Yes, I finally
made a video blog. Biasanya saya upload foto hanya berupa compile-compileclip
video saja, namun untuk trip diving bersama Super Journey di Bunaken, Sulawesi
Utara ini akhirnya saya memutuskan membuat video blog, dengan cerita mengenai
perjalanan ini melalui voice over (vo).
So, here it is: our fun time in Bunaken
@marischkaprue - always excited to plunge into the seawater
SEE OUR DAILY SUPER JOURNEY TRIP on SUPER ADVENTURE website:
Menikmati Bunaken
adalah menikmati keindahan bawah laut, namun terkadang penginapan yang
menyenangkan juga jadi elemen penting saat traveling.
The clear water of Bunaken
Ini adalah kali
ketiga saya mengunjungi destinasi bahari yang paling awal booming sebagai
lokasi menyelam di Indonesia, namun trip kali ini sempurna karena penginapan
yang sangat nyaman dan laut Bunaken sedang dalam salah satu masa terbaiknya.
In blue :)
Look at the sea colors!
Terletak di
Tongkaina, Bunaken, Grand Luley Resort memiliki posisi yang strategis. Dengan
dermaga langsung menghadap ke Pulau Bunaken, menuju titik-titik penyelaman
utama di Bunaken hanya memerlukan waktu 30 menit naik boat. Dari dermaga kayu
kita juga dapat menikmati hutan mangrove yang meliputi pesisir Tongkaina ini.
Bangunan resort
memanjang, meliputi beberapa area dengan view yang berbeda, namun sebagian
besar menghadap ke kolam renang. Area kolam dengan pohon kelapa merupakan salah
satu area favorit saya.
The big tree
Satu bangunan
yang menarik perhatian terletak di arah menuju dermaga, berada di sebelah pohon
besar, we call it "The big tree" ,kita dapat menikmati makan siang
sambil melihat kehijauan di sekeliling resort.
Pretty corals and lion fish near the mermaid statue
Highlight utama
Grand Luley tentu saja aktivitas menyelam. Selain lokasi yang sangat dekat
dengan berbagai titik penyelaman, resort ini juga menenggelamkan patung mermaid
untuk menjadi media tumbuhnya koral. Spot mermaid ini juga menjadi spot
menyelam baru dengan pasir putih di dasarnya dan area koral cantik hanya
berjarak beberapa meter saja dari area patung mermaid.
They sunk the mermaid on November 2015
Mermaid dive spot
ini hanya berjarak 5 menit saja dari dermaga resort dan jadi salah satu lokasi
yang tepat untuk fun dive ataupun discovery dive (dive trial dengan diawasi
instruktur) bagi yang belum memiliki lisensi menyelam.
Grand Luley is a great place to relax, to enjoy the
view and the clear water of Bunaken. Also, don't forget to say hi to the
mermaid :)
Saya masih
mempersiapkan alat menyelam di kapal saat patung seberat lebih dari dua ton
sudah meluncur turun di dalam air. Kami melihat situasi dan langsung
tergesa-gesa turun untuk melihat proses penenggelaman patung di Bunaken ini.
Such a blue day!
Sebelumnya, saya
memprediksi proses penenggelaman patung ini akan berlangsung cukup lama
sehingga kami memilih untuk "menabung" waktu di atas kapal terlebih
dahulu, agar bisa menyelam lebih lama kemudian. Namun ternyata penenggelaman
patung ini berlangsung cepat dan lancar, jauh lebih cepat dari prediksi semua.
Patung mermaid
berwarna putih ini didesain oleh Celia Gregory dari The Marine Foundation dan
dibuat oleh seniman di Bali dan kemudian dibawa ke Bunaken untuk ditenggelamkan
di laut dekat Grand Luley Resort yang berpasir putih.
Patung berukuran
1 x 1,5 meter ini dibuat dari semen dengan tingkat keasaman yang netral agar
cepat menjadi rumah baru bagi ekosistem laut untuk tumbuh dan berkembang,
sekaligus menambah daya tarik bawah laut sebagian sisi Taman Nasional Bunaken
di Sulawesi Utara ini.
Proyek ini
merupakan kali kedua penenggelaman patung dilakukan dengan support dari The
Body Shop Indonesia, dimana sebelumnya penenggelaman patung dilakukan di Amed,
Bali. Meski sudah kali kedua, proyek ini perlu waktu panjang, mulai dari awal,
pembuatan hingga kerumitan teknis dalam penenggelaman patung agar dapat
diletakkan di tempat yang tepat.
Saat saya turun,
patung sudah turun lebih dari 8 meter dari permukaan. Lokasi penenggelaman
patung ini adalah pada kedalaman 14 meter, namun selisih 4 meter menuju dasar
adalah momen-momen cukup rumit karena patung yang diturunkan pelan-pelan dengan
tali harus sejajar agar tidak terguling dan dapat diletakkan dengan sempurna.
Ada lebih dari 10
penyelam yang mempersiapkan teknis dan membantu proses penenggelaman patung,
salah satu tantangan utama adalah menjaga patung tetap turun dengan stabil agar
dapat ditempatkan di lokasi yang direncanakan.
Rupanya lagi-lagi
tidak perlu waktu lama, patung akhirnya mendarat sempurna di pasir putih dan
tali yang mengikat patung dilepaskan perlahan. Mermaid couple ini kini menjadi
penghuni tetap laut di area dekat Grand Luley Resort ini dan jadi salah satu
"property" baru untuk ikan-ikan, binatang laut lain dan tentunya
karang untuk tumbuh dan menetap di sini.
Coral reefs around the mermaid spot
Mermaid couple
ini kini sudah punya rumah baru dan mereka pun akan menjadi rumah untuk
sebagian penghuni laut Bunaken. Welcome
home, mermaids! Welcome in, fishes and coral reefs!
@marischkaprue - blue sky and blue sea considered as her second home
WHERE
The Mermaid
statue ini kini berada di perairan dengan jarak tempuh sekitar 5-10 menit saja
naik boat dari dermaga Grand Luley Resort, Tongkaina, Bunaken.
ABOUT THE MERMAID
STATUE
The Mermaid
Statue ini merupakan project dari The Marine Foundation, didukung oleh The Body
Shop Indonesia dan Grand Luley Resort.
DIVE SPOT
Anda dapat
menyelam di spot Mermaid Couple ini, hubungi Grand Luley Resort Dive Center
untuk menyelam di area ini.
Jangan salah persepsi atas wajah lumba lumba yang seakan
selalu tersenyum, menandakan mereka seakan gembira. Kalimat semacam ini yang
selalu dilontarkan Ric O' Barry, aktivis perlindungan lumba lumba setiap
memprotes aksi "panggung" atau pertunjukkan lumba lumba.
Menurut Ric, lumba lumba atau dolphin selayaknya selalu ada
di alam liar tempat mereka ditakdirkan berada. Ini statement yang saya sangat
setuju, terutama setelah bertemu gerombolan dolphin di alam liar, rasanya seru,
senang, semangat, semua campur aduk saat bertemu mamalia laut ini di habitatnya.
Pertemuan saya yang sangat seru dengan dolphin ini terjadi
tanpa direncanakan, karena tujuan utama kami adalah diving, jadi saya dan teman
teman bertolak dari desa Tateli di Minahasa Utara sejak pukul 9 pagi, naik
kapal ke arah spot spot penyelaman di sekitar Bunaken.
Salah satu dive guide
menceritakan bahwa lumba lumba sering lewat daerah yang kami lalui, namun saya
tidak mau berharap banyak karena sudah beberapa kali naik kapal mencari lumba
lumba namun tidak bertemu. Saya yang sedang asik selonjoran di kapal sambil
memperhatikan langit biru tiba tiba mendengar suara heboh, rupanya sebagian
melihat dolphin dari kejauhan, langsung saya ambil kamera dan berlari ke bagian
depan kapal.
Dolphin yang jumlahnya belasan terlihat di kejauhan. Saya
semangat sekali melihat punggung dan sirip mamalia itu setiap kali mereka
melompat sedikit ke atas mengambil udara. Dan yang terjadi kemudian sangat
menyenangkan. Rombongan dolphin itu mendekati kapal, membagi kelompoknya
menjadi dua bagian, ke sisi kiri dan kanan kapal, seakan mengerti belasan
manusia berdesakan menunggu mereka.
Kami heboh dan berteriak teriak kesenangan melihat dolphin
ini di sisi kiri dan kanan kapal, mendekat dan meloncat sesekali. Mereka seakan
akan menyapa dan menghibur kita, berenang cepat menyamai kecepatan kapal, dan
dengan gesit melipir ke kiri dan kanan membuat gerakan yang indah.
Kami semua hanya bisa norak kesenangan sambil terus merekam,
menyapa mereka seperti anak kecil yang mendapat mainan yang seru. Kesenangan
melihat makhluk ini di alam bebas tidak bisa dibandingkan dengan melihat
dolphin di pertunjukkan. So again, like
Ric O' Barry, I do believe that dolphins should always belong in the wild, the
blue sea, and they will still be as friendly as they can, saying hello to a
boat, put smiles and laughter in our face.
Thanks dolphins! We
love you too!
@marischkaprue - dreaming that she can swim as fast as dolphin
See this video to feel a little bit of our excitements when
dolphin frenzy happens :)