Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label TN Komodo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TN Komodo. Tampilkan semua postingan

6 Oktober 2014

, , , , , , , , , ,

Komodo Profesional



Saya dan teman-teman berjalan melewati tanah dan rerumputan yang sebagian telah mengering. Kami mendekat ke arah sungai kecil dengan aliran air yang hanya sedikit saja. Kadal berukuran sangat besar sedang minum di tepi sungai. Saat kami datang "kadal raksasa" itu tidak lama langsung bergerak ke arah kami. Sontak, kami mundur, cemas jika binatang besar itu mendekat.


Suddenly it stop drinking
and came toward us
Next thing he (or she) did was posing :)
Namun beberapa langkah, reptil itu berhenti dan mendongakkan kepala. Ia berpose dengan anggun seakan tahu persis apa yang kami perlukan untuk kebutuhan foto. Bahkan kepalanya bergerak beberapa kali, dari kiri ke kanan ke arah kami semua yang mengelilingi membentuk setengah lingkaran, seakan tahu kami ingin mendapatkan foto kepalanya dari tampak depan.

Gotta keep cool when human take some pictures of me
Does this saliva makes me looks awesome?
"Komodo di sini profesional," ujar ranger yang menemani kami di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo di Flores, Nusa Tenggara Timur sambil tersenyum. Saya ikut tertawa, apalagi tidak lama si komodo mengeluarkan liurnya sambil tetap berpose.

The view from Rinca Island, with deadly komodos plus deadly gorgeous view also
"Nah, dia tau persis kebutuhan kita," ujar saya yang langsung asik mengambil foto komodo "profesional" itu dengan liurnya yang khas, liur dengan 58 spesies bakteri, termasuk bakteri ganas Pastuerella multocida yang mematikan. Konon, tikus yang disuntik dengan ludah komodo langsung mati seketika.

Dari liur penuh bakteri itulah komodo mendapat predikat predator mematikan, berbahaya karena satu gigitan komodo yang penuh bakteri tersebut dapat melumpuhkan mangsanya.

If those komodo have instagram, they will post this pic with hashtag #lunch
Another menu for Mr or Mrs Komodo
This ranger (and us) aren't on the menu
Namun tenang saja, komodo "profesional" ini tidak doyan manusia. Dia punya berbagai "menu" di Pulau Komodo, mulai dari rusa, babi hutan, hingga kerbau. Tapi tetap saja, perlu berhati-hati dan jaga jarak dengan komodo serta ikuti instruksi keselamatan dari para ranger.

"statue" of komodo's victims
Got enough good photo bro?
And yes you can visit this place wearing a mini dress, as long as you can run with it
Saya asik mengambil foto komodo yang berpose cukup lama. Setelah kami semua puas mengambil foto, mulai dari wide, close up, tampak depan, tampak samping, komodo mulut menutup, komodo mengeluarkan liur dan berbagai angle lainnya, reptil ini kemudia bergerak dan berjalan menjauhi kami. Mungkin ia pikir tugasnya sudah selesai. Dia memang komodo profesional :)

@marischkaprue - wondering if she can be as professional as the komodo in Komodo Island

NOTES:
  • Anda dapat melihat langsung komodo di habitat aslinya di Pulau Komodo dan Pulau Rinca di Taman Nasional Komodo, Flores, NTT
  • You can see komodo dragons on their natural habitat in Komodo Island and Rinca Island in Komodo National Park, East Nusa Tenggara.
  • Having this trip with Tukang Jalan, dengan budget Rp. 1,9 juta per orang (sailing dari Lombok menuju Labuan Bajo, sudah include makan 3x sehari). Untuk info trip serupa hubungi Tukang Jalan di +6281 806898303/ 081315890191 atau email di tuk4ng.jalan@gmail.com
  • Untuk menuju ke Labuan Bajo dari Jakarta melalui penerbangan transit di Bali. Harga tiket Jakarta - Bali sekitar Rp. 600 ribu (one way), sementara harga tiket Bali - Labuan Bajo sekitar Rp. 1 juta (one way). Total tiket Jakarta - Labuan Bajo PP sekitar Rp. 3,2 juta.
  • Jika ikut trip sailing dari Lombok menuju Labuan Bajo maka tiket yang diperlukan dari Jakarta ke Lombok (sekitar Rp. 700 ribu) dan Labuan Bajo - Jakarta sehingga total budget tiket sekitar Rp. 2,3 juta.
More about Komodo and RINCA ISLAND, see here  

RELATED STORIES FROM KOMODO NATIONAL PARK:
DIVING IN KOMODO: 

Don't just see the komodo dragons, you gotta trek up to the top of the hills to see stunning view
Visit Rinca Island with them, see how fun they are? :)

29 September 2014

, , , , , , , , ,

You Must Hike: Gili Laba


Saya ingat betapa menawannya Flores, Nusa Tenggara Timur sejak bahkan saya belum menginjakkan kaki di sana. Tahun lalu dari dalam pesawat saya melihat gugusan pulau di Flores dari ketinggian, kombinasi warna pulau yang mencoklat di musim kering dengan warna biru tua laut, pasir putih dan warna turquoise di area laut dangkal membuat saya tidak sabar ingin menikmati destinasi yang satu ini.

Typical Flores view during dry season
Tahun ini saya kembali mendatangi Flores, ke beberapa area yang belum saya singgahi pada perjalanan saya tahun lalu dan salah satunya adalah Gili Laba. Terletak di sisi utara Pulau Komodo dan Pulau Rinca, Gili Laba adalah salah satu yang harus anda masukkan dalam daftar “must hike” karena pemandangan yang sangat indah dari puncak pulau ini.


Suddenly green


Datanglah di pertengahan tahun, sekitar bulan Agustus dan September saat rumput tengah mengering dan membuat seisi pulau bagaikan dibalur filter Instagram. Coklat kekuningan dengan terkadang pohon besar dengan daun yang hijau berada di tengah kecoklatan.


Loving these colour combination
It's really hard to hold yourself from taking pictures over and over again :))
who mind trekking if this view you'll got during going up?
Perlu waktu sekitar satu jam kurang untuk mendaki Gili Laba, di beberapa lokasi cukup curam namun bukanlah jalur yang sulit untuk didaki. Saya dan teman-teman berulang kali berhenti untuk mengambil gambar, semua sisi Gili Lawa bagaikan studio foto dengan background yang sempurna!

View from the top, it's all worth the efforts!
Also to have a picture of you standing here is mandatory

Tempat terbaik adalah di puncak pertama, dengan pemandangan pantai area masuk jalur trekking Gili Laba dimana anda dapat melihat kapal-kapal bersandar di dekat area dangkal dengan pasir putih dan koral yang terlihat jelas dari ketinggian, stunning!


Patrick didn't mind trekking to the top since all he has to do is just stick inside my bag
Indonesia never fails to take my breath away over and over again!

@marischkaprue – from top of the hills to the bottom of the sea

NOTES:
  • Gili Laba adalah salah satu pulau di gugusan kepulauan di Komodo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
  • Untuk menuju Gili Laba anda dapat menyewa kapal dari Labuan Bajo, Flores, NTT atau menikmati sailing dari Lombok menuju Komodo dengan rute yang melewati Gili Laba.
  • Having this trip with Tukang Jalan, dengan budget Rp. 1,9 juta per orang (sailing dari Lombok menuju Labuan Bajo, sudah include makan 3x sehari). Untuk info trip serupa hubungi Tukang Jalan di +6281 806898303/ 081315890191 atau email di tuk4ng.jalan@gmail.com
  • Untuk menuju ke Labuan Bajo dari Jakarta melalui penerbangan transit di Bali. Harga tiket Jakarta - Bali sekitar Rp. 600 ribu (one way), sementara harga tiket Bali - Labuan Bajo sekitar Rp. 1 juta (one way). Total tiket Jakarta - Labuan Bajo PP sekitar Rp. 3,2 juta.
  • Jika ikut trip sailing dari Lombok menuju Labuan Bajo maka tiket yang diperlukan dari Jakarta ke Lombok (sekitar Rp. 700 ribu) dan Labuan Bajo - Jakarta sehingga total budget tiket sekitar Rp. 2,3 juta.
RELATED STORIES:


DIVING IN KOMODO:


Having this trip with these wonderful people, thanks for the great experience!

18 November 2013

, , , , , , , , , ,

Rinca Island, Beauty and The Beast



"Kalau dikejar komodo lari zig zag"
"Do a zig zag run if a komodo is after you"

"Belajar manjat pohon"
"Learn to climb a tree" 

"Tempel terus rangernya"
"Get as close as you can with the ranger"

Beberapa kalimat wejangan itu terdengar sebelum saya menyambangi salah satu "rumah" komodo di Flores, Pulau Rinca yang masuk dalam area Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur.

Those warning and suggestions came up before I visit one of the home of komodo dragon in  Rinca Island, Komodo National Park, East Nusa Tenggara.

Am I the only one thinking that this komodo dragon is smiling? :)
Komodo dan liurnya yang berbahaya seakan jadi kombinasi mengerikan namun menarik bagi siapapun yang datang, termasuk saya. Ada 50 jenis bakteri yang terdapat di liur komodo dan yang digigit komodo akan tewas dalam waktu kurang dari 24 jam karena racun dalam darah, itu isi artikel yang saya baca.

Komodo and its saliva seemed like a horrible combination but in fact, these komodo dragons which attract people to come, including me. There are 50 types of bacteria found in the saliva of a komodo dragon. Those who got bitten will die in less than 24 hours because of toxins in the blood , that's what written in the article I read.
The "victim" of the dragon
Meski sebagian orang yang saya tahu biasanya langsung panik saat komodo mendekat, biawak terbesar ini jadi yang wajib didatangi saat menginjak Labuan Bajo, pintu masuk Taman Nasional Komodo.

Although most people I know usually panic when a komodo dragon approached suddenly, these largest lizards are must visited when you step into Labuan Bajo, the entrance to get to Komodo National Park.
The entrance
The dock at Loh Buaya, Rinca Island

Lokasi terbaik untuk melihat komodo salah satunya di Pulau Rinca, dengan pintu masuk Loh Buaya yang berarti teluk komodo dan disini anda akan langsung disambut dua patung komodo besar dengan posisi berdiri. "Kalau komodo bertarung seperti itu, mereka akan melompat dengan posisi berdiri seperti itu," ujar guide yang menemani kami.
 
One of the best location to see the dragons is in Rinca Island, with Loh Buaya which means bay of dragons as entrance. Then you will be greeted with two large komodo dragon statue in standing position.
"If komodo dragons fights, they would jump in a standing position like that," said the guide who accompanied us.

Even without the komodo dragon, this place is beautiful
Namun untuk melihat komodo bertarung tentunya perlu waktu waktu tertentu dan pastinya keberuntungan. Namun saya memandang diri saya cukup beruntung dengan langsung disambut tiga komodo yang asik bersantai di bawah bangunan kayu dekat pos pertama.
 
But to see komodo dragons fighting certainly need a some specific time period and of course the luck itself.
But I consider myself pretty lucky with three dragons greeted and just relaxing under the wooden building near the first post .


Ranger dengan tongkat kayunya yang bercabang di ujung memandu kami semakin memasuki jalur trekking di Pulau Rinca. Ada beberapa jalur yang dapat dipilih, mulai dari jalur pendek, menengah hingga panjang yang butuh waktu berjam jam untuk kembali.
 
The ranger holding a forked-wooden sticks and guided us trekking in Rinca Island. There are several paths to choose from, ranging from the short trek, medium-to long which took hours to get back.


Kadal terbesar di dunia ini habitat aslinya hanya di area Taman Nasional Komodo ini sehingga area Komodo dinobatkan sebagai New 7 Wonders of Nature. Bayangkan kadal dengan ukuran hingga 3 meter dan berat 90 hingga 136 kilogram, true wonders of nature!
 
These largest lizard in the world natural habitat is only at Komodo National Park and this is also the reason why this place crowned as the New 7 Wonders of Nature. Imagine a lizard with a size up to 3 meters and weigh 90 to 136 kilograms, true wonders of nature!


Komodo yang ada di pulau ini tampak cuek dengan keberadaan manusia, namun tetap kita harus waspada. Petugas atau ranger di Pulau Rinca akan memberi informasi apa yang boleh atau tidak dilakukan, serta detail detail untuk keamanan. Tapi tenang saja, saat anda berjalan dan mulai melihat lihat komodo, semua hal seram yang terbayang sebelumnya langsung menghilang dan seru memperhatikan kadal besar ini.

These komodo dragons in Rinca island seems careless to our presence, but still we gotta keep eye on. The ranger in Rinca Island will told you brief information and also the dos and don't s there all answer all your questions regarding safety. But don't worry, all those scary things running in your head will disappear in an instant when you start to feel the fun and excited seeing komodo dragons.
 

"Komodo larinya lurus dan sulit berbelok tiba tiba," ujar ranger menjelaskan kembali kenapa saya diberi wejangan untuk berlari zig zag jika dikejar komodo. Yang ada di pikiran saya mungkin kalau dikejar komodo saya sudah tidak terpikir untuk lari zig zag sangking paniknya.
 
"Komodo run in a straight line, they can't do a zig zag run," the ranger explain again why people been telling me to run zig zag if a komodo chasing me. Actually what was on my mind is I wouldn't even think about zig zag when being chased by a komodo dragon, I would be so panic.

Dig dig dig! Built a hole before spawning
Saat trekking ada beberapa tempat ranger akan berhenti dan menunjukkan, seperti di area lubang untuk bertelur. "Komodo akan menggali beberapa kali terlebih dahulu, jauh sebelum bertelur," tambah ranger yang menunjukkan komodo besar menggali pasir saat kami datang.

During trekking, there will be several places that the ranger will stop and show, like the spawning area. "Komodo will dig up couple of times, long before spawning," said the ranger while pointing at a big komodo dragon digging the sand when we came.

Biasanya musim kawin komodo di bulan Mei hingga Agustus. Satu betina dapat bertelur hingga 30 butir, namun seleksi alam mengurangi jumlah komodo penerus yang dapat bertahan hingga dewasa.

The mating seasons are usually in the May till August. One female can lay up to 30 eggs, but natural selection reduces the number of komodo dragons successor which survived until adulthood.

A bit feels like Rinjani
Dry season but the view is awesome!
Saat sudah puas melihat komodo, anda tanpa sadar sudah ada di padang rumput dengan view yang indah. Saya datang di saat daun mengering dan justru bagi saya pemandangan jadi jauh lebih indah :)

When you satisfied seeing the komodo dragons, you won't even realize you're already at the beautiful savanna. I came during dry season and for me this even make the view more beautiful than ever :)

Trying to act as a ranger, only for photo ;)
 
Beberapa titik pandang di area ini sungguh mirip dengan Rinjani saat pendakian saya tahun 2012 lalu, savana dan beberapa pohon dan bukit. 

Several places in this area are quite similar to Rinjani, I climbed it on 2012. Saw these kind of view also, savanna, few trees and hills.



Tapi ada satu lokasi yang jadi ciri khas Pulau Rinca, satu titik untuk mendapatkan view spektakuler di area Taman Nasional Komodo. Tidak perlu waktu lama, dalam perjalanan pendek pun anda akan menemukan bukit dimana anda dapat melihat birunya laut berpadu dengan kontur pulau di Taman Nasional Komodo, dan birunya langit semakin menyempurnakan pemandangan yang saya lihat saat itu.
 
But there is one location that for me became one of the iconic of Rinca Island. There is one hill where you can get the spectacular view of Komodo National Park. You don't even need a long time to get there, even in short trekking you'll find this hill, where you can see the blue sea collide beautifully with the landscape of islands in Komodo area, plus the blue sky which make the view even more perfect.
Come on tell me it's not beautiful, no?
Tell me again this ain't beautiful, no?
True beauty, combine with beast, a unique wonderful beast to be exact. The komodo dragon.


@marischkaprue - never stop finding beauties in Indonesia. 

YOU CAN ALSO SEE KOMODO IN KOMODO ISLAND, see more here 






















We came to Rinca Island during Indonesia's independence day,
it's always good to see our flag in such beautiful place.