Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

15 Februari 2013

, , , , , ,

Makassar Surga Kuliner



Pengalaman mengunjungi Makassar adalah pengalaman rasa, dalam arti sesungguhnya. Bahkan, sebelum saya mengunjungi Makassar, semua referensi mengarahkan saya untuk menyusuri tempat tempat kuliner utama di Makassar.

Sebagai Ibukota Sulawesi Selatan sekaligus kota pelabuhan, Makassar sejak dahulu telah menjadi tempat transit sekaligus perpaduan kultur. Pedagang dari Eropa, Cina dan Arab telah singgah di area timur Indonesia ini sejak berabad lalu. Makassar adalah perpaduan suku Bugis Makassar, Toraja, Mandar, Buton, Jawa, Tionghoa dan masih banyak lagi, dengan kultur yang berbeda beda.

Namun ada yang menyatukan perbedaan ini, rasa di lidah yang dinikmati hampir semua suku yang ada, bahkan bagi saya yang datang dari Jakarta.

Pallu basa
Pallu basa
Pallu basa

Catatan perjalanan kuliner saya dimulai dari Pallu Basa. Sangking tertariknya saya dengan makanan yang satu ini, saya mencoba dua tempat yang menyediakan makanan berkuah khas Makassar ini. Perhentian pertama adalah Pallu Basa Serigala di jalan dengan nama yang sama. Sementara perhentian kedua saya adalah Pallu Basa Onta di area Veteran Selatan. Dengan harga 15 ribu rupiah per porsi sudah termasuk nasi anda bisa langsung menikmati kuliner yang satu ini.

Bayangkan daging yang dipotong dengan bentuk dadu, disiram kuah warna coklat dengan santan yang pekat dengan kuning telur di tengahnya. Aroma kuah di Pallu Basa menunjukkan kandungan santan dan serbuk kelapa yang disangrai. Saat saya bertanya kepada pedagang Pallu Basa, ia mengatakan bahwa sebagian daging Pallu Basa ini adalah bagian pipi sapi. Tapi jangan bayangkan daging yang keras atau sedikit kenyal, daging Pallu Basa sangat lembut dan nikmat, membuat anda merasa dapat melupakan program diet anda.

Kemudian saya beralih ke citarasa lain dari Makassar, yang juga sangat dikenal. Konro bakar adalah daging iga yang masih menempel pada tulang dan disajikan dengan baluran bumbu kacang. Penampilan masakan ini pun sudah mengundang selera saat anda menyaksikannya, apalagi di tempat saya bertandang daging iga dibakar tepat di lokasi anda melintas saat masuk.

Konro Bakar Karebosi

Konro Bakar
Konro Bakar
sop konro
Sop konro
Konro Karebosi merupakan salah satu warung penjual konro yang terkenal di Makassar, berlokasi di dekat lapangan Karebosi, terdapat banyak warung konro berjajar di Jalan Gunung Lompobattang, Makassar. Harga seporsi konro bakar Rp. 34.000,- sementara jika anda lebih suka yang berkuah bisa memilih sop konro yang lebih murah dengan selisih 2 ribu rupiah. Harga yang sepadan untuk kenikmatan iga bakar dengan ukuran yang besar dan daging yang lembut.

Makassar memang menawarkan pengalaman rasa, nikmati kenikmatan kuliner di wilayah Indonesia timur ini. Pengalaman yang patut dicoba saat bertandang ke Makassar.

@marischkaprue – Diver and food lover

13 November 2012

, , , ,

Kuliner Palembang, bukan hanya Pempek



Ada teman saya yang kalau makan mesti itu itu aja, misalnya dia traveling ke satu kota yang jauh dari Jakarta, eh tapi untuk makan masih nyari fast food yang banyak di Jakarta. Hmm, buat saya itu rugi sih karena salah satu kenikmatan traveling itu mencoba makanan yang berbeda, entah cocok di lidah atau tidak, at least udah nyobain dan serunya kita bisa komparasi rasa dan tampilan makanan dengan daerah daerah lain.

Nah, di perjalanan saya ke Palembang, saya melipir ke rumah makan yang katanya asli Palembang dan enak banget, sering dikunjungin pejabat kalo dateng ke Palembang. Oke, sering dikunjungi pejabat belum tentu enak kan, jadi saya siap mencoba dan testing rasa di rumah makan ini.

Here comes the food frenzy:

Cumi saos pedes
Udang rebus
Lihat perbandingan ukuran udang ini dengan tangan :)

Ikan belida goreng khas Palembang

Ikan teri goreng, yummy!

Pepes ikan bumbu pedas

Patin kuah kuning

Udang cilik yang tidak kalah enak

sambel mangga

Daging giling yang dibalur telur terus digoreng

Srikaya pandan sebagai penutup :)
Favorit saya: ikan belida goreng khas Palembang, jangan khawatir karena tidak ada duri kecil jadi mudah makannya, pepes, udang, cumi, semuanya enak juga (dasar tukang makan). Yang ga boleh ketinggalan cicipi srikaya pandan ini juga, di tempat kecil, rasanya manis dan lembut, tidak kalah dengan dessert khas eropa :)

Di lantai dua konsep makannya lesehan



Furniture dengan ukiran Palembang mendominasi ruangan
Dari depan tampak seperti rumah makan biasa saja


Kalo makan disini, naik ke lantai atas karena konsepnya lesehan dan suasananya seperti di rumah, Pak Haji yang punya rumah makan rupanya senang mengkoleksi furniture dengan ukiran khas palembang dan gaya gaya mixed arab, seru untuk makan rame rame. Ada ruangan satu lagi yang khusus VIP dengan kursi kursi dan meja formal, ah tapi saya lebih suka di area lesehan saja.

Mari makan! :)
Kemanapun anda bepergian, cicipi masakan lokal. Memanjakan indra saat bepergian itu tidak cuma mata yang menatap tempat tempat baru, hidung yang mencium wangi laut saat berjalan di pantai, kaki yang merasakan pasir pantai, tangan yang menggenggam saat bersalaman dengan kenalan baru, namun juga lidah yang merasakan kekhasan dan excitement rasa rasa yang baru. Enjoy life, go travel and forget your frikkin' diet!

@marischkaprue - love love love love Indonesian food!


Notes:

Alamat rumah makan Mahkota Indah: Jalan Let. Iskandar 24 Ilir No 243, Palembang, gampang dicari kok rumah makannya, tapi kalau masih bingung cari jalan telp aja ke 0711-312236.