Selasa, 15 April 2014

Ijen: When You Think Your Life is Hard



Matahari belum muncul. Pagi-pagi sekali kami berangkat dari penginapan, semua sudah siap dengan sepatu kets atau sepatu trekking dan backpack. Jaket tebal membalut tubuh kami, tiba saatnya berjalan tiga kilometer di tengah pekatnya pagi yang masih gelap.

almost sunrise and we can see the smoke
When the sun came, here's some of the view
Saya sudah lama tidak trekking sehingga berjalan pelan agar tidak kehabisan napas. Udara dingin tidak terasa saat trekking, badan bahkan terasa hangat karena tubuh terus bergerak. Dua jam kemudian kami tiba di puncak, blue fire terlihat di kejauhan di bawah dan kemudian perlaham matahari muncul.

and the crater
Warna kawah ijen kemudian membiru tosca, membuat kami sontak berdecak kagum dan kesenangan sendiri. Angin bertiup kencang di atas, saya mengeluarkan jas hujan untuk menahan angin dan masih kedinginan. Namun pemandangan yang saya lihat jauh lebih berarti, apalah artinya menahan dingin saat anda disuguhi pemandangan seperti ini..



Kawah Gunung Ijen terletak di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur. Jarak tiga kilometer tidaklah seberapa dibanding apa yang didapat setelah berjalan dua jam. Kawah berwarna turquoise dengan asap sulfur yang membumbung di sisi danau sulfur ini, indah adalah kata yang merendahkan apa yang saya lihat. Terlalu indah mungkin, atau keterlaluan indahnya.


Ijen tidak hanya memberikan kenikmatan visual. Ada sisi hati yang sedikit sakit saat mengetahui mereka yang bekerja menyambung hidup dengan menambang ijen. Para penambang Ijen mesti melewati rute trekking dengan membawa beban 80 hingga 90 kilogram belerang.

Kami bertemu turis asing berperawakan tinggi yang mencoba mengangkat keranjang berisi belerang tersebut namun sesenti pun tidak terangkat. "This is crazy, I can't imagine a human being can lift this and walk that far, few times every day," ujarnya.



Hal yang akan membuat kita merasa sedih adalah bahwa penambang ini hanya dibayar 650 rupiah per kilogramnya. Setiap hari mereka harus melalui rute ini bulak balik dan hanya mendapat sekitar 50 ribu rupiah.

"Cari duit susah banget ya"


Namun saya memperhatikan mereka, semua ramah, mereka berjalan sambil ngobrol dengan sesama penambang, menyapa kami saat kami berpapasan, bahkan memberi tahu agar berhati-hati saat berjalan menurun.


Mungkin definisi kebahagiaan kita berbeda. Meski mungkin para penambang ini benar-benar bahagia, saya berharap mereka dapat dibayar lebih dari apa yang mereka kerjakan.

@marischkaprue - she knows life could be hard sometimes, but it will still beautiful

Photos by Ferry Rusli

NOTES:
  • You can help a bit! Beberapa penambang menjual belerang yang sudah dibentuk dan berukuran kecil, hanya Rp. 5000,- , buy 1 and pay like you buy 2 or 4. Kecil untuk kita tapi bayangkan hanya untuk mendapat 10 ribu rupiah biasanya mereka harus membawa 15 kilogram belerang.
  • Terdapat Trip Organizer yang menyediakan open trip ke Ijen seperti Fun Adventure, 3 days trip termasuk Taman Nasional Baluran & Taman Nasional Meru Betiri biasanya dengan budget Rp. 899.000,-
  • Contact Fun Adventure di +62 81 23410 5848
First time trekking together!

Selasa, 08 April 2014

Fun With Trick Art



Seni mempermainkan persepsi visual. Mungkin itu kata-kata yang pas untuk mendeskripsikan trick art versi saya. Gambar dua dimensi yang dilihat mata dari sudut tertentu membuat pikiran kita mempersepsikan sebagai bentuk tiga dimensi. Itulah Trick Art yang akhirnya membuat kita dapat membuat foto-foto unik seaakan berada di dunia kartun, dunia lukisan maestro atau apapun sesuai kreatifitas pembuatnya.


Trick Art Museum, i-City, Shah Alam, Malaysia hanya berupa bangunan kecil, tidak tampak seperti museum besar pada umumnya, namun disini anda akan menemukan kesenangan berfoto dan menikmati persepsi otak yang dipermainkan ilusi optik dan sudut pandang.


only helping!
gotta keep steady!
Ada berbagai jenis "lukisan" trick art di museum ini, mulai dari ala masterpiece, egyptian, marine life, animal kingdom hingga modern classic. Trick art mempermainkan persepsi kita dengan permainan sudut pandang dan bayangan yang dilukis namun terlihat seakan asli sehingga tampak sebagai sosok atau benda tiga dimensi.

feeding :)
el matadore!
HELP!!!

Cara menikmati trick art? cukup gunakan kreatifitas seluas-luasnya, jangan berpatokan pada contoh yang ada atau posisi yang disarankan, gaya dan kreatifitas yang berbeda akan membuat anda tertawa saat melihat hasilnya.

need milk?
What? This is only what you got?
Satu hal yang harus dilakukan di sini adalah berfoto, jangan hanya melihat, and you'll get the fun. Enjoy!

@marischkaprue - life is tricky but she manages it with art of enjoying life

All photos by Ferry Rusli

NOTES:
  • Trick Art Museum Malaysia terletak di i-City Malaysia, Shah Alam, Selangor, Malaysia. 
  • Jam operasional: 11 pagi hingga 12 malam.
  • Harga tiket masuk Trick Art Museum: 10 RM (Ringgit Malaysia) 

Senin, 07 April 2014

Sunset is the Beginning. Sukamade Beach, East Java.



Jalan setapak merupakan pintu untuk memasuki Pantai Sukamade di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur. Berjalan kaki sekitar 10 menit melewati hutan hujan tropis dan anda akan memasuki area pantai dengan garis pantai melengkung dan luas dengan bukit di sisi kanan pantai saat masuk ke area ini.

newborn troopers
Pantai Sukamade menjadi lokasi pelepasan tukik, di pantai ini penyu datang di musim-musim tertentu untuk bertelur dan kemudian sebagian telur ini dipindahkan ke area penangkaran agar kemungkinan hidupnya lebih tinggi.

Capturing the moments
Datanglah ke pantai ini di saat sore hari. Melepas tukik dan melihat langkah-langkah kecil bersemangat dari makhluk yang mesti menghadapi kerasnya hidup di usia sangat dini. Jejak-jejak tukik kecil menggurat pantai yang berkilau terkena air laut dan sinar matahari yang pergi perlahan.

come on, keep on moving little fella!
You're almost there!
Real life start now
Kami menikmati momen menyemangati tukik kecil dan terkadang melihat elang laut yang berpatroli di atas dan sesekali menukik tajam ke pesisir laut memangsa tukik yang tidak beruntung. Wildlife talking, kami hanya dapat menyaksikan dari pantai momen-momen tersebut.


Look at the glowing sea water!

Saat tukik telah menggapai laut dan jejak-jejak kecil mereka terhapus, matahari kembali membuat goresan-goresan indah di langit. Saya kembali melihat langit "dilukis" oleh yang kuasa. Momen indah di penghujung hari.


Bagi kita sunset adalah penghujung hari, bagi tukik-tukik ini sunset di Pantai Sukamade ini adalah awal hidup yang penuh perjuangan. Godspeed little fellas!

@marischkaprue - her eyes on Indonesia's beautiful beautiful sunset

Photos by Ferry Rusli

NOTES:
  • Pantai Sukamade terletak di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur
  • Terdapat Trip Organizer yang menyediakan open trip ke Taman Nasional Meru Betiri seperti Fun Adventure, 3 Days trip biasanya dengan harga Rp. 899.000,- 
  • Contact Fun Adventure di +6281 23410 5848 
 
My partner in almost anything!

Rabu, 02 April 2014

Traveling: Investasi Memori Masa Depan




Traveling itu menghabiskan uang, hal yang disetujui sebagian besar orang. Sehemat apapun kita bepergian, kita akan selalu mengeluarkan uang, kecuali jika anda memiliki sponsor tertentu atau berprofesi yang mewajibkan anda bepergian untuk mendapatkan uang.

Lalu apakah menghabiskan uang untuk traveling ini buruk untuk masa depan keuangan kita? Sebagian bepergian setahun sekali, mengumpulkan dana selama setahun agar dapat traveling. Sementara, sebagian bepergian setiap beberapa bulan sekali hingga sebulan sekali atau lebih. Hal yang tentunya menguras nominal di tabungan anda.

Mungkin jika anda berkonsultasi dengan pakar keuangan, kebiasaan jalan jalan terlalu sering dapat mengancam tabungan masa depan. Mungkin jika anda berbicara dengan keluarga mereka akan mengusulkan anda untuk memprioritaskan membeli rumah atau tabungan pendidikan anak.

Face to face with manta ray in Bali
Stingless jellyfish in Kakaban Lake
Bagi saya traveling adalah pintu untuk melihat dunia dan terkadang pintu ini memang memerlukan budget khusus. Bepergian bukan hanya melihat tempat baru dan berfoto di depan landscape indah atau landmark kota.

Laugh with the locals at Kilise Village, Wamena, Papua
Traveling membuat kita bertemu orang orang baru yang seringkali berbeda budaya, kebiasaan dan bahasa dengan kita. Dengan melihat dan berinteraksi dengan masyarakat yang jauh berbeda maka kita akan lebih toleran karena dengan interaksi kita akan mengerti mengapa mereka melakukan sesuatu berbeda cara dengan kita. Interaksi juga membuka wawasan kita, melatih kita lebih "cair" dalam berhubungan.

enjoy stunning view in Raja Ampat
Tidak hanya berinteraksi, traveling juga membuat saya bersyukur. Mungkin dengan melihat berita kita akan terus mengeluhkan mengenai kondisi politik, ekonomi dan berbagai kejadian buruk yang terjadi di negeri ini. Traveling di Indonesia membuat saya melihat betapa tidak terhitungnya keindahan yang ada di Indonesia, betapa mempesonanya kekayaan budaya kita, dan betapa ramahnya sebagian besar masyarakat di Indonesia.

Bepergian keluar negeri membuat kita mensyukuri cita rasa Indonesia yang tidak bisa kita lupakan, membuat kita bersyukur betapa hubungan kekeluargaan dan pertemanan begitu erat.

Diving in Canterbury Wreck, New Zealand
The view at Delamore, Waiheke Island, NZ
Ada ungkapan juga bahwa traveling merupakan obat stress yang paling ampuh. Banyak orang bepergian untuk sejenak "refreshing" sebelum kembali ke rutinitas dan membuat kita lebih fokus di pekerjaan dan kehidupan sosial saat kembali usai traveling.

At the top of the alpine mountain in Southern Island, New Zealand
Traveling bagi saya adalah investasi yang tidak dapat diukur, namun berupa investasi jangka panjang. Perjalanan membuat kita menyerap begitu banyak informasi, menambah wawasan kita, membuat kita lebih fleksibel, membuat kita lebih positif menghadapi hidup, memberi memori yang indah di masa tua disaat kita telah memiliki ingatan akan berbagai tempat yang telah kita datangi, dan begitu banyak manfaat lainnya.

Saya ingat satu ungkapan dari seorang penyair ternama; "Alangkah menyedihkan jika memori masa depan dipenuhi ingatan akan kemacetan, tekanan pekerjaan dan penghasilan untuk tabungan yang tidak seberapa." Hal ini mungkin akan tepat saat dibaca oleh penduduk kota besar seperti Jakarta yang setiap hari berkutat dengan kemacetan.

My Absurd Journey
Kini pertanyaannya adalah "Apakah Anda mau berinvestasi untuk masa depan?"

@marischkaprue - invest for her future memories

As published on Getaway! Magazine, March 2014.
Follow Getaway! Magazine on twitter: @GetawayMagz

Minggu, 30 Maret 2014

Auckland Where To Go: Face Pie



Tidak ada hal yang spesial dengan kue pie ini. Hanya saja sebagian pie tersenyum, sebagian mengerenyit, serta beragam ekspresi lainnya seperti emoticon.




Pie face adalah franchise yang berawal dari Manhattan, US. Kini, di Auckland sudah terdapat tiga toko kue pie yang membuat anda tersenyum saat melihatnya.




Tidak ada yang spesial dengan toko pie ini. Hanya saja saya senang duduk di dalamnya, menikmati kue pie yang tersenyum pada saya, sambil melihat lalu lalang manusia yang melintas di pusat kota Auckland, New Zealand ini.

Strolling Auckland
The smiling pie
Terkadang, tidak perlu hal spesial untuk menyukai sesuatu, termasuk pie face di central Auckland ini. See the smiling pie? There's nothing special about it ;)

@marischkaprue - wake up with the smile on her face

NOTES:
  • Pie Face terletak di: 18 Shortland St, Auckland, New Zealand atau di 350 Queen St, Auckland CBD, New Zealand. Phone +64 09 377 6963.
  • Opening hours: 6.30 am hingga 9 pm (Minggu hingga Selasa), 24 jam pada hari Rabu hingga Sabtu.
  • Harga pie mulai dari 3,5 NZD (New Zealand Dollar)