Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

30 Mei 2016

, , , , ,

WEALTH WISDOM: THE GOOD THINGS YOU GOT FROM TRAVELING (PART 1)



Traveling adalah investasi, yes, itulah yang selalu saya yakini dan sudah saya tulis dalam postingan saya bertahun-tahun lalu ini (click here to read: Traveling:Investasi Memori Masa Depan).

Mengapa investasi? Apa saja keutungan dari bepergian?


Here's some (because I'm sure there's so much more benefit I haven't notice):


Kebahagiaan dari hal-hal non material justru akan bertahan lebih lama, memori akan pengalaman baru, pemandangan indah yang membuat kita berdecak kagum, keriaan saat menikmati masa-masa berkualitas bersama teman, menemukan teman baru saat bepergian adalah hal-hal yang akan terus kita ingat dan membuat kita bahagia.

"Eventually we'll forgot our 400 USD shoes, but those amazing feeling during traveling will last"

Can't agree more!


Jika kebahagiaan dari hal-hal material seringkali memiliki "perhitungan" tersendiri, misalnya jika kita sanggup membeli mobil mahal, kebahagiaannya lebih dibandingkan saat membeli mobil harga "standar"

Namun saat traveling jangka waktu bepergian ternyata tidak berbanding lurus dengan kebahagiaan. Trip simple berupa weekend trip akan membawa kebahagiaan yang serupa dengan solo traveling kita selama dua minggu atau lebih, all you need is spending time (that you can) to getaway for a while, and get your happiness!


Saat bepergian, mau tidak mau kita akan bersinggungan dengan berbagai "manusia" lainnya. Entah karena kita travel in group yang membuat kita (mau tidak mau) menekan ego dan berusaha untuk lebih toleran, atau melihat orang-orang dengan karakter yang berbeda, dan karena saat bepergian kita sedang tidak ada di "wilayah kita", bukan rumah, kantor dan lain-lain yang seringkali di situlah kita merasa "my rule," maka saat bepergian kita cenderung lebih toleran, lebih membuka diri untuk memulai percakapan, lebih tidak canggung berhadapatn dengan orang lain, dan hal ini pelan-pelan terbawa ke kehidupan sehari-hari kita.


Traveling membuat social skill kita bertambah, dengan dipaksa berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda, kita semakin pandai bersosialisasi, kita semakin toleran dan tidak keberatan dengan menekan ego. Mengurangi ego bukan lagi jadi beban berat, namun hal yang setelah kita jalani ternyata mudah dilakukan :)


Traveler adalah tamu di setiap destinasi, ia mesti "tahu diri" di mana ia berada dan menemui hal-hal unik atau mungkin yang ia anggap aneh, namun ia sebagai tamu mesti menghargai tuan rumah.


Saat bepergian kita melihat cara hidup yang berbeda, masyarakat yang- bukan hanya bahasa- berbeda dalam banyak hal. Dengan berada langsung di tempat mereka, kita melihat sisi lain, bukan hanya sekadar "ini berbeda" namun melihat bagaimana mereka hidup dan kenapa mereka berperilaku demikian.




Traveling adalah hal indah untuk menemukan betapa manusia itu sama, kita tersenyum dengan cara yang sama, sama-sama menitikkan air mata di kala sedih. Sebesar apapun perbedaan kita dengan warga di destinasi yang kita kunjungi, we'll see that we are actually the same :)


Is that all? nope, masih banyak benefit dari bepergian, keuntungan yang seringkali tidak kita hitung, tidak kita sadari namun merubah hidup kita ke arah yang lebih baik

More #WealthWisdom on my upcoming post!

Meanwhile, let's embrace the good things we got from traveling

@marischkaprue - too many kind people she met during traveling

PS:
These are some of things I share on Wealth Wisdom conference by Permata Bank, a Wholistic Wealth Conference in Indonesia pada 11-12 Mei 2016. 

Find more on www.wealthwisdom.id

***


28 Mei 2016

, , , , , ,

SWIMMING WITH THE GENTLE GIANTS: WHALE SHARK GORONTALO


Whale shark Gorontalo

Hanya kurang dari 40 menit naik mobil dari pusat kota Gorontalo, saya dan teman-teman sudah tiba di Desa Botubarani di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Di satu tenda terpal kecil, terdapat spanduk mengenai wisata hiu paus, the-famous whale shark, the biggest fish in the world!

Kami bersiap dengan alat-alat snorkeling dan kamera, kemudian naik ke kapal karet tanpa mesin. Hanya digerakan dengan dayung, tidak sampai 5 menit kapal sudah berhenti. Saya melihat garis tali dan pelampung-pelampung di perairan dekat pantai masih jauh.

"Di sini pak? ini deket banget (dengan bibir pantai)," ujar saya

Guide kami selama perjalanan, Feri, langsung memukul-mukul permukaan air, membuat suara-suara tepisan air. Sementara bapak yang membawa perahu juga memukul-mukul dasar perahu karet dengan dayung.

Tak lama sosok gelap dan besar terlihat mendekat. Saat itu cuaca mendung sehingga jarak pandang di dalam air tidak begitu baik. Sosok itu semakin mendekat ke arah kapal, bintik-bintik putih di badannya mulai terlihat, whale shark!!

Whale shark Gorontalo

Kami di perahu langsung heboh saat hiu paus ini langsung menghampiri kapal dan membuka mulut, meminta makan. Satu kantong plastik besar berisi kepala dan kulit udang sudah disiapkan, petugas langsung memberi makan perlahan (dan langsung tersedot saat itu juga oleh hiu paus). 
"OK See you underwater!" tanpa menunggu saya langsung memakai fin dan terjun ke air. Saya berenang mendekat ke arah hiu paus itu namun ia rupanya sudah pergi dari sisi perahu. Feri kemudian memukul-mukul permukaan air lagi, memanggil si gentle giant.



Saya melihat ke bawah permukaan air. Mendung dan gerimis membuat air lebih keruh dari biasanya. Tiba-tiba saya melihat bayangan besar, si hiu paus datang mendekat ke arah saya! There's such tremendous feeling when this totally big creature, bigger than cars, swimming right to you!  




Sambil mengambil gambar, saya memperhatikan hiu paus yang mendekat, saya pikir ia akan menghindar saat berhadapan dengan saya, namun ternyata tidak. Saat ia di posisi kurang dari 2 meter di depan saya, saya menghindar, tentunya saya tidak mau ditabrak ikan seukuran bus ini haha!


Karena di otak saya sudah tertanam informasi bahwa meski berukuran besar, hiu paus hanya memakan plankton, ikan kecil dan udang, maka saya justru senang saat hiu paus mendekat, dan saat berada di sisi atau berhadapan dengan hiu paus, bahkan saat salah satu gentle giant ini tiba-tiba membuka lebar mulutnya saat di depan saya.


"Yang besar namanya Bima," ujar bapak yang saya lupa namanya (maaf ya pak, saya terlalu excited melihat whale shark sampai lupa dengan manusia haha)



Hiu paus ini terus menerus mendekati kapal, kemudian menjauh, mendekat lagi, kemudian menjauh. Total ada lima hiu paus yang "mampir" saat perahu kami datang untuk feeding time. Ukuran hiu paus yang mendekati kami beragam, mulai dari 5 hingga 7 meter. Setelah beberapa lama kami mulai "mengenal" hiu paus ini satu per-satu.

"Ini namanya Sherli," saat satu hiu paus mendekat. Ia punya bekas-bekas luka di dekat area mulutnya.

"Kasian Sherli"
"Get well soon ya Sherli"
"Sherli udah bikin BPJS?"

Kami bercanda sambil memperhatikan Sherli, the-whale-shark yang lebih dari 4 menit terus menerus membuka mulut di dekat kapal, meminta makan seperti anjing peliharaan yang jinak.


Meski tampak jinak, whale shark tetap binatang liar. Saat Desa Botubarani "ditemukan" sebagai area persinggahan hiu paus, lokasi ini langsung "booming," warga Gorontalo maupun turis luar daerah berbondong-bondong datang untuk berfoto dengan hiu paus, tanpa aturan sehingga kacau, foto orang-orang menyentuh hiu paus, atau bahkan duduk di atas hiu paus dengan mudah ditemukan di sosial media. Hiu paus ini pun mulai luka-luka di badannya, akibat tersepak, terinjak dan terkena baling-baling mesin kapal.




Untungnya tidak memakan waktu lama hingga pegiat lingkungan berdiskusi dengan pemerintah, dan lahir aturan untuk menjaga area ini, dan tentunya melindungi hiu paus yang ada. Kini semua kapal di zonasi (area) feeding whale shark, jumlah kapal dan penumpang di dalamnya pun diatur. Pengunjung juga tidak boleh menyentuh whale shark dengan sengaja (well, terkadang whale shark melintas dengan cepat dan "menyentuh" kita, it's ok).



Hingga kini ada 17 hiu paus jantan, (yes) meskipun salah satu namanya Sherli :)) yang terus menerus mendatangi perairan Desa Botubarani. Hiu-hiu paus ini masih belum dewasa, dengan ukuran tiga hingga 7 meter. Biasanya ada masa di mana hiu-hiu paus ini berkeliling mencari makan, namun sejak terdapat usaha pengolahan udang, hiu paus mendekati Desa Botubarani karena air bekas pengolahan udang yang mengandung sari-sari kulit udang yang mengalir ke laut memancing minat hiu-hiu paus ini, kemudian nelayan dan warga mulai "memberi makan" sisa-sisa pengolahan udang.

Selfie attempt with the whale sharks, they don't seem to care anyway LOL
Maybe someday these gentle giant have to migrate again, biasanya ada satu musim migrasi hiu paus. Hopefully we didn't change their migrate cycle, and hopefully after migrating, they will remember to come back again to Desa Botubarani :)

@marischkaprue - she's just a small creature in this big big world :)


NOTES

DESA BOTUBARANI WHALE SHARK FEEDING
Desa Botubarani
Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo
Sulawesi - Indonesia

RULES TO KNOW TO INTERACT WITH WHALE SHARK
No touching
Never put anything into whale shark's mouth (kecuali makanan yang disediakan petugas)
Siapkan masker + snorkel + fin atau life jacket pelampung bagi yang belum nyaman berenang di laut
Jangan panik, they're very gentle :)

ADMISSION FEE
Rp. 15.000,- per person (entry fee), belum termasuk sewa kapal dll, tambahkan juga tip untuk guide
Estimate fee per person for all in: Rp. 100.000,- up to Rp. 150.000,- per person

GROUP VISIT
Contact: Tukang Jalan for arrangement

CP : Mentari 085810697553
Simpati 081315890191
XL 087808116852
WA / LINE : 081806898303 ; 087808116852 / 085810697553
PIN BB : 2BA4E9C1 / 52BDD3B1
Email : tuk4ng.jalan@gmail.com

ANOTHER ATTRACTION IN GORONTALO
Pulo Cinta, resort on top of the sea in breath-taking location

***

26 Mei 2016

, , , , , , , , , ,

PULO CINTA: MALDIVES VAN GORONTALO


Pulo Cinta

"OMG, is it real?" komentar sebagian orang saat pertama kali melihat foto dari udara yang memperlihatkan bentuk resort ini.

Pulo Cinta
Aerial view of Pulo Cinta, long before, taken from Pulo Cinta website
Terletak di Teluk Tomini, Provinsi Gorontalo (Sulawesi), satu pulau kecil berbentuk hati menurut legenda menjadi lokasi pertemuan rahasia pangeran dari Gorontalo dengan putri saudagar dari Belanda. Saat itu adalah masa peperangan, dan kedua insan dari pihak yang bertikai menyatu dan melupakan sejenak posisi mereka yang berseberangan. Saat malam hari bertabur bintang, mereka menikmati secret escape, to embrace the love.

Pulo Cinta
Pulo Cinta water villa
Pulo Cinta
Morning mood in Pulo Cinta, photo by M. Ikhsan
Bentuk dan legenda menunjukkan dengan jelas mengapa pulau ini disebut Pulo (pulau) Cinta, dan kini berdiri resort dengan bentuk yang serupa: hati.

Pulo Cinta

Pulo Cinta

Pulo Cinta

Pulo Cinta

Pemandangan di Pulo Cinta benar-benar mempesona, baik saat kita berjalan kaki di deck jembatan yang memanjang, saat berbaring menikmati ketenangan, atau dari atas melalui drone. The view is just spectacular! Dikelilingi lautan dangkal berpasir putih, warna hijau-toska turquoise dan biru berpadu indah membuat pemandangan yang mengundang siapapun untuk datang dan menikmati keindahan Pulo Cinta.

Pulo Cinta

Pulo Cinta
Stairs to the ocean on each room terrace
Resort yang baru mulai beroperasi di penghujung tahun 2015 ini memiliki 12 unit cottage, sebagian besar one bedroom villa, plus dua unit two bedrooms villa dan 1 unit 3 bedrooms villa sehingga semua tamu memiliki privacynya masing-masing.

Pulo Cinta
View from the room
Pulo Cinta
Patrick having a good time in Pulo Cinta :)
Pulo Cinta
View from the terrace

Pulo Cinta
Bathroom
Pulo Cinta
Living room situation, on 3 bedrooms villa

Pulo Cinta
Swingin' in the sea :) ,photo by M. Ikhsan
Pulo Cinta

My favorite spot, selain di teras kamar dengan ocean view, yaitu ayunan yang mengarah ke laut, saat air surut kita dapat menikmati ayunan ini. Dari setiap kamar juga kami dapat turun langsung menikmati beningnya laut Teluk Tomini.

Pulo Cinta
Pulo Cinta at night, it was a bright full moon night, but you can see the stars up there :)
Pulo Cinta

Pulo Cinta
Breakfast made with love, ha!
Pulo Cinta
Three bedrooms villa, photo by M. Ikhsan
Pulo Cinta

Pulo Cinta

Pulo Cinta

Ada begitu banyak spot yang indah di Pulo Cinta, ada pula begitu banyak cara menikmati area ini, mulai dari menikmati suara laut dari teras, sunbathing di deck (oh yes, why not?), snorkeling or float around the resort, and of course, spending time here with those you love. Pulo Cinta will make you fall in love, instantly!

@marischkaprue - just like ripples of water in the ocean, her love to the blue ocean will never ends.

NOTES

PULO CINTA
Boalemo, Gorontalo
Sulawesi, Indonesia

GETTING THERE
From Jakarta to Gorontalo (Terdapat banyak penerbangan menuju Gorontalo dengan short transit time di Makassar, harga tiket Jakarta - Gorontalo saat normal season sekitar Rp. 1,6 juta - Rp. 2,5 juta PP), untuk harga tiket dari kota lain dapat dicek di website berbagai maskapai yang ada.
From Gorontalo: 2 jam naik mobil dari Bandara Jalaluddin di Gorontalo, dilanjutkan dengan naik boat (15 menit) dari Pantai Bolihutuo menuju Pulo Cinta.

RATES
One Bedroom Villa (for 2 person)
Rp. 3,5 juta / night (weekdays)
Rp. 4,5 juta / night (weekend)
Rp. 5 juta (holiday season)

Two Bedroom Villa (for 4 person)
Rp. 7 juta/ night (weekdays)
Rp. 9 juta / night (weekend)
Rp. 10 juta / night (holiday season)

Three Bedroom Villa (for 6 person)
Rp. 10,5 juta / night (weekdays)
Rp. 13,5 juta / night (weekend)
Rp. 15 juta / night (holiday season)

PS: Rate sudah termasuk jemputan dari dan menuju Bandara Jalaluddin di Gorontalo, boat transfer menuju Pulo Cinta dan 3 meals per day plus snack and coffee/ tea, snorkeling gears dan island hopping trip.

ESTIMATE BUDGET PER PERSON

For 3D/2N (From Jakarta): around Rp. 5,5 juta per person (weekdays), you can also swim with whale shark before going to the airport (add another Rp. 150.000,- per person)

FACILITIES
Wifi (koneksi wifi cepat, namun jika cuaca kurang baik sinyal akan down sementara)

TO KNOW
Tidak ada AC di cottage, namun ventilasi sudah sangat baik sehingga suhu tetap nyaman meskipun saat panas di siang hari
Tidak ada water heater di kamar mandi, namun suhu air rata-rata normal - hangat
Bring your own sunblock, but don't use too much, you can "hurt" the ocean :)
For other meals di luar breakfast, lunch and dinner, kita dapat memesan ke restoran.
Stok air di resort terbatas, be wise when using the water, jangan membiarkan keran/ shower menyala saat tidak digunakan :)

BOOKING VIA
Telp: +62 85888211121 (Pascal)

FOR GROUP ARRANGEMENT, PLUS Gorontalo tour (Don't miss SWIMMING WITH THE WHALE SHARKS!)
Contact: Tukang Jalan

CP : Mentari 085810697553
Simpati 081315890191
XL 087808116852
WA / LINE : 081806898303 ; 087808116852 / 085810697553
PIN BB : 2BA4E9C1 / 52BDD3B1
Email : tuk4ng.jalan@gmail.com


Also went here with CumiLebay, you can see his fun blog here: www.cumilebay.com



***