Rabu, 29 Juli 2015

Europe in Kobe: Kitano-cho



"What's the point of going to a destination that didn't represent itself?"




Someone might ask that if I suggest this place to visit while in Kobe. Kenapa? Karena area ini memang tidak merepresentasikan Jepang, justru bangunan-bangunan dan jalanan yang ada di Kitano-cho, Kobe ini mengingatkan pada kota-kota kecil di Eropa, dengan bangunan gaya Eropa dari berbagai masa.


Meski jauh dari kesan "Jepang," Kitano-cho tetap menarik untuk dikunjungi. Sebagai pusat Hyogo Prefecture, Kobe merupakan area yang terbuka terhadap pendatang. Di masa awal abad 19, pendatang dari Eropa banyak yang berdiam di area di utara Kobe dan membangun tempat tinggal dengan gaya Eropa sehingga Kitano-cho menjadi sisi Eropa di Kobe dan cukup populer sebagai destinasi turis domestik Jepang sendiri.


Kitano-cho disebut juga Kitano Ijinkan Area, sesuai namanya "ijinkan" berarti rumah para pendatang, dan hingga kini disebut dengan nama Kitano Ijinkan. Bahkan beberapa jalan disebut dengan tambahan "ave" atau "street" seperti nama jalanan di Eropa.

Membentang dari utara Sannomiya, ada banyak spot menarik di Kitano-cho, here are some of places you might want to take a look while in Kitano-cho:

Kazami Dori no Yakata


Rumah ini merupakan rumah yang paling mencolok di area Kitano Ijinkan. Dengan warna merah bata dan arsitektur yang mengkombinasikan German Style dan Art Nouveau, Kazami Dori no Yakata atau former Thomas Residence telah menjadi aset kultural Jepang sejak tahun 1978.


Kazami Dori no Yakata dibangun pada tahun 1909 oleh Godfried Thomas, seorang pedagang Jerman untuk menjadi rumah pribadinya.

Harga tiket masuk: 500 Yen (jika digabung dengan tiket masuk ke Moegi no Yakata menjadi 650 Yen)
Opening Hours: 9 am to 6 pm

Moegi no Yakata


Rumah yang berada di sisi lapangan ini berwarna hijau pucat. Dahulu rumah ini adalah kediaman Hunter Sharp, mantan US Consul General di Kobe.

Harga tiket masuk: 350 Yen (jika digabung dengan tiket masuk ke Kazami Dori no Yakata menjadi 650 Yen)
Opening Hours: 9 am to 6 pm
Kitano Tenmangu Shrine


Kuil ini yang membuat Kitano-cho tetap memiliki rasa Jepang. Berada di dekat Kitano-cho Plaza dan Kazami Dori no Yakata, gerbang khas (Torii) sudah terlihat di depan persis dari pertigaan di area utara Kitano.



Yang menarik, Kitano Tenmangu Shrine ternyata adalah "cabang" dari Kitano Tenmangu Shrine di Kyoto. Di tahun 1180 saat Taira No Kiyomori memindahkan ibukota dari Kyoto ke Kobe, ia meminta izin untuk mendapatkan perlindungan dengan membangun kuil di Kobe (dahulu disebut Fukuhara no Miyako), Kitano Tenmangu Shrine kemudian dibangun dan area ini diberi nama Kitano.



Untuk naik ke kuil kita mesti menaiki tangga melewati Torii gate dan kemudian ada bangunan di level kedua. Torii gate merah dan area sembahyang ada di area paling atas, yang berarti kita mesti menaiki tangga lagi.



Tidak ada admission fee untuk memasuki area Kitano Tenmangu Shrine, namun selalu ingat untuk menghargai warga Jepang yang sedang beribadah. Saat saya datang ada rombongan turis Asia yang sangat berisik dan bahkan berteriak-teriak, padahal ada warga lokal yang sedang bersembahyang di shrine ini (If only I can slap them in the face, sigh).

Shops and Ice Cream


Jangan lupakan toko-toko yang ada di area Kitano-cho, mulai dari pakaian, gantungan kunci hingga rajutan ala Eropa (but maybe this is not the kind of souvenir you want from Japan but it's still fun for window shopping)


So what's the point of going to a destination that didn't represent itself?


What's the point of asking that? Just go and explore and enjoy, and by the way, Kitano represent a bit of Kobe's history also :)

@marischkaprue - there are no complicated terms and conditions of what her destinations should be

Photo by Ferry Rusli

NOTES:

Where

Kitano-cho atau Kitano Ijinkan Area berada di sisi utara Kobe, Hyogo Prefecture, Jepang.

Nearest Station

JR Sannomiya Station, Sannomiya Station, Hankyu Kobe Sannomiya Station.

How to Get There

From Osaka: Dari Osaka Station naik JR Special Rapid Service (departure track No. 4) atau JR Kobe Line Rapid Service (departure track No. 5) ke JR Sannomiya. Waktu tempuh 23 atau 28 menit. Harga tiket 410 Yen.

Click for larger picture
From JR Sannomiya: by taksi (sekitar 900-1100 Yen), by Bus (City Loop Bus di Bus Stop No. 7) dengan rute dari Sannomiya Station ke Kitano Meister Garden, Kitanozaka Ave, Rhine House (berhenti di Bus Stop No. 10- Kitano Ijinkan). 
Dari sini anda hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit hingga ke Kitano Tenmangu Shrine dan berkeliling Kitano-cho. Untuk kembali ke Stasiun JR Sannomiya, naik bus dari Bus Stop No. 10, berhenti di Bus Stop No. 13 (Sannomiya Station arah South). 
Tarif City Loop Bus 260 Yen per ride (untuk anak-anak 130 Yen per ride), namun lebih baik beli 1 Day Pass seharga 660 Yen (untuk anak-anak 330 Yen) agar bebas naik City Loop Bus seharian. 
One Day Pass ini dijual di City Loop Bus, Kobe Information Center (Sannomiya) dan Tourist Information Office (Shin-Kobe).

Senin, 27 Juli 2015

Pantai-Pantai Terbaik di Alor



Salah satu lokasi dengan air laut yang paling bening yang pernah saya datangi adalah Alor yang berada di Nusa Tenggara Timur. Berenang di perairan Alor sangat menyenangkan, air laut yang bening dan koral yang sangat sehat dan kaya, Alor adalah salah satu lokasi terbaik untuk snorkeling! (lihat spot-spot snorkeling Alor di sini).


Nah, jika anda hanya ingin menikmati bersantai di pantai, menikmati angin sepoi-sepoi dan nyamannya berjalan telanjang kaki di pasir pantai, Alor punya banyak pilihan pantai-pantai terbaik dengan karakter yang beragam. Here are some of it..

Pantai Kokar

Capturing sunset
Sunset fans :)

Ini pantai pertama yang kami singgahi saat tiba di Alor, Pantai ini memang kurang istimewa dibanding pantai lainnya, karena cukup dipadati warga. Namun, menikmati sunset sejenak di Pantai Kokar tentunya bisa jadi pilihan :)

Pantai Pantar Kumbang



Pemandangan di pantai ini sangat mempesona, air laut yang sangat bening dengan pantai berpasir putih. Keunggulan Pantar Kumbang adalah area ini sangat sepi, kami menikmati momen merasa memiliki pantai pribadi di sini.

Pantai Ilawe



Perahu berwarna-warni menjadi ciri khas Pantai Ilawe. Bagi saya, pantai ini lebih cocok untuk berbaring menikmati semilir angin laut sambil melihat perahu nelayan yang berwarna-warni ini berayun lembut mengikuti ombak yang masuk ke pantai.

Pantai Deere


Pasir putih dan jajaran pohon kelapa, sebenarnya tidak ada yang begitu spesial tentang Pantai Deere, meski tentu saja pantai ini sangat indah (dan sangat indah adalah hal yang biasa di Alor). Ada satu hal yang mencolok di Pantai Deere, yaitu pohon kelapa yang cukup stand out dengan batang yang menukik miring, namun ujung pohon yang tegak, spot yang menarik untuk difoto tentunya.

Pantai Batu Putih



Disebut Pantai Batu Putih karena tebing di pinggir pantai berupa tebing batu berwarna putih. Pantai Batu Putih menyenangkan untuk tidur siang di sisi tebing, area yang sejuk dengan semilir angin dan suara deru ombak yang pasti membuat saya malas bangun :)


Pecinta sunrise wajib mampir ke Pantai Mali. Meski biasanya saya lebih memilih tidur lebih panjang dibandingkan pergi subuh-subuh di saat gelap "hanya" untuk melihat sunrise, saya sama sekali tidak menyesal bangun pagi hari itu. Dari gelapnya malam dan sinar yang perlahan menggores langit di Pantai Mali, serta pohon yang berada di tengah laut membuat pemandangan pagi begitu majestic.

*Lihat lebih lengkap tentang Pantai Mali di sini

Pantai Reklamasi



Jika ingin menikmati sunrise dari area yang lebih dekat dengan pusat kota, pantai ini bisa jadi pilihan. Pantai Reklamasi di pagi hari menyediakan suasana sedikit mellow, dengan pemandangan kapal-kapal kayu yang berjejer di dermaga, diliputi kabut yang membiaskan warna keemasan dari matahari pagi. Tunggulah matahari muncul dari balik pepohonan dan nikmati warna langit yang berganti perlahan-lahan.


That's some of the best beaches in Alor, saya yakin masih banyak pantai-pantai lain yang jauh lebih mempesona di Alor, namun belum sempat saya datangi. Hopefully someday I'll visit Alor again and add more beaches on this list, yes?

@marischkaprue - dreaming of a nice house beside the beach

NOTES:
  • Pantai Mali berada di Desa Kabola, Kecamatan Teluk Mutiara, Alor, Nusa Tenggara Timur.
  • Mali Beach located at Kabola Village, Teluk Mutiara, Alor, East Nusa Tenggara.
  • Alor terletak di Nusa Tenggara Timur. Untuk menuju Alor, ambil penerbangan ke Kupang (Harga tiket Jakarta - Kupang PP sekitar Rp. 3.000.000,-) kemudian dilanjutkan dengan penerbangan Kupang - Alor (via Transnusa dengan harga tiket sekitar Rp. 1.200.000,- PP)
  • Alor is located in East Nusa Tenggara, to reach Alor you can take a flight to Kupang (Jakarta - Kupang return flight is about Rp. 3.000.000,-), then continue with Kupang - Alor (via Transnusa return flight is about Rp. 1.200.000,-)
  • Budget untuk menikmati 5 hari di Alor sekitar Rp. 3.000.000,- all in (tidak termasuk tiket pesawat), untuk mendapatkan kisaran budget tersebut sebaiknya pergi bersama-sama atau ikut open trip sehingga biaya sewa kapal dan mobil dapat lebih murah. Untuk trip ke Alor, hubungi Tukang Jalan ,via email: tuk4ang.jalan@gmail.com atau telp +62 813158 09191
  • The budget for 5 Days in Alor is around Rp. 3.000.000,- all in (exclude plane ticket), to get this price with proper facilities, you can join open trip so the boat and car rent is cheaper. Contact Tukang Jalan for the trip to Alor: tuk4ng.jalan@gmail.com or phone +62 813158 09191

Jumat, 24 Juli 2015

Must Visit in Osaka: Dotombori



I know this is the most mainstream spot for tourist in Osaka but hey, mainstream is fun sometimes!




Ada satu hal yang disebut-sebut harus dilakukan di Osaka yaitu berfoto di depan Glico sign di Dotombori, Osaka. Entah dari mana asalnya, sign besar berwarna-warni dengan gambar pelari khas brand Glico menjadi sangat populer dan merupakan salah satu lokasi dimana turis paling banyak berfoto (bahkan ada kalanya hingga harus mengantri).



Terletak di area selatan Osaka, Dotombori adalah jajaran bangunan berwarna-warni dengan sign lampu menyala yang menerangi jalanan di saat malam hari. Hot spot Dotombori tentu saja Glico sign yang terletak di sisi Sungai Dotomborigawa. Dari terangnya Asahi sign, Tsutaya dan tentunya Glico sign, area ini adalah tempat yang sangat menampilkan sisi kota modern Jepang yang berwarna-warni.






Dotombori juga merupakan lokasi seru untuk mencoba berbagai makanan. Yang unik, di area ini berbagai tempat makan yang ada menghias diri mereka dengan eksterior yang unik, mulai dari kepiting besar yang bisa bergerak-gerak, gurita besar, tangan dengan sushi, hingga wajah yang memenuhi dinding depan bangunan. Area ini mengingatkan saya pada area Cihampelas Bandung masa dulu dengan dekor besar di bangunan.



Ada banyak makanan di Dotombori yang dapat dicoba seperti okonomiyaki, takoyaki, udon, ramen dan lain-lain. Salah satu antrian terpanjang adalah di salah satu restoran okonomiyaki namun saya bukan orang yang senang mengantri lama untuk makanan sehingga kami memilih ramen di Ichiran yang ternyata sangat seru dari segi experience!

Before dark
Don Quijote, but this one is really crowded, better find another Don Quijote store
You can cruise the river also

Area lain di Dotombori dipenuhi berbagai toko, dari sepatu, baju, topi hingga toko semua ada seperti Don Quijote juga ada di area ini. Best time menikmati Dotombori tentu saja di saat malam hari dan bangunan-bangunan di area ini menyala. Also, don't forget to take pictures in front of the Glico sign, it's fun to be mainstream sometimes ;)

@marischkaprue - took several photos in front of the Glico sign, she's a proud tourist here :)

Photos by Ferry Rusli

NOTES:

Where

Dotombori (atau Dotonbori) terletak di area Chuo-Ku, area selatan Osaka. Hot spot Dotombori adalah di sisi Sungai Dotomborigawa.

How To Get There
Stasiun terdekat adalah Namba Station (ada berbagai pilihan station yaitu JR Line dan Nankai Line), atau Osaka-Namba Station (Kintetsu Line dan Hanshin Line)

***