Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

21 Juli 2020

, ,

RECONNECTING WITH NATURE: PULAU MACAN


Rasanya campur aduk, tapi sungguh senang..


Ini trip pertama saya setelah 5 bulan di rumah aja karena pandemi. Ada banyak pertimbangan sebelum saya dan Chantal memutuskan untuk pergi ke Pulau Macan. Faktor yang saya kenali terus menerus adalah Ventilasi - Durasi -Jarak, karena itu kami memilih resort di pulau kecil dengan unit-unit bangunan yang terpisah dan berjarak, serta kapasitas resort yang tidak dapat menampung terlalu banyak orang sehingga tamu akan tetap dapat berjarak karena tidak bisa diisi terlalu banyak orang.


Pulau Macan hanya berjarak sekitar 1,5 hingga 2 jam dari Marina Ancol di Jakarta. Saat kami berangkat dan pulang laut sangat tenang dan cuaca cerah sehingga hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam 20 menit saja untuk menyeberang ke dan dari Pulau Macan.




Breakfast in the hut - Coral Hut

3 bed Coral Hut Pulau Macan

Bathroom - Coral Hut


Kami menginap di Coral Hut, unit bangunan tersendiri yang langsung berhadapan dengan laut. Ada 6 unit tipe Hut dan 5 unit tipe kamar. Perlu diingat kalau tidak semua unit tipe Hut tersambung dengan kamar mandi pribadi, ada beberapa unit dengan shared bathroom dengan unit lain, begitu pula dengan tipe kamar.


Lihat video detil kamar tipe Coral Hut di video postingan Instagram saya (slide 3)



View this post on Instagram

𝟲 𝗱𝗮𝘆𝘀 𝘄𝗲𝗹𝗹 𝘀𝗽𝗲𝗻𝘁 Seneng banget bisa nyebur di laut lagi, nikmatin alam, di"temenin" burung-burung, kocheng pulau sampe si 𝐖𝐚𝐰𝐚𝐤 biawak pulau yang rajin berenang patroli tiap pagi 🦎 Nikmatin banget hari-hari di 𝐏𝐮𝐥𝐚𝐮 𝐌𝐚𝐜𝐚𝐧 yang bagussss banget viewnya, air lautnya bening, kamarnya sederhana tapi super cozy! Pastinya 𝐦𝐞𝐬𝐭𝐢 𝐝𝐢𝐮𝐥𝐚𝐧𝐠 Btw kamar yang kami pake ini namanya 𝐂𝐨𝐫𝐚𝐥 𝐇𝐮𝐭, paling cozy & 𝐚𝐞𝐬𝐭𝐡𝐞𝐭𝐢𝐜 sih menurut gw ya 👌 Buat yang mau liat jelas kamarnya kaya apa, 𝐬𝐰𝐢𝐩𝐞 karena ada videonya yang jelasss isi kamar ini kaya apa ⚡✌

A post shared by Marischka Prudence (@marischkaprue) on


Tanpa AC, tanpa air hangat untuk mandi dan tanpa dinding serta tanpa pintu dan kunci kamar namun Coral Hut di Pulau Macan ini begitu nyaman bagi saya. Ranjang yang langsung menghadap laut dengan air yang jernih. Daybed di deck kayu dengan tangga langsung untuk menikmati air laut tanpa mesti keluar dari area Hut. This is luxury for me :)




Style serba kayu, dekor yang natural dan kamar mandi dengan banyak area terbuka serta tentunya pemandangan yang sangat cantik. This is really a perfect escape from the city, apalagi setelah berbulan-bulan di rumah dan intensitas kami ke luar bisa dihitung jari. 


Pulau Macan memang sangat cantik. Saya sudah pernah mendengar tentang pulau ini sejak beberapa tahun lalu namun tidak pernah menyangka bahwa ternyata sebagus ini. Memang pandemi membuat kami mencari tempat bepergian yang masih memungkinkan tanpa naik pesawat terlebih dahulu sementara waktu dan area yang memungkinkan untuk social distancing.



Menginap di Pulau Macan tentunya tidak ada warung, makan 3 x sehari dan snacks semua sudah include, termasuk boat transfer PP dari Marina Ancol serta aktivitas seperti snorkeling, SUP (Stand Up Paddleboarding), kayaking dan menyeberang ke pulau kecil (Pulau Macan Gundul) yang persis ada di seberang Pulau Macan.





We really feel reconnecting with the nature. Suara burung di pagi dan sore hari, belalang yang mampir ke dekat kursi di deck, biawak berenang lewat depan kamar di pagi hari (yes, ada biawak tapi mereka benar-benar tidak mengganggu dan tidak berbahaya, justru kabur saat melihat kita), bersantai melihat ikan dari deck di kamar, ditemani suara air laut di malam hari saat tidur, suara dedaunan tertiup angin.. memang alam selalu memberi energi positif, saya merasa di-recharge lagi.


Thanks for making me feel blessed again. Tentu trip ini mesti diulang, semoga di saat dunia sudah membaik..


@marischkaprue - yes she still blogging during the pandemic


NOTES


Pulau Macan Village & Eco Resort

Pulau Macan

Kepulauan Seribu
Jakarta

contact via:

info@zevillages.com

https://www.pulaumacan.com/rooms-n-rates


RATE:

Start from Rp. 1,6 juta per night per person

Rate tergantung Hut/ Kamar yang dipilih, tanggal, season dan berapa lama menginap


Rate Coral Hut (kamar yang ada di postingan blog ini):

Rp. 2,6 juta/ person/ night (weekdays)

Rp. 2,7 juta/ person/ night (weekend)

ps: harga juga tergantung tanggal & season, serta untuk booking stay yang lebih lama maka harga akan lebih murah di night 2, 3 dst, contact Pulau Macan untuk info lebih lengkap)


Rate sudah termasuk:

Transportasi dari Marina Ancol menuju Pulau Macan PP (boat diatur oleh resort)

Makan 3x sehari + snacks

Activities selama di Pulau Macan: Kayaking, SUP, etc kecuali scuba diving


TO KNOW:

Tidak ada AC

Tidak ada warm water di shower bathroom

Tidak ada dinding dan pintu serta kunci kamar pada unit tipe Hut

Ketahui info ini terlebih dahulu sebelum datang supaya tidak kecewa

Tidak diperbolehkan membawa makanan dengan kemasan plastik, makanan dari resort sudah sangat cukup, kita bisa order minuman dingin dan indomie juga, tenang saja hehe..


Just ENJOY!


Also, if you're traveling to Pulau Macan during the pandemic, please read the caption from my IG post below:


View this post on Instagram

𝐅𝐢𝐧𝐚𝐥𝐥𝐲 se-rindu itu sama laut, dan se-happy itu bisa kembali ke laut. Banyak banget pertimbangan sebelum memutuskan trip lagi, apalagi kondisi lagi gini ya.. jadi untuk sementara kami pilih yang ga perlu naik pesawat dulu, yang sangat mungkin berjarak dan pertimbangan ventilasi (airflow yang baik, lokasi outdoor tentunya lebih ideal ya). Ternyata di 𝐏𝐮𝐥𝐚𝐮 𝐒𝐞𝐫𝐢𝐛𝐮 ada tempat se-bagus ini! Udah sering denger sih soal 𝐏𝐮𝐥𝐚𝐮 𝐌𝐚𝐜𝐚𝐧 tapi ga nyangka se-bagus ini ❤❤ Hal yang paling dipikirin tentunya bukan di resortnya, tapi menuju ke resort kan mesti naik boat dan sharing space sama orang lain, jadi udah siap masker, kacamata sampe jaket corona ala onlineshop (bisa cek di IG story perjalanan kami ke pulau), untungnya di hari berangkat penumpang kapal cuma kami berdua, di resort pun sepi karena weekdays, lagi-lagi tamu resort cuma kami berdua juga, berasa private banget 🙈 Btw gw sbenernya rada 𝐤𝐡𝐚𝐰𝐚𝐭𝐢𝐫 sharing, mikirin impactnya gimana nanti kaya ga tepat gitu ya buat traveling di saat gini. Tapi... 𝐚𝐝𝐚 𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤 teman-teman di industri pariwisata yang terpukul banget di pandemi ini, jadi menurut gw (menurut gw yaaaa) dengan jalan tapi tetap mempertimbangkan 3 hal utama: 𝐕𝐞𝐧𝐭𝐢𝐥𝐚𝐬𝐢, 𝐃𝐮𝐫𝐚𝐬𝐢, 𝐉𝐚𝐫𝐚𝐤 untuk meminimalisir potensi penularan, mungkin kita bisa bantu dikit-dikit teman-teman di industri ini. Tapi, 𝐩𝐥𝐞𝐚𝐬𝐞 jika dilakukan, lakukan dengan pertimbangan matang dan 𝐩𝐥𝐞𝐚𝐬𝐞 taat dengan protokol kesehatan yang udah disusun sama ahlinya, bagaimanapun saat kita ke luar, ada risiko yang lebih dibanding kita di rumah aja. Klo ga yakin buat jalan, 𝐣𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧. 𝐁𝐞 𝐜𝐨𝐧𝐬𝐢𝐝𝐞𝐫𝐚𝐭𝐞 𝐚𝐧𝐝 𝐛𝐞 𝐚𝐰𝐚𝐫𝐞, gw yakin temen-temen yang follow gw di sini sudah lebih cerdas dan bijak menentukan pilihan masing-masing. Udah ah 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐮𝐬 𝐚𝐦𝐚𝐭 gw padahal fotonya begini wkwk. Enjoy the 𝐯𝐢𝐬𝐮𝐚𝐥 and 𝐬𝐰𝐢𝐩𝐞 to see more 🥰❤🌿💦

A post shared by Marischka Prudence (@marischkaprue) on




30 Juni 2020

VLOG: Underwater Camera



Here's TALK//TALK: Underwater Camera Kali ini gw ditemani Ferry Rusli yang bercerita detil tentang kamera dan housing underwater yang dia gunakan, plus tools lain dan tips fotografi di dalam air, terutama saat di laut.
Thanks for watching!

Jangan lupa untuk subscribe, like dan comment untuk membantu saya sharing lebih banyak dalam bentuk video youtube ya

Thank you!
***

@marischkaprue - went underwater and came back with lots of photos

18 Mei 2020

POSTCARD FROM THE PANDEMIC: A WORLD OF SHIELD



So we’re in a global pandemic. Tidak ada satupun yang menyangka dunia akan dipaksa untuk “berhenti,” kontak fisik menjadi hal yang dihindari dan bepergian tentu saja harus dihentikan sementara.. hingga kapan? well, we just don’t know yet.


Sebagai seseorang yang bekerja di industri travel, tentu ini adalah pukulan berat bagi kami. Rasanya sudah lebih dari 10 tahun, saya tidak pernah ada di rumah lebih dari satu bulan. Bahkan, dalam satu bulan, bisa diitung dalam hari berapa lama kami di Jakarta. Mostly, tidak lebih dari satu minggu dalam satu bulan, kecuali di saat libur Lebaran.


Saya tau, mengeluh memang tidak apa-apa. Kadangkala kita perlu mengeluarkan emosi dan perasaan kita. Namun, trying to make the best of situation is what we can do during this time.


Jadi, di sela-sela beraktivitas di rumah, nonton series, membaca komik dan berkomunikasi dengan teman-teman secara online, saya, Chantal dan Ferry membuat foto-foto yang mungkin sedikit menggambarkan kondisi kami saat ini. A TIME OF CORONAVIRUS PANDEMIC..










Photographer: Ferry Rusli


ps: we keep the plastic props after the photoshoot, don’t worry, we’ll re-use it.


@marischkaprue - keeping a distance from travel for a while



3 Mei 2020

,

VLOG: SINGAPORE



Days of fun in Singapore. Join me to enjoy Singapore's best attractions: Halloween Horror Night in Universal Studios, Gardens by The Bay, Night Safari and more Thanks for watching!

Jangan lupa untuk subscribe, like dan comment untuk membantu saya sharing lebih banyak dalam bentuk video youtube ya

Thank you!
***

@marischkaprue - have such good times in Singapore

5 April 2020

VLOG: Scuba Diving Gears




Mulai bulan Maret 2020 ini saya memasukkan seri yang berbeda di channel youtube: TALK//TALK

ini adalah seri video di mana saya bercerita mengenai bermacam hal, bisa berkaitan dengan perjalanan, berkaitan dengan barang-barang atau tips mengenai perjalanan, ngobrol dengan teman-teman di berbagai bidang, atau apapun!

Mengawali seri TALK//TALK, saya bercerita mengenai alat-alat scuba diving yang saya gunakan saat ini. Semoga bisa jadi referensi ya!

Jangan lupa untuk subscribe, like dan comment untuk membantu saya sharing lebih banyak dalam bentuk video youtube ya

Thank you!
***

@marischkaprue - talk but hopefully not too much 

5 Maret 2020

, , , , , ,

TOYAMA & KANAZAWA SHORT ITINERARY


Biasanya destinasi utama di saat musim dingin yang banyak diincar adalah Shirakawa-go. Namun, apalagi yang dapat dieksplore setelah Shirakawa-go? Berikut rute yang bisa kalian ambil setelah menikmati Takayama dan Shirakawa-go dan termasuk dalam cakupan area Takayama Hokuriku Area Tourist Pass:

TOYAMA

Usai dari Shikawa-go, kami menuju Toyama yang berada di timur laut dari Shirakawa-go. Meski hanya sebentar saja, kami mampir ke Kansui Park di malam hari sebelum beristirahat di hotel dan Tonami Tulip Gallery.

KANSUI PARK (Fugan Unga Kansui Park)

Taman umum di Toyama ini terkenal dengan kanal besar dan jembatan yang menghubungkan dua sisi taman. Di musim dingin, sebagian area Kansui Park dihias dengan lampu dan memberikan pemandangan cantik yang menghangatkan malam hari di Kansui Park.

Kansui Park
1, 湊入船町
Toyama, 930-0805, Japan

TONAMI TULIP GALLERY



Meski sedang tidak musim tulip berbunga, Tonami Tulip Gallery tetap buka dan kita tetap bisa menikmati display tulip di ruangan indoor. Saat terbaik tentunya di saat musim tulip berbunga di minggu ke 4 bulan April hingga awal Mei.

Tonami Tulip Gallery
100-1 Nakamura, Tonami
Toyama 939-1381, Japan

KANAZAWA

KENROKU-EN


Taman Kenrokuen merupakan taman paling populer di Ishikawa dan juga merupakan salah satu taman dengan lanskap tercantik di Jepang. Taman Kenrokuen dulunya merupakan area taman luar dari Kanazawa Castle dan dibuat pada masa kejayaan keluarga Maeda.

Sejak 1871, Kenrokuen sudah dibuka untuk umum dan terus menarik pengunjung dari seluruh dunia. Selain taman dengan lanskap khas Jepang, di Kenrokuen juga terdapat air mancur tertua di mana air bergerak hingga mencuat 3 meter lebih tanpa tenaga listrik sama sekali.

Kenroku-en
1 Kenrokumachi, Kanazawa
Ishikawa 920-0936, Japan

OMICHO MARKET



Mengamati dan berkeliling pasar lokal selalu menarik, nah di Kanazawa salah satu pasar yang wajib dikunjungi adalah Omicho Market yang memiliki lebih dari 200 kios yang menjual beragam produk, mulai dari sea foods (dan kepiting besar khas Jepang), perkakas dapur hingga tanaman. 

Di Omicho Market juga terdapat banyak jajanan pasar yang dapat langsung kita coba, plus beragam tempat makan dengan bahan-bahan asli dari Ishikawa.

Omicho Market
50 Kamiomicho, Kanazawa
Ishikawa 920-0905, Japan

HIGASHI CHAYA DISTRICT



Salah satu area yang menjadi magnet turis di Kanazawa adalah daerah Higashi Chaya karena bangunan-bangunan kayu yang membuat kita merasa kembali ke masa lampau.

Kanazawa terkenal dengan kerajinan gold leaf, yaitu emas berukuran sangat tipis sehingga disebut setipis daun atau kertas. Selain melihat berbagai kerajinan yang ada dan menarik, anda juga dapat mencoba membuat dekorasi dengan gold leaf ini di berbagai toko yang ada di wilayah distrik Chaya, Kanazawa.

Higashi Chaya District
1 Chome-13 Higashiyama, Kanazawa
Ishikawa 920-0831, Japan

TAKAYAMA HOKURIKU AREA TOURIST PASS

JR PASS ini sangat ideal untuk berkeliling Takayama Hokuriku Area dengan rute yang meliputi Kansai Airport, Osaka, Kyoto, Fukui, Komatsu, Kanazawa, Shirakawa-Go, Toyama, Takayama, Gero hingga Nagoya. Pass juga dapat digunakan untuk naik beberapa rute bus.


Takayama Hokuriku Area Tourist Pass berlaku selama 5 hari yang ideal untuk menyusuri kota-kota dalam rute pass tersebut.

Takayama Hokuriku Area Tourist Pass
Adult: 14.260 Yen, Children (hingga umur 11 tahun): 7.130 Yen (jika membeli melalui agent di luar Jepang)
Adult: 15.280 Yen, Children (hingga umur 11 tahun): 7.640 Yen (jika membeli langsung di stasiun/ beli online di Jepang)

Masih banyak hal yang bisa dinikmati di Toyama dan Kanazawa, but let’s save it for our next trip!


@marischkaprue - still have many bucketlist in Japan!

4 Maret 2020

, , , , ,

POSTCARD FROM NAGOYA



Back in Nagoya di Central Japan! Jika ingin berkeliling Jepang tengah di saat musim dingin (salah satu musim terbaik untuk menikmati Central Japan), akan lebih mudah jika mengambil penerbangan menuju Nagoya sehingga sudah cukup dekat untuk berkeliling.

Hari pertama kami tiba di Nagoya dan langsung berkeliling sebelum berpindah ke kota lain. Apa saja yang bisa dinikmati di Nagoya dalam waktu singkat? Here are some photos (and info) about what to enjoy in Nagoya.

NAGOYA CASTLE

Went here with Trinity, check out her blogpost about Nagoya here.


Sepertinya ini atraksi yang tidak boleh dilewatkan di Nagoya jika anda pertama kali berkunjung ke kota ini. Nagoya Castle punya ciri khas yang bisa kita lihat di bagian atap (dan ini juga jadi simbol Nagoya), yaitu ikan berkepala harimau dengan warna emas.

Nagoya Castle juga merupakan Castle pertama di Jepang yang ditetapkan sebagai Natinal Treasure. Selain main Castle, kita juga bisa melihat ke dalam Hommaru Palace dan area taman di sekeliling area Castle utama.

Nagoya Castle
1-1 Honmaru, Naka Ward
Nagoya, Aichi 460-0031
Opening Hours: 9 AM - 4.30 PM (last entrance 4 PM)
Closed on 29 Dec - 1 January
Admission Fee: 500 yen

OASIS 21




Area dengan tema “Space ship Aqua” ini berada di wilayah Sakae dan terlihat mencolok dengan karakter futuristik bangunan ini. Di lantai paling atas kita bisa berkeliling melihat pemandangan Nagoya TV tower dengan “kolam transparan” di mana kita dapat melihat langsung ke area lantai bawah bangunan.

Di Oasis 21 juga terdapat berbagai toko dan restoran, namun tentu saja atraksi utamanya adalah rooftop dan taman dengan background gedung futuristik ini.

Oasis 21
1 Chome-11-1 Higashisakura, Higashi Ward
Nagoya, Aichi 461-0005, Japan
Opening Hours:
Spaceship Aqua 10:00AM - 9:00PM
Shops 10:00AM - 9:00PM
Restaurants 10:00AM - 10:00PM(Business hours vary by shop)

TAKAYAMA HOKURIKU AREA TOURIST PASS

Ambil Takayama Hokuriku Area Tourist Pass di gerai JR
Takayama Hokuriku Area Tourist Pass bisa ditukar dengan reserved seat di area yang diliputi Pass (terbatas, baca di website JR Pass untuk informasi lengkapnya)
JR PASS ini sangat ideal untuk berkeliling Takayama Hokuriku Area dengan rute yang meliputi Kansai Airport, Osaka, Kyoto, Fukui, Komatsu, Kanazawa, Shirakawa-Go, Toyama, Takayama, Gero hingga Nagoya. Pass juga dapat digunakan untuk naik beberapa rute bus.



Takayama Hokuriku Area Tourist Pass berlaku selama 5 hari yang ideal untuk menyusuri kota-kota dalam rute pass tersebut.

Takayama Hokuriku Area Tourist Pass
Adult: 14.260 Yen, Children (hingga umur 11 tahun): 7.130 Yen (jika membeli melalui agent di luar Jepang)
Adult: 15.280 Yen, Children (hingga umur 11 tahun): 7.640 Yen (jika membeli langsung di stasiun/ beli online di Jepang)

Kami berkeliling dahulu di Nagoya sebelum menuju Takayama untuk destinasi selanjutnya Shirakawa-go. Jadi jika kalian ingin menikmati Shirakawa-go terutama di saat musim dingin, bisa start dari Nagoya :)

@marischkaprue - doesn’t matter the beginning of the journey, she will find fun.


3 Maret 2020

, , , , , ,

TAKAYAMA & SHIRAKAWA-GO: SHORT TRIP GUIDE


Takayama biasanya jadi kota “persimpangan” sebelum menuju Shirakawa-go, desa dengan ciri khas rumah segitiga yang begitu magical di musim dingin. Namun, Takayama bagi saya lebih dari sekadar persimpangan sebelum ke Shirakawa-go. Ada begitu banyak keseruan yang dapat dinikmati di Takayama. Namun bagaimana jika waktunya terbatas? Hanya punya waktu bermalam sehari saja di Takayama? Here are list of some things you can do in Takayama and Shirakawa-go in a short time:

TAKAYAMA OLD TOWN




Ini merupakan area yang menjadi favorit turis mancanegara. Saya melihat banyak turis-turis Eropa yang dengan bersemangat melihat bangunan di jalanan lurus yang kini menjadi area café, toko dan restoran dengan tetap mempertahankan bentuk dan material bangunan asli. Old District Takayama adalah must visit di Takayama dan saya percaya semua yang datang ke sini akan menikmati suasana klasik di area ini.

SARUBOBO MAKING




Sarubobo berarti bayi monyet. Boneka dengan nama Sarubobo ini sejak masa dahulu menjadi boneka yang diberikan sebagai tanda doa dan harapan baik bagi warga Takayama. Yang menarik, kita dapat menemukan boneka Sarubobo dalam berbagai warna, dan setiap warna mencerminkan harapan yang berbeda.



Trinity juara 1 bikin Sarubobo!
Di Takayama kita dapat membuat sendiri Sarubobo dolls sesuai keinginan kita, kita dapat memilih warna, menempelkan “baju” dan memberi pesan harapan rahasia di dalam “tubuh” Sarubobo, seems simple, but it’s actually FUN :)

SHIRAKAWA-GO

Meski masih banyak yang bisa dieksplorasi di Takayama, jangan lupakan tujuan utama winter kita: Shirakawa-go!


Bahkan sebelum sampai ke Shirakawa-go pun kami sudah disuguhi pemandangan indah.

Terletak di area pegunungan di antara Gifu dan Toyama, Shirakawa-go berada di tengah lembah dan sisi sungai Shogawa. Kami naik bus sekitar satu jam dari Takayama. Dari area parkir bus kita tinggal berjalan kaki menyeberangi jembatan untuk masuk ke area desa di Shirakawa-go. Rumah-rumah tradisional yang menjadi ciri khas area ini langsung terlihat jelas. Bentuk atap segitiga inilah yang membuat Shirakawa-go terkenal di seluruh dunia. Bentuk bangunan rumah di Shirakawa-go disebut gassho-zukuri style, artinya tangan yang berdoa. Bentuk segitiga ini rupanya merepresentasikan bentuk tangan pada umat buddha yang sedang berdoa.




Di musim salju, bangunan Gassho-zukuri style di Shirakawa-go tertutup salju sehingga membuat pemandangan begitu magical. Saya dan teman-teman beruntung sekali karena persis sehari sebelum kami datang, salju turun di Shirakawa-go dan membuat semuanya serba putih. Biasanya salju sudah sangat tebal di bulan Februari, namun perubahan suhu membuat musim dingin kali ini lebih tidak dapat diprediksi.


Anyway, Shirakawa-go tetap membuat saya tidak bosan melihat sekeliling. Sayangnya waktu kami terbatas, saran saya siapkan lebih banyak waktu di Shirakawa-go karena desa ini cukup luas dan banyak sisi menarik untuk dieksplore, termasuk area viewing di mana kita dapat melihat pemandangan desa dari atas.

SEASON

Winter season di Shirakawa-go dimulai pada tengah dan akhir bulan Desember hingga akhir bulan Februari, untuk mendapatkan momen di mana salju telah meliputi desa ini, disarankan untuk datang pada sekitar akhir Januari  hingga akhir Februari.

STAY

ASSOCIA TAKAYAMA RESORT



Meski hanya semalam, jika ingin menikmati suasana, Associa Takayama Resort bisa jadi pilihan. Selain buffet dinner yang lengkap (dan tentunya Oishi!!), pemandangan dari kamar juga sangat indah di musim dingin!

TAKAYAMA HOKURIKU AREA TOURIST PASS

JR PASS ini sangat ideal untuk berkeliling Takayama Hokuriku Area dengan rute yang meliputi Kansai Airport, Osaka, Kyoto, Fukui, Komatsu, Kanazawa, Shirakawa-Go, Toyama, Takayama, Gero hingga Nagoya. Pass juga dapat digunakan untuk naik beberapa rute bus.

Untuk menuju Shirakawa-go, kita bisa naik bus dengan menggunakan Takayama Hokuriku Area Tourist Pass (tidak perlu membayar lagi), untuk mendapatkan seat (reserved seat), booking lebih awal. Kami berangkat dengan bus tanpa reservasi (langsung naik namun pastikan datang lebih awal), dan melakukan reservasi kursi untuk bus ke arah balik.


Takayama Hokuriku Area Tourist Pass berlaku selama 5 hari yang ideal untuk menyusuri kota-kota dalam rute pass tersebut.

Takayama Hokuriku Area Tourist Pass
Adult: 14.260 Yen, Children (hingga umur 11 tahun): 7.130 Yen (jika membeli melalui agent di luar Jepang)
Adult: 15.280 Yen, Children (hingga umur 11 tahun): 7.640 Yen (jika membeli langsung di stasiun/ beli online di Jepang)

So, ready to have a short but fun wintery wonderland in Takayama & Shirakawa-go?


@marischkaprue - beach lady who also loves snow