Senin, 20 Oktober 2014

Embracing Nature at Palawan: Photo Story



When was the last time you saw a butterfly? Well, for those living in a big city, it's very hard to see even one butterfly. But here, butterflies are flocking everywhere, it's their home where they can fly, perch on some flowers or leafs and just an eye candy to see these light beautiful creatures.





Here in Butterfly Eco Garden which located at Santa Monica, Puerto Princesa City, Philippines we can see a lot of butterflies, flowers, birds and even the neatly arranged butterflies cocoon.






Just a three minutes walking distance from the Eco Garden, you can see the Tribal Village. It's actually a small display village where the entire tourist can see Palawan's indigenous people. You can try their traditional musik instrument also, even though I'm suck in music, at least I've tried my best :)



Palawan is a great place to embrace nature. From Eco Garden, you can head to south road of Puerto Princesa, to Palawan Wildlife Rescue and Conservation Center. It's actually a shelter for crocodiles captured by human. To avoid the killing by people who captured the crocodiles, here in Palawan Wildlife Rescue, they "rescue" the captured crocodile, put them here so it can continue life without having to compete to get the environment. One crocodile named Valentino and weighs about 500 kilograms; just imagine how big he is.

cutey!

Well, if you're not a reptile lover, just go further in this place and you can find the fluffy bearcat or in local languange they called it binturong. Well it looks like a bear but the size is just like cats so it describes the name. Even though it might seems cute and fluffy, you cannot hug them since sometimes they can be agressive and the Conservation Center tries to keep them away from human touch and interaction to keep their wild side.

So, do you want to embrace nature here? :)

@marischkaprue - just a normal nature lover

NOTES:
  • Thanks to Philippines Department of Tourism, see more about Philippines on their website here

Sabtu, 18 Oktober 2014

When You Need Space: Serena X Taman Jogging



Ruang bagaikan luxury di kota besar seperti Jakarta. Setiap hari kita berbagi ruangan, berbagi jarak, berbagi kegiatan di ruang-ruang sempit. Jalanan bagaikan arena yang ramai dengan semua kendaraan berdesak-desakan, untuk masuk ke manapun mengantri adalah hal biasa, berdesak-desakan di kendaraan, ruangan maupun lift adalah rutinitas.

In front of Jogging Garden, you can feel green just beside this traffic
We all need space and green :)
Saat hati sudah menjerit untuk kebutuhan ruang, untuk keinginan melihat kehijauan, ada satu lokasi yang mudah untuk menikmati itu: Taman Jogging yang terletak persis di depan bundaran La Piazza Mall Kelapa Gading. Gerbang masuk taman ini persis di depan bundaran sehingga tidak sulit untuk masuk dengan kendaraan dan mencari lokasi parkir, bahkan sebagian kendaraan dapat parkir "seenaknya" karena lahan parkir yang cukup luas.




Jika ingin menikmati taman saat sepi, datanglah di pagi hari saat bukan weekend, karena jika datang di sore hari anda tetap harus berbagi ruang dengan banyak warga Jakarta yang ingin menikmati kehijauan di tengah kota. Namun meski di saat ramai, anda masih tetap dapat menikmati ruang hijau di taman ini, menemukan bangku kosong adalah hal mudah meski di sore hari :)


Sesuai namanya, taman jogging memiliki jogging trek dengan jalur di antara rimbunnya taman. Terdapat pula area duduk-duduk, jalur batu refleksi dan fasilitas toilet. A nice place to spend your evening, other than shopping malls.


Satu hal lain untuk mendapatkan ruang di tengah hiruk-pikuk Jakarta: Nissan Serena dengan ruang yang memanjakan saya selama perjalanan. 7 seater MPV ini memiliki ruang dalam kabin sepanjang 3 meter dan tinggi dalam kabin 1,3 meter yang membuat bergerak di dalam Serena begitu mudah dan terasa lega.

Spacious Serena, oh and loving the glass roof!
I prefer the back seat actually :D

My favourite detail is panoramic glass roof yang menyenangkan untuk melihat gedung-gedung tinggi Jakarta di sore dan malam hari selama berkendara, ataupun menikmati kehijauan saat bersantai di dalam mobil. Space also means more comfort, backrest personal folding table sangat membantu pekerjaan selama di dalam mobil, saya dapat membuka laptop dengan nyaman selama perjalanan, a thing that help finishing works while in Jakarta :)

Can't stop myself to just lay down here X)
Saat 3rd row seat dilipat, Serena memiliki kabin penyimpanan dengan panjang sekitar 1,7 meter. Just a perfect space so you can enjoy your time anywhere.

@marischkaprue - she needs space like she needs the sun and the sea

Photo by Ferry Rusli, edited by me

NOTES:
  • Taman Jogging terletak di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tepat di depan bundaran La Piazza Mall Kelapa Gading.
  • Anda hanya perlu membayar parkir jika membawa kendaraan ke Taman Jogging, sementara untuk masuk dan menikmati fasilitas taman tidak dipungut biaya.
  • Taman Jogging buka dari pukul 05.30 hingga pukul 22.00 malam.
  • Jika ingin menikmati taman di saat sepi datanglah di hari kerja, saat akhir pekan dan sore hari taman lebih penuh.
  • Info detail tentang Nissan Serena dapat anda lihat di sini : www.nissan.co.id/vehicles/All-New-Serena.aspx 
  • Saya mendapatkan #ExperienceSerena selama tiga hari berkendara. Satu hal yang sangat saya nikmati adalah ruang yang sangat luas. Jika ingin mencoba berkendara dengan Serena anda dapat menghubungi dealer terdekat atau kontak di twitter NissanID

Kamis, 16 Oktober 2014

Guess What at Puerto Princesa Subterranean Underground River




"Play with your imagination," ujar guide yang menemani kami di kapal kecil berkapasitas tujuh orang saat lampu senter memperlihatkan bentuk-bentuk stalagmit dan stalagtit yang ada di Puerto Princesa Subterranean Underground River.


"Ini kaya alien sis"
"Ini telur aliennya nih"
"Yang ini bapak aliennya lagi tidur"

Saya dan teman saya, Cicilia asik berimajinasi membayangkan bentuk-bentuk batuan yang muncul dari atas dan sisi dalam gua. Bagi kami bentuk-bentuk ini bagaikan sarang alien dengan telur-telur alien yang belum menetas. Mungkin kami memang terlalu banyak menonton film sci-fi.

"Ini seperti paha ayam," ujar guide kami saat kapal melewati salah satu sisi sebelum masuk ke area chamber besar di tengah. Saya memiringkan kepala sedikit, memang bentuk batuan itu seperti paha ayam KFC, untungnya kami belum lapar saat itu :)



Terletak sekitar 80 kilometer utara kota Puerto Princesa, Palawan, Filipina, Puerto Princesa Subterranean Underground River merupakan salah satu atraksi utama bagi turis yang datang ke Palawan. Berada di area Taman Nasional Puerto Princesa Subterranean River, sungai yang melewati gua ini merupakan salah satu situs geologis yang dilestarikan oleh UNESCO karena kekayaan jalur sungai yang melewati gua, serta deretan batuan kapur yang membentuk landscape di area ini.



Jalur masuk ke underground river tidak sulit. Dari pesisir pantai saya hanya perlu berjalan kaki di jalur yang telah dibuat rapi, tangga kayu dan jalanan yang menuju ke area semacam laguna di tengah hutan hujan tropis yang dipenuhi long tailed macaque, atau monyet yang "menyapa" sejak kami turun di pesisir pantai.



Dari laguna kami menaiki kapal kecil dengan dipandu guide lokal dan masuk ke kegelapan. Satu orang yang posisinya di depan akan menjadi lighting men or women, memegang dan mengarahkan senter ke berbagai area di dalam gua yang dipenuhi stalagtit dan stalagmit.

Dari jalur yang lebih sempit kami mengarah ke area besar seperti chamber dengan batuan membentuk bukit di sisi kanan, kemudian mengarah ke jalur kecil lagi sebelum berputar balik.

Bats sleeping area
Keseruan dari menyusuri underground river adalah bermain imajinasi. Batuan di dalam gua dapat menjadi apa saja, sesuai bagaimana liar imajinasi anda bermain. Jangan lupakan kelelawar yang sesekali terlihat terbang, atau tertidur nyenyak di langit-langit gua.

This place could be Batman's cave or Alien's nest, depend on your imagination

@marischkaprue - choose alien over Batman

NOTES:
  • Puerto Princesa Subterranean Underground River terletak di Sitio Sabang, Barangay Cabayugan, sekitar 80 kilometer di area utara kota Puerto Princesa.
  • Harga tiket untuk menikmati underground river tour: 900 PHP (Phillippines Peso) per person
  • Thanks to Philippines Department of Tourism, see more about Philippines on their website here
Me & Cicilia, we met a lot of "Aliens" inside the underground river ;)

Rabu, 15 Oktober 2014

Let's BREAKAWAY to Switzerland, FREE!



Apa yang terbayang saat mendengar kata Switzerland?

Pegunungan super indah, kota-kota dengan bangunan kayu yang cantik, padang rumput hijau dengan domba di sekelilingnya, coklat lezat dimana-mana dan masih banyak lagi!

Beautiful wooden houses everywhere!
Saya beruntung dapat menikmati apa yang memang jadi ciri khas negara produsen berbagai coklat terkenal sedunia ini. Terletak di Eropa tengah dan diapit berbagai negara, mulai dari Austria dan Liechtenstein di bagian utara, Perancis di barat, Jerman di timur, hingga Italia di wilayah selatan, Switzerland atau Swiss adalah negara multi kultur karena budaya berbagai negara yang berbaur di Switzerland.



Namun bagi saya pesona utama Switzerland adalah pegunungan salju, rangkaian pegunungan Alpen di area selatan, ataupun Jura di barat laut dengan satu kesamaan: mempesona. Bahkan di musim panas sekalipun, saya tetap dapat menikmati salju abadi ini! :D


Sebagai manusia yang lahir dan besar di wilayah tropis, merasakan salju adalah hal yang "mahal" bagi saya, perasaan yang sangat menyenangkan dapat berjalan di atas salju putih, memegang salju dan memandang rangkaian pegunungan es berwarna putih dan abu-abu dari bukit berbatu.


Up up here we go!
Kenikmatan utama di Switzerland adalah menikmati pegunungan salju begitu mudah, tanpa perlu trekking berat, tanpa perlu bersusah payah. Di Zermatt, Switzerland bagian selatan ada beberapa opsi menikmati pegunungan salju, mulai dari naik gondola ke area Matterhorn Glacier Paradise, naik kereta ke arah Rotenboden dan Gorgegrat dengan pemandangan 360° rangkaian pegunungan Alpen, ataupun berjalan di jalur yang sudah disediakan namun dengan waktu yang lebih lama.

Pemandangan di berbagai lokasi ini benar-benar spektakuler. Satu hal yang lebih spektakuler adalah jika dapat menikmati semua ini dengan gratis, Yap, GRATIS!


Ada 6 paket liburan ke Eropa untuk 3 pemenang (bersama 1 teman) ke salah satu destinasi yang dipilih:

City Break ke Vienna, Culture Break ke Barcelona atau Nature Break ke Switzerland!

Saya tentu rekomendasikan anda untuk jadi Team Switzerland di KIT KATBreakaway to Europe, WHY? BECAUSE SWISS IS BEYOND AWESOME!!

Caranya mudah, buka link ini: http://bit.ly/KITKATBREAKAwayMPru

Beli Kit Kat minimal Rp. 20.000,- ,Registrasi, Pilih Destinasi (I highly recommend Switzerland), kemudian hanya perlu upload foto lagi makan Kit Kat sesuai challenge! :)


May the best highly motivated person win! Psst, satu lagi, Switzerland salah satu negara termahal di dunia, jadi jika dapat mengunjungi negara ini dengan gratis, anda adalah salah satu orang yang super beruntung! :)


@marischkaprue - freedom and free stuffs and free travel are her favourites in life ;)

NOTES:

·      Jika anda jadi pemenang, jangan lupa foto saat makan coklat KIT KAT di atas gunung es karena makan coklat di udara dingin itu super enak ;)

Senin, 13 Oktober 2014

Mari Mabuk di Wakatobi



"Makin banyak orang Indonesia yang diving, makin bagus supaya yang lihat keindahan bawah laut Indonesia bukan hanya bule saja," ujar Anton, dive instructor kami saat diving di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.


View from the dock
Alat-alat selam memenuhi kapal. Lebih dari 15 orang masuk ke dalam kapal dive ini dan kapal mulai bergerak dari dermaga di Pulau Tomia, Wakatobi. Tidak lama kami sampai di salah satu titik penyelaman yang sangat populer, setidaknya saya selalu mendengar nama spot diving yang satu ini jika berbicara tentang Wakatobi.

Say yes to underwater world!
See the colors of the water, perfect place to dive
"Mari Mabuk," nama yang terdengar unik dan tidak biasa sebagai nama lokasi. Wajah-wajah bersemangat terlihat saat memakai perlengkapan diving. Sebagian besar dari tim Daihatsu Terios 7 Wonders baru mendapatkan lisensi menyelam dan mereka mengambil lisensi khusus sebelum ke Wakatobi agar dapat menikmati indahnya bawah laut yang disebut-sebut sebagai lokasi dengan spesies terumbu karang terbanyak di dunia.

To know how it feels, you just have to try it!
Saya pun selalu senang melihat semangat-semangat baru untuk menyelam. Divers memang akan selalu meracuni orang lain untuk jadi divers, alasannya? keindahan bawah laut sulit dideskripsikan, anda harus mencoba, harus! dan inilah yang dilakukan sebagian besar orang dalam grup kami.

Tidak lama satu persatu mulai melakukan big step, cara menceburkan diri ke air dengan simply melangkah keluar dari kapal dan siap menikmati alam bawah laut.


Busy day underwater
Audita, dive instructor kami mengajak saya turun terlebih dahulu untuk mengambil gambar. Kami langsung bergerak ke area dengan soft coral yang memenuhi hampir seluruh dasar, begitu berwarna-warni dan bervariasi bagaikan ditata khusus oleh desainer sehingga kemanapun saya melihat bagaikan komposisi indah yang sempurna untuk difoto.

Not the best visibility but how can you not love the corals? :)
Memang, saat kami turun jarak pandang tidak sebaik biasanya. Saya ingat pada penyelaman saya dahulu di area Pulau Hoga jauh lebih bening, namun di Mari Mabuk, saya dimabuk keindahan soft coral yang begitu banyak, serta ikan-ikan kecil yang dengan serunya lewat di sekeliling kami.

From these soft coral garden
Suddenly covered with hard corals
Another view from "hard coral area"
Soft coral di titik penyelaman ini sangat padat, dan uniknya saat saya bergerak ke sisi lain "bukit" area dengan karakter yang berbeda langsung terlihat. Di sisi ini justru hard coral atau karang keras yang memenuhi dasar, sangat terasa berbeda dengan area sebelumnya yang ditutupi soft coral beraneka warna.

Maybe this "nemo" is thinking about whether he's gonna go out or not :)

Pecinta indahnya koral yang berwarna-warni, dengan ikan beraneka warna tampak sibuk di tengah "kemacetan" bawah laut akan dibuai di penyelaman ini. Mari Mabuk memang memabukkan dan konon nama ini memang disematkan karena titik penyelaman ini begitu indah dan membuat penyelam "dimabuk" kecantikan karang-karang indah Wakatobi.
 
colorful corals :)
A "garden"

Ah, tidak hanya Mari Mabuk yang memabukkan. Diving bagi saya selalu memabukkan, membuat senang, membuat ketagihan dan tidak ingin berhenti. So, are you ready to get drunk underwater? ;)

@marischkaprue - not a drunken master

NOTES:
  • Titik penyelaman Mari Mabuk terletak tidak jauh dari Pulau Tomia, hanya sekitar 20 menit dengan kapal dari dermaga Waha di Pulau Tomia, Wakatobi.
  •  Masih banyak titik penyelaman lain di area Pulau Tomia. Budget untuk 5x dive dengan penginapan dan makan sekitar Rp. 2,9 juta (belum termasuk tiket pesawat). Info & Booking hubungi Dokter Yudi (Tomia Dive Center) di +62821 87877751
 
BIG THANKS to Daihatsu Terios 7 Wonders yang telah melakukan touring dari Manado menuju Kendari dan menyeberang ke Pulau Tomia untuk eksplorasi keindahan Wakatobi. I join their awesome trip in Wakatobi.

Di Bukit Tomia bersama Terios 7 Wonders 2014