Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

2 April 2014

, , , , ,

Traveling: Investasi Memori Masa Depan

Share



Traveling itu menghabiskan uang, hal yang disetujui sebagian besar orang. Sehemat apapun kita bepergian, kita akan selalu mengeluarkan uang, kecuali jika anda memiliki sponsor tertentu atau berprofesi yang mewajibkan anda bepergian untuk mendapatkan uang.

Lalu apakah menghabiskan uang untuk traveling ini buruk untuk masa depan keuangan kita? Sebagian bepergian setahun sekali, mengumpulkan dana selama setahun agar dapat traveling. Sementara, sebagian bepergian setiap beberapa bulan sekali hingga sebulan sekali atau lebih. Hal yang tentunya menguras nominal di tabungan anda.

Mungkin jika anda berkonsultasi dengan pakar keuangan, kebiasaan jalan jalan terlalu sering dapat mengancam tabungan masa depan. Mungkin jika anda berbicara dengan keluarga mereka akan mengusulkan anda untuk memprioritaskan membeli rumah atau tabungan pendidikan anak.

Face to face with manta ray in Bali
Stingless jellyfish in Kakaban Lake
Bagi saya traveling adalah pintu untuk melihat dunia dan terkadang pintu ini memang memerlukan budget khusus. Bepergian bukan hanya melihat tempat baru dan berfoto di depan landscape indah atau landmark kota.

Laugh with the locals at Kilise Village, Wamena, Papua
Traveling membuat kita bertemu orang orang baru yang seringkali berbeda budaya, kebiasaan dan bahasa dengan kita. Dengan melihat dan berinteraksi dengan masyarakat yang jauh berbeda maka kita akan lebih toleran karena dengan interaksi kita akan mengerti mengapa mereka melakukan sesuatu berbeda cara dengan kita. Interaksi juga membuka wawasan kita, melatih kita lebih "cair" dalam berhubungan.

enjoy stunning view in Raja Ampat
Tidak hanya berinteraksi, traveling juga membuat saya bersyukur. Mungkin dengan melihat berita kita akan terus mengeluhkan mengenai kondisi politik, ekonomi dan berbagai kejadian buruk yang terjadi di negeri ini. Traveling di Indonesia membuat saya melihat betapa tidak terhitungnya keindahan yang ada di Indonesia, betapa mempesonanya kekayaan budaya kita, dan betapa ramahnya sebagian besar masyarakat di Indonesia.

Bepergian keluar negeri membuat kita mensyukuri cita rasa Indonesia yang tidak bisa kita lupakan, membuat kita bersyukur betapa hubungan kekeluargaan dan pertemanan begitu erat.

Diving in Canterbury Wreck, New Zealand
The view at Delamore, Waiheke Island, NZ
Ada ungkapan juga bahwa traveling merupakan obat stress yang paling ampuh. Banyak orang bepergian untuk sejenak "refreshing" sebelum kembali ke rutinitas dan membuat kita lebih fokus di pekerjaan dan kehidupan sosial saat kembali usai traveling.

At the top of the alpine mountain in Southern Island, New Zealand
Traveling bagi saya adalah investasi yang tidak dapat diukur, namun berupa investasi jangka panjang. Perjalanan membuat kita menyerap begitu banyak informasi, menambah wawasan kita, membuat kita lebih fleksibel, membuat kita lebih positif menghadapi hidup, memberi memori yang indah di masa tua disaat kita telah memiliki ingatan akan berbagai tempat yang telah kita datangi, dan begitu banyak manfaat lainnya.

Saya ingat satu ungkapan dari seorang penyair ternama; "Alangkah menyedihkan jika memori masa depan dipenuhi ingatan akan kemacetan, tekanan pekerjaan dan penghasilan untuk tabungan yang tidak seberapa." Hal ini mungkin akan tepat saat dibaca oleh penduduk kota besar seperti Jakarta yang setiap hari berkutat dengan kemacetan.

My Absurd Journey
Kini pertanyaannya adalah "Apakah Anda mau berinvestasi untuk masa depan?"

@marischkaprue - invest for her future memories

As published on Getaway! Magazine, March 2014.
Follow Getaway! Magazine on twitter: @GetawayMagz

10 comments:

Pachrur Huda mengatakan...

dan dengan traveling, saya menjadi lebih menghargai hidup dan alam ini.

salam kenal :)

STARSNAPSHOT mengatakan...

Traveling ke manapun mbak Prue tetep cantik ya #salahfokus

Shabrina Koeswologito mengatakan...

Whoaa! so true mba Marischka. Travelling itu ga perlu mikirin brp keluarin uang, tapi gimana dari uang yg keluar itu kita bisa dapat jauh lebih banyak lagi...Can't wait to read more stories from you

Terri mengatakan...

Izin masukin ke blogroll ya mba ^^

yunita natalia mengatakan...

saya bisa berkArir di luar negri karena dimulaui dengan bertemu random people pada saat traveling. it created another success story. Think out of the box and dare to explore. take a risk and make a change

Kaoki mengatakan...

Traveling paling enak ya dibayarin apalagi bareng" biar makin rame...

mba, modal buat traveling selain keuangan dan Peta (pengetahuan soal lokasi destinasi)apa ya..?!

saya jarang traveling karena kondisi/kesempatan yg kurang mendukung nih... #mintanasehat

Anonim mengatakan...

nrsFoto manta sama jellyfish nya keren kak prue! Mau nanya dong kak, case camera utk underwater kak prue apa ya? Thank you!

Anonim mengatakan...

Paling suka dengan semua postingan di label life lesson ini.. Tiap berkunjung ke blognya mba Prue, pasti ngecek yg artikel itu dl. Ada yg br gak yaa..
Semoga dkt2 ini ada lg postingan artikel di "life lesson"
Ditunggu :)

Andarini Bambang mengatakan...

Ini bener banget. Obat stress paling cepat itu mmg menjelajah. To the most remote area, Bisa bikin orang Jakarta yang suka mengeluh dikit2 bunuh diri ini bisa melihat orang lain yang lebih susah dari mereka tapi masih bisa tetap tersenyum, bermain, bersyukur :)

Kementerian Keuangan mengatakan...

Waah seru sekali bisa travelling keliling dunia! Terimakasih sudah menginspirasi :)