Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Where to go in Japan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Where to go in Japan. Tampilkan semua postingan

13 Oktober 2016

, , , , , , , ,

Make Your Own Daruma at Daimonya, Takasaki, Japan



Daruma, boneka berbentuk bulat, umumnya berwarna merah dengan wajah putih dan alis tebal dan area mata putih kosong, bagian mata ini harus digambar sendiri oleh kita sebagai pengingat tujuan dan mimpi.


Daruma, a round-shaped doll, usually comes in red color with a white face and thick eyebrows and blank white area of the eye, in which the eyes part should be drawn solely by us as a reminder of our goals and dreams.



Filosofi Daruma sangat menarik, saat mendapatkan Daruma, kita dapat menentukan tujuan (goals, dreams) kita dan kemudian menggambar satu mata di wajah Daruma, hanya di mata bagian kanan. Mata kiri hanya boleh digambar saat tujuan kita tercapai, jadi boneka ini semacam pengingat akan tujuan kita dan terus gigih untuk memperjuangkan keinginan kita :)


Daruma has a very interesting philosophy, while getting the Daruma, we can set our goals (and also dreams) and then we draw the eye in the face of Daruma, just the right eye. The left eye could only be drawn when our goal is achieved, so this doll is a kind of reminder of our goals and to continue persevering and fighting for our dreams :)

Step by Step Daruma, pic from www.welovedaruma.com

Bentuk Daruma adalah gambaran dari Bodhidharma, founder dari Zen dalam Buddha. Meski dahulu Daruma selalu digambarkan dalam warna merah, kini Daruma sudah menjadi souvenir khas Jepang dalam berbagai warna yang masing-masing merepresentasikan arti yang berbeda.


The shape of Daruma is a picture of Bodhidharma, founder of Zen in Buddhism. Although in the past Daruma was always depicted in red, now Daruma has become souvenirs of Japan in a variety of colors, each of which represents a different meaning.


Daruma World Cup edition :)



Daimonya Takasaki adalah rumah bagi Daruma, ada begitu banyak Daruma yang tidak dapat dihitung lagi banyaknya, diproduksi di Daimonya. Sejak tiba di bangunan ini saya sudah tertarik dengan Daruma besar di bagian depan, dan saat masuk kita langsung berhadapan dengan deretan Daruma merah yang tersusun rapi dalam berbagai ukuran.

Daimonya Takasaki is a home to Daruma, Daruma there are so many Darumas which cannot be counted anymore in terms of number, produced in Daimonya. Since arriving in this building, I was fascinated by the giant Daruma in the front, and when we entered the building immediately, we were directly faced to face to a row of red Daruma which are neatly arranged in various sizes.



Namun, keseruan sesungguhnya ada di sisi belakang toko yang menjual Daruma berbagai jenis dan ukuran ini, terdapat “pabrik” pembuatan Daruma persis di sisi toko. 


However, the real excitement of the store that sells Daruma various t`ypes and sizes is that there is a Daruma-making "factory" right beside the store.






Warna merah memenuhi pemandangan di dalam workshop, bulatan-bulatan merah bagaikan buah cherry ada di mana-mana, sangat menyenangkan. Di sini sebagian besar Daruma yang sudah dicat dasar, umumnya merah, dikeringkan, dan kemudian alis khas Daruma dilukis dengan tangan satu per satu.


The red color dominates the workshop's, the round-shaped darumas look like cherries which are hung everywhere, very pleasant. Here most of the Darumas have been painted with its base color, generally in red, dried, and then the typical Daruma eyebrows were painted by hand one by one.





Pemilik Daimonya, Jun-ichi Nakata adalah seniman pembuat Daruma. Ia telah belajar membuat Daruma turun temurun dan mengembangkan kreasinya menjadi pabrik dan workshop besar pembuatan Daruma. Di Daimonya, Takasaki, kita dapat mencoba membuat Daruma kita sendiri. Jangan khawatir, yang kita lakukan “hanya” menggambar alis sang Daruma, yang meski tampak mudah, ternyata sulit dilakukan.


The owner of Daimonya, Jun-ichi Nakata is a Daruma maker artis. He has learned to make Daruma hereditary and develops his creation into a large factory and a Daruma manufacturing workshop. In Daimonya, Takasaki, we can try to make our own Daruma. Do not worry, we should "only" draw the eyebrows Daruma, which although looks easy, it is difficult to do.




Saya dan teman-teman berusaha menggambar alis Daruma sebaik mungkin, namun ternyata hasilnya jauh sekali dari yang biasa dibuat oleh Jun-ichi Nakata hanya dalam waktu beberapa detik saja.


My friends and I tried to draw eyebrows Daruma as great as possible, but the result was a far cry from the usual made by Jun-ichi Nakata in just a few seconds.


Pose in front of Jun-ichi speed weapon
Usai membuat Daruma, Jun-ichi mengajak kami melihat sisi lain dirinya. Kami berjalan ke garasi yang berada di area yang sama dengan Daimonya, dan ternyata ada mobil balap yang jadi andalan Jun-ichi Nakata untuk berkompetisi. Ia bahkan sudah menyabet beberapa gelar juara :)


After making Daruma, Jun-ichi invites us to see another side of him. We walked to the garage located in the same area as Daimonya, and it turns out there racing cars that Jun-ichi Nakata always rides to compete. He has even won a few titles :)


 
Visit ke Daimonya sangat menyenangkan, bukan hanya karena jajaran Daruma yang menarik, workshop membuat Daruma yang menyenangkan, namun juga saya melihat sisi lain dari seorang seniman Daruma yang ternyata menyukai adu kecepatan di balap mobil, cukup kontras dengan pekerjaannya yang meneruskan warisan budaya.


Visiting Daimonya is very fun, not only because of the attractive rows of Daruma and the workshop, but I also see the other side of a Daruma artist who turns to love car racing, quite a contrast to the continuing work of cultural heritage.



Saya membawa pulang Daruma yang bermata kosong, let me think of a goal and let’s see what happen years after.. 

I took home an empty-eyed Daruma, let me think of a goal and let's see what happen years after ..

@marischkaprue – random things she met constantly remind her of a goal that needs to fight for

DAIMONYA
124-2 Fujitsuka-machi
Takasaki-shi, Gunma
Japan
T: 027-323-5223
email: daimonya@nifty.com
web: daimonya.jp


OPENING HOURS
9 AM – 5 PM

NEAREST STATION
JR Takasaki Station (10 minutes by bus)

PAINTING WORKSHOP
800¥

***

10 Agustus 2016

, , , , , , , , ,

Around The World in 3 Hours at Tobu World Square



Imagine going from Tokyo Skytree to Statue of Liberty in minutes, then spending time in front of White House before going to Pyramid complex in Eqypt, then later spending some time sitting beside St. Peter's Basilica before enjoying Great Wall Of China, after that spend your time taking pictures of Itsukushima Shrine of Hiroshima, all in less than 3 hours!

Impossible? Here, it's possible, because all of it is only miniature :)




 
Walking towards Tokyo Skytree
Yap, di Tobu World Square yang terletak di Kinugawa Onsen, Nikko, Tochigi, Jepang, terdapat lebih dari 100 miniatur bangunan-bangunan ikonik dunia dengan perbandingan 1:25, Tokyo Skytree setinggi 634 meter menjadi "hanya" 26 meter saja di area ini.


Yep, in Tobu World Square which is located at Kinugawa Onsen, Nikko, Tochigi, Japan, there are more than 100 miniature of iconic world buildings with a ratio of 1:25, Tokyo Skytree as high as 634 meters to "only" 26 meters in this area.

Miniatur di Tobu World Square dibuat dengan detail yang sangat baik sehingga tampak persis seperti aslinya, dan saat difoto dengan angle tertentu, bangunan-bangunan ini sama sekali tidak tampak seperti miniatur.


Miniatures in Tobu World Square were made with excellent details that look exactly like the original, and when photographed with a certain angle, these buildings do not look like a miniature.
 

Mini Kiyomizu-dera Temple
Pepohonan dan tanaman yang menjadi bagian dari miniatur adalah tanaman asli, bonsai yang dibuat dan ditata sedemikian rupa sehingga tampak seperti tanaman besar yang menjadi kecil.


Trees and plants that are part of the miniatures are native plants, bonsai are created and arranged in such a way that it looks like a great plant that became small.




National Diet Building


Area di Tobu World Square dibagi menjadi beberapa zona sesuai dengan lokasi, saat masuk kita akan melewati area Jepang modern: Tokyo Station, Bandara Narita, National Diet Building hingga Tokyo Dome, kemudian area Amerika dengan Statue of Liberty, Plaza Hotel, WTC yang hancur dalam serangan 11 September, hingga White House lengkap dengan Obama "mini"


Areas of Tobu World Square is divided into several zones in accordance with the location, the time of entry we will pass through the area of modern Japan: Tokyo Station, Narita Airport, National Diet Building to Tokyo Dome, then American area with the Statue of Liberty, Plaza Hotel, WTC that was destroyed in the September 11 attacks, to the White House completed with "mini" Obama.

Ice cream time in front of Great Temple of Abu Simbel

Being St. Peter's Basilica monster guardian :))
Mini Neuschwanstein Castle

Dari sini hanya beberapa langkah kaki, kita sudah masuk ke area Mesir dengan Pyramid, Great Sphinx of Giza hingga Great Temple of Abu Simbel. Usai berbelok kita langsung dapat menikmati Colosseum, Parthenon hingga St. Peter's Basilica dan berbagai bangunan ikonik lainnya di Eropa.

From here just a few steps away, we have entered into Egypt with the Pyramid area, Great Sphinx of Giza to the Great Temple of Abu Simbel. After the turn we can immediately enjoy the Colosseum, Parthenon to St. Peter's Basilica and a variety of other iconic buildings in Europe.


Dari Eropa kami berjalan kaki ke zona Asia, Angkor Wat dan Great Wall of China jadi pemandangan menarik di area ini. There are so many miniatures, I even start to feel exhausted at this area haha, too many and all are in great details!


From Europe we walk to the Asian zone, Angkor Wat and the Great Wall of China become interesting sights in this area. There are so many miniatures, I even start to feel exhausted at this area haha, too many and all are in great details!


Doesn't look like a miniature at all..
Area terakhir adalah bangunan ikonik dari Jepang masa lampau. Salah satu favorit saya, Itsukushima Shrine dengan Torii gate merah benar-benar terlihat seperti aslinya! It's amazing!


The last area is the iconic building of Japan's past. One of my favorites, Itsukushima Shrine with Torii red gate really looks like the original! It's amazing!

Gotta visit the real St. Basil's Cathedral one day, but first, ice cream :)
It's really nice to stroll around Tobu World Square, saya memperhatikan beberapa bangunan yang sudah saya kunjungi, kemiripan yang luar biasa terkadang membawa memori saya ke saat saya mengunjungi bangunan-bangunan ikonik itu yang sesungguhnya. It might be only miniatures, but seeing and enjoying all details and atmosphere in Tobu World Square is trully making me happy :)

It's really nice to stroll around Tobu World Square, I noticed a few buildings that I have visited, remarkable similarities to sometimes bring my memory when I visited the real iconic buildings. It might be only miniatures, but seeing and enjoying all the details and atmosphere in Tobu World Square is trully making me happy :)

@marischkaprue - Around the real world in -- err 300 years? LOL

NOTES

TOBU WORLD SQUARE
209-1 Kinugawaonsen Ohara, Nikko
Tochigi Prefecture 321-2593, Japan
www.tobuws.co.jp
email: info@tobuws.co.jp

Terbagi menjadi 6 Zona: Japan, Asia, Europe, Eqypt, America & Modern Japan Zone 


Divided into six zones: Japan, Asia, Europe, Eqypt, America & Modern Japan Zone
 
GETTING THERE

From Tokyo:
Dari Station Asakusa (Tobu/ Subway) naik Tobu Limited Exp KEGON 1 atau Tobu Skytree Line Section Rapid for AIZUKOGEN-OZEGUCHI ke Station Shimo-Imachi (lama perjalanan sekitar 1,5 jam), kemudian dilanjutkan dengan naik Tobu Kinugawa Line for Aizukogen-Ozeguchi ke Station Kinugawa Onsen (lama perjalanan sekitar 20 menit). Total perjalanan: 2 jam, harga tiket: ¥2.980, rute available pada jam: pagi jam 7.10, 7.30, 8.10, 8.30 etc
Direct train: Dari Asakusa Station naik TOBU Limited Exp Kinu ke Kinugawa Onsen Station, available di jam 8, 9, 10, 11 etc, harga tiket ¥2.980, lama perjalanan: 2 jam

From Tokyo:

From Asakusa Station (Tobu / Subway) ride Tobu Limited Exp Kegon 1 or Tobu Skytree Section Line Rapid for AIZUKOGEN-OZEGUCHI to Shimo-Imachi Station (journey time approximately 1.5 hours), followed by riding Tobu Kinugawa Line for Aizukogen-Ozeguchi to Kinugawa Onsen Station (about 20 minutes travel time). Total journey: 2 hours, ticket price: ¥ 2980, available at these hours: morning at 7:10, 7:30, 8:10, 8:30 etc
Direct train: From Asakusa Station ride to Kinu Tobu Limited Exp Kinugawa Onsen Station, available in 8, 9, 10, 11 o'clock etc, ticket ¥ 2,980, duration: 2 hours
 


From Kinugawa Onsen: Bus (ada bus reguler dengan rute: Kinugawa Onsen Station - Tobu World Square), ¥200 one way.


From Kinugawa Onsen: Bus (there is a regular bus route: Kinugawa Onsen Station - Tobu World Square), ¥ 200 one way.


OPENING HOURS
Thursday until Tuesday: 9AM - 9PM
Wednesday: 9AM - 5PM

ADMISSION FEE
Adults ¥2500 (Sekitar Rp. 270.000,-)
Children ¥1200 (Sekitar Rp. 130.000,-)

WHERE TO EAT

Ps: Halal food available at Heian Restaurant




They even have prayer room and wudu space (before the entrance)


***

25 Oktober 2015

, , , , , , , , ,

Mesmerizing Narai Juku



Terletak di wilayah di antara Kyoto dan Tokyo (dahulu bernama Edo), area dengan rumah-rumah kayu tradisional yang sangat menarik ini dahulu merupakan jalur utama yang menghubungkan dua kota tersebut di Zaman Edo (1603-1868).




Two Hundred Jizos

Hingga kini kita masih dapat menemukan jalur yang dahulu merupakan rute bagi para peziarah yang berkelana dari Kyoto menuju Edo ataupun sebaliknya. Di area pejalan dengan pepohonan besar ini kita dapat menemukan bangunan rumah yang unik, kuil hingga bangunan dengan dua ratus patung Buddha yaitu Two Hundred Jizos yang merupakan makam bagi pengelana di masa lampau yang tidak memiliki sanak saudara.







Area utama di Narai Juku ini adalah jalanan panjang dengan sedikit berbelok dimana di kiri dan kanan jalan dipenuhi dengan rumah-rumah tradisional Jepang yang terbuat dari kayu.





Bentuk utama rumah-rumah di Narai Juku masih dipertahankan dalam bentuk asli, hanya ada beberapa perubahan seperti penggunaan atap yang lebih tahan terpaan berbagai cuaca.




Menikmati Narai Juku di pagi hari sangat menyenangkan, terutama di saat suasana masih sepi dan terasa sangat tenang, terutama karena lokasi Narai Juku yang diapit perbukitan hijau. Menyusuri Narai Juku memang terasa seperti kembali ke masa lalu.

@marischkaprue - she walk towards the future

Photos by Ferry Rusli

NOTES




WHERE
Narai Juku
Narai, Shiojiri, Nagano Prefecture, Japan

HOW TO GET THERE
Dari Matsumoto Station naik JR Chuo Line ke Narai Station (
¥580), waktu tempuh sekitar 45 - 60 menit. (jadwal kereta di pukul 7:41, 10:24, 12:18, 13:24, cek jadwal lebih lengkap terlebih dahulu).
Dari Narai Station kita tinggal berjalan kaki menyusuri Narai Juku

OUTFIT


I'm wearing: non-brand hat (bought it in Dotombori - Osaka) around ¥1.000, non-brand top (bought it in a Factory Outlet in Bandung for less than Rp. 100.000,-), Zara black pants, Vans shoes.
ps: the white sweater (pic 11) is Wrangler.

***