Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

11 Oktober 2015

, , , , , , , , ,

Prambanan - A Short Story

Share


Memiliki kecantikan luar biasa tidak membuat segalanya berjalan dengan mulus. Mungkin itu kalimat yang tepat untuk kompleks Candi Prambanan yang merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, serta sering pula disebut-sebut sebagai kompleks candi tercantik di Indonesia.


Sometimes, a beauty is not a guarantee to make everything goes well. It seems like the right statement to describe Prambanan Temple complex, which is the largest and also called the most beautiful Hindu temple complex in Indonesia.

Dibangun di abad ke-9 Masehi, kompleks ini didedikasikan untuk tiga dewa utama dalam agama Hindu yaitu Brahma, Wishnu dan Siwa. Kompleks ini pertama kali dibangun pada masa Sri Maharaja Rakai Pikatan Mpu Manuku, raja keenam Kerajaan Mataram Kuno dan kemudian bangunan-bangunan dalam kompleks candi terus ditambah oleh raja-raja berikutnya.

Built in the 9th century, this complex was dedicated to the three main gods in Hinduism; Brahma, Vishnu, and Shiva. The first construction was during the era of Sri Maharaja Rakai Pikatan Mpu Manuku, the sixth king of Ancient Mataram Kingdom. The next kings continued building more in the temple complex.
Around 18 Century, Photo from Library Of Congress
Di masa tahun 930-an, pusat kerajaan berpindah sehingga kompleks Candi Prambanan terlantar dan mulai rusak. Selain itu, beberapa gempa bumi yang menggetarkan area Jawa Tengah juga merusak sebagian besar bangunan candi. Saat kembali ditemukan oleh peneliti di abad ke-17, puncak-puncak candi ini telah rusak. Namun penggalian dan pembokaran yang dilakukan justru semakin merusak candi, selain itu banyak warga saat itu yang belum mengerti akan nilai sejarah Candi Prambanan sehingga banyak batu candi yang diambil untuk digunakan sebagai fondasi bangunan lain.


In the 930s, court of the kingdom shifted and Prambanan started being abandoned. Several earthquakes that struck Central Java also got most part of the temple suffered damage. When researchers rediscovered in the 17th century, the top of the temple been broken down and the excavation and demolition even caused more damaged. Sadly, the local people had no concern about history of Prambanan, it made lots of temple stones been taken for another building foundation as their own benefit.
Aerial view of Candi Prambanan, photo by Barry Kusuma




Pemugaran candi baru dilakukan di abad ke-19 dan rampung pada tahun 1953. Kerusakan candi terjadi lagi di tahun 2006 akibat gempa yang berpusat di Bantul. Kini kompleks Candi Prambanan masuk dalam Situs Warisan Dunia dalam daftar UNESCO dan merupakan destinasi favorit turis mancanegara. Mengunjungi kompleks Candi Prambanan di sore hari menjelang matahari terbenam adalah waktu yang terbaik. Struktur dan relief candi semakin terlihat indah saat menguning diterpa sinar matahari senja.

The restoration began in the 19th century and finished in 1953. Damage reoccurred caused by earthquake centered in Bantul in 2006. Now, Prambanan becomes the World Heritage List of UNESCO and favorite destination of many foreign tourists. Late afternoon before sunset is the perfect timing to visit Prambanan. The temple’s structure and reliefs turn into yellow beautifully as it exposed to the twilight.

Aerial view of Candi Prambanan, photo by Barry Kusuma

Mengetahui sejarah panjang kompleks Candi Prambanan akan membuat kita lebih menghargai situs ini. Bahwa tanpa kepedulian pada nilai sejarah, kecantikan apapun akan pudar dan kita hanya akan mengetahui bahwa "pernah" ada kompleks candi Hindu terbesar. 

Knowing the history of Prambanan will make us more appreciate this site because without any respect to the value, any beauty will fade and all we know that the largest Hindu temple complex “was” there.
@marischkaprue - a beautiful life she's living in

Photos by Ferry Rusli, me, Barry Kusuma & William Henry Jackson (doc Library Of Congress)

NOTES:



WHERE
Kompleks Candi Prambanan berada di Desa Bokoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

OPENING HOURS
6:00 - 17:00

ADMISSION FEE
Umum Rp. 30.000,- ,Anak-anak (di bawah 6 tahun) Rp. 12.500,-
Wisatawan asing: 18 USD

PS: Trip ke kompleks Candi Prambanan ini merupakan salah satu agenda Kementrian Pariwisata Indonesia yaitu International Bloggers Trip to Indonesia untuk mempromosikan pariwisata Indonesia pada dunia. Lihat lebih banyak destinasi Indonesia di website Indonesia Travel.


PS: Trip to Prambanan Temple complex is part of the Ministry of Tourism of Indonesia agenda, which is the International Bloggers Trip to Indonesia in order to promote Indonesia tourism to the world. See more destinations in website Indonesia Travel.


RELATED STORIES:
FREE TRIP TO KOMODO ISLAND!

Get a free trip to Komodo Island, by joining Wonderful Indonesia Bucket List Contest!

 
This contest is open for anyone from around the world (exclude Indonesia, sorry guys, there will be another contest for Indonesian), round trip ticket to Indonesia and Labuan Bajo (the gate to Komodo) is also provided by Indonesia Travel. All you gotta do is just submit the video, explaining why you deserve to go to Komodo. 

See more details here, GOOD LUCK! 
***

4 comments:

Cumilebay MazToro mengatakan...

Cakep yaaa prambanan ini tapi aku paling suka liat prambanan malam hari saat nonton sendratari ramayana ballet

Elsa Debora Manurung mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
FLOWARIKAR mengatakan...

Selalu mengispirasi.

@nnoart mengatakan...

Keren-keren foto Candi Prambanannya
Pengen juga dapat momen seperti itu saat foto Candi Prambanan