanjakan. Saya tidak menjawab dan hanya menyodorkan kamera saya yang beratnya lebih ringan dari segelas ice tea kesukaan saya.

So Girls, lets take a lot of photos :)

@marischkaprue - hunt for more and more photos each day

10 September 2013

, , , , , , , , , , ,

G-Land, The Ultimate Surf Destination

The Ultimate Surf, Photo by Harry Pieters
G-Land terdengar asing, semua yang saya beritahu destinasi saya yang satu ini pasti bertanya dimana dan apa itu G-Land. Namun jika anda berbicara tentang G-Land kepada para surfer, mereka tahu persis karena lokasi ini adalah ultimate destination bagi para surfer, saya menyebut bisa membandingkan sensasi G-Land sebagai sensasi Raja Ampat bagi para divers, mengapa? Just see

G-Land might sounds unfamiliar, everyone I told about this destination always ask what and where is G-Land. But if you ask about G-Land to the surfers, they know exactly because this location is the ultimate destination for surfers, I could compare the sensation from G-Land as Raja Ampat sensation for divers, why? Just see
 
Saya memang tidak familiar dengan surfing. Pernah mencoba sekali di Sumbawa dan seperti layaknya yang terjadi setiap belajar surfing, saya terjatuh berulang ulang dari papan surf hingga akhirnya bisa berdiri beberapa detik saja. Meski sulit, surfing memang menyenangkan, ada sensasi tersendiri saat bisa berdiri di atas ombak.
 
I wasn't familiar with surfing. Tried once in Sumbawa and like everybody else during learning process
, I fell over and over again from the surf board until I can stand for few seconds. Although it is difficult, surfing is fun, there are such sensation when you can stand on the surf board.

Our "camp", its better than camp actually. Taken by Samsung NX2000
Nice place in the middle of the jungle. Taken by Samsung NX2000
Setelah perjalanan darat yang cukup lama saya tiba di Joyo's Surf Camp. Ini adalah satu dari tiga penginapan yang ada di G-Land, semuanya penuh dengan surfer dari negara lain. Saya dan teman teman adalah satu satunya turis domestik saat itu, rupanya memang G-Land belum banyak dikenal turis lokal, padahal turis asing dari berbagai negara semua bercampur disini untuk menikmati ombak luar biasa yang ditawarkan G-Land.

After a long road trip I arrived at Joyo's Surf Camp. One from three hotels which exist in G-Land. All of them during peak season is filled with surfers from a lot of countries. Me and my friends at that moment are the only local tourist there. It seems that G-Land is unknown by locals, despite the waves here are totally famous among surfers globally.

Arrived at the surfer's paradise, taken by Samsung NX2000
It's easy to find deers around the beach, taken by Samsung NX2000
Terletak di area Taman Nasional Alas Purwo, Jawa Timur, menikmati G-Land juga berarti menikmati hutan dan kekayaan ragam taman nasional. Saat tiba di depan papan petunjuk saya langsung disambut rusa yang menghampiri pantai di sore hari. Rusa sering ditemui di area Taman Nasional Alas Purwo, di perjalanan sering kami melihat rusa menyeberangi jalanan. Meski biasanya tidak langsung kabur namun rusa ini tetap menjaga jarak dengan kami, manusia.

Located in the area of ​​the Alas Purwo National Park, East Java, enjoying G-Land also means enjoying the rich diversity of forests and national park. When we arrived, I was immediately got a nice greet by a deer that milling about the coast in the afternoon. Deers are often found in this areas, during road trip to the Joyo's Camp, we often saw deer crossing the road. Although they don't immediately run away but the deer remains aloof with us, human.

Nice waves! Taken by Samsung NX2000
Sliding, Taken by Samsung NX2000
Pantai Plengkung adalah nama asli G-Land, nama ini berawal dari nama teluk Grajagan yang merupakan posisi Pantai Plengkung yaitu di cerukan ujung Jawa Timur dengan Laut Hindia di area selatan. Nama Grajagan rupanya cukup sulit diingat dan dilafalkan oleh surfer asing sehingga mereka lebih sering menyebut G-Land, the land of G, Grajagan. Nama inilah yang kemudian mendunia karena ombak fantastis yang dapat mencapai tinggi 5 meter bahkan lebih.

Plengkung Beach was the original name of G-Land, this came up from the name of the bay which is Grajagan Bay located in the overdraft of  East Java with the Indian Ocean in the south area . Grajagan name apparently quite difficult to remember and pronounce by foreign surfers so they called it G-Land, which is the land of G, Grajagan. Then this name became a worldwide name known for a place with fantastic waves which can reach height of 5 meters and even more .
  
The beach around G-Land is also nice, Taken by Samsung NX2000
Yang menarik, ombak di G-Land tidak hanya satu tipe. Ombak biasa yang dapat dicoba oleh surfer amatir hingga ombak bermeter meter dimana perlu tingkat keahlian yang tinggi untuk menaklukkannya ada disini. Susuri Plengkung dari area Kacangan hingga Bebekan, titik titik ombak berderet menyajikan pilihan tipe ombak bagi surfer manapun yang datang.

The waves at G-Land is various. Regular waves which can be attempted by an amateur surfer until an ultimate waves which require a high level of expertise to conquer are here in G-Land. There area a lots of surf spots from Kacangan area until Bebekan in the northern area with different kind of difficulties which provide various waves for any surfers.

The surf map!
Jika dalam dunia diving setiap lokasi punya spot diving dengan nama masing masing, begitu pula G-Land. Titik dari Tanjung Purwo bagian selatan dimulai dari "Kongs," "Keyhole," "Fan Palm," "The Ledge," "Money Trees," "Launching Pad," "Speedies," "Chickens," hingga "20-20s" dan "The Bombie" yang lebih terletak di area menjauhi pesisir.

In diving world, each diving location have dive spots with each particular name, so does in G-Land. These surf spots starts from southern of Purwo Cape which is "Kongs," "Keyhole, " "Fan Palm, " "The Ledge, " "Money Trees, " "Launching Pad," "Speedies," "Chickens," up to "20-20s" and "the Bombie " which is located in areas away from the coast.

Setiap titik punya karakteristik masing masing seperti "Speedies" yang dijuluki demikian karena kecepatan ombaknya, hingga "20-20s" yang dinamakan dari jarak tempuh yaitu 20 menit berjalan kaki dari area utama Plengkung.

Every surf spots has each characteristic. For example the "Speedies" name derived from the speed of the waves, or "20-20s" which called from the distance, 20 minutes walk from the main area of Plengkung.

Taking photos of the surfers, Taken by Samsung NX2000
Mungkin jika anda bukan surfer tidak akan terlalu tertarik mendengar penjelasan ini, sayapun bukan namun saat saya punya kesempatan untuk melihat langsung aksi surfer dari dekat ini sungguh merupakan pengalaman yang seru. Saya diantar naik perahu mendekati area "Money Trees" dan mengamati surfer dari jarak aman. 

Maybe if you aren't surfer you will not interested that much, but I'm not a surfer myself but when I got a chance to see the action directly from the boat near the waves, it is really exciting. We took a boat to approach "Money Trees" and watch the surfers from a safe distance.

Its really fun to see the surfers, Taken by Samsung NX2000
Melihat manusia manusia tangguh yang mengayuh hingga ke titik ombak dan mengambil momen yang tepat hingga saat ombak bermeter meter naik dan mereka dengan indahnya meluncur bersama ombak adalah sensasi visual yang luar biasa. Kami tidak sadar berseru menyemangati setiap ada surfer yang berusaha masuk saat ombak datang dan sedikit mengaduh saat melihat mereka terjatuh kemudian tergulung ombak di saat detik beradu ini kurang tepat.

Looking at those tough surfers pedaling to the waves and took the right moment when a high waves came and then they are gracefully sliding with the waves is a great visual sensation, even just by watching them. Spontaneously we cheered every time a surfer tried to get into the waves, or moan a little when we saw them fell and rolled by the waves when the collision time wasn't precise.
 
Can't stop looking at them, Taken by Samsung NX2000
The wave hunters, Taken by Samsung NX2000
Surfing memang olah raga yang memerlukan keahlian dan latihan yang terus menerus, namun saya yakin sensasi saat meluncur bersama ombak, apalagi ombak sempurna yang dinamakan barrel karena bentuknya yang silinder adalah candu bagi siapapun.

Surfing is a sport which requires skills and constant practice. But I 'm sure the sensation when gliding along the waves, and maybe even the perfect waves called barrel because of the cylinder shape is opium for everyone.
As a non-surfer, I can enjoy G-Land as well. Taken by Samsung NX2000
Saya mungkin tidak akan menaklukkan ombak di G-Land karena surfing maybe is not my thing, tapi ingin sekali rasanya mengundang surfer surfer Indonesia untuk menikmati ombak disini. Saat ini saya belum punya lensa tele di kamera saya sehingga hasil foto surfing bagi saya kurang maksimal, namun jika saya datang lagi suatu saat, lengkap dengan lensa tele, saya ingin mendapatkan momen surfer lokal yang sedang menaklukkan barrel. Because the ultimate is here, right on our own backyard..

I probably will not conquer the waves at G-Land because simply maybe surfing is not my thing, but deep in my heart I really wants to invite Indonesian surfers to enjoy the waves here. Right now I haven't got the right telephoto lens to capture the moment perfectly, but when I came again someday, complete with a right tools, I want to capture a moment, when local surfers conquered the barrel. Because the ultimate is here, right on our backyard..

@marischkaprue - can't stop the wave from coming but she can choose which one to surf

NOTES:
  • G-Land terletak di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur (lihat peta)
  • G-Land located in Alas Purwo National Park, Banyuwangi, East Java (look at the map) 

  • Ada tiga penginapan di G-Land yaitu Joyo's Surf Camp, G-Land Surf Camp dan Bobby Surf Camp. Rekomendasi saya di Joyo's Surf Camp karena lokasi yang paling dekat dengan entry Pantai Plengkung, wifi internet gratis dan free yoga setiap hari.
  • There are three hotels in G-Land which are Joyo's Surf Camp, G-Land Surf Camp and Bobby's Surf Camp. I recommend Joyo's Surf Camp since its location is the closest to the Plengkung Beach entry, free wifi for internet access and free yoga every day.
  • Untuk rate harga silahkan cek langsung ke Joyo's Surf Camp di 031-5314752-53 atau email ke surabaya_piw@yahoo.com karena harga setiap season berbeda namun untuk rate lokal ada harga khusus.
  • For prices please check directly to Joyo's Surf Camp in +6231-5314752-53 or email to surabaya_piw@yahoo.com because prices may vary each season but there is a special price for local tourist.
  • Raja Wisata juga menawarkan paket wisata ke G-Land dengan berbagai pilihan wisata lainnya di seputar Taman Nasional Alas Purwo, jika ingin mudah maka lebih direkomendasikan untuk ikut tour dari Raja Wisata, hubungi 08569806685 untuk paket wisata ke G-Land, bahkan Raja Wisata mengeluarkan paket dengan harga di bawah 1,5 juta per orang untuk paket 3D/ 2N.
  • Raja Wisata also offers tour packages to G-Land with a wide choice of other destination around the Alas Purwo National Park, if you want comfort of tour service then I recommend joining the tour from Raja Wisata, please call 08569806685 for tour packages to G-Land, there are special package at a price below 1.5 million rupiahs per person for 3D / 2N in G-Land.
  • Thanks to Harry Pieters who gave me one of his incredible photos. He is a surf photographer at G-Land. His works are amazing, you can see on his instagram here
  
RELATED STORIES:
I travel around G-Land with this small camera, Samsung NX2000. It's a mirrorless camera I can't go without now :)

27 Agustus 2013

, , , , , , , , ,

Fosil di Gua Batu Cermin



Saat mendengar cermin kita pasti akan membayangkan hal yang merefleksikan, dapat melihat diri atau bayangan. Namun saat saya datang gua ini gelap total, pitch black, tapi dengan bantuan sedikit penerangan ada hal hal menarik yang bisa ditemukan disini.
 
When we hear "mirror", we would imagine things that reflects our shadows. But when I came to this cave, it was pitch black, but with a little help from a bit light there are some interesting to find here.

The way to the path, taken with Samsung NX2000
Nice atmosphere, taken with Samsung NX2000
Terletak di Kampung Wae Kesambi, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Gua Batu Cermin mudah dijangkau karena tidak jauh dari area pelabuhan di Labuan Bajo. Berkendara kurang dari setengah jam kami sudah sampai di depan plang tulisan Gua Batu Cermin dan tinggal menyusuri jalan setapak yang rata untuk menuju mulut gua.

Located in the village of Wae Kesambi, West Manggarai, Flores, East Nusa Tenggara, Batu Cermin Cave ("Batu" means rock, and "cermin" means mirror) are easy to access since it is not far from the harbor area of Labuan Bajo. Only less than half an hour driving and you'll get yourself in front of the Batu Cermin Cave gate post, just walk through the path to get into the entry of the cave.

Bamboo tunnel, taken with Samsung NX2000
The entrance, taken with Samsung NX2000
Sebagian jalan masuk menuju Gua Batu Cermin dipenuhi pohon bambu yang menunduk, seakan akan membuat semacam terowongan dari bambu. Tidak lama berjalan anda akan melihat tebing batu setinggi sekitar 70 meter dan pintu masuk ke Gua Cermin.

Most of the entrance to the Batu Cermin Cave filled with bamboo trees in a position which make sort of tunnel. Then, you'll see a rock cliff about 70 meters high and also the entrance to Batu Cermin Cave.

The main entrance to get inside the cave, taken with Samsung NX2000
Sudah ada tangga untuk menuju ke area dalam, jadi gua ini benar benar mudah untuk diakses. Gua Batu Cermin pertama kali ditemukan oleh arkeolog Belanda bernama Theodore Verhoven dan kini menjadi salah satu tujuan wisata yang selalu disebut jika anda mengunjungi Labuan Bajo di Flores.

There are already some stairs to get to the area, so the cave is actually really easy to access. Batu Cermin Cave was first discovered by a Dutch archaeologist named Theodore Verhoven and now has become one of the destinations you'll hear when you visit Labuan Bajo in Flores.
 
Looked like the form of corals, taken with Samsung NX2000
Nama Batu Cermin muncul karena fenomena yang terjadi di waktu waktu tertentu. Pada sekitar pukul 9 hingga 10 pagi, kemiringan cahaya matahari akan pas masuk ke area celah langit langit gua dan memantul ke dalam, dan direfleksikan oleh dinding gua yang berkarakter memantulkan kembali cahaya sehingga area dalam gua akan terang. Jika fenomena ini terjadi setelah hujan dan ada genangan maka bayangan akan terpantul sempurna sehingga dinamakan Gua Batu Cermin.
 
This cave called "Batu Cermin" or "mirror rock" due to the
phenomenon which occurs in a particular time period. At around 9 to 10 am, the slope of the sunlight will fit into the gap area of the ceiling and bounced into the cave, then the cave walls reflects the light inside. If this phenomenon occurs after rain, the puddle will make the shadow reflected perfectly, like a mirror.

I  don't wanna use flash, so I took the slow shutter but I don't bring my tripod so it's a bit blurry
Looking at the details, taken with Samsung NX2000
Sayangnya saya datang di sore hari sehingga tidak menemukan momen tersebut, namun gua ini tetap menarik di saat gelap. Dengan bantuan senter kami mengeksplorasi dalam gua. Dipercaya dahulu sebagian daratan flores berada di bawah laut dan terangkat ke permukaaan, Gua Batu Cermin memiliki bukti bukti tersebut.
 
Unfortunately I came in the afternoon so I didn't get the moment, but strolling around the cave is still interesting, even in the dark. With the help from flashlights we explored the cave. Some people believe that part of Flores land were lies under the sea long time ago, then lifted to the surface and this Batu Cermin Cave has the proof.

see the trip & the sea turtle fossil on this video:
video shootings using Samsung NX2000
High walls and perfect for photo, taken with Samsung NX2000
Ada beberapa fosil binatang laut yang masih jelas menempel di dinding gua, mulai dari ikan hingga penyu laut yang menempel di bagian dalam atas dinding gua. Meski tidak dapat "bercermin" namun gua ini dapat membuat kita merefleksi sedikit, membayangkan struktur batuan dan dinding gua ini saat masih berada di dalam laut, membuat saya semakin ingin menyelami gua, cave diving..

There are few fossils of marine animals that you can still see the form on the walls, ranging from fish to sea turtles this fossils attached in the cave walls. Although I'm not be able to "reflect" but this cave make me reflect a little, imagine the structure of rocks and cave walls while still in the sea, makes me want to dive into the cave, cave diving ..
 

@marischkaprue - See her own reflection as a lucky human being

All photos taken by Samsung NX2000
A stylish small camera, esp for women :)

Also, this camera has wifi, so transferring data is easy. Use this mode on your camera.
First go to Wifi mode, click Mobile Link, select transfer method (smartphone or camera), turn on the wifi on your mobile phone, connect to Samsung NX2000, open Samsung Smart App in your mobile phone and choose which photos you want to transfer to your phone. Yes, life is easier now :)

Choose the Mobile Link for easy transfer

RELATED STORIES:
 

21 Agustus 2013

, , , , , , , , ,

Remembering Selasar Sunaryo



Saya bepergian ke berbagai tempat, khususnya di Indonesia. Namun terkadang kita lebih penasaran akan apa yang ada di luar dibanding apa yang ada di sekeliling kita. So this time, I'm posting a nice place in my hometown, Bandung!

I traveled to many places, especially in Indonesia. But sometimes we are more curious about what lies beyond than what is around us. So this time, I'm posting a nice place in my hometown, Bandung!

Entry to the art space, taken with Samsung NX2000
Saya ingat saat kuliah sering bersantai di tempat ini, melihat pameran karena saya juga kuliah di Seni Rupa, dan menikmati makanan sambil bersantai menyeruput kopi ditemani pemandangan alam perbukitan tinggi di Bandung.
 
I remember during my college time, I often relax in this place, seeing art exhibitions since I studied Fine Arts also in Bandung, and just to enjoy a relaxing meal while sipping coffee, accompanied by Bandung high hills landscapes.

One of Sunaryo's sculpture, taken with Samsung NX2000
Selasar Sunaryo awalnya dibuat untuk menjadi tempat bagi karya karya seniman kenamaan Bandung, Sunaryo. Namun Selasar ini juga menjadi semacam lokasi tempat pameran dan kebudayaan dalam skala kecil, pameran bermacam seniman mulai dari seniman baru ataupun yang sudah terkenal rutin diadakan di beberapa ruangan pameran di Selasar Sunaryo.

Selasar Sunaryo originally built to become a place for the works of famous Bandung artist, Sunaryo. As time goes by, this place is also become an art space for various artist, from freshly art graduate, into well known artist.

The unique art shop, taken with Samsung NX2000
You can see the mini open theater, taken with Samsung NX2000
Namun jika anda bukan pecinta seni, nikmati saja bersantai di Kopi Selasar yang menghadap hijaunya pepohonan dan pemandangan Bandung. Di area terbuka setelah area cafe juga terdapat ruang teater terbukan untuk pertunjukkan seni.

But if you're not so fond of art, just enjoy your coffee at Kopi Selasar, a cafe with green trees and hills as an open view from where you sip you coffee. In front of the cafe, there is an open space for art performance.

Ginger lemon grass tea, taken with Samsung NX2000
Peach & blueberry sauce on vanilla ice cream, my fav! taken with Samsung NX2000
Selasar ini mulai dibuka tahun 1998 dan menjadi tempat yang nyaman tidak hanya bagi seniman. Datang ke tempat ini membuat saya mengingat saat kuliah, lihat pameran, nongkrong dan bersantai. Ruangan dan kursi kursi disini tidak banyak berubah. Still a comfy place to relax and enjoy Bandung nice weather.

Selasar Sunaryo opened in 1998 and became a comfortable place not only for the artist. Came into this place makes me remember my time back in college, see art exhibitions, hanging out and relaxing. The room and the interior here hasn't changed much. Still a comfy place to relax and enjoy nice Bandung weather.

@marischkaprue - born and raised in Bandung

All photos taken by Samsung NX2000
A stylish small camera, esp for women :)

NOTES:
  • Selasar Sunaryo terletak di Bukit Pakar Timur No. 100, Bandung
  • Selasar Sunaryo located in Bukit Pakar Timur No. 100, Bandung, West Java