Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label pulau seribu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pulau seribu. Tampilkan semua postingan

21 Juli 2020

, ,

RECONNECTING WITH NATURE: PULAU MACAN


Rasanya campur aduk, tapi sungguh senang..


Ini trip pertama saya setelah 5 bulan di rumah aja karena pandemi. Ada banyak pertimbangan sebelum saya dan Chantal memutuskan untuk pergi ke Pulau Macan. Faktor yang saya kenali terus menerus adalah Ventilasi - Durasi -Jarak, karena itu kami memilih resort di pulau kecil dengan unit-unit bangunan yang terpisah dan berjarak, serta kapasitas resort yang tidak dapat menampung terlalu banyak orang sehingga tamu akan tetap dapat berjarak karena tidak bisa diisi terlalu banyak orang.


Pulau Macan hanya berjarak sekitar 1,5 hingga 2 jam dari Marina Ancol di Jakarta. Saat kami berangkat dan pulang laut sangat tenang dan cuaca cerah sehingga hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam 20 menit saja untuk menyeberang ke dan dari Pulau Macan.




Breakfast in the hut - Coral Hut

3 bed Coral Hut Pulau Macan

Bathroom - Coral Hut


Kami menginap di Coral Hut, unit bangunan tersendiri yang langsung berhadapan dengan laut. Ada 6 unit tipe Hut dan 5 unit tipe kamar. Perlu diingat kalau tidak semua unit tipe Hut tersambung dengan kamar mandi pribadi, ada beberapa unit dengan shared bathroom dengan unit lain, begitu pula dengan tipe kamar.


Lihat video detil kamar tipe Coral Hut di video postingan Instagram saya (slide 3)



View this post on Instagram

𝟲 𝗱𝗮𝘆𝘀 𝘄𝗲𝗹𝗹 𝘀𝗽𝗲𝗻𝘁 Seneng banget bisa nyebur di laut lagi, nikmatin alam, di"temenin" burung-burung, kocheng pulau sampe si 𝐖𝐚𝐰𝐚𝐤 biawak pulau yang rajin berenang patroli tiap pagi 🦎 Nikmatin banget hari-hari di 𝐏𝐮𝐥𝐚𝐮 𝐌𝐚𝐜𝐚𝐧 yang bagussss banget viewnya, air lautnya bening, kamarnya sederhana tapi super cozy! Pastinya 𝐦𝐞𝐬𝐭𝐢 𝐝𝐢𝐮𝐥𝐚𝐧𝐠 Btw kamar yang kami pake ini namanya 𝐂𝐨𝐫𝐚𝐥 𝐇𝐮𝐭, paling cozy & 𝐚𝐞𝐬𝐭𝐡𝐞𝐭𝐢𝐜 sih menurut gw ya 👌 Buat yang mau liat jelas kamarnya kaya apa, 𝐬𝐰𝐢𝐩𝐞 karena ada videonya yang jelasss isi kamar ini kaya apa ⚡✌

A post shared by Marischka Prudence (@marischkaprue) on


Tanpa AC, tanpa air hangat untuk mandi dan tanpa dinding serta tanpa pintu dan kunci kamar namun Coral Hut di Pulau Macan ini begitu nyaman bagi saya. Ranjang yang langsung menghadap laut dengan air yang jernih. Daybed di deck kayu dengan tangga langsung untuk menikmati air laut tanpa mesti keluar dari area Hut. This is luxury for me :)




Style serba kayu, dekor yang natural dan kamar mandi dengan banyak area terbuka serta tentunya pemandangan yang sangat cantik. This is really a perfect escape from the city, apalagi setelah berbulan-bulan di rumah dan intensitas kami ke luar bisa dihitung jari. 


Pulau Macan memang sangat cantik. Saya sudah pernah mendengar tentang pulau ini sejak beberapa tahun lalu namun tidak pernah menyangka bahwa ternyata sebagus ini. Memang pandemi membuat kami mencari tempat bepergian yang masih memungkinkan tanpa naik pesawat terlebih dahulu sementara waktu dan area yang memungkinkan untuk social distancing.



Menginap di Pulau Macan tentunya tidak ada warung, makan 3 x sehari dan snacks semua sudah include, termasuk boat transfer PP dari Marina Ancol serta aktivitas seperti snorkeling, SUP (Stand Up Paddleboarding), kayaking dan menyeberang ke pulau kecil (Pulau Macan Gundul) yang persis ada di seberang Pulau Macan.





We really feel reconnecting with the nature. Suara burung di pagi dan sore hari, belalang yang mampir ke dekat kursi di deck, biawak berenang lewat depan kamar di pagi hari (yes, ada biawak tapi mereka benar-benar tidak mengganggu dan tidak berbahaya, justru kabur saat melihat kita), bersantai melihat ikan dari deck di kamar, ditemani suara air laut di malam hari saat tidur, suara dedaunan tertiup angin.. memang alam selalu memberi energi positif, saya merasa di-recharge lagi.


Thanks for making me feel blessed again. Tentu trip ini mesti diulang, semoga di saat dunia sudah membaik..


@marischkaprue - yes she still blogging during the pandemic


NOTES


Pulau Macan Village & Eco Resort

Pulau Macan

Kepulauan Seribu
Jakarta

contact via:

info@zevillages.com

https://www.pulaumacan.com/rooms-n-rates


RATE:

Start from Rp. 1,6 juta per night per person

Rate tergantung Hut/ Kamar yang dipilih, tanggal, season dan berapa lama menginap


Rate Coral Hut (kamar yang ada di postingan blog ini):

Rp. 2,6 juta/ person/ night (weekdays)

Rp. 2,7 juta/ person/ night (weekend)

ps: harga juga tergantung tanggal & season, serta untuk booking stay yang lebih lama maka harga akan lebih murah di night 2, 3 dst, contact Pulau Macan untuk info lebih lengkap)


Rate sudah termasuk:

Transportasi dari Marina Ancol menuju Pulau Macan PP (boat diatur oleh resort)

Makan 3x sehari + snacks

Activities selama di Pulau Macan: Kayaking, SUP, etc kecuali scuba diving


TO KNOW:

Tidak ada AC

Tidak ada warm water di shower bathroom

Tidak ada dinding dan pintu serta kunci kamar pada unit tipe Hut

Ketahui info ini terlebih dahulu sebelum datang supaya tidak kecewa

Tidak diperbolehkan membawa makanan dengan kemasan plastik, makanan dari resort sudah sangat cukup, kita bisa order minuman dingin dan indomie juga, tenang saja hehe..


Just ENJOY!


Also, if you're traveling to Pulau Macan during the pandemic, please read the caption from my IG post below:


View this post on Instagram

𝐅𝐢𝐧𝐚𝐥𝐥𝐲 se-rindu itu sama laut, dan se-happy itu bisa kembali ke laut. Banyak banget pertimbangan sebelum memutuskan trip lagi, apalagi kondisi lagi gini ya.. jadi untuk sementara kami pilih yang ga perlu naik pesawat dulu, yang sangat mungkin berjarak dan pertimbangan ventilasi (airflow yang baik, lokasi outdoor tentunya lebih ideal ya). Ternyata di 𝐏𝐮𝐥𝐚𝐮 𝐒𝐞𝐫𝐢𝐛𝐮 ada tempat se-bagus ini! Udah sering denger sih soal 𝐏𝐮𝐥𝐚𝐮 𝐌𝐚𝐜𝐚𝐧 tapi ga nyangka se-bagus ini ❤❤ Hal yang paling dipikirin tentunya bukan di resortnya, tapi menuju ke resort kan mesti naik boat dan sharing space sama orang lain, jadi udah siap masker, kacamata sampe jaket corona ala onlineshop (bisa cek di IG story perjalanan kami ke pulau), untungnya di hari berangkat penumpang kapal cuma kami berdua, di resort pun sepi karena weekdays, lagi-lagi tamu resort cuma kami berdua juga, berasa private banget 🙈 Btw gw sbenernya rada 𝐤𝐡𝐚𝐰𝐚𝐭𝐢𝐫 sharing, mikirin impactnya gimana nanti kaya ga tepat gitu ya buat traveling di saat gini. Tapi... 𝐚𝐝𝐚 𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤 teman-teman di industri pariwisata yang terpukul banget di pandemi ini, jadi menurut gw (menurut gw yaaaa) dengan jalan tapi tetap mempertimbangkan 3 hal utama: 𝐕𝐞𝐧𝐭𝐢𝐥𝐚𝐬𝐢, 𝐃𝐮𝐫𝐚𝐬𝐢, 𝐉𝐚𝐫𝐚𝐤 untuk meminimalisir potensi penularan, mungkin kita bisa bantu dikit-dikit teman-teman di industri ini. Tapi, 𝐩𝐥𝐞𝐚𝐬𝐞 jika dilakukan, lakukan dengan pertimbangan matang dan 𝐩𝐥𝐞𝐚𝐬𝐞 taat dengan protokol kesehatan yang udah disusun sama ahlinya, bagaimanapun saat kita ke luar, ada risiko yang lebih dibanding kita di rumah aja. Klo ga yakin buat jalan, 𝐣𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧. 𝐁𝐞 𝐜𝐨𝐧𝐬𝐢𝐝𝐞𝐫𝐚𝐭𝐞 𝐚𝐧𝐝 𝐛𝐞 𝐚𝐰𝐚𝐫𝐞, gw yakin temen-temen yang follow gw di sini sudah lebih cerdas dan bijak menentukan pilihan masing-masing. Udah ah 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐮𝐬 𝐚𝐦𝐚𝐭 gw padahal fotonya begini wkwk. Enjoy the 𝐯𝐢𝐬𝐮𝐚𝐥 and 𝐬𝐰𝐢𝐩𝐞 to see more 🥰❤🌿💦

A post shared by Marischka Prudence (@marischkaprue) on




18 Januari 2013

, , , , , , , , ,

Papa Theo Shipwreck, only 1,5 hour from Jakarta


 
Kapal tenggelam adalah bencana, namun bobot ber ton ton struktur besi dan baja dari kapal tidak akan hanya hilang ditelan birunya laut, selama masih bisa diakses oleh penyelam.

Wisata penyelaman bangkai kapal selalu jadi daya tarik bagi penyelam. Mengapa? melihat struktur kapal di dalam laut selalu menarik, melihat ruang ruang dan bagian bagian kapal yang biasanya kita lihat di atas permukaan dan kini terendam air selalu jadi pemandangan yang unik, setidaknya bagi saya.

Salah satu bangkai kapal yang terkenal adalah SS Liberty yang ada di Tulamben, Bali. SS Liberty adalah kapal cargo Amerika di era Perang Dunia II dan kini berada di bawah perairan Tulamben.

Namun untuk mencari bangkai kapal tidak melulu harus ke situs kapal karam yang terkenal itu, di area Jakarta pun setidaknya ada empat situs kapal karam yang kini jadi tujuan penyelaman di area Kepulauan Seribu.

Empat situs bangkai kapal tersebut adalah situs Poso di sekitar Karang Congkak, situs Ponton di sekitar Pulau Pamagaran, situs Tabularasa di sekitar Pulau Pramuka dan situs Papa Theo di timur area Pulau Papa Theo.

Bayangan hitam segitiga di belakang saya adalah Papa Theo shipwreck
Di penghujung tahun 2012 saya menyelami situs yang terakhir, yang juga paling banyak dikenal dibanding situs lainnya. Dari Pulau Papa Theo menuju lokasi bangkai kapal hanya sekitar 15 menit dengan speed boat, namun area ini cukup arus dan banyak partikel sehingga jarak pandang rata rata kurang baik.

Saat saya turun, jarak pandang hanya sekitar 7-10 meter, karena banyak partikel sulit untuk mengambil gambar kapal dengan komposisi wide. Namun, saya bisa melihat bangkai kapal cargo yang masih relatif utuh ini.



 
Kapal di situs ini adalah kapal cargo yang tenggelam di tahun 1981, karena belum lama maka kapal Papa Theo tidak memiliki posisi sejarah seperti SS Liberty, ataupun wreck pesawat di Morotai. Namun, kapal ini cukup menarik karena banyaknya coral yang tumbuh di sisi sisi bangkai kapal.

sea whip yang bentuknya unyu :)
Penampang samping kapal banyak dihiasi lace coral dan red whip coral, ada juga beberapa area yang ditumbuhi sea whip yang membentuk spiral di ujung, seperti candy stick tipis yang bermunculan :)

Pinnate batfish
Orange anemonefish
Papa Theo shipwreck juga menjadi rumah bagi banyak hewan laut. Di area ini banyak pinnate batfish yang berenang perlahan dan saya bisa cukup mendekat ke mereka. Grouper dan boxfish juga sering terlihat di area bangkai kapal.

Kedalaman penyelaman di Papa Theo shipwreck cukup nyaman, sekitar 12 hingga 32 meter, namun kita sudah bisa menikmati di kedalaman 15-25 meter sehingga tidak perlu menyelam terlalu dalam.

Untuk menuju ke area ini hanya perlu waktu sekitar 1,5 jam naik speed boat dari Jakarta, jadi lokasi ini bisa jadi alternatif penyelaman bagi penyelam domisi Jakarta yang cukup sibuk setiap hari kerja :)

@marischkaprue - will never be too busy to dive

Video will give you better explanation, here's Papa Theo shipwreck video by Ferry Rusli:



 Thanks to:
  • Seamoth Dive
  • Cipto AG for insights about shipwrecks in Jakarta
 RELATED STORIES:

6 Januari 2013

, , , , , ,

Bermain Bersama Ubur Ubur di Pulau Seribu



Kalau ada foto diving dengan ubur ubur pasti banyak yang mikirnya di Derawan karena memang disana ada danau yang penuh dengan ubur ubur yang sudah tidak menyengat lagi sehingga siapapun bisa dengan bebas masuk, berenang dan bersentuhan dengan ubur ubur tanpa takut tersengat.

Nah, kalau hitungannya cuma mau ketemu ubur ubur, di dekat Jakarta pun ada spot yang dipenuhi ubur ubur, walaupun beda dengan Derawan, ubur ubur disini menyengat layaknya ubur ubur normal, dan tidak sepenuh danau Kakaban karena seram juga kalau ada sebanyak itu tentunya sulit menghindari tentakelnya, tapi setidaknya saya ketemu minimal selusin ubur ubur besar yang sumpah, lucu banget!


Alih alih ketakutan, saya malah semangat banget ketemu makhluk yang satu ini. Saya dekati, ambil gambar, walau tentunya mesti tetap hati hati agar tidak terkena tentakelnya. Tentakel ubur ubur ini punya sel menyengat (nematocyst), yang sensitif terhadap tekanan, jadi jika tersentuh tentakel ini akan mengeluarkan sengatan. Sebagian besar sengatan ubur ubur tidak akan melumpuhkan manusia, ada jenis tertentu yang berbahaya seperti box jellyfish namun jenis ini tidak banyak ada di perairan tropis, tapi tetap saja sengatan ubur ubur lumayan bikin cenat cenut. Ada satu turis cina yang satu grup diving dengan saya terkena tentakelnya, alhasil punggung tangannya merah meradang total, jadi tetap hati hati ya :)

Lokasi penyelaman saya ini hanya sekitar 30 menit naik perahu dari pulau Papa Theo di Pulau Seribu, nama lokasinya Karang Dalam. Memang, saat saya menyelam jarak pandang cukup buruk, visibility mungkin hanya sekitar 5 meter, selain itu banyak sekali partikel sehingga di foto foto saya ini terlihat banyak bintik bintik.


Dilihat dari sudut manapun ubur ubur ini lucu :3
Namun, meski keruh, ubur ubur ini jelas terlihat karena warnanya yang mencolok. Memperhatikan ubur ubur dengan gerakan yang halus, perlahan, bahkan ada ubur ubur yang ditemani ikan kecil kemanapun ia pergi. Saya merasa jadi Spongebob yang bermain dengan ubur ubur, so excited!

Ferry Rusli semangat shooting ubur ubur
Oya, kalau ketemu ubur ubur, nomor satu jangan panik nanti keseimbangan di bawah laut alias bouyancy jadi kacau, salah salah malah nabrak ubur ubur super unyu tapi menyengat ini, bagian atas ubur ubur tidak berbahaya, tapi usahakan jangan dipegang ya, mereka ini tipis sekali dan rentan. Yang penting tenang, nikmati saat berada di antara banyak ubur ubur, memperhatikan mereka bergerak, dan tetap lihat sekeliling. Enjoy!

@marischkaprue - love love love love jellyfish!

Its more fun to see jellyfishes swim in a video, so check this out:



RELATED STORIES: