Rabu, 22 Mei 2013

Tidak Galau di Dermaga Galau



Berulang kali saya bercerita tentang Jailolo dan berulang kali pula saya datang ke teluk indah di Halmahera Barat ini. Festival Teluk Jailolo 2013 menjadi kali ketiga saya datang ke Jailolo, menyenangkan mengunjungi lokasi yang sama dan bertemu beberapa orang yang saya temui dalam perjalanan saya sebelumnya.

Meski berulang saya kembali menemukan lokasi yang belum saya datangi di trip saya yang lalu. Hanya sekitar 20 menit berkendara dari pusat kota Jailolo saya sudah melangkahkan kaki di dermaga yang tenang. Meski mendung saya dapat melihat betapa beningnya air laut. Seandainya saya datang di saat matahari bersinar terang saya yakin saya tak akan mampu menahan diri untuk tidak menceburkan diri di laut sekitar dermaga ini.

View dari dermaga saat sebelum sunset
Dermaga tua di Bobanehena


"Bobanehena," saya menyebut kata ini berulang kali. Cukup sulit untuk disebut dan diingat, Pantai Bobanehena punya sebutan lain. "Pantai Galau," ujar Irine yang bersama saya ke Bobanehena. Hmm "Galau" adalah kata yang sedang sangat trending saat ini, cukup sulit untuk mendeskripsikan galau dengan kalimat, hanya saja saya yakin orang Indonesia yang membaca ini sebagian besar pasti mengerti arti kata galau, kebingungan, keresahan pikiran, apalagi? saya pun galau bagaimana mendeskripsikan galau.

Tidak perlu bertanya panjang mengapa Bobanehena disebut pantai Galau. Mungkin karena menyebut Bobanehena cukup rumit dan siapapun dari luar Jailolo akan sulit menghafalkan nama ini, atau mungkin karena saya harus melihat langit saat sunset di dermaga Bobanehena, dan saya akan mengerti.


Mulai sunset dan langit berubah warna
Awannya memerah dramatis

Saya dan Ferry, sebagian besar foto disini hasil jepretannya :)
Layaknya setiap melihat sunset, sayapun merasa langit kembali dilukis. Warna sunset berubah terus secara dramatis. Warna terakhir adalah merah, seakan akan langit sedang galau, mungkin dari situlah nama galau berasal. Atau mungkin, dermaga Bobanehena memang cocok untuk duduk merenung, melihat langit dan galau. Saya, untungnya tidak galau disini. The sky is beautiful, the sunset is amazing, I'm happy, not "galau." 
  @marischkaprue - pernah galau dan saat ini tidak galau lagi.

Photos (1), (2), (4), (5), (6) by Ferry Rusli


NOTES:
  • Ada dua dermaga di Pantai Babonehena, coba nongkrong di dua duanya karena pemandangannya cukup berbeda, namun untuk sunset paling bagus pemandangannya dari dermaga yang lama, yaitu dermaga yang memanjang. Hati hati saat berjalan karena dermaga lama sudah cukup rusak jadi ada bagian bagian dermaga yang kayunya sudah lepas.
  • Jailolo terletak di Halmahera Barat, satu jam perjalanan naik kapal dari Ternate. Untuk menuju ke Jailolo ambil dulu penerbangan menuju Ternate.
RELATED STORIES: 

Minggu, 19 Mei 2013

Glass Sunset, Arugasi Beach, Jailolo



Saya sudah pernah bercerita tentang indahnya sunset di Jailolo, Halmahera Barat. Tapi, bayangkan sunset dengan refleksi seperti dari kaca pada garis horizon, simply amazing view.

Hanya berjarak sekitar 30 menit perjalanan naik kendaraan dan kemudian berjalan kaki 15 menit, saya kembali ke lokasi terbaik untuk melihat matahari terbenam di Jailolo. Pantai Arugasi yang merupakan sambungan dari Pantai Bobo adalah lokasi yang hening, tidak ada seorangpun di pantai ini sehingga anda akan merasa berada di pantai pribadi.

Matahari sempat tertutup awan dan hujan terlihat di kejauhan
Warna langit berubah pelan pelan dan bayangannya sempurna di air laut
Matahari mulai "turun" dan langit pelan pelan berganti warna
Namun Arugasi tidak hanya indah di pagi dan siang hari. Waktu terbaik tentu saja di saat magic light, di saat matahari hendak pergi sambil melukis langit.

Refleksi sempurna dari warna langit
Semakin mendekat ke horizon, warna langit semakin berubah
Meski cuaca sempat mendung dan saya dapat melihat awan hitam dan hujan di kejauhan, langit mulai berganti warna perlahan di saat matahari turun perlahan. Bagi saya, warna langit tidak sefenomenal Jailolo seperti biasanya, namun rupanya alam kembali membuat saya terpana dengan bayangan langit di air laut yang tampak dengan refleksi sempurna.

Sekitar 60 meter dari garis batas pantai, terdapat kontur pasir yang membatasi ombak mencapai bibir pantai. Inilah yang membuat Pantai Arugasi sangat tenang di sore hari, saat air surut. Hasilnya, pemandangan yang akan membuat anda mencinta alam lebih dari biasanya.


Again, I am stunned seeing this. Too beautiful, too amazing. I love you sunset, and you God who create this view. I'm in love, again..

@marischkaprue - think that her life is like a sunset, unpredictably beautiful.

Photos by Ferry Rusli

NOTES:
  • Pantai Arugasi ada di bagian barat pesisir Jailolo, kalau tidak tahu arah cara paling mudah tanya tukang ojek yang biasanya mangkal di lapangan dermaga utama di Jailolo.
  • Letak Jailolo di Halmahera Barat, untuk menuju kesana ambil penerbangan ke Ternate (sudah ada maskapai yang menyediakan direct flight ke Ternate. Dari Ternate menyebrang dengan speed boat dari dermaga Masjid, pagi hingga sore hari speed boat selalu tersedia di dermaga ini.
  • Rekomendasi penginapan di Jailolo: De Hoek dan Camar karena sudah AC dan lokasi tidak jauh dari pusat kota.
RELATED STORIES:



Kamis, 09 Mei 2013

Amazing Infinity Pool at Delamore Lodge


Satu hal yang paling saya suka dari resort atau villa yang mengarah ke pantai adalah infinity pool. Yap, kolam yang seakan ujungnya menghilang dan mengarah ke laut, membuat pemandangan air kolam renang yang biru kemudian kontras dengan lautan biru.



Di New Zealand saya tidak membayangkan akan menemui infinity pool yang sangat menyenangkan. Bagi saya resort dengan infinity pool sudah bertebaran di Bali, dan New Zealand di kepala saya adalah padang padang hijau, gunung gunung salju, seperti apa yang biasa kita lihat di postcard negeri Kiwi ini.


Salah satu view di Pulau Waiheke
Delamore Lodge

Namun saat berkunjung ke Pulau Waiheke, pulau yang hanya berjarak 45 menit menyebrang dengan kapal ferry dari dermaga di Auckland, saya menemukan satu resort kecil, mungkin lebih tepat dikatakan lodge, sesuai namanya.





Grand view from the infinity pool
Delamore Lodge terletak di perbatasan tebing yang mengarah ke teluk Owhanake di Pulau Waiheke. Satu spot terbaik di Delamore Lodge menurut saya adalah infinity pool dimana saya dapat menikmati perpaduan kolam dan birunya laut.



Mengelilingi Delamore Lodge, saya merasa ada perpaduan rasa Italia di banyak sisi, mulai dari arsitekturnya, meski sebagian dibuat berdinding putih putih seperti Mykonos, Yunani. Ada satu tulisan "Chianti Classico" yang semakin menghubungkan Delamore dengan Italia, Chianti adalah salah satu area penghasil anggur terbaik di Italia, dan jika anda mengelilingi Delamore ada bagian bagian interior yang terasa berkaitan.



Dining room yang mengarah ke laut
Bangunan living room terpisah dengan kamar kamar yang ada


Lodge ini sebelumnya milik pribadi, kemudian dibeli dan mulai dibuka sebagai lodge bagi umum sejak tahun 2002. Meski tarif menginap di Delamore Lodge cukup tinggi, mulai dari sekitar 900 hingga 1500 NZD (New Zealand Dollar), tingkat hunian di Delamore Lodge juga padat terutama di saat akhir pekan. Untuk gambaran, anda tidak bisa mendapatkan satu kamarpun untuk menginap berturut turut seminggu jika tidak melakukan booking minimal sebulan sebelumnya.


Moana room, salah satu kamar dengan view terbaik

View teras kamar
Jauh sebelum berkembang resort dan lodge mewah, Waiheke adalah tempat hippies dan artis bohemian menetap dengan cara hidup unik mereka. Kini Waiheke bukan hanya area pelarian para hippies, penduduk kota modern terutama Auckland berbondong bondong menikmati Waiheke di akhir pekan.





Di Waiheke pun anda dapat memilih, jika mau gaya sederhana ada pilihan mulai dari hotel bertarif 45 NZD hingga camping dengan hanya membayar 10 NZD, atau mau menikmati lodge indah dengan infinity pool dan pemandangan Teluk Hauraki ini, meski anda tentunya mesti merogoh kocek lebih dalam untuk yang satu ini.



@marischkaprue - wants infinity trips in her life

Photos by Ferry Rusli

NOTES:
  • Untuk informasi harga setiap waktu dan booking di Delamore Lodge, cek disini.
  • Pilihan camping di Pulau Waiheke antara lain di Whakanewha Regional Park Campsite, info cek disini atau telp di +64 09 3662000
RELATED STORIES:
 

Senin, 06 Mei 2013

Do You Wanna Help Squirt?



Remember Squirt, the little sea turtle in Finding Nemo?  We love him and the other sea turtles don't we?
Photo Courtesy of Telegraph
Bertemu penyu selalu jadi pengalaman menyenangkan, terutama di saat saya menyelam. Binatang satu ini biasanya tenang saat didekati, meski terkadang bergerak dan berenang menjauh saat sudah bosan diikuti penyelam.

Menyelam bersama penyu di Gili Trawangan
Meski ada banyak lokasi dimana kita bisa menemukan penyu, binatang laut ini populasinya terus menyusut setiap tahunnya dan hampir semua jenis penyu sudah masuk daftar hewan dilindungi di hukum internasional dan nasional. Penyu termasuk makhluk hidup yang perkembangannya lambat, ia baru bisa bertelur di usia 30 tahun hingga 50 tahun. Walaupun rentang usia penyu cukup tinggi, yaitu hingga 80 - 90 tahun rata rata, penyu kini berhadapan dengan masalah populasi yang terancam dan penyebab utamanya bukan predator di laut, melainkan manusia yang senang mengkonsumsi telur penyu.

Pantai Maluk, Sumbawa Barat

Gerombolan tukik :)
Di Pantai Maluk, Sumbawa, saya masuk ke area konservasi penyu yang memang dibuka untuk umum. Disini bayi bayi penyu, yaitu tukik, dirawat hingga berusia lebih dari tiga bulan sebelum dilepas ke lautan. Saat usia di atas tiga bulan tempurung tukik sudah cukup keras dan saat dilepas harapannya tukik tukik ini lebih bisa bertahan hidup dan selamat dari ancaman predator alaminya.

Penyu dapat bertelur mulai usia 30 tahun
"Masyarakat sudah konsumsi telur penyu secara turun temurun dan sudah jadi mata pencaharian," ujar Pak Basar, salah satu penggiat konservasi yang menemani saya melihat tukik tukik ini. Ia mengeluhkan jumlah penyu yang berkurang karena telur binatang ini terus diambil, membuat kekosongan keberlangsungan ekosistem yang bisa menyebabkan kepunahan penyu.

Saya ingat beberapa teman berkata telur penyu itu rasanya enak, tapi sedih sekali kalau beberapa puluh tahun ke depan kita tidak bisa melihat penyu hanya karena kita ingin makan telur penyu yang enak.

Rute migrasi penyu ini luas, penyu dapat mengembara ke laut lepas hingga sejauh 3000 kilometer, namun penyu betina akan selalu kembali ke tempat asal ia menetas untuk kembali bertelur, siklus hidup. Di lokasi lokasi inilah biasanya telur telur penyu ini diambil untuk jadi makanan.
Melepas tukik pasti lebih menyenangkan dibanding makan telur penyu :)
Saya bukan bilang tidak boleh makan telur penyu, tapi rasanya banyak alternatif makanan lain selain penyu. Sayang saja kalau suatu saat nanti, cucu dari cucunya kita menonton Finding Nemo, melihat Squirt dan berkata "I wanna see it!" dan orang tuanya hanya bisa berkata "Binatang itu sudah punah, dear"

@marischkaprue - wanna dive with the biggest sea turtle

Have fun with Squirt, see this part of Finding Nemo video:


Kamis, 02 Mei 2013

Kubah Kayu di Waitomo



Terkadang kita datang ke satu tempat yang hanya jadi persinggahan, namun ternyata persinggahan itu menarik bagi kita, membuat kita menikmati setiap momen dan detail di lokasi yang bukan jadi tujuan utama kita.

Saat tahu saya akan ke New Zealand, satu hal di pikiran saya: Glow Worm Cave. Gua yang penuh dengan ulat bercahaya, yap benar, di gua yang disebut sebut ini konon dipenuhi ulat yang memancarkan cahaya hijau, membuat gua menjadi seakan penuh bintang hijau jika dari foto foto yang saya lihat.

Dan kemudian gua inilah salah satu tujuan utama, saya menaruhnya di must visit list, tanpa kecuali. No matter what, whatever it takes, I must visit the cave.

Sebelumnya saya membayangkan mungkin gua penuh keindahan ini letaknya terpencil, jauh dan perlu usaha ekstra untuk mencapainya. Berjarak 202 kilometer, atau sekitar dua setengah jam perjalanan dengan berkendara dari Auckland, Waitomo ternyata pilihan yang mudah bagi siapapun yang mendatangi Northern Island New Zealand, termasuk saya.

Ada beberapa opsi untuk menikmati Glow Worm Cave: yang sedikit sulit yaitu dengan rafting, atau yang mudah dengan berjalan kaki dan menaiki perahu. Jika memilih opsi yang mudah, pasti anda akan datang terlebih dahulu ke Waitomo Glow Worm Caves Visitor Centre, karena salah satu area masuk gua adalah dari bagian belakang visitor centre ini.

Bagian depan visitor centre
Bangunan langsung berbatasan dengan rimbunnya pohon
Kubah dari rangka kayu

Namun ternyata bangunan visitor centre Waitomo Glow Worm Caves menarik perhatian saya, dan mungkin turis turis lain yang saya lihat terus memperhatikan detail atap bangunan ini.  Dibangun dengan material kayu timber, visitor centre ini memperlihatkan struktur seperti kubah besar di bagian atas, dengan atap kayu kayu yang bersilangan.




Cafe di Waitomo Glow Worm Cave Visitor Centre
Saya menikmati berjalan di atas lantai yang semuanya terbuat dari kayu ini, masuk ke area dalam dan melihat rimbunnya pepohonan yang seakan menyatu dengan area restoran di visitor centre ini.

Bangunan ini bahkan memenangkan penghargaan di Timber Design Awards sebagai The Architecture Commercial Engineering Excellence & The Clever Solution Awards di tahun 2010 dan saya tidak heran melihat indahnya bangunan ini.

Angus beef burger


Ada satu cerita lagi dari visitor centre ini. Dahulu bangunan visitor centre sebelumnya rusak karena gempa di tahun 2005 sehingga dibuatlah visitor centre yang baru. Kadangkala memang kerusakan, atau hal buruk akhirnya bisa menimbulkan hal baru yang indah. Saya menikmati momen makan dan bersantai disini sambil terkadang beberapa burung kecil terbang dekat, mungkin mereka melirik isi piring saya :)

@marischkaprue - Architect of her own future

Photos by Ferry Rusli

NOTES:
  • Waitomo Glow Worm Caves Visitor Centre, sekaligus jalan masuk Glow Worm Cave ada di 39 Waitomo Caves Road, Waitomo. Phone +64 78788228, info lebih lanjut disini.
  • Nikmati waktu bersantai di Waitomo Glow Worm Visitor Centre setelah mengunjungi gua, saat sore cahaya matahari masuk dari kubah dan sela sela bangunan, memberi efek yang menyenangkan.
  • Untuk bersantai di Waitomo Visitor Centre tidak perlu membayar, namun untuk masuk ke dalam Glow Worm Cave harus membayar tiket seharga 48 NZD (New Zealand Dollar) untuk dewasa, 21 NZD untuk anak anak, atau paket satu keluarga (2 orang tua dan 2 anak) seharga 115 NZD.
  • Kalau makan di Glow Worm Cave Visitor Centre, terkadang burung burung kecil sering mendatangi, saya memberi butiran roti di pinggir meja saya dan mereka berani mendatangi dan makan, sayangnya mereka kabur sebelum sempat difoto :)
  • Cek harga tiket ke New Zealand melalui Wego disini. Ada beberapa opsi ke Auckland, antara lain melalui Kuala Lumpur atau Singapura.
RELATED STORIES: