Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Marischka Prudence. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marischka Prudence. Tampilkan semua postingan

1 September 2020

, , , , ,

POSTCARD FROM OUR PASTEL PICNIC


Di masa seperti ini, piknik di alam terbuka menjadi hiburan kami. Bersama orang-orang terdekat, lingkup sangat kecil, menikmati kehijauan dan semilir angin.

Salah satu lokasi piknik favorit kami: Kebun Raya Cibodas! Selain kehijauan pepohonan dan bukit, area yang luas dan sepi di saat weekdays, suhu yang cenderung dingin pun membuat bersantai di Kebun Raya Cibodas sangat menyenangkan. Betah rasanya bersantai, makan cemilan, makan siang, baca buku dan nongkrong seharian di tengah pepohonan.







Here are some photos from our pastel picnic in Cibodas









@marischkaprue - stay at home, going out with safety awareness


NOTES


Kebun Raya Cibodas

Jl. Kebun Raya Cibodas

Cimacan, Kecamatan Cipanas

Cianjur, Jawa Barat


Harga tiket masuk:
Rp. 16.500/ orang


Buka pukul: 8 pagi hingga 5 sore

(last entry pukul 4 sore)


PS:

Saat ini direkomendasikan untuk datang di saat weekdays supaya sepi dan bisa berjarak, jangan lupa untuk menggunakan masker di lokasi yang ada orang lain dan sulit berjarak (misal: wc, tempat jualan makanan, etc)


***

2 April 2014

, , , , ,

Traveling: Investasi Memori Masa Depan




Traveling itu menghabiskan uang, hal yang disetujui sebagian besar orang. Sehemat apapun kita bepergian, kita akan selalu mengeluarkan uang, kecuali jika anda memiliki sponsor tertentu atau berprofesi yang mewajibkan anda bepergian untuk mendapatkan uang.

Lalu apakah menghabiskan uang untuk traveling ini buruk untuk masa depan keuangan kita? Sebagian bepergian setahun sekali, mengumpulkan dana selama setahun agar dapat traveling. Sementara, sebagian bepergian setiap beberapa bulan sekali hingga sebulan sekali atau lebih. Hal yang tentunya menguras nominal di tabungan anda.

Mungkin jika anda berkonsultasi dengan pakar keuangan, kebiasaan jalan jalan terlalu sering dapat mengancam tabungan masa depan. Mungkin jika anda berbicara dengan keluarga mereka akan mengusulkan anda untuk memprioritaskan membeli rumah atau tabungan pendidikan anak.

Face to face with manta ray in Bali
Stingless jellyfish in Kakaban Lake
Bagi saya traveling adalah pintu untuk melihat dunia dan terkadang pintu ini memang memerlukan budget khusus. Bepergian bukan hanya melihat tempat baru dan berfoto di depan landscape indah atau landmark kota.

Laugh with the locals at Kilise Village, Wamena, Papua
Traveling membuat kita bertemu orang orang baru yang seringkali berbeda budaya, kebiasaan dan bahasa dengan kita. Dengan melihat dan berinteraksi dengan masyarakat yang jauh berbeda maka kita akan lebih toleran karena dengan interaksi kita akan mengerti mengapa mereka melakukan sesuatu berbeda cara dengan kita. Interaksi juga membuka wawasan kita, melatih kita lebih "cair" dalam berhubungan.

enjoy stunning view in Raja Ampat
Tidak hanya berinteraksi, traveling juga membuat saya bersyukur. Mungkin dengan melihat berita kita akan terus mengeluhkan mengenai kondisi politik, ekonomi dan berbagai kejadian buruk yang terjadi di negeri ini. Traveling di Indonesia membuat saya melihat betapa tidak terhitungnya keindahan yang ada di Indonesia, betapa mempesonanya kekayaan budaya kita, dan betapa ramahnya sebagian besar masyarakat di Indonesia.

Bepergian keluar negeri membuat kita mensyukuri cita rasa Indonesia yang tidak bisa kita lupakan, membuat kita bersyukur betapa hubungan kekeluargaan dan pertemanan begitu erat.

Diving in Canterbury Wreck, New Zealand
The view at Delamore, Waiheke Island, NZ
Ada ungkapan juga bahwa traveling merupakan obat stress yang paling ampuh. Banyak orang bepergian untuk sejenak "refreshing" sebelum kembali ke rutinitas dan membuat kita lebih fokus di pekerjaan dan kehidupan sosial saat kembali usai traveling.

At the top of the alpine mountain in Southern Island, New Zealand
Traveling bagi saya adalah investasi yang tidak dapat diukur, namun berupa investasi jangka panjang. Perjalanan membuat kita menyerap begitu banyak informasi, menambah wawasan kita, membuat kita lebih fleksibel, membuat kita lebih positif menghadapi hidup, memberi memori yang indah di masa tua disaat kita telah memiliki ingatan akan berbagai tempat yang telah kita datangi, dan begitu banyak manfaat lainnya.

Saya ingat satu ungkapan dari seorang penyair ternama; "Alangkah menyedihkan jika memori masa depan dipenuhi ingatan akan kemacetan, tekanan pekerjaan dan penghasilan untuk tabungan yang tidak seberapa." Hal ini mungkin akan tepat saat dibaca oleh penduduk kota besar seperti Jakarta yang setiap hari berkutat dengan kemacetan.

My Absurd Journey
Kini pertanyaannya adalah "Apakah Anda mau berinvestasi untuk masa depan?"

@marischkaprue - invest for her future memories

As published on Getaway! Magazine, March 2014.
Follow Getaway! Magazine on twitter: @GetawayMagz

17 Juni 2013

, , ,

In Future We Trust

Beberapa hari ini kata karma terngiang ngiang di telinga, sedikit panas, emosi ataupun sakit hati saat seseorang tega menyakiti kita.


Mungkin kemudian kita akan berkata dalam hati "karma akan datang," apa yang ditanam itu yang dipetik. Intinya itu, kehidupan selalu memberi hasil dari apa yang kita serahkan. Apa yang terjadi hari ini adalah hasil dari kejadian sebelumnya yang saling berkaitan.

Bagaimana dengan hidup itu sendiri? Apakah hidup kita sekarang hasil dari hmm, let say, kehidupan sebelumnya?

Kalau bicara reinkarnasi pasti banyak perdebatan, banyak literatur, banyak cerita menarik. Entah percaya atau tidak. Tapi ada satu garis lurus yang bisa ditarik.. Menurut saya, intinya sama saja, percaya ada reinkarnasi itu tujuannya baik, supaya kita "menabung" hal hal baik terlebih dahulu karena percaya di kehidupan selanjutnya kita akan panen hal baik.

Saya membayangkan bereinkarnasi sebagai lumba lumba, asik sepertinya bisa menyelam, bermain main di birunya laut. Sebelum tiba tiba saya terjebak di jaring manusia, diangkat dan dicabut nyawanya. Mungkin di kehidupan sebelumnya saya pernah melihat laba laba lewat, menangkap dengan tissue dan meremas tissue itu hingga laba laba itu mati.

Saya membayangkan yang membaca ini tertawa, masa tidak boleh membunuh laba laba? semut kalau diinjak jadi nanti karma buruk dong? Hmm, saya bukan Tuhan, tapi saya yakin saya bisa bilang tidak. Kenapa? Yang penting intensinya, tujuan, niat, kalau saya memang niat mau bunuh itu laba laba, atau karena kaget refleks saya lempar buku sampai si laba laba tewas? Buat saya, itu beda.

Ah, cukuplah bicara ngawur. Satu hal saja, saat anda lewat restoran nan elegan yang menjual menu sirip hiu, mari kita doakan beramai ramai reinkarnasi itu ada. Bahwa semua yang makan sirip hiu itu akan terlahir kembali sebagai salah satu bagian di rantai makanan di bawah hiu. Supaya dikunyah habis oleh sang hiu, dan saya yakin, kali ini Itong* pasti setuju.

So, do you believe in past lives?
I do believe in future lives :)

@marischkaprue - hates karma but believes that her future lives got something to do with the sea

As published on Divemag Indonesia magazine, Volume 3, No. 026, April 2012
Support #savesharks and #SOSharks by signing petition here

* Itong adalah karakter hiu yang diciptakan oleh Divemag Indonesia. Itong mewakili hiu yang "ramah" untuk menghentikan citra buruk hiu sebagai pemangsa yang selama ini dianggap ganas dan menyerang manusia.

Lets #savesharks, starting from very simple thing, from us.
  • Please stop eating food which contains sharks, such as sharks fin. Also stop eating in the restaurants that sells sharks fins and meats.
  • Learn the fact about shark finning, it's a very cruel process to remove the fin from the sharks and eventually the sharks will be dead without fin. Nowadays sharks captured not only for the fins but the meat also, human are very good at fishing and our greatness of killing shark is ruining the ecosystem. No sharks in the sea will make your beloved seafood disappearing, remember the food chain? sharks is on top and when you make a mess on it, you jeopardized the ecosystem.
  • Don't date anyone that eats sharks fins and meats. Those who ate sharks shouldn't "breed" and produce a sharks eaters family >:) 
--------------------------------------------------------------------------------------

In Future We Trust


These few days the word karma ringing in my ears, a bit of emotions or pain when someone hurt us.

Maybe then we would say to ourself that karma will come. You got what you planted. The point is, life always gives the results of what we planted. What is happening today is the result of previous series of incidents.


What about life itself? Is the "now" the results of our hmm, let say, the previous life?

When it comes to reincarnation certainly a lot of debate, much literature, a lot of interesting stories. You can choose to believe it or not. But there is one straight line can be drawn .. In my opinion, its all for the same thing, believing there is a reincarnation was for good intentions, that we "keep" the good things in advance because we  believe in the next life we ​​will harvest good things.


I imagine myself reincarnated as a dolphin, seems great to be able to dive, play games in the blue sea. Before suddenly I got stuck in the fishnet, trapped, captured and slaughtered. And maybe, just maybe in a previous life I saw spider, captured the spider using a soft tissue and squeezed it until the spider dies.


Maybe when reading this you'll laugh, thinking that means we can't kill any spider? or step on a tiny ant will draw bad karma? Hmm, I'm not God, but I'm sure I could say no. Why? It depend on the intentions, goals, your purpose. If my intention was to kill the spider will be different if I just shock and as a reflex impulse, I threw the book and killed the spider? For me, it was different.

Well, enough talking nonsense. One thing, when you walk by the elegant restaurant which sells shark fin menus, let's pray that the reincarnation do exist. That all who ate shark's fins will reborn as one part of the food chain under the shark. So shark will hunt and chew them, and I'm sure, this time Itong* definitely agree.

So, do you believe in past lives?I do believe in future lives :)

@marischkaprue - hates karma but believes that her future lives got something to do with the sea 

*Itong is a shark character created by Divemag Indonesia. Itong represent a "friendly" shark to stop bad image of sharks as a predator. 

5 April 2013

, ,

Anytime to Anyone


Hidup itu aneh, kadang waktu berjalan sangat cepat, kadang kita memperhatikan jam yang seakan tidak bergerak. Kadang kita dipenuhi berbagai hal yang harus dilakukan di satu waktu, kadang kita bingung apa yang harus dilakukan untuk mengisi waktu.

Ingat masa masa galau saya? Hmm, mungkin beberapa kali saya mengisi halaman ini dengan curhatan galau dalam kemasan renungan, sebenarnya isi sesungguhnya adalah kegalauan.

Kadang menarik melihat diri kita ke belakang, persis satu tahun lalu, di bulan yang sama saya di masa terpuruk, merasa ada hal hal yang membuat saya mempertanyakan why God slammed the door in front of me. Dan kemudian saya melihat diri saya saat ini..

Pintu yang dulu ditutup itu ternyata karena sudah ada pintu lain yang disiapkan untuk saya, hanya belum waktunya saat itu saya melihatnya.

Banyak hal yang berubah, salah satunya pekerjaan. I quit my job because I've falling in love of doing something else, walaupun tetap di ranah traveling.

Ada hal hal yang saat kita fokus mengerjakan hal lain yang sudah rutinitas jadi terabaikan, dan saat kita melepas rutinitas itu maka hal hal yang kita lewati selama ini jadi fokus kita kembali. Coba sebutkan apa aktivitas yang anda sukai namun tidak dikerjakan selalu karena alasan tidak ada waktu, pasti banyak.

Saat ini saya menata hidup saya kembali, melakukan hal hal yang saya senangi, ada hal idealis, dan ada kegiatan yang simply for the living, berusaha menyeimbangkan semua itu.

Teman saya beberapa minggu lalu posting satu tulisan "Quit your job, start traveling, falling in love and never go back," dan saya dengan bangga bisa menulis komen "I did it all!"

Lucu saat hal hal baik seringkali datang bersamaan, hidup yang tiba tiba secara runut tertata lagi setelah kita melakukan keputusan besar. I keep on traveling, I met someone during traveling and we simply falling in love and we keep on moving like there's no turning back.

Life is about choices. Bukan secara ekstrim saya rekomendasikan untuk berhenti kerja agar anda bisa melakukan hal hal yang disukai, tapi cobalah berhenti sebentar untuk melihat perubahan yang terjadi selama setahun ke belakang. Tidak puas? mungkin anda perlu sedikit berani mengambil langkah, menegaskan apa yang membuat anda bahagia dan biarkan pusaran semesta bekerja untuk anda hingga kita pun terkejut dengan hasilnya.

Do what you love, love what you do, simple happiness.

@marischkaprue - extremely in love

As published on Divemag Indonesia Magazine Vol 03 No. 034, January 2013

2 Maret 2013

, , , , , , , , ,

Surga Bawah Laut Wakatobi


Wakatobi

 
 
" Wakatobi is the most beautiful dive sites in the world” -  Jacques Cousteau

Ungkapan itu bukan hanya keluar dari seseorang yang baru saja menyelami alam bawah laut Wakatobi, dan hanya Wakatobi saja. Bahkan peneliti dan penyelam bawah laut paling terkemuka di abad 20, seorang Jacques Cousteau mencatat Wakatobi sebagai lokasi penyelaman paling indah.

Kenapa paling indah? Visibility atau jarak pandang yang memanjakan mata, ditambah kekayaan koral yang tidak habis dihitung di surga bawah laut ini. Di luar kontroversi kebenarannya, Wakatobi dicatat sebagai lokasi dengan spesies terumbu karang terbanyak di dunia dan ini selalu menarik minat semua penyelam untuk datang.

Wakatobi

 
Penelitian yang tergabung dalam nama operasi Wallacea menyebut Wakatobi memiliki 750 jenis terumbu karang. Jumlah yang sangat fantastis bila kita bandingkan dengan lokasi lain di dunia. Untuk gambaran, Kepulauan Karibia di Benua Amerika hanya punya 70 jenis terumbu karang, jadi kekayaan koral Wakatobi lebih dari 10 kali laut Karibia.

Saat ini nama Wakatobi sudah diketahui banyak orang. Wakatobi identik dengan diving, karena kepulauan di area Sulawesi Tenggara ini memang modal utamanya adalah bawah laut. Mungkin sekitar sepuluh tahun yang lalu masih banyak yang belum tahu tentang Wakatobi. Nama ini terdengar aneh dan janggal. Wakatobi sebenarnya adalah singkatan dari nama empat pulau utama di gugusan dengan total 31 pulau. Keempat pulau itu adalah Wangi Wangi, Kaleidupa, Tomia dan Binongko, disingkat Wakatobi.

Wakatobi
Warna perairan Wakatobi
 
Namun tidak hanya di pulau pulau utama saja Wakatobi menarik untuk dieksplorasi. Ada sekurangnya 30 lokasi penyelaman di area Wakatobi, mulai dari Waha Coremap area pulau Wangi Wangi, Sombu, Wanci Gate, Teluk Maya di area pulau Lintea, Teluk Waitii di dekat Tomia, Coral Garden di area pulau Hoga, hingga yang paling terkenal yaitu situs Mari Mabuk.

Untuk menyelami seluruh situs penyelaman tentunya perlu waktu dan dana yang besar. Saya memilih lokasi penyelaman yang juga merupakan salah satu tempat favorit penyelam. Di bulan Juni hingga Agustus, pulau Hoga biasanya dipenuhi wisatawan, terutama mahasiswa dari Eropa dan Amerika yang meneliti biota laut. Ada lebih dari 200 unit penginapan di pulau Hoga, jadi akomodasi bukan masalah, meski bukan tipe hotel berbintang.

Pulau Hoga
Dermaga di Pulau Hoga


 
Ada beberapa titik penyelaman di dekat pulau Hoga antara lain Buoy, Coral Garden dan Outer Pinnacle dan Rich One, namun tentunya dengan karakteristik Wakatobi.

Saya memulai penyelaman di area Rich One, ditemani Jufri, penjaga pulau sekaligus dive guide saya. Menuju area pertama hanya perlu menggunakan speed boat sekitar 10 menit dan entry dengan cara backroll.

Wakatobi

 
Satu hal yang langsung terasa saat masuk ke laut Wakatobi adalah jarak pandang yang sangat baik. Laut bening seperti kaca dan anda akan langsung merasa nyaman di bawah laut.

Di area ini kami bergerak mengikuti kontur wall. Banyak tubir tubir curam di laut Wakatobi. Perbedaan kontur inilah, dari dangkal dan secara drastis berubah dalam dengan wall yang menyebabkan jika kita melihat laut Wakatobi dari atas maka warnanya akan belang belang, hijau tosca, biru muda dan biru tua.

Wakatobi
Sea fans dan lemon damselfish
 
Wall dan sea fan adalah karakteristik utama Wakatobi. Wall yang terjal ini selalu dihiasi sea fans dengan ukuran yang besar. Berada di segitiga karang dunia, perairan Wakatobi dipenuhi nutrisi, suplai makanan bagi berbagai organisme di bawah laut yang dibawa oleh arus. Tidak heran, sea fans di area Wakatobi berukuran besar besar, ada yang membentang hingga lebih dari dua meter.

Saya cukup bergerak mengikuti wall sambil terus melihat beragam jenis coral yang menutupi wall. Di satu lokasi, kami bertemu dengan penyu sisik yang sedang asik mencari makanan di area wall. Penyu seringkali mudah didekati, mereka biasanya akan bergerak saat kita mendatangi pelan pelan, namun berenang pelan sehingga kita bisa persis mengiringi mereka.

Satu hal, meski penyu terlihat ramah dan mau didekati, jangan pernah memegang mereka di dalam laut sama sekali. Satu elusan yang bagi kita hanya manifestasi gemas, dapat membuat mereka stress dan kabur, sayang juga momen berenang dengan penyu ini bisa buyar hanya karena anda tidak tahan ingin memegang.

Wakatobi


Wakatobi

 
Jika ingin mendapatkan pemandangan yang lebih bagus, cukup bermain di kedalaman 15 meter. Disini sinar matahari masih masuk dan membuat terumbu karang terlihat sangat berwarna warni, dengan banyak ikan jenis damsel, surgeonfish, hingga pyramid butterflyfish yang sangat banyak memenuhi area karang.

Wakatobi

 
Jika tidak arus dan menjaga di area yang tidak terlalu dalam, penyelaman bisa dilakukan sangat lama dan bisa puas mengeksplorasi keindahan kontur dan koral.

Usai penyelaman di Rich One, ada satu area lagi yang direkomendasikan oleh Pak Jufrie, yaitu Coral Garden. Sesuai namanya, area ini seperti taman yang dipenuhi koral, jadi tidak bergerak mengikuti wall lagi karena area lebih dangkal.

clown fish
Tiga clown fish ini memperhatikan saya yang mendatangi mereka :)
garden eel
Spotted garden eel

Di Coral Garden, saya puas menikmati hamparan soft koral yang berwarna warni, diselingi clown fish yang bersembunyi di anemon. Menyelam di area Coral Garden adalah penyelaman yang sangat rekreasional, memang tidak banyak makhluk laut spesifik yang bisa ditemui disini, kami hanya menemui crocodile fish yang asik berkamuflase, hingga spotted garden eel yang bersembunyi saat kami bergerak terlalu dekat.

Wakatobi
Soft coral jadi "karpet" di Coral Garden
Marischka Prudence
Sebelum penyelaman pertama
 
Wakatobi memang surga penyelaman. Saya rasa siapapun yang menyelam di Wakatobi tidak akan tidak setuju dengan ungkapan itu. Dunia bawah laut yang terlalu kaya akan koral dan laut berwarna warni yang membuat saya jatuh cinta di detik pertama saya melihatnya.

@marischkaprue - in love with anything in that world coral triangle.

NOTES:
  • Yang mau diving di Pulau Hoga bisa contact Pak Jufrie 085395303993 untuk informasi paket harga diving. Rata rata biaya diving Rp. 300 ribu per orang per dive.
  • Menuju ke Wakatobi bisa diakses dengan penerbangan ke Pulau Wangi Wangi, sudah ada maskapai yang menyediakan penerbangan, cek jadwal terlebih dahulu.
  • Dari Wangi Wangi ke pulau Hoga dapat diakses dengan ikut kapal kayu yang menuju Kaleidupa, dan minta diturunkan (nanti dijemput oleh Pak Jufri) di antara Kaleidupa dan Hoga.
  • Penginapan di Pulau Hoga sangat murah, dihitung Rp. 50 ribu per orang per hari dengan sistem share room. Harga tergantung musim, cek terlebih dahulu dengan Pak Jufrie. 

Giveaways! Again!

Hi there! Thanks for visiting my blog, the one thing I love the most about blogging is I can write about how much I love traveling and diving, without any boundaries.

There is only one gift, but I promise it will be a very nice gift. 

Please write in the comments sections down here, answering my question:

"If you were born as animal in the sea, what would you wanna be and why?" 

I myself would answer hmm.. will tell you later.

The one with the most interesting answer will get a secret gift ^^

And anyway, please write your name & twitter account on the comment also :)

I will announce the result at the end of April 2013.


YAY! Terimakasih yang sudah komen :D

Semuanya jawab dengan unik unik banget, sulit nyari yg paling unik hehe, 

Tapi akhirnya pemenang dari quiz ini adalah @Melizagilbert! CONGRATS!

Hadiahnya: Masker Diving akan dikirim segera :)

Thanks dan nantikan quiz quiz berikutnya :D      

7 Februari 2013

, , , , , , , ,

Sigofi Ngolo, Meminta Izin Kepada Penguasa Laut




Ada satu hal yang pasti dilakukan sebagai penanda pembuka Festival Teluk Jailolo. Iring iringan kapal dengan hiasan yang ramai, serta musik perkusi bergerak sejak pagi hari dari Teluk Jailolo.

Sambil mengarah ke satu pulau yang tidak jauh dari teluk, kapal yang dipenuhi masyarakat Jailolo itu terus memperdengarkan bunyi tetabuhan dan musik yang keras dari speaker yang dibawa ke atas kapal.

Iring iringan kapal melakukan Sigofi Ngolo


Sembilan kapal yang dihiasi ornamen ini mengarah ke Pulau Babua, dimana terdapat makam keramat. Dengan bunga dan sesajian, satu kapal berhenti di depan pulau, melakukan ritual, sementara kapal lainnya menunggu di sekitar pulau.

"Di daerah ini diyakini laut ada yang punya, penguasa laut," ujar warga lokal yang ada di kapal yang saya tumpangi. Masyarakat Jailolo sejak dahulu hidup dari perairan, kekayaan laut mereka adalah salah satu sumber makanan utama di Jailolo, ikan yang melimpah.



Pulau Babua

Sebelum festival, ritual "meminta izin" ini dilakukan. Ritual Sigofi Ngolo sering pula disebut sebagai ritual bersih laut, namun bukan membersihkan laut seperti apa yang kita biasa bayangkan. Mereka membersihkan laut dari segala niat buruk, meminta izin alam untuk memulai perayaan dengan niat yang tulus.

Jailolo dan masyarakatnya mengajari saya satu hal lagi, untuk menghargai dan terus berterimakasih pada alam dan Penguasa bumi dan langit. Thank you God for this beautiful blue sea, beautiful ocean and sky we have everyday..

@marischkaprue - pecinta laut dan penikmat langit biru.

NOTES:

  • Festival Teluk Jailolo biasanya dilakukan di pertengahan bulan Mei, tanggal ini akan penuh dengan beragam perayaan budaya dan kegiatan daerah, kalau mau ke Jailolo saya sarankan di tanggal ini karena semuanya lengkap mulai dari alam, budaya dan bawah laut bagi penyelam bisa didapatkan.
  • Beli tiket ke Ternate jauh jauh hari karena kalau sudah dekat hari H, tiket sudah jarang tersedia dan kalau ada lebih mahal.
  • Menuju ke Jailolo jika dari Jakarta mesti terbang ke Ternate dan kemudian menyebrang dengan kapal selama satu jam ke Jailolo.

RELATED STORIES: