Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Italia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Italia. Tampilkan semua postingan

22 Juli 2015

, , , , , , , ,

Photo Fun at The Leaning Pisa Tower



Mengambil foto Menara Pisa membuat saya berulang kali kembali mengambil dari sudut yang sama dan merasa saya tidak tepat memfotonya karena, simply, menara ini membuat saya merasa foto yang saya ambil miring. Namun memang Menara Pisa ini justru terkenal seantero dunia karena "kegagalan" konstruksi yang membuat bangunan ini miring. Saat ini Menara Miring Pisa yang berada di Pisa menjadi salah satu tujuan utama turis yang datang ke Italia.



Menara Miring Pisa merupakan bagian dalam kompleks Katedral Pisa atau biasa disebut Piazza del Duomo dan merupakan bangunan ketiga tertinggi di kompleks ini. Kemiringan di Menara Pisa terjadi saat pembangunan masih dilakukan karena kondisi fondasi yang tidak sama sehingga menara mulai miring namun pembangunan terus dilakukan.


Menara Pisa semakin miring hingga akhirnya selesai dibangun. Kontruksi yang berikutnya dilakukan adalah untuk menahan menara ini semakin miring. Dengan tinggi 56 meter, Menara Pisa terlihat mencolok di Piazza del Duomo justru karena kemiringannya.



Menara yang dibangun sebagai menara lonceng ini menjadi atraksi utama wisatawan yang datang ke Pisa. Anda dapat naik ke Menara Pisa dan merasakan kemiringan menara ini. Jangan lupa pula untuk berfoto di depan menara unik ini dengan berbagai pose. Sebagian turis berpose seakan-akan menahan Menara Pisa agar tidak jatuh dengan memposisikan tangan miring seperti menahan menara ini.



Berkeliling Piazza del Duomo, menaiki Menara Pisa dan berfoto-foto di depan menara ini tentu akan jadi kunjungan yang menyenangkan di Pisa. Berniat berfoto di depan Menara Pisa? Buka Tabungan Tanda360° di Bank OCBC NISP dan dapatkan kesempatan untuk menikmati liburan gratis dari Tanda Funtastrip ke Paris, dan dari situ anda dapat berkeliling Eropa dengan mudah!

Click di sini untuk kesempatan jalan-jalan ke Paris, gratis!
@marischkaprue - sometimes she gotta tilt her head to see a scenery

ps: Berencana mengunjungi Eropa di saat musim dingin? baca tipsnya di sini

17 Juni 2013

, , , , , , ,

Colosseum, The Great History


Satu lokasi yang jadi ciri Roma, bahkan teman saya berkata bahwa belum mengunjungi Roma jika belum bertandang ke lokasi di area jalan Fori Imperiali ini. 

This place is a must visit in Rome, even people said that if you don't visit this icon in the area of Fori Imperiali street in Rome, you're not visiting Rome at all.

Saya rasa saya bahkan tidak perlu mendeskripsikan bentuk Colosseum, kita semua pernah mendengar, melihat dan menyaksikan bentuk amphitheatre ini di berbagai foto dan tayangan. Film Gladiator bahkan mengangkat masa lalu, sisi kelam dari apa yang terjadi di Colosseum ribuan tahun lalu.

Perhaps I don't even have to describe the form of the Colosseum, we've all heard, seen and witnessed this amphitheater shape in various photos and movies and televisions. Gladiator movie even brought the story from Colosseum, dark side of what happened in this place thousands of years ago. 

Bentuk Colosseum dari luar
Gambaran yang menjelaskan struktur di bawah arena pertarungan


Konstruksi Colosseum dimulai di tahun 72 setelah Masehi di masa kaisar Vespasian dan diteruskan di masa Titus. Dahulu Colosseum disebut Amphitheatrum Flavium, sebutan yang mengkombinasikan nama keluarga Vespasian dan Titus. Kini Colosseum dikenal sebagai karya terbaik dari sisi arsitektur dan teknik sipil di masa Romawi.

Construction of the Colosseum began in the year of 72 AD in the age of emperor Vespasian and then Titus. Formerly called the Amphitheatrum Flavium, combines the surname of Vespasian and Titus. Colosseum now best known as a masterpiece of architecture and civil engineering in Roman ages.

Setiap tahun total sekitar empat juta orang mengunjungi Colosseum. Bentuk dan sejarah bangunan ini adalah magnet yang menarik hampir semua turis yang mengunjungi Roma dan Italia. Saya langsung membeli tiket seharga 12 Euro atau sekitar 145 ribu rupiah di pintu masuk dan menyusuri area dalam Colosseum begitu menginjakkan kaki di Piazza del Colosseo.
 
Each year a total of about four million people visited the Colosseum. Great struckture and history of this building are magnets that attracts almost all tourists who visit Rome and Italy. I immediately bought a 12 euros ticket at the entrance and stroll into the area in the Colosseum once I set foot in Piazza del Colosseo.
 
Bentuk area dalam Colosseum lebih menyerupai reruntuhan, kebesaran masa adu gladiator tinggal kenangan yang tersisa dari bangunan besar ini. Gempa besar pernah mengguncang Roma, mengoyak sebagian sisi Colosseum sehingga saya dapat melihat potongan miring di struktur besar ini.
 
Nowadays, Colosseum is more like a ruined big amphitheater. The great era of gladiator fights remains a distant memory from this building. Massive earthquake attacked Rome once, tore most of the Colosseum so now we can see the slanted piece in this huge structure.
  



Memasuki Colosseum saya terbawa berputar, menyusuri bentuk lingkaran sambil menaiki beberapa tangga hingga beberapa tingkat di atas. Meski sangat luas, tangga di Colosseum sebagian ditutup untuk menjaga alur turis atau karena beberapa tangga yang dahulu dapat diakses sudah terputus saat kerusakan dan gempa melanda.

When I set foot into Colosseum, I just immediately drawn to rotate, following circular shape and into the stairs. Even though this building has a lot of stairs, some partially closed to keep the flow of tourists and because of some stairs that used to be accessible has been ruined when the quake hit.

Saat melihat Colosseum saat ini, saya membayangkan lokasi dan bangunan yang sama ribuan tahun lalu saat struktur amphitheater ini dibalut dengan marmer dan kemewahan detail arsitektur.

Seeing the Colosseum this time, I imagine the same location and building thousands of years ago when the structure is clad with marble and luxury architectural details.


Namun kebesaran Colosseum terkikis waktu demi waktu. Ada masa dimana marmer yang menutupi Colosseum dilepas dengan paksa untuk membuat bangunan lain di Roma, termasuk Basilika Santo Petrus di Vatikan.

But the greatness of Colosseum eroded over time. There was a period where the marble that covered the Colosseum removed by force to make other buildings in Rome, including St. Peter's Basilica in the Vatican.

Sejarah dan waktu memperlihatkan berbagai sisi Colosseum, dari kejayaan dan kemegahan, hingga kelamnya pertumpahan darah. Tidak kurang dari 500 ribu orang tewas dalam pertempuran yang terjadi di Colosseum.
 
History and time showed different side of Colosseum, from glory and splendor, into the dark bloodshed. Not less than 500 thousand people were killed in the fighting
during the gladiator era.


Saya berkeliling Colosseum dan sempat lupa arah beberapa kali, namun saat mengarah ke atas saya menemukan lokasi dimana semua detail sejarah Colosseum disusun rapi di museum. Konsep museum ini terbuka, di salah satu area dimana mulai dari gambar struktur bangunan hingga perbandingan Colosseum masa dahulu dan masa kini.

I circling around the Colosseum and forgot directions few times, then I go upstairs and found the location where all the details of the history from this place neatly organized in a museum. Without doors that separate the museum and Colosseum, this is an open museum inside the Colosseum itself. You can see pictures of Colosseum structures and also comparison of Colosseum in the past and present.

Tuas pengungkit yang digunakan pada masa pertarungan gladiator, hingga beberapa perkakas di masa Romawi kuno disimpan rapi di museum ini beserta keterangan dengan gambar sehingga saya tidak perlu membayangkan fungsi, misalnya batuan bentuk kotak yang ada disitu.

There are also leverage once used during gladiator fights era, also a few tools during ancient Roman times stored neatly in the museum along with a description of the image so I don't have to imagine the function, for example the square rock placed in this museum. 

Pas kesana saya lagi kerajingan foto levitate :)
Waktu terbaik mengunjungi Colosseum adalah di sore hari, saat semburat cahaya matahari lebih miring, dan memberikan efek pencahayaan yang indah di sela sela struktur Colosseum. Selain itu, berkeliling Colosseum dapat cukup melelahkan namun jangan terhenti dan melewatkan sisi atas karena dari sana anda tinggal berjalan berputar dan dapat melihat keseluruhan sisi cekungan dalam Colosseum yang fantastis.

The best time to visit Colosseum is in the afternoon, when the sun isn't right above you, providing beautiful lighting effects on the sidelines of Colosseum structure. Walking around the Colosseum can be quite tiring, but don't stop and skip the above side because from there you just have to walk a bit around and you'll see the whole side of the basin in the Colosseum which is fantastic.

 @marischkaprue - will create herstory

*A piece of "When In Rome" as published on Elle Magazine Indonesia, October 2012*

NOTES:
  • Colosseum terletak hanya 10 menit berjalan kaki dari Altare Della Patria
  • Daerah Colosseum rawan pencurian, beberapa kali saya diingatkan untuk menjaga posisi tas saya tetap ada di depan, banyak juga cerita kemalingan di area ini jadi berhati hatilah.
  • Ada banyak orang orang berpakaian kekaisaran Romawi dulu, berfoto dengan mereka harus membayar dan juga ada beberapa yang kehilangan dompet setelah berfoto bersama. Again, be aware.
  • Naik taksi dari area Colosseum juga rawan penipuan, ada beberapa taksi yang sengaja tidak memasang argo saat sadar anda turis yang lengah dan tidak tahu jalan, minta argo dipasang sejak awal dan tegas berkata jika anda benar.
  • Diluar kerawanan di area Colosseum, Roma sangat menyenangkan dan orang orang Italia sangat ramah.

RELATED STORIES:

1 Oktober 2012

, , , , , , ,

Air Mancur Trevi, Harapan di Lemparan Koin


Trevi Fountain
Trevi fountain yang megah di tengah kota Roma

Roma, ibu kota Provinsi Roma yang terletak di hilir sungai Tiber, dengan catatan sejarah ribuan tahun. Roma adalah kota yang penuh pesona karya seni dan keindahan pergerakan seni dari masa ke masa.

Rome, the capital of the Roman province located in the downstream of Tiber river, with history from thousands of years ago, Rome is a city full of charm and beauty, the fascinating art works and art movements from time to time.
 
Mengunjungi Roma tidak lengkap tanpa melempar koin di air mancur Trevi, atau yang biasa disebut Fontana di Trevi. Air mancur paling ikonik di dunia ini menjadi salah satu penanda keagungan seni di masa baroque. Simbol legenda seperti sosok Triton, putra dari Poseidon sang dewa dan Oceanus menjadi sosok yang memberi keindahan pada Trevi.

Visiting Rome won't be complete without throwing a coin into the Trevi fountain which commonly called the Fontana di Trevi. This most iconic fountain in the world becoming one of the markers in the art of baroque grandeur. Symbols such as the figure legends Triton, son of Poseidon, the Oceanus became elements that brings beauty and elegance to this fountain.

Trevi tidak hanya menyuguhkan air mancur, perhatian pertama anda akan langsung tertuju pada bangunan besar di belakang derasnya air, serta sosok patung mitologi romawi. Trevi adalah air mancur yang dibangun dari rentang tahun 1732 hingga 1762. Karya seni dengan lebar 20 meter dan tinggi 26 meter ini sempat mengalami beberapa perubahan desain karena ditangani arsitek yang berbeda, mulai dari pematung terkenal Italia, Gian Lorenzo Bernini, hingga Nicola Salvi yang meninggal sebelum air mancur ini selesai.

Standing here, you'll immediately drawn to see the large building behind the water, with sculpture of Roman mythology figures. Trevi fountain was built from 1732 to 1762. This 20 meters wide and 26 meters high Roman building had gone through several design changes since being handled by different architects, ranging from well-known Italian sculptor, Gian Lorenzo Bernini, to Nicola Salvi, who died before the fountain was completed.

Keindahan Trevi adalah daya tarik bagi ribuan turis yang datang setiap harinya ke lokasi ini. Namun anda tidak hanya akan terpana menyaksikan lekuk kebesaran seni barogue disini. Siapkan koin saat anda berkunjung karena itulah yang dilakukan turis setiap berkunjung ke Roma.

Trevi's beauty attract thousands of tourists to come every day. But you will not only be struck by the greatness of art barogue dent here. Prepare coins when you visit because that's what every tourist do when visiting Rome. 

Trevi Fountain at night
Suasana di malam hari, lebih dipenuhi turis :)
Ada mitos tiga koin di air mancur Trevi. Pertama, lemparlah koin jika anda ingin kembali ke Roma. Syaratnya, anda harus melempar koin dari tangan kanan hingga koin melewati bahu kiri dan masuk ke kolam. Sementara tambahkan satu koin lagi untuk romansa dan cinta, hingga koin ketiga yang dipercaya akan melanggengkan anda ke pernikahan.

There is a myth about three coins in the Trevi fountain. First, tossed a coin if you want to go back to Rome. Also there are some rules here, you have to flip a coin on the right hand until the coin passes your left shoulder and fell into the pond. You can add one more coins for romance and love, or tossed the third coin that believed will brings you to the marriage life.

Melempar koin di air mancur Trevi bukanlah kepercayaan baku, melainkan aksi yang direpetisi hingga menjadi kebiasaan bagi mereka yang datang ke Roma, apapun latar belakang anda, apapun kepercayaan anda. Bagi saya, selagi anda punya kesempatan mengunjungi Roma, tidak ada salahnya menyisihkan beberapa cent mata uang Euro untuk dilempar.

Tossing coins in Trevi fountain isn't a major believe. This is acts which is repeated over and over again until it became a habit for those who came to Rome, whatever your background, whatever your beliefs. For me, while you had the chance to step in this city, nothting wrong about tossing a few Euro cents to be thrown.

Trevi Fountain
Setelah melempar dua koin di Trevi fountain.
Percaya ataupun tidak dengan mitos tiga koin, setidaknya 3000 Euro dikumpulkan dari dasar kolam air mancur Trevi setiap harinya. Salah satunya bisa saja dilempar dari tangan anda.

Either you believe it or not, at least 3,000 euros collected from the bottom of the Trevi fountain each day. One of them could have been thrown out of your hands.
Have Fun, Enjoy Life, Start Traveling!

Yang mau lihat video mengenai air mancur Trevi, bisa lihat disini:
If you want to see the video about Trevi, see here: