Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Lembata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lembata. Tampilkan semua postingan

10 Januari 2016

, , , , , , , , , , ,

Best of 2015



Another year goes by and I have to say that 2015 is another great year on my days as a travel blogger, there’re so many beautiful places that I am so lucky to be able to visit but here are the highlight of my 2015:

Amazing Misool


It’s been 3 years in a row that I am so lucky to be able to visit this paradise over and over again. Misool adalah destinasi dengan pemandangan spektakuler yang terasa tidak nyata sangking indahnya. Saya selalu menyebut Misool sebagai area dengan pemandangan seperti di film-film Hollywood, spektakuler!

Falling in Love with Banda Naira



Tahun 2015 juga merupakan kali kedua saya mengunjungi Banda Naira. Gugusan kepulauan di Maluku ini merupakan tempat yang sempurna untuk menikmati keindahan laut Indonesia Timur. Banda terkenal dengan koral yang padat dan laut yang jernih. Di tahun 2015 saya bahkan bertemu dengan si hiu martil yang biasa menghuni perairan banda di bulan Oktober hingga November.

Fun Japan 



 
There’s always something special about Japan, mulai dari warga Jepang yang sangat ramah (bahkan keterlaluan ramahnya), hingga destinasi-destinasi yang sangat terasa “classic Japan” dimana kita dapat menikmati rumah-rumah tradisional, Torii gate dan berbagai castle. Tahun 2015 saya berkesempatan berkeliling sebagian area di Jepang, mulai dari Tokyo, area Kansai hingga Central Japan, surely there are more spots that worth to be listed as bucket list in Japan.


PS: If you're gonna travel Central Japan, download the free guidebook here (I'm the editorial team)

Cruising Tanjung Puting



Menyusuri sungai Borneo dengan warna sungai yang hitam dan memantulkan langit biru dan awan putih sangat menenangkan. Sepanjang perjalanan kami dengan mudah menemukan gerombolan si hidung besar bekantan. Beberapa kali kami pun stop dan melihat langsung orangutan di habitat aslinya yang menjadi area konservasi ini. Tanjung Puting adalah destinasi yang ingin saya kunjungi lagi!

More about Derawan



Saya selalu beruntung memiliki kesempatan mengunjungi destinasi yang sama berulang kali, dan biasanya itu merupakan destinasi yang saya sukai. Derawan adalah salah satunya, dan di tahun 2015, saya kembali mengunjungi Derawan, kali ini bersama Terios 7 Wonders. Meski ini kali ke empat kunjungan saya ke Derawan, selalu ada hal baru dan menarik.

Tahun 2015 adalah kali pertama saya mengunjungi Gua Haji Mangku di Pulau Maratua di Derawan, dan kali pertama pula saya bertemu langsung dengan tresher shark, si hiu dengan sirip belakang yang sangat panjang! It surely an unforgetable moment!

Learn From International Bloggers


Tahun 2015 saya melihat Kementrian Pariwisata sudah lebih aktif lagi merangkul para pegiat sosial media. Tidak dipungkiri, peran dunia digital dalam promosi (termasuk pariwisata) sangat besar. Di tahun 2015 Kementrian Pariwisata Indonesia mengundang puluhan blogger luar negeri untuk datang ke Indonesia, menikmati keindahan dan keunikan Indonesia serta berbagi foto dan cerita dari Indonesia.


Saya termasuk salah satu blogger nasional yang ikut menemani para blogger internasional ini, it such a great experience to be able to know those amazing people, I learn a lot from them :)

Hopefully Kementrian Pariwisata bisa terus giat promosi dan satu yang saya sangat harapkan jika blogger atau pegiat sosial media internasional bisa juga diundang ke Indonesia Timur yang sangat spektakuler viewnya :)

Beyond Lembata



Dari Bukit Cinta turun ke Laut, kunjungan kami ke Lembata memang dengan satu misi: mempromosikan alam bawah laut Lembata yang masih “perawan.” Namun ternyata Lembata juga tidak kalah dalam hal destinasi darat, kami sempat berkeliling beberapa area perbukitan yang sangat indah, serta menikmati sunset Lembata yang tidak pernah gagal.

Road Trip: Flores





Saat saya memutuskan untuk road trip Flores dengan support dari Pepsodent Travel Smart, I know saya bukan tipe yang senang sendirian, I always like to have a company, untuk ngobrol ngalor-ngidul hingga malam hari, atau bercanda tidak jelas dan heboh saat melihat pemandangan sangat indah. I immediately contact Edna, a journalist and travel writer that happen to be my bestfriend. So there, the road trips full of laugh and silly conversations, great ingredients for best trip experience. Also, Flores is amazing, dari Wae Rebo, Desa Bena hingga Maumere, kami selalu disuguhkan pemandangan mempesona.

Serenity and Fun: Jeeva Beloam




You know what’s better than a trip to private resort with stunning view? The answer is trip to private resort with stunning view with friends, crazy and fun friends. Kami menikmati hari-hari yang sangat menyenangkan di Jeeva Beloam, bersantai, menikmati laut yang sangat indah dan tentunya tawa seru sepanjang hari, it surely a perfect trip!

My 2015 is more than great, it’s amazing! God being so kind to me, I got so many blessings, so many opportunities to see amazing places, to meet different kind of people, to learn more from each experience, to share to all of you!

Thank you 2015, let’s bring it on 2016!

@marischkaprue – a happy go lucky blogger and diver

26 September 2015

, , , , , , , ,

Lava Abadi di Batu Tara



Kami berjalan mendekati dermaga. Langit masih hitam pekat malam itu namun saya dapat melihat bintang yang memenuhi langit Lembata, sangat indah. Waktu menunjukkan pukul dua dini hari. Kami hanya tidur sekitar dua jam dan semua tampak mengantuk, hanya Ferry yang terlihat segar membawa tripod untuk mengambil foto bintang dari dermaga.


It was still 2 a.m. as we walked up to the dock. Even in the darkest night, I could see a beautiful sky of Lembata full with stars. We only slept for two hours and all of us looked sleepy, except Ferry who still so fresh carrying tripod for taking shot of stars from the dock.

Prep with kaka Edward Suhadi
Kami memindahkan barang-barang ke dalam kapal dan saat semua sudah lengkap kapal mulai bergerak menjauhi dermaga. Mesin mendorong kapal dengan kecepatan tinggi bergerak ke arah utara.


We moved all the equipments to the boat, made sure everything all set, and started departing to the north side with high speed.
We can see the lava in the mids of the night

Selama dua jam kami tertidur di kapal. Perlahan mesin kapal mulai berkurang kecepatannya, kami bergerak mendekati sebuah pulau. Samar-samar saya melihat cahaya-cahaya merah di bagian atas pulau. Sontak kami langsung memanggil teman-teman yang masih tidur “Lava! Lava!,” kami sudah mendekati Batu Tara, si Gunung Api aktif yang terus menerus mengeluarkan lava.


It’s been two hours since we were asleep, till the boat getting slower and we approached one island. I could see the red lights vaguely on the top of island. Suddenly we woke up our friends while shouting “Lava! Lava!” when we were seeing Batu Tara, the active volcano that kept emitting lava continually.

Kapal semakin merapat dan pemandangan selanjutnya yang saya lihat semakin menakjubkan. Pendaran cahaya merah dari lava terlihat jelas, beberapa saat lava terlihat menyembur dari puncak kawah dan kemudian menjadi garis-garis merah menyala lava yang perlahan turun dari puncak kawah. Lava ini terlihat sangat jelas di gelapnya malam, lava terus menerus keluar, kadang menyembur sambil bergemuruh dan kadang Batu Tara seperti beristirahat sejenak sebelum kembali menyemburkan lava, sungguh pemandangan yang sangat spektakuler, saya merasa seperti melihat pertunjukkan kembang api namun dalam artian yang sangat berbeda.


The boat moved even closer and my sight was full with amazing view. I could see the red glow from the lava clearly, spurt from the summit crater, turn into flaming red stripes and then slowly falling down. The lava looked so bright in the dark night; it kept spurting and also rumbling. Sometimes Batu Tara seemed like having a break before another eruption. That was really spectacular and I felt like looking at a fireworks show but just in a different context.



Suara gemuruh dari lava dan batu-batu vulkanik yang menggelindung turun terdengar jelas. Kemudian diikuti suara batu-batu yang berjatuhan ke laut. Batu Tara memang langsung berbatasan dengan laut, Ia berada di pulau Komba yang dikelilingi laut.


The rumble sound of lava and volcanic rocks that rolling down was so loud, continued with the sound of some rocks that falling to the sea. Batu Tara directly adjoined with the sea, it is located in Komba Island that surrounded by the sea.


Mendengar gemuruh dan melihat semburan lava yang spektakuler, ingin rasanya mendekat untuk melihat lebih jelas. Namun kami harus menahan diri berada di posisi yang aman untuk mengamati aktivitas Batu Tara.


Hearing those rumble sound and looking at the spectacular lava eruption got me want to come closer and see clearer. But we had to keep ourselves in the safe point, staring at Batu Tara’s activity   

Sebelumnya saya sudah beberapa kali melihat gunung berapi, terutama di saat saya bekerja sebagai reporter. Namun Batu Tara berbeda dengan gunung api lainnya. Batu Tara terus menerus mengeluarkan lava tanpa henti. Hanya ada sangat sedikit gunung berapi dengan karakter seperti ini, misalnya Gunung Kilauea di Hawaii, atau Gunung Etna di Italia namun nama Batu Tara masih jarang terdengar, informasi mengenai gunung dengan lava aktif di utara Lembata ini juga masih sangat sedikit.


When I worked as a reporter, I had been going to some volcanoes. But I found out Batu Tara different; it was one of the few volcanoes that still continually making eruption like Kilauea Mountain in Hawaii or Etna Mountain in Italy. Unfortunately, Batu Tara is still not familiar and any information about volcano with active lava in this northern part of Lembata is also very limited.

Cannot see the lava clearly after sunrise so you better came during dark night
Bonus of this trip: beautiful beautiful view during sunrise
Keberadaan Batu Tara menambah satu lagi daftar keunikan Indonesia di dunia, Batu Tara layak disandingkan dengan gunung api-gunung api dunia yang populer karena keberadaan lava abadi. Another story to appreciate more of living in Paradise, Indonesia :)
The existence of Batu Tara becomes part of the list of Indonesian uniqueness in the world since its eternal lava makes it worth to be compared with the world popular volcanoes. Well, another story to appreciate more of living in Paradise, Indonesia :)
@marischkaprue – nothing last forever but her love of traveling is an exception

Photos by Ferry Rusli

NOTES

Where
Batu Tara berada di Pulau Komba, Nusa Tenggara Timur
Untuk menuju Batu Tara gunakan speed boat dengan waktu temput sekitar 2-3 jam (sesuai dengan kecepatan masing-masing speed boat)


Batu Tara is located in Komba Island, East Nusa Tenggara
It takes about 2-3 hours by using speed boat to reach Batu Tara (depend on the speed level)
 
Warning
Batu Tara adalah gunung berapi aktif yang secara konstan mengeluarkan lava pijar, debu vulkanik, erupsi dan awan pekat tebal. Jangan mengambil resiko tanpa perhitungan, ketahui jarak aman untuk mengamati Batu Tara

Batu Tara is an active volcano that constantly emitting lava, volcanic ash, eruption, and dense cloud. Do not take risks and keep your distance safe in looking at Batu Tara
 

4 September 2015

, , , , , , , , , , ,

Photo Story: Sunset in Watomiten, Lembata


Di Bukit Doa, Lembata hari sudah senja. Saya dan Ferry sudah dipanggil-panggil teman-teman yang lain, namun kami mencuri tambahan waktu karena belum puas menikmati senja di Bukit Doa, Lembata, Nusa Tenggara Timur.


It’s already sunset at Bukit Doa, Lembata. Though other friends kept calling, but Ferry and I insisted to get an extra time enjoy the sunset at Bukit Doa, Lembata, East Nusa Tenggara Timur.
Sunset di Bukit Doa, Lembata

Kami kemudian bergegas masuk mobil dan menyusul teman-teman yang sudah bergerak di mobil yang lain. Kami menuruni perbukitan yang coklat di saat matahari sudah meredup.


Then we rushed into the car and following our friends who already moved. We went down the brown hills as the sun dimmed.



Namun ternyata masih ada satu perhentian lagi sebelum langit benar-benar gelap. Kami turun dari mobil, mengikuti jalan setapak dan mendapatkan pemandangan ini.

It seemed like we have one more stop before the sky was completely dark. We’re out from the car, walked the path, and look what we got.





Pantai Watominten dengan batu-batu besar di bibir pantai terlihat keemasan karena sinar matahari senja. Langit saat itu sudah membiru pekat, dengan guratan kuning dan oranye dari tenggelamnya sang matahari. Saat semakin turun langit semakin kekuningan dan memberi guratan indah di langit.


Watominten Beach with those big rocks in the shoreline was shining like a gold because of the twilight. The sky turned into the dark blue, with a combination of yellow and orange from the sunset. As the sun was going down, it became more yellow and put such a beautiful sketch in the sky.


Tanpa sadar langit sudah gelap, senja di Watomiten bagaikan postcard yang menenangkan :)

Finally, the sky was getting dark, sunset in Watominten was really such a lovely postcard :)
@marischkaprue - waiting for another sunset

Photos by Ferry Rusli & me

NOTES:

  • Pantai Watomiten ada di Lembata, Nusa Tenggara Timur. 
  • Watominten Beach is in Lembata, East Nusa Tenggara  
  • Lembata berada di Nusa Tenggara Timur, Pulau Lembata berada di sisi timur Pulau Flores, namun Kabupaten Lembata mencakup gugusan pulau di area tersebut
  • Lembata is in East Nusa Tenggara, while Lembata Island is in the east side of Flores Island, and Lembata District covers the groups of islands in that area.  
  • Akses masuk ke Lembata paling mudah menggunakan pesawat masuk melalui Bandara Lewoleba di Lembata. Rute yang beroperasi dengan jalur Kupang - Lewoleba. Maskapai beroperasi setiap hari (namun tetap harus cek jadwal terlebih dahulu karena ada kemungkinan penerbangan dibatalkan) dengan jadwal: Kupang - Lewoleba pukul 8.30 pagi, Lewoleba - Kupang pukul 9.30 pagi. Waktu tempuh dengan pesawat sekitar 40 menit menggunakan pesawat baling-baling jenis Fokker 50 (untuk Trans Nusa).
  • The easy way to enter Lembata is by using a plane via Lewoleba Airport in Lembata with the route Kupang – Lewoleba. The routes of operational airlines which available every day (but you always have to check the schedule to make sure no possibility of cancelling flight) are: Kupang – Lewoleba at 8.30 a.m. and Lewoleba – Kupang at 9.30 a.m. It takes about 40 mins flight using the propeller plane with Fokker 50 type (for Trans Nusa).  
  • Harga tiket pesawat Trans Nusa Kupang - Lewoleba rata-rata Rp. 650.000,- hingga Rp. 700.000,- one way, untuk PP sekitar Rp. 1,4 juta.
  • The average ticket for Trans Nusa with route Kupang – Lewoleba is IDR 650.000,- up to IDR 700.000 for one way and IDR 1.400.000 for return ticket.  
  • Penginapan terbaik di Lembata adalah Hotel Palm Indah Lewoleba, untuk saat ini booking baru dapat dilakukan melalui nomor +6285253913787. Kamar dan service sangat baik untuk kategori hotel di daerah, terdapat wifi di lobby dan area dekat lobby namun wifi sering down. Untuk sinyal internet dari provider ada di depan lobby (E) dan area dekat jalanan. Di bandara, dermaga 
  • The best accommodation in Lembata is Palm Indah Lewoleba Hotel. For now, booking only available by phone to +62 852 53913787. It had nice room included the excellent service in terms of local hotel, there was wi-fi at lobby but the signal around the lobby was poor. You can get (E) for internet signal from provider in front of the lobby, around the street, at airport, and dock.  
RELATED STORIES

Destinations in Lembata:
Also please see more about beautiful Lembata in Instagram, check out this hashtag to know more: #PesonaLembata and #Lembata