Pages - Menu

31 Mei 2013

Ora Beach, I Swear to God, This is Heaven!


Lupakan Maldives dan Bora Bora, kocek saya saat ini belum sanggup membawa saya kesana. Ah, namun rupanya saya diberi keindahan yang tidak kalah dari dua tempat yang mendunia karena resort yang ada di atas air yang bening. Disini, saya dapat merasakan luxury of staying on top of the clear seawater,in the mids of corals. This is trully heaven!

 

Forget Maldives and Bora Bora, I haven't got enough budget to get there. But, apparently I got lucky and have a chance to see beautiful place which surely you can compare with those two globally famous on top of sea resort. Here, I can feel the luxury of staying on top of the clear seawater, in the mids of corals. This is trully heaven! 

#BarondaMaluku membawa saya sampai ke Ambon, Maluku, bergerak ke Pelabuhan Tulehu dan menyeberang ke Pelabuhan Amahai di Pulau Seram, lalu bergerak dua jam jalan darat dengan mobil menuju ke Desa Sawai. Saya sampai di Ora beach dan terdiam, stunned by its beauty.

#BarondaMaluku brought me to Ambon, Moluccas. We went to Tulehu Port, crossing the sea headed to Amahai Port in Seram Island, then continue two hours car ride to Sawai Village. I arrived in Ora Beach and suddenly kept in silence, stunned by its beauty.

Ora Beach
Jalan ke area cottage di atas laut

Ora Beach
Bukit menjadi latar belakang penginapan
Pantai Ora terletak di bagian utara tengah Pulau Seram, persis di cerukan Pulau Seram di area Teluk Sawai. Perbukitan Taman Nasional Manusela menjadi latar belakang cottage cottage kayu yang dibangun di atas air laut, membuat pemandangan disini semakin spektakuler.

Ora beach located in the north central part of the island of Seram, at the Sawai bay area. This wooden cottage built on top of the sea. With Manusela National Park hills in the background, the sight is simply spectacular.
Ora Beach
Lihat betapa coral memenuhi dasar
Ora Beach
Dermaga Ora Beach Resort
Ora Beach
Pemandangan dari teras kamar
Satu hal yang menyambut saat saya menapakkan kaki di dermaga Ora Beach Resort adalah betapa banyaknya koral di area perairan, sedemikian dekat dengan garis pantai maka disaat air surut di malam hari sebagian koral ini keluar dari permukaan hingga tertutup laut pasang di keesokan harinya.

One thing welcoming me when I set foot on the Ora Beach Resort dock is bunch of corals stretching in the water, so close to the shoreline and even when the water receded in the evening, most of the coral popping in the surface, until it covered by high tides in the next day.

Ora Beach
View behind our cottage
Ada 6 cottage dengan masing masing satu kamar, dan satu cottage besar dengan 3 kamar di dalamnya. I got one of the best room dengan teras yang paling maju ke arah laut. Simply relaxing.

There are 6 cottages, each as one room, and the large cottage with 3 rooms on it. I got one of the best room with terrace towards the sea more than others. Simply relaxing.

Ora Beach
Teras cottage di Ora Beach Resort
Ora Beach
Dari pintu terlihat air laut yang sangat bening
Ora Beach
open air bathroom :)
Ora Beach
Ini pemandangan di belakang kamar, air tawar dan air laut bersatu disini
Saat melihat ke bawah dari teras di cottage saya langsung disodori pemandangan coral yang berwarna warni, sangat jernih dan bening membuat saya segera mengambil fin dan menceburkan diri di beningnya laut Pantai Ora. Yang menarik, air tawar dari perbukitan mengalir dan bersatu dengan air laut persis di area belakang cottage sehingga menimbulkan perpaduan air tawar dan air laut. Saat snorkeling pun langsung terasa aliran air hangat yang berganti dingin terus menerus, thermocline yang menyebabkan sebagian air di Ora terlihat buram seperti air gula di gelas, dan sebagian bening, interesting!

Just look down from the terrace, you'll see colorful corals in water so crystal clear, it makes me hard to hold myself from grabbing my fins and splash myself into the water. Also when you swim around this area, you'll feel fresh water flowing from the hills, collide with sea water. This combination of fresh and salt water makes in some area the water is cold and in some is warm, it's a thermocline which makes some water look like sugar in a glass of water, and some just clear, interesting!
Ora Beach
Ikan ikan terlihat jelas dari atas, ini view dari teras kamar
Ora Beach
Bahkan ikan ikan ini seakan tidak perduli saat Ferry snorkeling :)
Ora Beach
Warna warni koral di Ora
Ora Beach

Di beberapa area yang mendekati pantai, koral sangat dangkal, membuat saya menjauh dari area ini karena khawatir kaki saya akan menubruk koral, sayang sekali jika koral cantik beraneka warna ini patah hanya karena saya ingin snorkeling di dekat garis pantai :) 

In some areas near the shore, the water is so shallow, making me stay away from the area since I don't want my legs accidentally hit the corals, it's a shame if this beautiful multicolored corals got broken just because I want to snorkel near the shoreline :)
Ora Beach
Lihat warna laut ini, heaven!
Di area dermaga setelah kumpulan koral terdapat hamparan pasir putih di dasar laut di pantai dan sangat jernih hingga saat ada perahu melintas kita dapat melihat bayangannya di dasar, dipadu perbedaan warna laut dari biru hingga turoquise bening, this is "Maldives" in Maluku! 

Near the dock, after stretching of corals, you'll find yourself where white sands covering the bottom of the sea. It was so clear that when a boat passing by, I can see the shadow at the bottom. Combined with different colors of sea, from deep blue into turquoise, this is "Maldives" in Maluku!

Ora Beach

Ora Beach

Ora Beach

This is a place you don't want to leave, a place to remind me again how beautiful Indonesia is, and how pretty Maluku's beaches and sea.

@marischkaprue - demand more time in Heaven

This article was selected as "Top Travel Blog 2024" by the educational publisher Twinkl.

Most photos by Ferry Rusli

See video when we have fun in the beautiful Ora:



 NOTES:
  • Cara menuju ke Ora beach ambil penerbangan ke kota Ambon, lanjutkan dengan kapal cepat dari Pelabuhan Tulehu ke Pelabuhan Amahai (Masohi) harga tiket VIP Rp. 150.000,- dan tiket ekonomi Rp. 92.000,- dan waktu tempuh sekitar 2 jam. Kemudian dari Pelabuhan Amahai dilanjut dengan jalan darat dengan kendaraan selama sekitar 2 jam hingga ke Desa Sawai, jalanan berliku dan driver biasanya menyetir cukup kencang, bagi yang mudah mual siapkan obat anti mual ya. Dari Desa Sawai tinggal menyebrangi dermaga sekitar 10 menit saja dengan kapal kecil, you're in Ora Beach already!
  • Harga penginapan di Ora Beach Eco Resort dihitung per orang, bukan per kamar. Harga variatif tergantung season, berkisar antara 100 - 150 USD per orang per harinya, jika ramai ramai (group lebih dari 8 orang) silahkan coba menawar harga mudah mudahan diberi diskon oleh pemilik penginapan. Harga tersebut sudah termasuk transportasi dari Pelabuhan Tulehu di Ambon jadi untuk transportasi lebih mudah karena diatur oleh pihak Ora Beach Resort. Selain itu harga tersebut juga sudah termasuk makan 3x sehari. Siapkan snack sendiri karena tidak ada warung di area Ora Beach Resort.
  • Untuk booking Ora Beach Resort silahkan hubungi Alvin +628111909404
  • Tidak disarankan untuk snorkeling di area dangkal karena banyak koral dan gerakan kaki kita bisa saja tidak sengaja mematahkan koral, cari area yang lebih dalam, di area lain pun masih banyak koral indah yang dapat kita nikmati.
  • Belum ada dive center di Ora Beach Resort, namun dengan snorkeling pun sudah cukup puas :)
  • #BarondaMaluku adalah project untuk mempromosikan potensi pariwisata Maluku, ada banyak keindahan dari Maluku yang akan terus kami share usai menelisik keindahan Maluku, lihat lebih lengkap disini.
  • Thanks to Kementrian Pariwisata yang fully support project #BarondaMaluku dan tentunya Mad Alkatiri, nyong Ambon yang jadi inisiator #BarondaMaluku

RELATED STORIES:

Ora Beach Baronda Maluku
Team Baronda Maluku

Diving in Laha, Seek and Find!


Someone else's trash might become someone else's treasure. Ini kalimat yang tepat mendeskripsikan lokasi penyelaman kami di Ambon. Lokasi yang jika dilihat dari atas dan menelisik ke bawah sekilas maka tidak akan menimbulkan gairah penyelaman, namun jika melihat lebih detail dan mencari dengan teliti, this is a place for treasures.


Ambon punya sekitar 21 titik penyelaman yang tersebar mulai dari daerah Tanjung Sial di utara hingga Malilana di timur. Sebaran titik penyelaman paling banyak ada di area pantai selatan dan sekitar teluk ambon. Wilayah di Maluku ini punya site site terkenal di antara para divers seperti Hukurila Cave dan Aquila Wreck.

Namun di #BarondaMaluku kami menuju titik yang mungkin terlihat tidak menarik, area berpasir dengan sebaran koral yang sangat sedikit, ditambah air yang keruh dan sampah yang tersebar di dasar laut. Tapi disinilah saya menemukan kesenangan yang membuat saya menggumam sedikit berteriak excited saat menemukan sekumpulan ikan yang dicintai semua divers karena warnanya yang unik.

View di depan kamar, photo by Ferry Rusli
Langit biru di Ambon, Photo by Ferry Rusli
Laha ada di daerah Teluk Ambon, sangat dekat dengan Bandara Pattimura. Ada beberapa penginapan di area ini antara lain Pondok Paton dan Penginapan Dahlia. Saya dan teman teman memilih menginap di Pos Mako Lanud Pattimura berdasarkan saran dari Pak Noer Muis dan ternyata memang lokasi ini adalah lokasi yang sangat tepat karena titik entry penyelaman langsung ada di depan kamar kami.

Entry dilakukan dari pantai Laha di area yang berpasir dan banyak sebaran pecahan koral sehingga sebaiknya menggunakan booties. Saya sempat kesulitan harus berjalan bertelanjang kaki karena menggunakan full foot fin. Kami turun perlahan dan bergerak dari area bebatuan di kedalaman sekitar 5 meter hingga ke lebih dari 10 meter yang berpasir. Jarak pandang cukup buruk karena area ini berpasir, hanya sekitar 10 meter saat cukup baik dan dapat menjadi 5 meter saat arus datang.

Leaf Scorpionfish
Leaf Scorpionfish
Ornate Ghost Pipefish
Penyelaman pertama sangat menyenangkan, tanpa ada arus kami dengan mudah menemukan leaf scorpionfish berwarna putih dan mengambil gambar dari beberapa arah. Riyanni Djangkaru yang bersama saya di saat penyelaman menunjuk ringed pipefish yang bersembunyi di antara celah karang, saya pun bermanuver mengambil video pipefish yang unik ini. Kami pun kemudian bergerak dan menemukan kembali lebih dari lima ringed pipefish yang sedang berkumpul, dan terus menemukannya berulang kali di saat penyelaman kami.

Selanjutnya saya menemukan ornate ghost pipefish. Meski beberapa kali sudah menemukan makhluk yang sangat baik dalam berkamuflase ini dalam penyelaman di Lembeh, mengamati bentuk pipefish yang satu ini sangat menarik.

Bulb tentacle sea anemone with threespot damselfish
Orange fin anemonefish
White eyed moray eels
Sayangnya saya tidak menemukan frogfish, beberapa teman yang lain menemukan frogfish dan butuh kejelian mata. Selanjutnya di dive kedua cukup berarus. Kami menemukan sekumpulan moray eels yang bersarang di ban bekas. Saat pertama melihat saya menyadari ada tiga moray eels yang berhimpitan di satu lubang, dua jenis white eyed moray eels dan satu jenis black spotted namun sayangnya saat saya mendekat mereka langsung masuk ke lubang dan saya hanya mendapat gambar white eyed moray eels yang beberapa kali keluar masuk lubang. Saat bergerak kembali kami menemukan dwarf lionfish yang bersembunyi di dalam pipa dengan diameter sekitar 20 sentimeter.

Dwarf lionfish
Surgeonfish sleeping :)
Penyelaman ketiga adalah night dive, kami mempersiapkan senter secukupnya dan bergerak turun. Saat ini laut sudah surut jadi kami harus berjalan lebih jauh untuk entry. Selain menemukan beberapa ikan yang sedang tidur dan cukup lucu untuk diperhatikan gerakannya yang diam dengan insang tetap bergerak, saya melihat teman teman lain sedang asik mengambil gambar salah satu jenis gastropod mollusc. Saya bergerak ke area lain dan melihat pergerakan di salah satu area bebatuan, makhluk kecil berwarna warni dan ternyata itu adalah sekumpulan mandarinfish!

Mandarinfish
Mandarinfish masuk dalam jenis dragonets. Ikan ini menjadi spesies dragonet yang paling menarik bagi saya karena warnanya yang unik. Ukuran mandarinfish yang sangat kecil, di penyelaman ini lebih kecil dari jempol saya, membuat ikan satu ini dengan mudah masuk dan menyelip di antara bebatuan. Perlu kesabaran untuk menunggu mandarinfish ini keluar sedikit dan mendapatkan gambar mereka. Sayapun puas saat dapat menjepret kamera saat dua mandarinfish berdekatan, what a cute fish!

Kami keluar dari permukaan laut dengan penuh kesenangan, membicarakan mengenai keunikan binatang laut yang kami temukan. Masih banyak binatang laut unik lain yang sering saya dengar bisa ditemukan di Laha mulai dari harlequin shrimp hingga flamboyant cuttlefish. Ah, mungkin Laha menyimpannya untuk saya, tabungan kesenangan jika suatu saat saya mau menelisik "sampah" untuk menemukan "harta berharga" dari alam bawah laut.

It’s a treasure we can only took photos and have fun seeing. Treasures for all divers care to dive the trash and wait for the surprises.

@marischkaprue - her biggest treasure is finding underwater world.

Lihat video mandarin fish berusaha bersembunyi disini:

NOTES:
  • Bulan terbaik untuk diving di Ambon adalah dari bulan September hingga bulan Mei saat laut relatif tenang. Namun di bulan Juni hingga Agustus juga tetap dapat dilakukan dengan memilih lokasi penyelaman yang cukup tenang.
  • Sediakan booties saat diving di Laha karena berjalan tanpa alas kaki di antara bebatuan dan koral sangat menyiksa, trust me, I've been there.
  • Diving di Laha bisa menggunakan jasa dari Pari Dive Center Ambon, Contact Person via Muin: +6281343092093. Paket diving 3x (termasuk night dive) Rp. 1.270.000,- per orang, untuk sewa alat lengkap per hari Rp. 350.000,-
  • #BarondaMaluku adalah project untuk mempromosikan potensi pariwisata Maluku, ada banyak keindahan dari Maluku yang akan terus kami share usai menelisik keindahan Maluku, lihat lebih lengkap disini.
  • Thanks to Kementrian Pariwisata yang fully support project #BarondaMaluku dan tentunya Mad Alkatiri, nyong Ambon yang jadi inisiator #BarondaMaluku
 RELATED STORIES:

Team Diving di #BarondaMaluku

22 Mei 2013

Tidak Galau di Dermaga Galau



Berulang kali saya bercerita tentang Jailolo dan berulang kali pula saya datang ke teluk indah di Halmahera Barat ini. Festival Teluk Jailolo 2013 menjadi kali ketiga saya datang ke Jailolo, menyenangkan mengunjungi lokasi yang sama dan bertemu beberapa orang yang saya temui dalam perjalanan saya sebelumnya.

Meski berulang saya kembali menemukan lokasi yang belum saya datangi di trip saya yang lalu. Hanya sekitar 20 menit berkendara dari pusat kota Jailolo saya sudah melangkahkan kaki di dermaga yang tenang. Meski mendung saya dapat melihat betapa beningnya air laut. Seandainya saya datang di saat matahari bersinar terang saya yakin saya tak akan mampu menahan diri untuk tidak menceburkan diri di laut sekitar dermaga ini.

View dari dermaga saat sebelum sunset
Dermaga tua di Bobanehena


"Bobanehena," saya menyebut kata ini berulang kali. Cukup sulit untuk disebut dan diingat, Pantai Bobanehena punya sebutan lain. "Pantai Galau," ujar Irine yang bersama saya ke Bobanehena. Hmm "Galau" adalah kata yang sedang sangat trending saat ini, cukup sulit untuk mendeskripsikan galau dengan kalimat, hanya saja saya yakin orang Indonesia yang membaca ini sebagian besar pasti mengerti arti kata galau, kebingungan, keresahan pikiran, apalagi? saya pun galau bagaimana mendeskripsikan galau.

Tidak perlu bertanya panjang mengapa Bobanehena disebut pantai Galau. Mungkin karena menyebut Bobanehena cukup rumit dan siapapun dari luar Jailolo akan sulit menghafalkan nama ini, atau mungkin karena saya harus melihat langit saat sunset di dermaga Bobanehena, dan saya akan mengerti.


Mulai sunset dan langit berubah warna
Awannya memerah dramatis

Saya dan Ferry, sebagian besar foto disini hasil jepretannya :)
Layaknya setiap melihat sunset, sayapun merasa langit kembali dilukis. Warna sunset berubah terus secara dramatis. Warna terakhir adalah merah, seakan akan langit sedang galau, mungkin dari situlah nama galau berasal. Atau mungkin, dermaga Bobanehena memang cocok untuk duduk merenung, melihat langit dan galau. Saya, untungnya tidak galau disini. The sky is beautiful, the sunset is amazing, I'm happy, not "galau." 

@marischkaprue - pernah galau dan saat ini tidak galau lagi.

Photos (1), (2), (4), (5), (6) by Ferry Rusli


NOTES:
  • Ada dua dermaga di Pantai Babonehena, coba nongkrong di dua duanya karena pemandangannya cukup berbeda, namun untuk sunset paling bagus pemandangannya dari dermaga yang lama, yaitu dermaga yang memanjang. Hati hati saat berjalan karena dermaga lama sudah cukup rusak jadi ada bagian bagian dermaga yang kayunya sudah lepas.
  • Jailolo terletak di Halmahera Barat, satu jam perjalanan naik kapal dari Ternate. Untuk menuju ke Jailolo ambil dulu penerbangan menuju Ternate.
RELATED STORIES: 

19 Mei 2013

Glass Sunset, Arugasi Beach, Jailolo



Saya sudah pernah bercerita tentang indahnya sunset di Jailolo, Halmahera Barat. Tapi, bayangkan sunset dengan refleksi seperti dari kaca pada garis horizon, simply amazing view.

Hanya berjarak sekitar 30 menit perjalanan naik kendaraan dan kemudian berjalan kaki 15 menit, saya kembali ke lokasi terbaik untuk melihat matahari terbenam di Jailolo. Pantai Arugasi yang merupakan sambungan dari Pantai Bobo adalah lokasi yang hening, tidak ada seorangpun di pantai ini sehingga anda akan merasa berada di pantai pribadi.

Matahari sempat tertutup awan dan hujan terlihat di kejauhan
Warna langit berubah pelan pelan dan bayangannya sempurna di air laut
Matahari mulai "turun" dan langit pelan pelan berganti warna
Namun Arugasi tidak hanya indah di pagi dan siang hari. Waktu terbaik tentu saja di saat magic light, di saat matahari hendak pergi sambil melukis langit.

Refleksi sempurna dari warna langit
Semakin mendekat ke horizon, warna langit semakin berubah
Meski cuaca sempat mendung dan saya dapat melihat awan hitam dan hujan di kejauhan, langit mulai berganti warna perlahan di saat matahari turun perlahan. Bagi saya, warna langit tidak sefenomenal Jailolo seperti biasanya, namun rupanya alam kembali membuat saya terpana dengan bayangan langit di air laut yang tampak dengan refleksi sempurna.

Sekitar 60 meter dari garis batas pantai, terdapat kontur pasir yang membatasi ombak mencapai bibir pantai. Inilah yang membuat Pantai Arugasi sangat tenang di sore hari, saat air surut. Hasilnya, pemandangan yang akan membuat anda mencinta alam lebih dari biasanya.


Again, I am stunned seeing this. Too beautiful, too amazing. I love you sunset, and you God who create this view. I'm in love, again..

@marischkaprue - think that her life is like a sunset, unpredictably beautiful.

Photos by Ferry Rusli

NOTES:
  • Pantai Arugasi ada di bagian barat pesisir Jailolo, kalau tidak tahu arah cara paling mudah tanya tukang ojek yang biasanya mangkal di lapangan dermaga utama di Jailolo.
  • Letak Jailolo di Halmahera Barat, untuk menuju kesana ambil penerbangan ke Ternate (sudah ada maskapai yang menyediakan direct flight ke Ternate. Dari Ternate menyebrang dengan speed boat dari dermaga Masjid, pagi hingga sore hari speed boat selalu tersedia di dermaga ini.
  • Rekomendasi penginapan di Jailolo: De Hoek dan Camar karena sudah AC dan lokasi tidak jauh dari pusat kota.
RELATED STORIES:



9 Mei 2013

Amazing Infinity Pool at Delamore Lodge


Satu hal yang paling saya suka dari resort atau villa yang mengarah ke pantai adalah infinity pool. Yap, kolam yang seakan ujungnya menghilang dan mengarah ke laut, membuat pemandangan air kolam renang yang biru kemudian kontras dengan lautan biru.



Di New Zealand saya tidak membayangkan akan menemui infinity pool yang sangat menyenangkan. Bagi saya resort dengan infinity pool sudah bertebaran di Bali, dan New Zealand di kepala saya adalah padang padang hijau, gunung gunung salju, seperti apa yang biasa kita lihat di postcard negeri Kiwi ini.


Salah satu view di Pulau Waiheke
Delamore Lodge

Namun saat berkunjung ke Pulau Waiheke, pulau yang hanya berjarak 45 menit menyebrang dengan kapal ferry dari dermaga di Auckland, saya menemukan satu resort kecil, mungkin lebih tepat dikatakan lodge, sesuai namanya.





Grand view from the infinity pool
Delamore Lodge terletak di perbatasan tebing yang mengarah ke teluk Owhanake di Pulau Waiheke. Satu spot terbaik di Delamore Lodge menurut saya adalah infinity pool dimana saya dapat menikmati perpaduan kolam dan birunya laut.



Mengelilingi Delamore Lodge, saya merasa ada perpaduan rasa Italia di banyak sisi, mulai dari arsitekturnya, meski sebagian dibuat berdinding putih putih seperti Mykonos, Yunani. Ada satu tulisan "Chianti Classico" yang semakin menghubungkan Delamore dengan Italia, Chianti adalah salah satu area penghasil anggur terbaik di Italia, dan jika anda mengelilingi Delamore ada bagian bagian interior yang terasa berkaitan.



Dining room yang mengarah ke laut
Bangunan living room terpisah dengan kamar kamar yang ada


Lodge ini sebelumnya milik pribadi, kemudian dibeli dan mulai dibuka sebagai lodge bagi umum sejak tahun 2002. Meski tarif menginap di Delamore Lodge cukup tinggi, mulai dari sekitar 900 hingga 1500 NZD (New Zealand Dollar), tingkat hunian di Delamore Lodge juga padat terutama di saat akhir pekan. Untuk gambaran, anda tidak bisa mendapatkan satu kamarpun untuk menginap berturut turut seminggu jika tidak melakukan booking minimal sebulan sebelumnya.


Moana room, salah satu kamar dengan view terbaik

View teras kamar
Jauh sebelum berkembang resort dan lodge mewah, Waiheke adalah tempat hippies dan artis bohemian menetap dengan cara hidup unik mereka. Kini Waiheke bukan hanya area pelarian para hippies, penduduk kota modern terutama Auckland berbondong bondong menikmati Waiheke di akhir pekan.





Di Waiheke pun anda dapat memilih, jika mau gaya sederhana ada pilihan mulai dari hotel bertarif 45 NZD hingga camping dengan hanya membayar 10 NZD, atau mau menikmati lodge indah dengan infinity pool dan pemandangan Teluk Hauraki ini, meski anda tentunya mesti merogoh kocek lebih dalam untuk yang satu ini.



@marischkaprue - wants infinity trips in her life

Photos by Ferry Rusli

NOTES:
  • Untuk informasi harga setiap waktu dan booking di Delamore Lodge, cek disini.
  • Pilihan camping di Pulau Waiheke antara lain di Whakanewha Regional Park Campsite, info cek disini atau telp di +64 09 3662000
RELATED STORIES: