Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

22 Mei 2013

, , , , , , ,

Tidak Galau di Dermaga Galau

Share


Berulang kali saya bercerita tentang Jailolo dan berulang kali pula saya datang ke teluk indah di Halmahera Barat ini. Festival Teluk Jailolo 2013 menjadi kali ketiga saya datang ke Jailolo, menyenangkan mengunjungi lokasi yang sama dan bertemu beberapa orang yang saya temui dalam perjalanan saya sebelumnya.

Meski berulang saya kembali menemukan lokasi yang belum saya datangi di trip saya yang lalu. Hanya sekitar 20 menit berkendara dari pusat kota Jailolo saya sudah melangkahkan kaki di dermaga yang tenang. Meski mendung saya dapat melihat betapa beningnya air laut. Seandainya saya datang di saat matahari bersinar terang saya yakin saya tak akan mampu menahan diri untuk tidak menceburkan diri di laut sekitar dermaga ini.

View dari dermaga saat sebelum sunset
Dermaga tua di Bobanehena


"Bobanehena," saya menyebut kata ini berulang kali. Cukup sulit untuk disebut dan diingat, Pantai Bobanehena punya sebutan lain. "Pantai Galau," ujar Irine yang bersama saya ke Bobanehena. Hmm "Galau" adalah kata yang sedang sangat trending saat ini, cukup sulit untuk mendeskripsikan galau dengan kalimat, hanya saja saya yakin orang Indonesia yang membaca ini sebagian besar pasti mengerti arti kata galau, kebingungan, keresahan pikiran, apalagi? saya pun galau bagaimana mendeskripsikan galau.

Tidak perlu bertanya panjang mengapa Bobanehena disebut pantai Galau. Mungkin karena menyebut Bobanehena cukup rumit dan siapapun dari luar Jailolo akan sulit menghafalkan nama ini, atau mungkin karena saya harus melihat langit saat sunset di dermaga Bobanehena, dan saya akan mengerti.


Mulai sunset dan langit berubah warna
Awannya memerah dramatis

Saya dan Ferry, sebagian besar foto disini hasil jepretannya :)
Layaknya setiap melihat sunset, sayapun merasa langit kembali dilukis. Warna sunset berubah terus secara dramatis. Warna terakhir adalah merah, seakan akan langit sedang galau, mungkin dari situlah nama galau berasal. Atau mungkin, dermaga Bobanehena memang cocok untuk duduk merenung, melihat langit dan galau. Saya, untungnya tidak galau disini. The sky is beautiful, the sunset is amazing, I'm happy, not "galau." 

@marischkaprue - pernah galau dan saat ini tidak galau lagi.

Photos (1), (2), (4), (5), (6) by Ferry Rusli


NOTES:
  • Ada dua dermaga di Pantai Babonehena, coba nongkrong di dua duanya karena pemandangannya cukup berbeda, namun untuk sunset paling bagus pemandangannya dari dermaga yang lama, yaitu dermaga yang memanjang. Hati hati saat berjalan karena dermaga lama sudah cukup rusak jadi ada bagian bagian dermaga yang kayunya sudah lepas.
  • Jailolo terletak di Halmahera Barat, satu jam perjalanan naik kapal dari Ternate. Untuk menuju ke Jailolo ambil dulu penerbangan menuju Ternate.
RELATED STORIES: 

3 comments:

Venny Angdreas mengatakan...

uuuhhhhh u.u foto yang terakhir bagusssss.... :')

Happy Stevany mengatakan...

Kerenn banget sih.. iya bener, jadi gak tahan buat nyebur yahhh...

palombo mengatakan...

My first thank you for the article photos on this site.
my likes see it, however sorry I did not accidentally daydreaming here and I also did not know because what ...
hopefully can inspire many people. success always