Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

15 Oktober 2017

, , , ,

BE PREPARED AND PLAY: STUFFS FOR TRAVEL


Kalau sering jalan, mungkin kalian akan sering mendengar pertanyaan ini "Kamu seringnya pakai koper atau ransel?," kalau saya sendiri, surely and mostly (almost all the time actually), pakai koper. Why? karena untuk saya, lebih mudah (tinggal digeret aja haha, ini pasti diprotes sama anak ransel), dan muat jauh lebih banyak barang. Bukannya anti pakai ransel, I use backpack when I went to many special places that requires me to use backpack, and I'm okay with that :) 

Nah, sekarang, mari bongkar beberapa isi koper saya saat trip laut! (next time saya akan bahas untuk trip lain lagi, winter maybe?). 
 
SWIMSUITS, MANY SWIMSUITS


Enaknya trip laut adalah outfit dan baju renang hanya menghabiskan space yang kecil di tas kalian, karena ukuran baju-baju pantai yang mostly kecil, dan bahan yang tipis sehingga tidak memakan banyak tempat. Kita juga dapat mengkombinasikan swimsuit dengan outfit darat misalnya untuk trekking di Gili Lawa, Komodo seperti ini (we can easily jump into the water after that). 

FLOATIES 


Saya termasuk penggila floaties, saya ingat pertama kali floaties dengan bentuk donat, swan dan flamingo muncul, It's perfect for sea trip! Namun, floaties memang menghabiskan cukup banyak tempat bahkan saat sudah dikempeskan sehingga biasanya saya hanya membawa 1 floaties setiap trip. 
 
FINS & MERMAID FINS 


Ini salah (dua) barang yang sering ditanyakan. Saya biasanya membawa long fin (untuk freedive) saat trip laut dan snorkeling. Namun jika memungkinkan saya akan membawa monofin berbentuk sirip ikan besar ini, it took another extra bag sehingga seringkali saya harus memilih membawa long fin atau mermaid fin, which one you prefer? 

HATS 



You know I have so many hats! Topi itu selalu bikin insta-genic haha, dan bukan hanya untuk foto, topi melindungi jidat saya dari terbakar matahari. Cara membawa topi agar mudah? jika muat di koper, masukkan di koper dengan terlebih dahulu mengisi bagian dalam topi dengan baju/kain agar bentuk topi tidak berubah. 

IMPORTANT: BETADINE DRY POWDER SPRAY 
 


Sudah tidak terhitung berapa kali saya luka-luka saat trip laut. Entah terkena batu karang saat snorkeling, baret dan jatuh saat trekking, kepentok kayu (hehe), dan apapun (amit-amit jangan sampai yang parah ya). Tapi, sekarang saya sudah bawa antiseptik andalan untuk luka: Betadine Dry Powder Spray, penggunaannya sangat mudah: tinggal semprot, tidak perih. Betadine Dry Powder Spray mengandung Povidone-Iodine 2,5% yang dapat membunuh kuman penyebab infeksi tanpa mesti menyentuh luka serta mengandung cooling effect (we need that!). 
 
Btw, kalau kalian trip apa yang kalian siapkan? Hal yang paling penting tentunya barang harus sesuai dengan tujuan kalian: destinasi, aktivitas dan mobility (perhatikan itinerary apakah akan banyak berpindah-pindah atau tidak, ini penting untuk menentukan barang yang akan dibawa). 



Nah ada games seru "BePrepared and Play" ,di mana kalian akan memilih barang- barang yang perlu dibawa sesuai dengan tempat tujuan di setiap level, misalnya apa barang yang perlu dibawa saat liputan? tinggal pilih gambarnya dan drag ke kotak-kotak yang sudah disediakan, beda tempat dan aktivitas tentunya berbeda barang. Games ini menuntut (dan melatih) kita untuk berpikir cepat mengenai barang-barang yang diperlukan untuk trip dan aktivitas tertentu. 



The MOST FUN PART adalah kalian dapat memenangkan TRIP TO MANCHESTER, GRATIS! 2 peserta dengan poin tertinggi dapat memenangkan hadiah utama jalan-jalan ke Manchester, Inggris dan masing- masing pemenang dapat mengajak 1 orang (teman/ keluarga/ pacar? *ehm, siapapun!) 

So, ready to prep your stuffs to go to Manchester? Ikuti terus gamesnya, kalau poinnya masih belum cukup tinggi, try and play it again! 

It's always good to be prepared, then you can have fun and play!

@marischkaprue - she prepared and nature is her playground :)

7 September 2017

, , , ,

ANOTHER GOOD DAY AHEAD: TRAVEL & GAUL BARENG GOOD DAY ORIGINALE CAPPUCINO


Are you an introvert or extrovert? Sejujurnya, percaya atau tidak, I'm an introvert (my closest friends know really well about this). Saya termasuk tipe yang canggung memulai pembicaraan dengan orang baru, meski mungkin banyak orang melihat saya dapat berbicara lancar di depan banyak orang (that's public speaking, thanks to my previous job on tv). 

Nah, untuk seorang introvert, traveling is another challenging thing when it comes to meet new people, khususnya saat kita mesti bergabung dalam grup saat bepergian (misalnya ikut open trip). Kami - para introvert - biasanya akan jadi pendengar, lebih banyak menyimak dan menghindari one-on-one conversation simply because we don't really know what to say and how to make a conversation running well. Tapi traveling menuntut saya bertemu banyak orang baru, dari latar belakang yang berbeda. Lokasi-lokasi yang tanpa sinyal juga membuat kami, mau tidak mau mesti ngobrol (what else to do, eh? staring at your airplane mode smartphone? nah!). Pelan-pelan saya belajar cara dari basa-basi jadi obrolan, cara membuat diri lebih nyaman ngobrol dengan orang baru, lebih "gaul" lah saat bersinggungan dengan banyak orang. 

Fun Times Together!
Kini sudah bertahun-tahun saya "terjebak" kondisi menikmati traveling bersama orang-orang baru. Kini, sebagian besar dari mereka yang pernah traveling bareng malah jadi teman dekat, meski kita tidak selalu dapat bertemu di Jakarta. Gaul Bareng saat trip ternyata menyenangkan dan tidak se-seram itu, meski sampai sekarang terkadang saya masih canggung untuk mulai obrolan (still an introvert inside). 

Nongkrong seru di kolam sambil enjoy Good Day!
Jadi apa inti postingan ini? Wahai para introvert, jangan takut traveling yang menuntut kalian untuk gaul bareng, jangan takut untuk ikut open trip di mana pesertanya tidak ada yang kita kenal. You'll enjoy it eventually, and it really helps us to practice ourself, from that social awkwardness to having fun (once in a while) with groups of people.
Ah, saya jadi inget nongkrong-nongkrong di pinggir pantai malam-malam, lihat bintang sambil seruput Kopi Good Day Originale Cappucino dengan rasa klasik yang bikin suasana makin mak nyus, atau lagi seru-seruan di theme park dan bersantai sejenak sambil menikmati rasa Cappucino favorit, rasa klasik cappucino dengan taste kopi yang kental berbaur dengan manisnya susu! a perfect-o moment, terutama saat Gaul Bareng, karena Gaul perlu banyak rasa! 


What's even better? Ngopi Good Day Originale Cappucino sama teman- teman dan memenangkan banyak hadiah seru dari Good Day! Yuk ikutan Good Day Originale Cappucino Blog Competition! 

Caranya:

Tulis artikel dengan tema "Gaul Bareng Good Day Originale Cappucino"
tulis keseruan kamu gaul bareng Good Day Originale, tulis apapun yang kalian pikirkan tentang "Gaul," ekspresikan apa itu gaul dan sudut pandang kalian tentang Gaul Bareng, biarkan kreativitas kalian mengalir! tulis keseruan dan ekspresi kalian di microsite Good Day Originale Cappucino: www.gooddayoriginale.com
The Prize? 

Dapatkan kamera mirrorless Canon, 2 Smartphone Samsung Galaxy A5 2017 dan MAP Voucher senilai Rp. 150.000,-
So, siap untuk Gaul Bareng Good Day Originale Cappucino? @marischkaprue - travel, coffee, happy

***


15 Agustus 2017

, ,

A STORY BEHIND THE SCENE: SEMANGAT KEMERDEKAAN (1)



Kami melangkah di dermaga Kampung Komodo. Ferry sibuk mempersiapkan tim untuk mengambil gambar, saya dan Sefiin berjalan kaki memasuki kampung. Kami berhenti sejenak di balai warga untuk mendaftarkan nama kami di buku kunjungan. Saat keluar saya langsung melihat muka yang sangat familiar, Dedi!

Dedi merupakan guide kami saat saya dan Ferry datang ke Taman Nasional Komodo tahun lalu. Ia tinggal di Kampung Komodo dan saya sudah berusaha menghubungi Dedi untuk memberitahu kedatangan kami namun saat menelpon salah sambung. Untungnya, saat kami datang ternyata Dedi sedang tidak membawa tamu, jadi kami bisa bertemu.

Selain mengambil video, bercanda dengan anak-anak, kami pun mencari lampu petromax untuk kebutuhan shooting, dan Dedi dengan sigap langsung membantu kami mencari lampu petromax yang sudah langka itu (who need that when electricity available anyway).

Sefiin, Ferry, Dedi and me
Akhirnya kami mendapatkan lampu petromak tua yang sudah menghitam. Well, tampilannya bukan masalah karena kami hanya membutuhkan lampu itu untuk menghasilkan api dari sumbu lampu petromax. Usai membayar dengan angka yang kurang wajar (totally overpriced, but hey nobody else have it here!), kami kembali ke kapal, mengucap selamat berpisah ke Dedi dan berharap dapat bertemu dengannya kembali saat kami datang kembali ke Komodo.

Kenapa lampu petromax sangat penting? Well, "api" akan menghangatkan suasana bersantai ngopi-ngopi di atas bukit, dan tidak mungkin kami membuat api unggun di atas sana (it's totally forbidden and dangerous), maka kami mengakali dengan lampu petromak karena kami tidak perlu api besar, hanya api yang berkobar secukupnya, membuat hangat suasana dan mempercantik gambar.

Di atas bukit kami bersenda gurau. Langit mulai meredup dan inilah saat yang ditunggu untuk mengambil gambar terakhir dalam video kami. Dalam waktu sangat singkat, persis sebelum bias matahari terakhir turun dan langit menggelap, tiba-tiba si petromax ini ngadat tidak mau menyala, padahal saat kami coba di kapal, ia baik-baik saja dan menyala lancar.


Om Noon berusaha keras menyalakan petromak dengan alat seadanya, kami bahkan menaruh kertas di dalam petromax agar menyala (it was a chaos, trust me!). Di waktu singkat yang terasa lama tapi singkat (??) itu, kami kejar-kejaran dengan waktu. Akhirnya shot yang diinginkan kami dapatkan, kini kami bersenda gurau lega, we got what we need. Langit menggelap, saya menatap gurat bukit yang masih terlihat, sangat indah meski sebagian besar yang saya lihat adalah kegelapan.

Kami berjalan turun dan berhenti sejenak saat tiba di pantai, ngobrol santai dan menikmati suara ombak dan laut, angin pantai.

Keesokan harinya, kapten iseng mencoba menyalakan petromax. Si lampu itu menyala, api dengan lancarnya keluar dari sumbu. Ah petromax sialan ini bikin ketar-ketir, ia iseng menggoda kami di atas bukit.

@marischkaprue - for her, sunset is best to share together

SEE THE VIDEO HERE:





, , , , , , ,

INSIDE OF THE DISNEY EXPLORER LODGE, HONG KONG



One of the best Disneyland trip is to also stay at Disneyland Hotel. Selain lokasi hotel yang berada di area yang sama dengan Disneyland. Menginap di Disneyland Hotel juga berarti kita memiliki akses masuk khusus (dengan antrian lebih pendek), dan non stop free bus ride to Disneyland, plus menginap di hotel bertema Disney! (this is the best part!)




Saya sangat excited saat tahu akan menginap di Disney Explorer Lodge di Hong Kong, hotel terbaru di area Disneyland Resort Hong Kong, yang baru dibuka untuk umum pada 30 April 2017. Dengan total 750 kamar, Disney Explorer Lodge tampak seperti penginapan besar dengan gaya African safari lodge: dinding "kayu", atap yang menyatu dengan alam, dan pepohonan di sekeliling dan di area resort.

Lobby area
Can you find the hidden Mickey?
Key card and the field guide!
Seperti halnya Disney hotel lainnya, ada beberapa hidden Mickey yang dapat kita temukan saat berkeliling Disney Explorer Lodge, mulai dari di peta besar di depan reception, dinding dekat Dragonwind Restaurant, hingga lantai di area lobby (try to find that out when you visit this place, it's fun to look out and find it!).




Kamar di Disney Explorer Lodge tampil dengan desain sederhana, namun berbagai elemen Disney membuat kamar menjadi begitu menyenangkan. Amenities bertema Disney (yang selalu saya bawa pulang sangking gemasnya), mug Mickey, motif Mickey yang tersembunyi di ranjang, hingga hotel slipper dengan logo Mickey yang menggemaskan.





Di area lainnya, kita dapat menikmati berbagai tema "explorer" yang ada, seperti di berbagai taman dengan setting yang berbeda. Taman Kevin (burung besar di film Up!) adalah taman dengan setting Amerika Selatan. Sementara Little Squirt Garden menggambarkan suasana Asia. Jika ingin "berkunjung" ke Afrika, kita dapat berjalan kaki ke area Rafiki Garden (the one in Lion King, do you remember?), it was such a pleasure to stroll around the garden area in Disney Explorer Hotel.



Try using Minnie's signature pose :))
Selain kolam renang dengan dek-dek bersantai yang berbentuk tenda safari, ada banyak elemen menyenangkan seperti lift yang didesain seperti balon udara, breakfast dengan beberapa makanan bertema Mickey, hingga kehadiran Mickey dan Minnie yang menggunakan baju safari di jam makan pagi! Semuanya adalah keseruan yang kita dapatkan saat menginap di Disney Explorer Lodge, tidak hanya untuk anak-anak, tapi bagi siapapun penikmat karya dan cerita The Walt Disney Company.

@marischkaprue - growing up watching all those Disney movies!

NOTES

DISNEY EXPLORER LODGE
Magic Road
Hong Kong Disneyland Resort
Lantau Island
Hong Kong

RATES
Start from 225 USD/ night


SPECIAL PROMOTION
Malaysia Airlines dan Hong Kong Disneyland menyediakan penawaran special package:

Dengan minimum 2 adults, get 1 CHILD FREE RETURN FLIGHTS from Jakarta/ Medan to Hong Kong, plus a 3rd night stay for free in any one of the hotels in Hong Kong Disneyland Resort, with 2 adults 1 child park tickets!

Penawaran ini berlaku untuk booking period: 4 Agustus 2017 hingga 4 September 2017 dengan Travel Period: 11 Agustus 2017 hingga 18 Maret 2018.

Penawaran ini bisa didapatkan di 12 agen yang berpartisipasi, cek informasi selengkapnya di website Malaysia Airlines ini: 

***

12 Agustus 2017

, , , , , , ,

INTO THE WORLD OF YAYOI: LIFE IS THE HEART OF A RAINBOW, SINGAPORE EXHIBITION


National Gallery Singapore Marischka Prudence

Dua tahun lalu saya berdiri di depan museum yang didedikasikan untuk Yayoi Kusama di Matsumoto, Jepang. Kini, saya kembali berjalan melewati karya-karya Yayoi Kusama, dengan bintik-bintik hitam, merah dan kuning yang menjadi cirinya.



Yayoi Kusama
"Life is The Heart of a Rainbow" mungkin mendeskripsikan seorang Yayoi Kusama. Dari karya-karyanya yang berwarna cerah, bentuk-bentuk simple namun unik dan menarik. Dari satu ruangan kuning yang dipenuhi bintik hitam, hingga "ruang tanpa batas" yang membuat kita merasa ada di dimensi -entah-di mana, dunia Yayoi memang tanpa batas, dan ia mengajak kita untuk mampir sejenak di dalam pikirannya yang penuh pelangi warna.

Yayoi Kusama Singapore

Yayoi Kusama

Yayoi Kusama Pumpkin

Berlokasi di National Gallery Singapore, pameran "Life is The Heart of a Rainbow" karya Yayoi Kusama berlangsung 4 bulan, dari 9 Juni 2017 hingga 3 September 2017. Memasuki eksibisi Yayoi di Singapura ini bagaikan berulang kali memasuki dunia Yayoi. Tidak tanggung-tanggung, tiga ruangan galeri: Gallery A, B dan C dipenuhi karya Yayoi, termasuk City Hall Chamber dan instalasi di ruang terbuka National Gallery Singapore.

Yayoi Kusama
another side of her artwork
Yayoi Kusama Marischka Prudence
Kali ini pengunjung dipersilahkan mengambil gambar di dalam pameran. Saya ingat dahulu kami tidak diperbolehkan mengambil gambar sama sekali di Matsumoto City of Modern Art (museum yang didedikasikan untuk Yayoi Kusama di Jepang) sehingga kami hanya berfoto di area luar. Mungkin kali ini pengelola galeri sudah paham betapa mengambil foto menjadi kebutuhan (hampir) siapapun. 

Yayoi Kusama

Yayoi Kusama
Saya memperhatikan betapa antusiasnya pengunjung mengambil foto (termasuk saya). Memang karya Yayoi sangat insta-genic dan membuat siapapun gemas ingin mengambil foto diri dengan latar karya Yayoi.

Yayoi Kusama
Namun ada satu hal yang saya pertanyakan. "Do they know why Yayoi makes spots in her artworks?" or they just taking photos without realizing? karena saya jarang sekali melihat pengunjung benar-benar membaca papan informasi setiap karya. Di era self-promoting, manusia memiliki display diri di sosial media. Anything interesting to share, to promote, to polish our image. Karya Yayoi memang terlihat edgy, keren, visually satisfying dan membuat kita ingin segera posting foto dengan karya-karyanya. Saat museum tidak memperbolehkan kita mengambil foto, otomatis kita akan menikmati visual lebih lama tanpa distraksi, memberi lebih waktu untuk membaca informasi dan bertanya tentang seniman dan karyanya. Risikonya? tentu pameran akan lebih sepi karena "ah, ga boleh foto di sana, ngapain dateng?".

Bukannya melarang atau mengkritisi, atau "nyinyir," saya pun selalu posting foto diri di berbagai tempat, a display of my "digital polished life," it's part of my job actually. Namun, mengetahui sedikit saja cerita di balik karya akan membuat memori visual melekat dan bersatu dengan rasa, bukan hanya visual belaka.


Yayoi Kusama

Jika anda pernah datang ke pameran Yayoi (I know a lot of people do), please don't hesitate to read, and google a bit about Yayoi (I won't explain here since googling her life is way more interesting). Go to Yayoi's childhood and you'll know where the dots came from, then you can connect the dots and get a bit more "closer" to her.

@marischkaprue - in a rainbow life she live in, she tries to connect the dots (and take millions of photos)

NOTES

YAYOI KUSAMA
"Life is The Heart of a Rainbow"
National Gallery Singapore
9 June 2017 - 3 September 2017

ADMISSION FEE:
25 SGD (exhibition only)
30 SGD (all access pass)

Marischka Prudence Windy Burhan
Went here with Windy!
***