Selasa, 04 Juni 2013

Bertemu Pelikan di Ngurtafur



Ingat cerita cerita jaman dahulu dimana burung pelikan membawa bungkusan kain berisi bayi? Seumur hidup saya belum pernah melihat pelikan, hanya di televisi, film, dan tentunya gambaran pelikan membawa bayi yang sering saya lihat di cerita cerita dahulu.


Remember our childhood stories where pelicans carrying a baby in a bundle of fabric? All my life I have never seen any pelican, only in television, movies, and of course the pictures of pelicans carrying a baby that I often see in stories long time ago.

Bertemu puluhan pelikan sama sekali tidak terbayang saat saya menuju pantai Ngurtafur saat #BarondaMaluku. Dengan penuh semangat Mad mempromosikan Ngurtafur dari sebelum kami tiba di Pulau Kei. Ngurtafur memang cukup jauh, tidak cukup satu penerbangan dari Jakarta. Kami harus menuju ke Ambon dan kemudian melanjutkan penerbangan ke Bandara Dumatubun di Langgur, Maluku Tenggara.

I never imagine I'll meet dozens of pelicans when we headed to the Ngurtavur beach at our #BarondaMaluku trip. Mad vigorously promote Ngurtafur even before we arrived in Kei islands. Ngurtafur indeed quite far. You'll have to book more flight, from Jakarta to Ambon and then continue to Dumatubun Airport in Langgur, Southeast Maluku.

Kepulauan Kei terdiri dari gugusan pulau di antara Laut Seram, Laut Banda dan Laut Arafuru. Ada dua pulau utama, yaitu Pulau Kei Besar dan Pulau Kei Kecil. Pulau Kei Kecil terkenal di antara turis asing karena Pantai Pasir Panjang yang memiliki pasir pantai terhalus di Asia. Namun pesona pantai Kei tidak hanya di dua pulau utama ini. Mad, inisiator #BarondaMaluku meyakinkan kami untuk mengunjungi Ngurtafur, "A must visit" menurutnya.

The Kei islands consist of a group of islands in the location between Seram, Banda  and Arafura Sea. There are two main islands, the island of Kei Besar and Kei Kecil Island. Kei Kecil Island is famous among foreign tourists because of Pasir Panjang beach which has the finest sand beaches in Asia. But Kei's charm is not only on that beaches in the two main islands. Mad, #BarondaMaluku initiator convinced us to visit Ngurtafur, "A must visit" he said.

Pelikan berkumpul di Ngurtafur
Jejak jejak kaki pelikan di pasir pantai Ngurtafur
Cuaca cukup mendung saat saya dan teman teman menyebrang dari Pelabuhan Debut di Pulau Kei Kecil. Dari pelabuhan ini kami menyewa kapal motor dan bergerak menuju Ngurtafur. Setelah sekitar 30 menit kami mulai melihat bentangan pasir putih berupa gundukan pasir yang memanjang, seolah pulau sendiri yang terdiri dari pasir putih. Namun yang mengejutkan adalah pulau itu sedang ramai, hampir seratus pelikan sedang asik bersantai di Ngurtafur!

The weather was quite cloudy when we took a boat to move from Debut port in Kei Kecil Island. We rented a boat and move towards Ngurtafur. After about 30 minutes we started to see the stretch of white sand in the form of an elongated sand dune, as the island itself is composed of white sand. But the surprise is that the island is crowded, nearly a hundred pelicans are relaxing in Ngurtafur!

Pelikan adalah jenis burung yang bermigrasi. Jenis yang kami temukan di Ngurtafur adalah jenis Australian Pelican, terlihat dari warna hitam di sebagian sayap mereka. Jenis ini biasa bertelur di area Australia dan Papua Nugini, namun melakukan rute migrasi dari Australia ke New Zealand, Kepulauan Solomon, Fiji dan Wallacea. Nah di rute Wallacea inilah kami beruntung menemukan sekumpulan pelikan ini bersantai. Area Maluku termasuk dalam area berbentuk hampir segitiga yang meliputi sulawesi, lombok, NTB, NTT hingga Maluku dan masuk dalam rute migrasi mereka.

Pelikan is a migratory bird species. Those we find in Ngurtafur are Australian Pelicans, visible from their black colors on their wings. This kind of pelicans are regularly spawning in Australia and Papua New Guinea, but they migrate from Australia to New Zealand, Solomon Islands, Fiji and Wallacea. In Wallacea we were lucky to find bunch of these pelicans. Most Moluccan area is inside the triangular-shaped area that includes Sulawesi, Lombok, NTB, NTT and Maluku which is in their migration route.

Pantai penuh pelikan
Saya dan Mad pelan pelan mendekati pelikan pelikan itu :)
Beberapa kali kami mencoba mendekati dan pelikan pelikan ini tampak mulai gelisah dan menjauh, cara terbaik mendekati mereka adalah sambil berenang di tepian sehingga mereka tidak menyadari kedatangan kami. Namun di saat saat terakhir saya dan teman teman menikmati berlari ke arah mereka dan pelikan pelikan itu mulai terbang serempak, a beautiful sight, maaf ya pelikan :)

Several times we tried to approach then the pelicans began to get nervous and walk away, the best way to approach them is swimming over the edge so they are not aware that we are approaching In the last moment we just enjoys running towards them and those pelicans began to fly together, a beautiful sight, sorry pelicans :)


Ferry, my partner in almost everything, including this trip

Bertemu pelikan kami anggap bonus, jangan berharap dapat selalu menemukan mereka di Ngurtafur karena binatang ini selalu bermigrasi. Namun tanpa pelikan pun Ngurtafur adalah tempat yang simply beautiful, Ngurtafur adalah pantai dengan perpanjangan bentangan gosong pantai yang menyatu dengan Pulau Warbal di Kepulauan Kei. 

Meeting this Pelicans considered as a bonus for us, you cannot expect to find them in Ngurtafur all the time because these animals always migrate. Anyway, without any pelicans Ngurtafur is simply beautiful, Ngurtafur is a sandbar stretch from beach which extension integrates with Warbal Island in the Kei Islands.

Di saat air pasang, sebagian "garis" yang menghubungkan ke Pulau Warbal terendam, membuat Ngurtafur seakan pulau sendiri yang hanya berupa gundukan pasir putih. Ada pula area yang hanya terendam sekitar dua sentimeter saja dan memanjang, membuat anda berasa berjalan di atas air putih yang memanjang. Simply stunning, simply beautiful, plus the pelicans.. a perfect trip!
  
During high tide, most of the "line" that connects the island to the Warbal submerged, making Ngurtafur became a single island itself with only white sand dunes. There are also areas that are only about two centimeters submerged and elongated, making you feel like you're walking on water. Simply stunning, simply beautiful, plus the pelicans .. a perfect trip!

@marischkaprue - not brought to the world by the pelicans

NOTES:
  • Untuk menuju ke Kepulauan Kei, ambil penerbangan dari Ambon menuju ke Tual dengan lama tempuh sekitar 1,5 jam.
  • Untuk menuju ke Ngurtafur sewa kapal motor dari Pelabuhan Debut, harga sewa satu kapal (kapasitas 15 orang) sekitar 700 ribu hingga 1 juta PP (diantar, ditunggu saat bersantai di Ngurtafur, dan diantar kembali ke Pelabuhan)
  • Bawa makanan karena tidak ada warung di sekitar area Ngurtafur
  • Pilihan penginapan: Homestay Evalin di area Pantai Ngurbloat, Ngilngof; Philips homestay di area Pantai Ngursamadan di Ohoililir, Coaster Cottage di area Pantai Ngursamadan di Ohoililir.
  • Rekomendasi saya ambil di Coaster Cottage karena langsung di depan area pantai. Harga menginap di Coaster Cottage: Coaster 2 (area bangunan baru) Rp. 200.000,- per malam, Villa 2 dan Villa 3 Rp. 150.000,- per malam. Jika ingin makanan disediakan lengkap (breakfast, lunch, dinner) biayanya Rp. 100.000,- per orang. Booking melalui Bob +6281343472978 atau email ke bob.azyz@yahoo.co.id
  • #BarondaMaluku adalah project untuk mempromosikan potensi pariwisata Maluku, ada banyak keindahan dari Maluku yang akan terus kami share usai menelisik keindahan Maluku, lihat lebih lengkap disini.
  • Thanks to Kementrian Pariwisata yang fully support project #BarondaMaluku dan tentunya Mad Alkatiri, nyong Ambon yang jadi inisiator #BarondaMaluku
RELATED STORIES:

8 komentar:

Amalia Tri Agustini mengatakan...

luar biasa teh Prue... nggak nyangka juga pelikan mampir di perairan Indonesia... and as always... price view get with big struggle..

Venny Angdreas mengatakan...

masih nungguin postingan lain dari #BarondaMaluku nya.. btw, gak nyangka ternyata maluku mahal juga yah, agak susah nih buat yang tipe budget traveler

Lina W. Sasmita mengatakan...

Seandainya punya kapal pribadi udah sejak lm melanglang ke perairan Maluku :) Btw tulisannya sukses mengaduk2 isi kepala kami agar suatu saat berkunjung ke sana

Marischka Prudence mengatakan...

@Amalia: Iya Amalia, seru liatnya :)
@Venny : Mahal di tiket pesawat juga sih, coba ambil tiket pas lagi promo bisa ngurangin budget banget, klo penginapan cari yg tipe hostel
@Lina : Mudah2an someday bisa ksana ya :) thanks for reading!

Nuryati Kurniasari mengatakan...

Wow,, ini Indonesia! Seandainya setiap anak bangsa dengan bangga mau membuka mata dan membuka peluang akan indahnya alam mereka, saya rasa dengan berbasis pariwisata alamnya serta keunikan budayanya, negara ini bisa menghasilkan pendapatan yang tinggi tanpa harus menjual sumber daya alam dan manusianya dengan harga murah,,

Marischka Prudence mengatakan...

@Nuryati

Indonesia is indeed indahnya keterlaluan :)

Indra Wijaya mengatakan...

Racun banget ini foto2 Malukunya..
Sya sudah pegang tiket jkt-ambon selama 10 hari untuk taun baruan disana. Ini bener2 lagi cari2 informasi seputar maluku, rencana awal kami akan ke banda neira, tapi sejak liat postingan baronda maluku, jadi pengen banget bisa ke Ora dan Tual juga.. Memungkinkan gak ya?

indah nuria Savitri mengatakan...

aduuuh...tambaaah pengeeen ke ambon...tapi asli kudu cuti yaaa..biar puas..Pengen ngeliat pelikan di indonesia :D...