Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Sakura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sakura. Tampilkan semua postingan

3 April 2022

, , , , , ,

SAKURA POSTCARD FROM MAEBASHI


Maebashi mungkin terdengar asing bagi sebagian besar warga Indonesia, bahkan yang sudah sering ke Jepang. Kota yang ada di Prefektur Gunma ini memang bukan tujuan wisata. Namun, saya sangat sering datang ke Maebashi, saya bahkan hafal jalanannya karena sering sekali menyusuri dengan sepeda.







Alasannya? Sepupu saya, Reni, dahulu bekerja di Maebashi, sehingga hampir setiap saya liburan atau ada penugasan kerja di Jepang, saya sempatkan mampir ke Maebashi. Sekilas kota ini terlihat biasa, memang tidak banyak temple atau shrine seperti di Kyoto, tidak ada area shopping street klasik, atau castle.


Namun dengan seringnya saya ke Maebashi, kota ini terasa seperti rumah di Jepang. Mungkin, karena setiap kali ke sini, saya tidak harus berpikir main ke mana atau explore tempat yang “tourist worthy,” saya hanya menikmati sehari-hari berkeliling, main ke taman, makan di warung random, menyapa warga Maebashi yang ramah (kalau mereka bawa anjing hehe).








Iwagamiinari Shrine, Maebashi



Saat musim semi, Maebashi berwarna selayaknya di kota-kota lain di Jepang. Di sini hampir tidak ada turis, taman di mana bunga sakura bermekaran hanya dinikmati warga lokal, dan pengunjung yang “nyempil” seperti saya.


It’s always such a great moment di Maebashi, here are some during sakura season…


@marischkaprue - loves to sleep in the park during sakura season




12 Februari 2019

, , , , , , , , , ,

AUTUMN VIEWING IN TOYOTA, AICHI: KORANKEI & SHIKIZAKURA



Kenapa berkali-kali datang ke Jepang? Well, siapapun yang sudah pernah bepergian ke Jepang saya rasa akan mengalami hal yang sama..
Mesmerized, excited, addicted and wanting more and more from Japan..
Karena Jepang selalu memberi hal yang berbeda, selalu memberi pengalaman baru dan karena musim yang berbeda juga memberikan rasa yang sungguh berbeda.

Musim gugur atau autumn adalah salah satu musim favorit saya untuk berkunjung ke Jepang. Saat dedaunan memerah maka semua terlihat berbeda, terutama karena di negara asal saya, kami tidak mengalami 4 musim jadi tentu menikmati autumn adalah hal yang selalu menarik bagi kami.

Trip saya ke Aichi kali ini, salah satunya ke Toyota. Hmm, mungkin nama wilayah ini akan membuat kita teringat dengan merk otomotif? haha, yas memang namanya sama, namun kali ini saya fokus ke pemandangan alam dan tidak berkunjung ke salah satu pabrik Toyota yang ada di kota ini.


Saya dan Hans (from eatandtreats) singgah di Shikizakura yang sangat unik. Meski sayangnya kami tiba saat matahari sudah turun sehingga warna pepohonan kurang terlihat, namun di Shikizakura saya pertama kali melihat sakura berbunga berbarengan dengan daun pohon yang memerah di saat musim gugur. Warna pink dan kemerahan bercampur dan membuat pemandangan yang begitu indah dan menarik.



Ada sekitar 1.200 pohon sakura dan momiji serta pohon lain yang memerah saat musim gugur di wilayah ini. Untuk mendapatkan pemandangan serupa seperti ini, datanglah di bulan November, puncak mekar dapat bergeser sehingga sebaiknya memastikan tanggal perkiraan puncak mekarnya sakura musim gugur terlebih dahulu. Yang menarik, Shikizakura di sini berbunga dua kali dalam satu tahun, di saat musim semi di awal April, serta di musim gugur yang dimulai pada akhir Oktober dan puncaknya di pertengahan November (ps: tanggal dapat bergeser).



Sungguh menarik melihat simbol musim semi berpadu dengan musim gugur, dan tentunya pemandangan unik yang sangat cantik.

SHIKIZAKURA OBARA
SENMI SHIKIZAKURA FOUR SEASON CHERRY BLOSSOM
Donohora Senmicho, Toyota
Aichi Prefecture 470-0506, Japan
(ada di google map dengan keyword Senmi Shikizakura)

GETTING THERE
Dari Meitetsu Toyotashi Station, naik Toyota Oiden Bus di Obara-Toyota Line ke arah Kaminigi (1 jam perjalanan)
(tunjukkan foto Shikizakura ke driver bus untuk memastikan bus yang dipilih tidak salah)


Berikutnya kami pergi ke area yang jadi primadona untuk menikmati light up saat autumn (ps: light up yaitu momen di mana pepohonan yang memerah dan menguning saat musim gugur dihiasi lampu di malam hari sehingga menyala). Korankei Gorge adalah salah satu area paling populer untuk menikmati autumn leaves di Jepang, sekitar 460.000 pengunjung datang pada musim gugur untuk menikmati ribuan pohon yang memerah di pinggir sungai Hiuchiishi dan Gunung Iimori.




Salah satu icon yang cantik adalah jembatan merah Taigetsukyo dengan pemandangan dedaunan yang menguning disinari lampu dan bebatuan di pinggir sungai. Di jalan masuk menuju Korankei juga terdapat banyak stall makanan (ini mengingatkan saya pada area masuk ke Fushimi Inari di Kyoto), serta di area setelah menyeberangi jembatan juga terdapat area toko dan makanan sehingga kita dapat menikmati waktu cukup lama berkeliling Korankei Gorge.



Korankei Momiji Festival adalah festival musim gugur di mana pepohonan di area Korankei ini dipasang lampu untuk light up di malam hari. Festival berlangsung setiap tanggal 1 hingga 30 November setiap tahunnya, dan iluminasi akan berlangsung mulai sunset hingga pukul 9 malam.

KORANKEI GORGE
Iimori Asukecho, Toyota
Aichi Prefecture 444-2424, Japan

GETTING THERE
From Toyotashi Station:
Naik Meitetsu Bus ke Korankei, perjalanan 40 menit, tarif: 800 yen
Bus ada setiap 1-2 jam
From Yakusa Station
Naik Ohwa Bus (hanya available di tanggal 1-30 November saja setiap tahunnya), perjalanan 1 jam, tarif 800 yen, bus ada setiap 1-2 jam.
(jangan lupa menunjukkan foto Korankei ke bus driver untuk memastikan bus yang dinaiki tidak salah)

SUGGESTED ROUTE
Dari Nagoya ke Obara untuk menikmati Shikizakura di Senmi Shikizakura (pastikan tiba di siang hari, jadi sore hari sebelum sunset sudah meluncur menuju Korankei)
ps: dari Shikizakura ke Korankei jika menggunakan kendaraan pribadi hanya perlu waktu sekitar 40 menit, jika beramai-ramai disarankan untuk sewa mobil/ taksi karena jauh lebih mudah, terutama karena bus ke dan dari Korankei sangat penuh dan antre panjang saat light up season.

Well, menikmati autumn di Toyota tentu sangat menarik. I'll surely be back for another perfect time with the Shikizakura :)

@marischkaprue - tries to get her mood spring all the time even during fall

ps: sebagian foto Shikizakura diambil dari Shutterstock (beli) karena saat kami tiba cuaca sudah mendung

16 November 2017

, , , , , , ,

SAKURA ADA DI SUMBA!



Saya ingat melihat postingan di Instagram teman saya, Atre, beberapa hari sebelum saya trip ke Sumba. Atre memposting foto dirinya berdiri di depan pohon dengan bunga yang sangat menyerupai sakura dan menegaskan di caption bahwa pohon itu ada di Sumba.

Namun itu tidak membuat saya ngotot harus menemukan pohon yang sama. Saya selalu cinta dengan semua hal tentang Sumba dan bunga “sakura” itu bukan tujuan utama.

Sumba
Di pagi yang terik, kami menuju Air Terjun Tanggedu yang cukup jauh. Dari mobil kami melihat pemandangan sumba yang selalu cantik. Saat melewati satu bangunan, driver kami berhenti dan menunjuk pohon yang persis ada di depan pagar, sakura Sumba! Kami ditawarkan untuk turun dan memfoto pohon itu namun karena posisinya yang kurang bagus (ada pagar beton persis di belakang pohon), maka kami mengurungkan niat.

Sakura sumba
si cantik "Konjil"
Sakura sumba

Langsung pake poncho :))
Tidak lama berselang kami melihat beberapa pohon “sakura” ini persis di pinggir jalan. Sontak semua berteriak “berentiiiii!” dan langsung turun dengan semangat. Warna pink kemerahan dari bunga ini memenuhi pohon. Saya memperhatikan batang dan bentuk bunga, benar-benar mirip dengan bunga sakura, hanya berbeda di bentuk kelopak dan kepala sari.

Sakura sumba

Mobil lewat, lokasinya persis di pinggir jalan :)
dance dance dulu sambil nunggu spot clear (tapi tetep difotoin sama Ferry Rusli LOL)
Sakura sumba
Akhirnya bisa foto ala ala
Seperti sakura yang memenuhi batang, bunga inipun memenuhi batang pohon dan saat gugur baru digantikan dengan daun muda yang tumbuh di batang bekas bunga gugur. Ternyata bunga sakura Sumba ini adalah Cassia Javanica, bunga yang berasal dari Sumatera dan Jawa. Di Sumba, bunga ini disebut Konjil dan mekar di musim kering sekitar bulan September dan Oktober setiap tahunnya dengan rentang masa blooming sekitar satu bulan, lebih lama dari sakura khas Jepang.

Sakura sumba
lafff banget! pinky flowers everywhere!
Yang saya bingung, bunga ini asalnya dari Jawa, kenapa saya tidak pernah melihat pohon dengan bunga ini mekar di Jawa ya? Padahal bayangkan jika kita punya area dengan ratusan pohon Konjil di mana setiap tahun ada rentang satu bulan lahan dengan bunga Konjil ini jadi lautan “sakura,” dijamin tidak kalah cantik dengan sakura Jepang. Oh well, sambil berharap mari nikmati keindahan bunga Konjil, si cantik dari Sumba yang belum populer.

Thanks Sumba for giving me sweet surprise again and again!

@marischkaprue – she have a pair of happy go lucky feet!

Photo by Ferry Rusli

NOTES

Went here with TUKANG JALAN

BUDGET:
Jakarta - Tambolaka is around Rp. 1,4 juta - 2 juta
Waingapu - Jakarta is around Rp. 1,4 juta - 2 juta
Open trip (5D/4N) is around Rp. 3 juta, provided by TUKANG JALAN, check out their website here
Total budget: around Rp. 6 juta

***

30 Mei 2017

, , , , , , ,

DO THESE THINGS DURING SAKURA SEASON



We all know that sakura season is the best time to enjoy Japan. Despite it'll be way more crowded than usual, you can actually get the best of sakura in Japan, do these things for more memorable, fun and also great photo album to keep for your future memories!

HANAMI




Piknik, makan minum dan bercanda, menikmati waktu saat suhu menghangat dan indahnya warna sakura memenuhi taman-taman yang ada di Jepang. Sakura season is surely best to spend in the park, complete your experience by doing what Japanese do, hanami!
For more about hanami in Japan, also what to prepare, check out my previous post here


Tips: Cari taman-taman yang tidak begitu populer untuk turis, taman-taman ini jauh lebih sepi dengan banyak ruang untuk kita menikmati taman. I suggest Kyu Shiba Rikyu Garden yang berada persis di sebelah Hamammatsucho Station di Tokyo

RENT A KIMONO!




Strolling the roads and gardens filled with sakura view is even better when you do it in a traditional way, wearing colorful kimono! Cherish the spring color is a fun way! Selain menyenangkan, hangat (yes, bahkan di awal spring yang masih cukup dingin, kimono sangat menjaga suhu tubuh), you'll get many smiles from people around, we got so many compliments from old ladies in Tokyo, probably because there isn't so many people wearing kimono in Tokyo these days :)

Where to rent: Birei Tokyo
Price: 3000 yen/ 2 hours or 5000 yen for a whole day (return at 4 PM)

FIND A SAKURA-SEASON-SPECIAL DELICACY



Setiap musim sakura, berbagai brand selalu mengeluarkan produk-produk edisi sakura, termasuk cemilan seperti cokelat, kue-kue, hingga minuman yang khusus dijual hanya di musim sakura seperti sakura Mcfizz yang sangat menarik ini, don't forget to snap also :)

STROLL AND BIKE


Bersepeda di musim sakura benar-benar pengalaman menyenangkan. Bayangkan menyusuri jalanan yang dipenuhi warna pink di kanan dan kiri, pemandangan yang tentunya sangat menenangkan, everything is beautiful during sakura season and biking around is surely extra fun!

STOP AND SNAP



Kalau foto saat musim sakura biasanya kita akan mencari taman, shrine dan temple yang dikelilingi pohon sakura, namun saat inilah kita dapat berhenti dan menikmati atmosfir di mana saja! We stop at this baseball court that turned so beautiful during sakura season!


There are so many other things to do during sakura season, but most importantly: just enjoy, don't rush things and tried to get too many places. See, breathe, enjoy and make the most experience from each place you visited.

@marischkaprue - planning for more sakura season experience