Minggu, 19 April 2015

Ultimate Escape: Jeeva Beloam, Lombok



“Tidak pernah terpikirkan sebelumnya kalau Lombok memiliki tempat seindah ini dengan fasilitas sebaik ini,” mungkin itu kalimat yang tepat menggambarkan betapa lokasi ini benar-benar di luar ekspektasi saya akan Lombok.

Welcome to Jeeva Beloam :)



Biasanya jika membayangkan tempat terpencil dengan pantai pribadi dan laut berwarna turquoise, serta resort sangat nyaman maka saya akan langsung berpikir akan lokasi di timur Indonesia, entah di Nusa Tenggara Timur, Maluku atau Papua. Namun ternyata Lombok punya area seperti ini.




Terletak di Tanjung Ringgit, Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, perlu waktu sekitar 2 jam berkendara dari Bandara Internasional Lombok Praya untuk sampai ke Jeeva Beloam, sebuah beach camp dengan cottage-cottage berbentuk segitiga dengan kekhasan Lombok yang mengarah langsung ke pantai berpasir putih yang diapit bukit di sisi kiri dan kanan area pantai sehingga benar-benar private.






Hanya ada 11 unit cottage di Jeeva Beloam dengan masing-masing teras depan yang mengarah ke pantai. Bangunan seluruhnya terbuat dari kayu bahkan hingga kamar mandi. Ranjang dengan kelambu dan mengarah ke luar sehingga kita dapat bersantai sambil menikmati view pantai, hey it rhymes! 





Barbeque at night!
Area favorit kami untuk bersantai adalah di dek depan restoran, dengan sofa-sofa memanjang kearah laut. Di tengah sebelum area pantai terdapat kursi-kursi panjang yang mengelilingi area api unggun untuk bersantai di malam hari, sangat menyenangkan :)



The gorgeous Mrs Hitakara

Di Jeeva Beloam tidak ada sinyal internet, namun untuk mendapatkan sinyal saya hanya perlu trekking 15 menit ke atas bukit di sisi pantai dengan sinyal E yang ternyata cukup untuk upload foto. Meski begitu kami memilih untuk meletakkan smartphone kami dan menikmati interaksi konvensional: mengobrol sepanjang hari, bersenang-senang di pantai dan bermain games beramai-ramai tanpa perlu online. Jeeva Beloam adalah salah satu tempat paling nyaman yang membuat saya enggan menggeret koper saya keluar dari beach camp ini.



If you’re planning to escape from the busy life for a while, here’s the perfect place.

@marischkaprue – she will never escape from the beautiful Indonesia

Photo by Ferry Rusli & Me

NOTES:
  • Jeeva Beloam terletak di Jl. Pantai Beloam, Tanjung Ringgit, Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat 83672, Indonesia
  • Rate menginap di Jeeva Beloam untuk unit pantai (Beruga Pantai) adalah 244 USD per unit per malam (exclude tax) yang dapat ditempati 2 orang (maksimal 3 orang), dan termasuk makan 3x sehari untuk 2 orang, antar-jemput dari dan ke Bandara Internasional Lombok Praya, serta aktivitas (snorkeling, kayaking, trekking, cycling)
  • Untuk WNI terdapat harga khusus yaitu Rp. 3.045.000,- untuk 2 malam dengan maksimal per kamar untuk 3 orang (hanya berlaku di saat promosi, cek website Jeeva Beloam di sini untuk mengetahui rate khusus ini)
  • Tidak terdapat sinyal di Jeeva Beloam, untuk mendapatkan sinyal internet (untuk urgent atau jika tidak tahan ingin bersosial media), anda hanya perlu trekking 15 menit ke bukit di sisi kanan pantai, sinyal hanya E namun cukup untuk email, upload foto, dll.
  • Meski konsepnya beach camp, fasilitas di Jeeva Beloam sudah lengkap. AC, hot shower dan toiletries disediakan jadi jangan khawatir. Untuk makanan terdapat menu yang berbeda setiap harinya, ada juga menu vegetarian yang dapat dibuatkan khusus oleh chef di Jeeva Beloam.
  •  Saya menginap di kamar nomor empat dengan salah satu view terbaik di Jeeva Beloam :)

Sabtu, 18 April 2015

Drifting with Bamboo: Loksado Bamboo Rafting



Bayangan saya tentang rafting adalah perahu karet, menggunakan life vest dan helm serta mendayung sambil terus mengikuti ombak dan bersiap "terguling di tengah"



Karena bayangan inilah, saat ikut bamboo rafting di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, saya sudah menyiapkan banyak hal, mulai dari dry bag, dry pocket untuk handphone saya, hingga casing tahan air untuk kamera, semua persiapan karena saya yakin saya akan basah-basahan total selama bamboo rafting.




Namun ternyata bamboo rafting sangat aman dan saya sama sekali tidak perlu takut terguling di tengah sungai, namun tetap seru tentunya. Kami memulai bamboo rafting dari salah satu sisi Sungai Amandit. Sesuai namanya, kami akan mengikuti arus sungai dengan duduk di atas rangkaian bambu yang diikat menjadi satu sehingga menjadi rakit, lengkap dengan kursi untuk kami duduk.








Satu rangkaian bambu ini dapat menampung 4 hingga 5 orang, dengan satu "pengemudi" yang mengarahkan bambu mengikuti arus sungai. Kali ini kami, penumpang, hanya tinggal duduk dan menikmati pemandangan.


Won't stop us from taking some selfie shot :)
Keseruan bamboo rafting adalah saat melewati jeram, sang pengemudi akan mengendalikan arah rakit dari bambu ini dengan satu bambu panjang dan terkadang jika tidak jeli, rakit bambu ini akan "terganjal" di antara batu sehingga harus didorong untuk kembali ke jalur arus sungai.



Saat melewati arus yang tenang, saya dan teman-teman dapat sangat menikmati suasana sekeliling Sungai Amandit. Pepohonan di sisi kiri dan kanan sungai dan udara segar yang sulit kami nikmati di kota besar seperti Jakarta.


Hanya ada satu hal yang saya sesali dari bamboo rafting ini, yaitu tidak membawa bekal cemilan karena ternyata waktu yang cukup panjang saat bamboo rafting ini akan sangat menyenangkan sekali jika sambil sesekali ngemil di saat menikmati aliran sungai yang tenang :)

@marischkaprue - not a really anti-mainstream kind of girl, she goes with the flow

NOTES:
  • Area bamboo rafting di Sungai Amandit berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, sekitar 4 -5 jam berkendara dari Banjarmasin
  • Untuk menikmati trip serupa terdapat berbagai trip organizer yang menyediakan open trip. Untuk trip menikmati Bamboo Rafting di Loksado hubungi Tukang Jalan ,via email: tuk4ang.jalan@gmail.com atau telp +62 813158 09191 ,trip Banjarmasin, Pasar Terapung Lok Baintan, Bamboo Rafting dapat dinikmati selama 3 hari dengan budget Rp. 1.500.000,- (tidak termasuk tiket pesawat).

We surely having FUN!

Rabu, 15 April 2015

Serenity in Hakone: Prince Hakone and Onsen



Jika ingin merasakan suasana Jepang di luar hingar bingar Tokyo, Hakone adalah tempat yang tepat. Kota di Distrik Ashigarashimo, Prefektur Kanagawa ini dikelilingi dengan pegunungan dan memiliki danau biru yang indah. Beberapa kuil dengan torii (gate) berwarna merah juga terlihat jelas di sisi-sisi Hakone.




Tempat terbaik untuk menikmati Hakone adalah The Prince Hakone Hotel. Saya datang di saat salju masih menutupi sebagian pohon di area hotel ini, namun Prince Hakone tetap terasa nyaman dengan retro style room, kamar mandi yang lapang dan halaman penuh pepohonan dan tentunya pemandangan langsung ke arah Danau Ashi dari jendela kamar saya, sangat menenangkan.




Jika ingin mendapatkan pemandangan ke arah Gunung Fuji, anda dapat menempati kamar Mt Fuji View Twin Room, atau kamar yang mengarah ke danau jika ingin pemandangan asri danau dan pepohonan.

Onsen in Prince Hakone, photo courtesy of Prince Hakone Hotel
Salah satu hal yang wajib dicoba saat berada di Prince adalah hot spring bath atau terkenal dengan nama "onsen." Berendam di air dari sumber air hangat di Jepang ini merupakan salah satu must-do dalam list saya dan di Prince Hakone akhirnya saya memberanikan diri untuk mencoba dan ternyata sangat menyenangkan.

You have to take a bath first before dipping into the hot spring pool, photo courtesy of Prince Hakone
Hal yang mungkin menahan sebagian dari kita untuk mencoba onsen adalah kewajiban untuk menanggalkan semua baju saat berendam, bahkan kita tidak boleh menggunakan bikini saat berendam. Namun tenang saja karena area berendam pria dan wanita terpisah, sebelum berendam kita pun wajib membersihkan diri terlebih dahulu di area khusus dan masuk ke area kolam usai membersihkan diri.

Photo courtesy of Prince Hakone
Di udara yang sangat dingin saya akhirnya masuk ke kolam beratapkan kayu ini dan menikmati suasana onsen yang sangat menyenangkan. Hot spring bath di Prince Hakone sangat menggambarkan onsen dalam bayangan saya, berada di luar dengan batu-batu di sekeliling, taman dan pemandangan Danau Ashi persis saat berendam, sangat nyaman dan membuat saya enggan beranjak keluar dari kolam.



Patrick wants to get out and play :)
If you're looking for serenity in Japan, this could be one of the places to visit and enjoy.

@marischkaprue - she loves dipping in warm water

NOTES:
  • The Prince Hakone Hotel terletak di 144 Motohakone, Hakone-machi, Ashigara-shimo-gun, Kanagawam 250-0592, Japan
  • Saya menginap di The Prince Hakone dalam rangkaian Fuji & Hakone Tour, mengikuti tour ini lebih mudah karena sudah termasuk penjemputan di Tokyo, berkeliling Fuji (visitor center, 5th station), lake cruise, penginapan di Prince Hakone hingga tiket kembali ke Tokyo. Cek harga di website JTB.