Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Where to go in Kofu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Where to go in Kofu. Tampilkan semua postingan

19 Februari 2017

, , , , , , ,

Autumn Viewing at Takeda Shrine, Kofu



Kami datang di permulaan musim gugur, saat daun mulai memerah, dan beberapa pepohonan terlihat mulai berwarna, kontras dengan tanaman lain yang masih hijau.




Saya melewati jembatan merah yang kontras dengan pepohonan di sekeliling sungai, serta langit yang biru. Kami tiba di depan gerbang utama Takeda Shrine, kuil Shinto yang didedikasikan untuk Kami dari Takeda Shingen, seorang Daimyo (lord) di periode Sengoku di Jepang.



Takeda Shrine juga merupakan lokasi favorit untuk menikmati mekarnya sakura di Kofu pada sekitar akhir bulan Maret hingga awal April, namun saya datang di permulaan musim gugur, musim yang juga cantik untuk menikmati Jepang.




Rimbunnya pepohonan di sekitar bangunan utama di Takeda Shrine mulai berwarna di permulaan musim gugur ini, sebagian mulai menguning dan sebagian bahkan sudah memerah, such a beautiful view! Rasanya ingin berlama-lama di area ini untuk menikmati suasana di Takeda Shrine.





Kami juga bertemu dengan pasangan lokal yang sedang foto prewedding di Takeda Shrine dengan pakaian tradisional. Area di kuil Shinto ini memang sangat indah, baik untuk berfoto, sekadar berkeliling, serta berdoa tentunya.




Suasana tenang dan khusyuk di Takeda Shrine, serta awal periode musim gugur yang indah membuat saya tidak ingin melangkah pergi dari tempat ini!

@marischkaprue – always love colorful vibes of autumn in Japan

NOTES

TAKEDA SHRINE
2611, Kofuchu-machi
Kofu City

GETTING THERE
Nearest Station: JR Chuo Main Line, Kofu Station

***


28 Januari 2017

, , , , , , , , ,

VINTAGE VIBES AT KOSHU YUME KOUJI, KOFU



Kami tiba di area Koshu Yume Kouji persis sebelum langit mulai gelap. Jalanan dengan feel bangunan-bangunan klasik ini persis berada di antara Kofu City Historical Park dan Maizuru Castle Park, di area pusat kota Kofu, atau hanya sekitar 3 menit saja berjalan kaki dari Kofu Station.


We arrived in the area of Koshu Yume Kouji just before the sky grew dark. The streets with the classic feel of the buildings is tucked between Kofu City Historical Park and Maizuru Castle Park, in the downtown area of Kofu, or only about 3 minutes walk from Kofu Station.






Salah satu bangunan yang paling menarik perhatian di sini adalah menara coklat "Toki no Kane," yaitu menara lonceng yang merupakan replika dari menara lonceng sebelumnya yang berusia 200 tahun, namun hancur pada masa Meiji.


One of the buildings that is most interesting here is the chocolate tower "Toki no Kane," a bell tower which is a replica of the bell tower before the age of 200 years, but was destroyed in the Meiji era.









Di sisi kiri Toki no Kane, kita dapat memasuki area toko, cafe dan restaurant dengan suasana yang menyenangkan. Yang paling menarik bagi saya adalah Kurumu, toko yang menjual berbagai kerajinan kertas khas Ichikawadaimon, Yamanashi.


On the left side of Toki no Kane, we can enter the area of the store, cafe and restaurant with a nice atmosphere. The most interesting thing for me is Kurumu, a store that sells a variety of paper crafts typical of Ichikawadaimon, Yamanashi.




Di Koshu Yume Kouji kita juga dapat mencicipi jus anggur dengan kualitas anggur wine. Furuya San adalah salah satu pembuat pure grape juice di Kofu. Yang menarik, ia menggunakan jenis anggur dengan kualitas yang biasanya digunakan untuk membuat wine, namun tanpa fermentasi yang membuat anggur memiliki kadar alkohol, sehingga jus anggur murni buatan Furuya ini memiliki nama-nama yang umum pada wine seperti Cabernet Sauvignon, Chardonnay hingga Merlot namun 100% non alkohol.


In Koshu Yume Kouji we also can taste the grape juice with wine grape quality. Furuya San is one of pure grape juice makers in Kofu. Interestingly, he uses different types of wine with a quality that is usually used to make wine, but without fermentation that makes wine alcohol content, so the pure grape juice made by Furuya have names that are common in wine such as Cabernet Sauvignon, Chardonnay to Merlot yet 100 % non alcohol.




Berjalan kaki menyusuri Koshu Yume Kouji sangat menyenangkan, hopefully I can visit this place again during the day to feel different atmosphere :)


Strolling around the Koshu Yume Kouji is very pleasant, hopefully I can visit this place again during the day to feel different atmosphere :)
 
@marischkaprue - her future will also filled with vintage vibes journey

NOTES

KOSHU YUME KOUJI
Marunouchi 1-1-25, Kofu-Shi

GETTING THERE
From Kofu Station only 2-3 minutes walk

***

11 Januari 2017

, , , , , , ,

TIME TRAVEL IN SADOYA WINERY, KOFU



When we think about wine, mostly we didn't think about Japan. Italy, Australia, Chile, New Zealand, France are countries famous of fine wine and it's interesting wineries. But, Japan?

Yamanashi adalah Prefektur yang berada sekitar 120 kilometer ke arah barat dari Tokyo, dan prefektur ini merupakan tempat lahirnya wine di Jepang, dan kini menjadi salah satu area utama penghasil wine terbaik dari Jepang. 


Yamanashi Prefecture is located approximately 120 kilometers in the western part of Tokyo, and the prefecture is the cradle of wine in Japan, and has now become one of the major areas of Japan's best wine producer.



Semua berawal di tahun 1870, di saat Hironori Yamada dan Norihisa Takuma mulai membuat wine menggunakan anggur jenis Koshu dan Crimson Glory Vine. Singkat cerita, kebun dan proses pembuatan wine yang dimulai oleh mereka menjadi besar, dan kini ada lebih dari 80 winery di Prefektur Yamanashi.


It all started in 1870, when Hironori Yamada and Norihisa Takuma began making wine using Koshu and Crimson Glory Vine grapes types. Long story short, the gardens and the wine-making process are initiated by them to be great, and there are now more than 80 wineries in Yamanashi Prefecture.








Sadoya Winery merupakan salah satu yang tertua di Yamanashi, dan bukan hanya perkebunan dan wine tasting saja, di Sadoya Winery kita dapat merasakan "time travel" dengan berkeliling lokasi penyimpanan dan area pengolahan wine di masa dahulu, yang berada di bawah tanah.


Sadoya Winery is one of the oldest in Yamanashi, and not just the estate and wine tasting course, in Sadoya Winery we can feel the "time travel" with locations around the wine storage and processing area in the past, which is in the basement.
 




Underground wine cellar ini menjadi rute history tour di Sadoya Winery, di mana kita dapat melihat lokasi penyimpanan wine yang masih digunakan hingga kini, area tempat memproses wine dan perkakas di masa lampau. 


Underground wine cellar has become the history tour in Sadoya Winery, where we can see the wine storage location that is still used until now, the area where the wine process and tooling in the past.






Ruang bawah tanah, lampu remang-remang membuat suasana time travel terasa seru. Di akhir rute kita akan sampai di area penyimpanan barrel wine, dan sekaligus dapat mencoba beberapa jenis wine yang diproduksi di Sadoya Winery. 

The basement, the dim lights make the time travel atmosphere feels exciting. At the end of the route we will arrive at a wine barrel storage area, and also can try some of the types of wine produced in Sadoya Winery.






A glass of wine a day is good for your health, and a winery tour is surely add more experience to you :)

@marischkaprue - sipping wine and walking straight

NOTES

SADOYA WINERY
3-3-24 Kita-guchi, Kofu
Yamanashi Prefecture
Japan

OPENING HOURS
10-18 AM
Tour reservation must be made latest 16 AM

TOUR ADMISSION FEE
500 yen

***