Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label hard coral. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hard coral. Tampilkan semua postingan

2 Maret 2013

, , , , , , , , ,

Surga Bawah Laut Wakatobi


Wakatobi

 
 
" Wakatobi is the most beautiful dive sites in the world” -  Jacques Cousteau

Ungkapan itu bukan hanya keluar dari seseorang yang baru saja menyelami alam bawah laut Wakatobi, dan hanya Wakatobi saja. Bahkan peneliti dan penyelam bawah laut paling terkemuka di abad 20, seorang Jacques Cousteau mencatat Wakatobi sebagai lokasi penyelaman paling indah.

Kenapa paling indah? Visibility atau jarak pandang yang memanjakan mata, ditambah kekayaan koral yang tidak habis dihitung di surga bawah laut ini. Di luar kontroversi kebenarannya, Wakatobi dicatat sebagai lokasi dengan spesies terumbu karang terbanyak di dunia dan ini selalu menarik minat semua penyelam untuk datang.

Wakatobi

 
Penelitian yang tergabung dalam nama operasi Wallacea menyebut Wakatobi memiliki 750 jenis terumbu karang. Jumlah yang sangat fantastis bila kita bandingkan dengan lokasi lain di dunia. Untuk gambaran, Kepulauan Karibia di Benua Amerika hanya punya 70 jenis terumbu karang, jadi kekayaan koral Wakatobi lebih dari 10 kali laut Karibia.

Saat ini nama Wakatobi sudah diketahui banyak orang. Wakatobi identik dengan diving, karena kepulauan di area Sulawesi Tenggara ini memang modal utamanya adalah bawah laut. Mungkin sekitar sepuluh tahun yang lalu masih banyak yang belum tahu tentang Wakatobi. Nama ini terdengar aneh dan janggal. Wakatobi sebenarnya adalah singkatan dari nama empat pulau utama di gugusan dengan total 31 pulau. Keempat pulau itu adalah Wangi Wangi, Kaleidupa, Tomia dan Binongko, disingkat Wakatobi.

Wakatobi
Warna perairan Wakatobi
 
Namun tidak hanya di pulau pulau utama saja Wakatobi menarik untuk dieksplorasi. Ada sekurangnya 30 lokasi penyelaman di area Wakatobi, mulai dari Waha Coremap area pulau Wangi Wangi, Sombu, Wanci Gate, Teluk Maya di area pulau Lintea, Teluk Waitii di dekat Tomia, Coral Garden di area pulau Hoga, hingga yang paling terkenal yaitu situs Mari Mabuk.

Untuk menyelami seluruh situs penyelaman tentunya perlu waktu dan dana yang besar. Saya memilih lokasi penyelaman yang juga merupakan salah satu tempat favorit penyelam. Di bulan Juni hingga Agustus, pulau Hoga biasanya dipenuhi wisatawan, terutama mahasiswa dari Eropa dan Amerika yang meneliti biota laut. Ada lebih dari 200 unit penginapan di pulau Hoga, jadi akomodasi bukan masalah, meski bukan tipe hotel berbintang.

Pulau Hoga
Dermaga di Pulau Hoga


 
Ada beberapa titik penyelaman di dekat pulau Hoga antara lain Buoy, Coral Garden dan Outer Pinnacle dan Rich One, namun tentunya dengan karakteristik Wakatobi.

Saya memulai penyelaman di area Rich One, ditemani Jufri, penjaga pulau sekaligus dive guide saya. Menuju area pertama hanya perlu menggunakan speed boat sekitar 10 menit dan entry dengan cara backroll.

Wakatobi

 
Satu hal yang langsung terasa saat masuk ke laut Wakatobi adalah jarak pandang yang sangat baik. Laut bening seperti kaca dan anda akan langsung merasa nyaman di bawah laut.

Di area ini kami bergerak mengikuti kontur wall. Banyak tubir tubir curam di laut Wakatobi. Perbedaan kontur inilah, dari dangkal dan secara drastis berubah dalam dengan wall yang menyebabkan jika kita melihat laut Wakatobi dari atas maka warnanya akan belang belang, hijau tosca, biru muda dan biru tua.

Wakatobi
Sea fans dan lemon damselfish
 
Wall dan sea fan adalah karakteristik utama Wakatobi. Wall yang terjal ini selalu dihiasi sea fans dengan ukuran yang besar. Berada di segitiga karang dunia, perairan Wakatobi dipenuhi nutrisi, suplai makanan bagi berbagai organisme di bawah laut yang dibawa oleh arus. Tidak heran, sea fans di area Wakatobi berukuran besar besar, ada yang membentang hingga lebih dari dua meter.

Saya cukup bergerak mengikuti wall sambil terus melihat beragam jenis coral yang menutupi wall. Di satu lokasi, kami bertemu dengan penyu sisik yang sedang asik mencari makanan di area wall. Penyu seringkali mudah didekati, mereka biasanya akan bergerak saat kita mendatangi pelan pelan, namun berenang pelan sehingga kita bisa persis mengiringi mereka.

Satu hal, meski penyu terlihat ramah dan mau didekati, jangan pernah memegang mereka di dalam laut sama sekali. Satu elusan yang bagi kita hanya manifestasi gemas, dapat membuat mereka stress dan kabur, sayang juga momen berenang dengan penyu ini bisa buyar hanya karena anda tidak tahan ingin memegang.

Wakatobi


Wakatobi

 
Jika ingin mendapatkan pemandangan yang lebih bagus, cukup bermain di kedalaman 15 meter. Disini sinar matahari masih masuk dan membuat terumbu karang terlihat sangat berwarna warni, dengan banyak ikan jenis damsel, surgeonfish, hingga pyramid butterflyfish yang sangat banyak memenuhi area karang.

Wakatobi

 
Jika tidak arus dan menjaga di area yang tidak terlalu dalam, penyelaman bisa dilakukan sangat lama dan bisa puas mengeksplorasi keindahan kontur dan koral.

Usai penyelaman di Rich One, ada satu area lagi yang direkomendasikan oleh Pak Jufrie, yaitu Coral Garden. Sesuai namanya, area ini seperti taman yang dipenuhi koral, jadi tidak bergerak mengikuti wall lagi karena area lebih dangkal.

clown fish
Tiga clown fish ini memperhatikan saya yang mendatangi mereka :)
garden eel
Spotted garden eel

Di Coral Garden, saya puas menikmati hamparan soft koral yang berwarna warni, diselingi clown fish yang bersembunyi di anemon. Menyelam di area Coral Garden adalah penyelaman yang sangat rekreasional, memang tidak banyak makhluk laut spesifik yang bisa ditemui disini, kami hanya menemui crocodile fish yang asik berkamuflase, hingga spotted garden eel yang bersembunyi saat kami bergerak terlalu dekat.

Wakatobi
Soft coral jadi "karpet" di Coral Garden
Marischka Prudence
Sebelum penyelaman pertama
 
Wakatobi memang surga penyelaman. Saya rasa siapapun yang menyelam di Wakatobi tidak akan tidak setuju dengan ungkapan itu. Dunia bawah laut yang terlalu kaya akan koral dan laut berwarna warni yang membuat saya jatuh cinta di detik pertama saya melihatnya.

@marischkaprue - in love with anything in that world coral triangle.

NOTES:
  • Yang mau diving di Pulau Hoga bisa contact Pak Jufrie 085395303993 untuk informasi paket harga diving. Rata rata biaya diving Rp. 300 ribu per orang per dive.
  • Menuju ke Wakatobi bisa diakses dengan penerbangan ke Pulau Wangi Wangi, sudah ada maskapai yang menyediakan penerbangan, cek jadwal terlebih dahulu.
  • Dari Wangi Wangi ke pulau Hoga dapat diakses dengan ikut kapal kayu yang menuju Kaleidupa, dan minta diturunkan (nanti dijemput oleh Pak Jufri) di antara Kaleidupa dan Hoga.
  • Penginapan di Pulau Hoga sangat murah, dihitung Rp. 50 ribu per orang per hari dengan sistem share room. Harga tergantung musim, cek terlebih dahulu dengan Pak Jufrie. 

Giveaways! Again!

Hi there! Thanks for visiting my blog, the one thing I love the most about blogging is I can write about how much I love traveling and diving, without any boundaries.

There is only one gift, but I promise it will be a very nice gift. 

Please write in the comments sections down here, answering my question:

"If you were born as animal in the sea, what would you wanna be and why?" 

I myself would answer hmm.. will tell you later.

The one with the most interesting answer will get a secret gift ^^

And anyway, please write your name & twitter account on the comment also :)

I will announce the result at the end of April 2013.


YAY! Terimakasih yang sudah komen :D

Semuanya jawab dengan unik unik banget, sulit nyari yg paling unik hehe, 

Tapi akhirnya pemenang dari quiz ini adalah @Melizagilbert! CONGRATS!

Hadiahnya: Masker Diving akan dikirim segera :)

Thanks dan nantikan quiz quiz berikutnya :D      

31 Oktober 2012

, , , , , , , , ,

Belitung Timur: Hidden Underwater Colors



Belitung Timur belum jadi tujuan utama wisata bawah laut, informasi mengenai spot spot diving dan referensi apa saja yang bisa ditemukan saat menyelam sangat minim.

Saat saya melakukan perjalanan ke Belitung Timur, saya tidak punya ekspektasi tinggi akan wisata bawah lautnya meski saya sudah persiapkan alat selam dasar.

Di hari penyelaman, cuaca kurang bersahabat. Dari Manggar saya menggunakan kapal kayu menuju lokasi penyelaman. Goncangan saat menuju pulau Siadong terasa di kapal, saya memilih posisi di depan, meski goncangan lebih terasa namun pemandangan indah laut membuat saya tidak memperdulikan kapal yang berguncang.

Usai persiapan, kami langsung turun di lokasi dekat pulau Siadong yang berada di area timur Kecamatan Manggar. Karena cuaca mendung, kami memutuskan untuk menyelam di kedalaman 10 hingga 15 meter saja untuk mendapatkan visualisasi yang jelas.






Ternyata kondisi coral di area ini sangat baik. Sekitar 80% area yang saya selami tertutup hard coral beraneka jenis, ditambah visibility (jarak pandang) yang baik sekitar 15 meter, meski cuaca sedang mendung.

Table coral mendominasi banyak area, diselingi dengan rentetan brancing coral, brain coral dan berbagai jenis acropora lainnya. Gugusan terumbu karang di area Siadong cenderung flat, dengan slope jika menginginkan kedalaman yang lebih.





Namun area penyelaman saya cukup minim soft coral, kami hanya menemui sedikit soft coral di area yang didominasi coral jenis brain dan branching.

Juvenile Clam
Red and Black anemone fish
Spotted sweetlips yang satu ini terus menerus menghindari saya :)
Saya menemui kima (kerang) berwarna biru di tengah great star coral, spotted sweetlips yang beberapa kali kabur menghindari bidikan kamera saya, dan satu red and black anemone fish di antara bubble tip anemone. Berbagai ikan jenis glassfish, yellow tail memenuhi sebagian area gugusan terumbu karang.

Satu spot yang saya selami ini ternyata cukup baik dan menarik, memang belum ada endemik khusus yang ada di Belitung Timur, mungkin perlu ada pengumpulan data terlebih dahulu, apalagi spot spot diving yang ada belum dikumpulkan dan di release untuk turis dengan tujuan wisata bawah laut.

soft coral
Saya masih sibuk ambil gambar sebelum naik ke permukaan :)
Bagi divers pemula, saat masuk ke area penyelaman di Siadong, turun ke kedalaman harus dilakukan perlahan, karena area bawah penuh tertutup coral agar tidak merusak karang yang yang ada. Namun, visibility, kekayaan coral dan warna warni bawah laut Belitung Timur layak dicoba untuk diselami :)

Saya berharap pengelolaan wisata bawah laut area Belitung Timur diberi perhatian lebih, dive center perlu dibangun, kelengkapan alat mesti tersedia, prosedur dan dive guide juga mesti jadi perhatian untuk mengangkat wisata bawah laut. Sayang keindahan seperti ini kalau tidak bisa dinikmati banyak pecinta laut :)

Btw, kalau mau lebih nikmatin suasana bawah laut Belitung Timur ada di video ini, enjoy!


@marischkaprue - a human with a pair of fins and a heart for the underwater world

Thanks to:

- Pemda Belitung Timur for inviting me, saya tunggu realisasi komitmen untuk mengembangkan wisata bawah laut yaaaa
- Mas Adi Guna yang sudah jadi dive guide plus temen ngobrol saya di Beltim.

Note:
- Untuk yang mau diving, bisa dibantu sementara oleh Pemda di 0719-92200063 untuk informasi dive guide, alat dan boat atau email ke disbudparbeltim@yahoo.co.id
- Rekomendasi hotel: Puri Indah Jl Pegadaian No 99, Manggar, telp: 0719-91423/91442
- Untuk ke Belitung Timur dari Jakarta ambil tiket Jakarta - Tanjung Pandan, lalu sewa transportasi ke Manggar (perjalanan hanya sekitar satu jam), dari Manggar silahkan berkeliling, anda sudah ada di pusat wisata Beltim :)
 - Harga tiket variasi tergantung musim, tapi kalo ke Tanjung Pandan pastinya jauh lebih murah dibanding ke Indonesia Timur, harga sewa transport dll bisa contact langsung ke penyedia jasa
- Bantuan travel agent ada beberapa pilihan: Mandiri Anie Sejahtera 0719-91615, Atim 0719-91041, Wisata Afat 0719-91062, Barokah 0719-91493, www.belitungisland.com cp: 0719-22890.

RELATED STORIES: