Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

8 Oktober 2012

, , , , , , , , , ,

Night Dive, Don't be Afraid!



 

Okay, mungkin selama ini saya selalu mendeklarasikan diri sebagai seorang diver yang ketagihan dengan dunia bawah laut. Saya mulai diving bulan April tahun 2010, masih cukup baru bagi seorang divers, namun cukup waktu untuk berkeliling dan menikmati alam bawah laut Indonesia.

Saya cukup beruntung memiliki pekerjaan yang memungkinkan saya untuk berkeliling ke area pesisir dan tentunya juga diving di banyak lokasi di Indonesia, dan setelah pekerjaan saya bergantipun saya masih diberi keberuntungan untuk tetap bisa mengakomodir kecintaan saya pada indahnya biru dan ragam makhluk laut.

Nah, kalau kita biasa sebut jam terbang, mungkin lebih cocok disebut jam selam, biasanya disebut log dive, berapa banyak anda diving, biasanya juga menentukan skill dan bouyancy (keseimbangan di dalam air). Kalau saya, sekitar 61 kali dive (saya mencatat di buku setiap kali pulang dari trip diving).

Hmm, jumlah itu mungkin terlihat cukup banyak, tapi hingga sekarang dive license saya masih Open Water, itu license paling rendah atau paling awal dalam dunia penyelaman, ingin rasanya mengambil level advance tapi belum terlaksana hingga sekarang.

Usai diving di Morotai

Dalam pengalaman penyelaman saya selama dua tahun, sebelumnya saya belum pernah sekalipun melakukan night dive. Yap, sesuai namanya, night dive dilakukan malam hari. Bayangkan anda menyelam di laut saat gelap, kebanyakan yang saya ceritakan pasti nanya satu hal "ngga serem tuh?"

Bulan September kemarin saya trip ke Tulamben, lokasi diving yang dikenal karena ada wreck kapal USS Liberty. Usai dua kali penyelaman siang dan sore, saya diajak ikut night dive di Tulamben. Saya langsung excited, selama ini saya belum pernah melakukan night dive, meski sudah ada kesempatan namun harus saya lewatkan karena alasan harus shooting pagi sekali keesokan harinya.

Kali ini saya langsung mengiyakan dengan antusias. Dive guide saya langsung memberi briefing, ada ketentuan keselamatan selama night dive. Pertama yang pasti ditanyakan semua orang adalah tentang gelapnya laut. Nah, untuk itu sebelum dive ada dua senter yang disiapkan, satu untuk digunakan, satu lagi cadangan jika senter pertama bermasalah. Kalau dua duanya bermasalah? pinjam senter cadangan buddy (pasangan dive) anda.

Setelah briefing selesai, saya langsung menyiapkan alat dan menuju ke laut. Di Tulamben masuk melalui pantai, beach entry, dan saat saya masuk ke air suhunya hangat jadi langsung nyaman.

Senter sudah kami nyalakan sejak masuk pantai, kemudian kami menyelam perlahan. Menyelam malam hari ini beda dengan yang saya bayangkan, rasanya justru tenang sekali, karena yang kita lihat hanya area area yang terkena sorotan lampu senter.

Saya menyelam berjajar dan kadangkala berada di belakang dive guide saya. Satu hal lagi tentang penyelaman, stick with your buddy, jangan asik sendiri dan hilang sendiri, apalagi malam hari karena kalau ada masalah yang pertama bisa menolong kita adalah buddy.

Masuk ke area wreck sangat seru, cahaya senter membuat besi besi dan bagian kapal terlihat, kadangkala ada ikan yang melintas dan terlihat bercahaya terkena sorotan senter. 

Coleman shrimp courtesy of Indonesia Dive Directory

Dive guide saya, Cuplis beberapa kali memberi kode untuk berhenti untuk melihat makhluk laut yang aktif di malam hari. Udang udangan biasanya terlihat di malam hari, namun makhluk yang satu ini kecilnya minta ampun, sulit terlihat kalau tidak jeli.

Spanish Dancer
Spanish dancer sebelum bergerak "menari"

Satu yang paling mempesona saya yaitu spanish dancer, nama ini diberikan pada jenis nudibranch yang berukuran besar karena jika merasa terancam spanish dancer akan melarikan diri dengan bergerak ke atas dan bagian tubuhnya akan terlihat seperti rok penari flamenco. Saya yang membawa kamera langsung merekam gerakan yang indah dari spanish dancer yang bergerak ke atas. Kalau membayangkan sulit, bisa lihat video yang saya rekam disini:



Usai melihat spanish dancer, saya dan dive guide saya kembali berkeliling, ia menunjukkan frog fish yang diam di soft coral. Frog fish ini unik karena tidak berenang namun bergerak dengan memompakan air ke bagian di bawah sirip bawah yang terlihat seperti kaki. Bentuk ikan ini seperti katak yang sedang duduk sehingga disebut frog fish. 

Warty frog fish courtesy of Indonesia Dive Directory
Another frog fish courtesy of Agata Melisa


Namun ukuran frog fish ini rata rata kecil sekali, yang saya lihat di night dive ini berukuran sebesar kuku jempol saya, untuk difoto pun tidak bisa karena kamera saya tidak bisa untuk ukuran makro :(

Asik melihat soft coral, sea fan dan apapun untuk menemukan binatang binatang laut berukuran kecil yang biasanya disebut macro, saya tidak fokus melihat suasana. Tiba tiba Cuplis menunjuk ke kejauhan sambil mengarahkan senternya. Sosok ikan besar terlihat bergerak perlahan, semakin saya dekati makin terasa ukurannya yang besar, bahkan lebih besar dari badan saya kalau saya berjajar di sebelah ikan ikan yang disebut bumphead ini. Mereka simply disebut bumphead karena memang kepalanya seperti bengkak, saat saya cerita tentang bumphead, pasangan saya malah kirim foto orang afrika yang kepalanya bengkak besar akibat kejedot (-___-) yah itu juga masuk kategori bumphead.

Bumphead parrot fish courtesy of Agata Melisa

Yang membuat lebih menarik lagi, bumphead ini berjajar banyak sekali dan bergerak perlahan. Melihat ikan besar di gelapnya malam benar benar seru, saya berusaha mengambil gambar, namun lagi lagi keterbatasan kamera dan skill fotografi saya sehingga untuk gambaran bumphead saya pinjam foto punya Agata Melisa yang sering diving dan foto foto di bawah laut.

Diving di malam hari memang seru, namun dive guide saya bilang, biasanya kalau dari awal tidak merasa nyaman, saat diving kurang menikmati. Hmm, saya sangat menikmati keseruan ini karena sejak awal masuk ke laut rasanya tenang sekali, dan sama sekali tidak mengerikan seperti yang dibayangkan kebanyakan orang kok. Kuncinya tenang, tidak panik dan nikmati saja keseruan diving hanya dengan cahaya senter.

Oya, satu lagi yang paling menarik. Di satu tempat, dive guide saya menutup cahaya senternya dan meminta saya melakukan hal serupa. Suasana tiba tiba gelap total, kemudian ia mengibaskan tangannya. Yang terjadi kemudian seperti di film film fiksi, muncul titik titik terang berkilauan, namun ini benar benar terjadi. Saya melakukan hal serupa dan cukup bengong terpesona dengan titik titik cahaya yang muncul tiba tiba seperti debu berkilauan saat saya mengibaskan tangan.

Rupanya, plankton tertentu bisa mengeluarkan cahaya saat bergerak atau bergesekan akibat gerakan tangan kita. Ini rasanya seru dan menyenangkan sekali, you will feel like you're in some kind of fairytale world, waving your hands and then fairy dust glittery gold just blinking. Seru abis!

Kami menghabiskan waktu sekitar 45 menit penyelaman malam, dan rasanya, sumpah, I just wanna do it again, soon! Omagah you should, I meant you MUST try, it is amazing! :D



@marischkaprue - always super excited underwater, esp at night.



Thanks to BIDP Bali Diving for this amazing trip!

If you wanna dive in Tulamben, you can contact BIDP Bali Diving bookings:
(62-361) 270759, 285065 or info@bidp-balidiving.com
http://www.bidp-balidiving.com



, , , , , , , , ,

Bahoi, Mimpi Wisata Mandiri di Tengah Gempuran Investor

Bahoi


Bahoi memang belum terkenal, telinga terasa asing saat mendengar nama desa
di wilayah utara Minahasa ini. Desa Bahoi dapat ditempuh dengan berkendara
sekitar satu setengah jam dari Manado, tepatnya di Kecamatan Likupang Barat.

Turun di desa anda tidak akan menyangka potensi yang dimiliki desa pesisir ini.
Saya bersama tim Travelista dan jurnalis Sulawesi Utara, Ronny Buol, langsung
disambut dengan ramah.

Kami memulai perjalanan dengan menyusuri laut Bahoi. Langit yang biru
berpadu dengan laut yang berwarna biru kehijauan dan sangat jernih. Indahnya
laut Bahoi adalah hasil perjuangan masayarakat desa. Beberapa tahun yang lalu,
area coral di wilayah ini sudah mulai rusak. Masyarakat berupaya merehabilitasi
karang dan ekosistem dengan peraturan desa seperti aturan lokasi tertentu
sebagai area terlarang untuk menangkap ikan.

Bahoi
Jernihnya laut di Bahoi

"Ini juga sebagai bank ikan, ketika ikan banyak akan keluar dari area ini, jadi
populasi akan terus disuplai," ujar Sonny Tasidjawa dari WCS-IP Marine Sulut
yang ikut mendampingi kami.



Bahoi
Bintang laut saat air laut surut

Bahoi
Hutan mangrove di area Bahoi

 Usai berkeliling dan juga mengamati hutan Mangrove, saya diajak untuk
menyelam di area ini. Saya cukup terkejut saat warga menunjukkan alat alat
diving lengkap yang mereka sediakan, mulai dari baju selam, fin, BCD, tabung,
semua kebutuhan menyelam ada disini. Kadangkala sulit untuk menemukan
dive centre di area desa yang belum jadi destinasi wisata utama sehingga
kelengkapan peralatan ini cukup mengejutkan. Namun satu hal, masyarakat
Bahoi sadar alam bawah laut mereka adalah potensi wisata dan punya mimpi
untuk mengembangkan wilayah mereka.

"Kadangkala ada turis yang datang, tapi tidak banyak karena mereka belum
tahu kami, banyak tamu resort asing yang datang untuk menyelam tapi warga
desa sini tidak mendapat apa apa, mereka datang dengan perahu kemudian
menyelam dan pergi," ujar salah satu warga desa yang akrab dipanggil "Opa
Gaul."

Setelah mempersiapkan alat kami langsung menyelam. Kami turun di area yang
kedalamannya sangat rendah dan berpasir putih, baru kemudian mengitari
area tersebut. Sonny sebelumnya mengatakan bahwa area ini pernah rusak,
namun di area penyelaman ini tanda kerusakan sudah pudar. Coral kaya warna
dengan ekosistem laut yang beragam menemani penyelaman kami. Berbagai
nudibranch ragam warna juga terus menerus saya temui. Sayangnya saya tidak
mempersiapkan kamera bawah laut yang memadai.


Bahoi
Alam bawah laut Bahoi

Bahkan, area Bahoi ini adalah area yang sering dikunjungi dugong. Sayangnya
kami menyelam di waktu yang tidak tepat sehingga tidak dapat melihat makhluk
laut yang selalu mempesona penyelam tersebut.



Marischka Prudence
Bersama Sonny Tasidjawa usai menyelam

Yang menarik dari Bahoi adalah kegigihan masyarakat untuk mengelola wisata. Mereka sadar mereka punya potensi, namun enggan menjadi penonton. Saat investor besar bermain di kancah pariwisata, seringkali penduduk asli terpinggirkan, menjadi penonton aliran dana pariwisata yang besar atau hanya sebagai karyawan kecil yang menikmati gaji dari investor.

Marischka Prudence
Shen, saya dan Opa Gaul di desa Bahoi
 
Untuk bertahan dengan dana terbatas, memang perlu waktu lebih lama. Harapan saya, Bahoi dapat menjadi modul, inspirasi bagi masyarakat lain untuk sadar potensi wisata dan gigih mengelola secara mandiri. Semoga saat saya datang lagi nanti, desa ini sudah terkenal, dikunjungi turis dan Opa Gaul dapat dengan bangga mengatakan bahwa desanya tidak kalah dengan resort yang dikelola asing.



@marischkaprue - curious traveler


Thanks to:

Ronny Buol, Pemred Cyber Sulut
Sonny Tasidjawa dan WCS IP Marine Sulut

NOTES:
  • If you wanna dive in Bahoi, just contact Opa Gaul +6285298753917 or Marhaen +62852 40762872 for further infos about price and facilities. 
  • Harga paket diving di Bahoi: Rp. 485.000,- (2x dive, include lunch & boat), Rp. 1.050.000,- (Paket 2D/1N 4x dive, lunch, boat, homestay & breakfast)
  • Harga snorkeling: Rp. 250.000,- per orang

1 Oktober 2012

, , , , , , ,

Air Mancur Trevi, Harapan di Lemparan Koin


Trevi Fountain
Trevi fountain yang megah di tengah kota Roma

Roma, ibu kota Provinsi Roma yang terletak di hilir sungai Tiber, dengan catatan sejarah ribuan tahun. Roma adalah kota yang penuh pesona karya seni dan keindahan pergerakan seni dari masa ke masa.

Rome, the capital of the Roman province located in the downstream of Tiber river, with history from thousands of years ago, Rome is a city full of charm and beauty, the fascinating art works and art movements from time to time.
 
Mengunjungi Roma tidak lengkap tanpa melempar koin di air mancur Trevi, atau yang biasa disebut Fontana di Trevi. Air mancur paling ikonik di dunia ini menjadi salah satu penanda keagungan seni di masa baroque. Simbol legenda seperti sosok Triton, putra dari Poseidon sang dewa dan Oceanus menjadi sosok yang memberi keindahan pada Trevi.

Visiting Rome won't be complete without throwing a coin into the Trevi fountain which commonly called the Fontana di Trevi. This most iconic fountain in the world becoming one of the markers in the art of baroque grandeur. Symbols such as the figure legends Triton, son of Poseidon, the Oceanus became elements that brings beauty and elegance to this fountain.

Trevi tidak hanya menyuguhkan air mancur, perhatian pertama anda akan langsung tertuju pada bangunan besar di belakang derasnya air, serta sosok patung mitologi romawi. Trevi adalah air mancur yang dibangun dari rentang tahun 1732 hingga 1762. Karya seni dengan lebar 20 meter dan tinggi 26 meter ini sempat mengalami beberapa perubahan desain karena ditangani arsitek yang berbeda, mulai dari pematung terkenal Italia, Gian Lorenzo Bernini, hingga Nicola Salvi yang meninggal sebelum air mancur ini selesai.

Standing here, you'll immediately drawn to see the large building behind the water, with sculpture of Roman mythology figures. Trevi fountain was built from 1732 to 1762. This 20 meters wide and 26 meters high Roman building had gone through several design changes since being handled by different architects, ranging from well-known Italian sculptor, Gian Lorenzo Bernini, to Nicola Salvi, who died before the fountain was completed.

Keindahan Trevi adalah daya tarik bagi ribuan turis yang datang setiap harinya ke lokasi ini. Namun anda tidak hanya akan terpana menyaksikan lekuk kebesaran seni barogue disini. Siapkan koin saat anda berkunjung karena itulah yang dilakukan turis setiap berkunjung ke Roma.

Trevi's beauty attract thousands of tourists to come every day. But you will not only be struck by the greatness of art barogue dent here. Prepare coins when you visit because that's what every tourist do when visiting Rome. 

Trevi Fountain at night
Suasana di malam hari, lebih dipenuhi turis :)
Ada mitos tiga koin di air mancur Trevi. Pertama, lemparlah koin jika anda ingin kembali ke Roma. Syaratnya, anda harus melempar koin dari tangan kanan hingga koin melewati bahu kiri dan masuk ke kolam. Sementara tambahkan satu koin lagi untuk romansa dan cinta, hingga koin ketiga yang dipercaya akan melanggengkan anda ke pernikahan.

There is a myth about three coins in the Trevi fountain. First, tossed a coin if you want to go back to Rome. Also there are some rules here, you have to flip a coin on the right hand until the coin passes your left shoulder and fell into the pond. You can add one more coins for romance and love, or tossed the third coin that believed will brings you to the marriage life.

Melempar koin di air mancur Trevi bukanlah kepercayaan baku, melainkan aksi yang direpetisi hingga menjadi kebiasaan bagi mereka yang datang ke Roma, apapun latar belakang anda, apapun kepercayaan anda. Bagi saya, selagi anda punya kesempatan mengunjungi Roma, tidak ada salahnya menyisihkan beberapa cent mata uang Euro untuk dilempar.

Tossing coins in Trevi fountain isn't a major believe. This is acts which is repeated over and over again until it became a habit for those who came to Rome, whatever your background, whatever your beliefs. For me, while you had the chance to step in this city, nothting wrong about tossing a few Euro cents to be thrown.

Trevi Fountain
Setelah melempar dua koin di Trevi fountain.
Percaya ataupun tidak dengan mitos tiga koin, setidaknya 3000 Euro dikumpulkan dari dasar kolam air mancur Trevi setiap harinya. Salah satunya bisa saja dilempar dari tangan anda.

Either you believe it or not, at least 3,000 euros collected from the bottom of the Trevi fountain each day. One of them could have been thrown out of your hands.
Have Fun, Enjoy Life, Start Traveling!

Yang mau lihat video mengenai air mancur Trevi, bisa lihat disini:
If you want to see the video about Trevi, see here:

 

30 September 2012

, , , , , , , , , ,

Spa frenzy




Salah satu hal yang saya nikmati dari resorts adalah spa. Bukan hanya pijatan dan berbagai perawatan dari terapis, namun suasana di lokasi spa yang selalu ditata sedemikian rupa, sehingga memasuki lokasi spa pun sudah memberi perasaan tenang dan menyenangkan.

Spa selalu memberi kombinasi kenikmatan sentuhan, visual ketenangan dan aroma yang membuat badan menuju fase rileks. 


Mandara Spa Nikko Bali
Foot massage spot at Mandara Spa

Harga spa di resorts memang cukup membuat mayoritas dari kita mengangkat alis. Rate spa di resorts rata rata dari sekitar USD50 hingga lebih dari USD200 atau bisa mencapai jutaan rupiah. Saran saya, lebih baik ambil paket, jangan satu per satu treatment karena jauh lebih mahal. Misalnya, ambil paket spa sampler yang sudah termasuk aromatherapy floral footbath, massage, facial dan foot massage jadi beberapa perawatan sudah bisa didapat dengan budget sekitar USD100.

Mandara Spa Nikko Bali
Berbagai pilihan aromatherapy

Buat yang punya pasangan, ritual spa bersama pasti lebih menyenangkan, sama sama dipijat di tempat yang bikin rileks, lanjut aromatherapy flower bath bareng. Bisa sambil ngobrol saat dipijat, namun saya biasanya tertidur di sesi massage.

Terapis biasanya bertanya apakah pijatannya sudah pas dalam artian tekanan karena setiap orang berbeda selera, ada yang senang tekanan pijat yang keras, ada juga yang lebih senang pijatan lembut karena badan terasa sakit kalau dipijat terlalu keras, jadi jangan sungkan untuk minta pijatan sesuai selera, bayangkan anda sudah bayar terus kurang menikmati sesi massage kan sayang sekali :)

Mandara Spa Nikko Bali


Nah, satu kebiasaan saya kalau spa pasti foto foto lokasi dan detail interior sampai perkakas spa, so enjoy this picture and maybe you wanna get a spa treatments too :)

Anyway foto ini semuanya diambil di Mandara Spa, Nikko, Bali Resort. Thanks for letting me taking pictures dan cukup lama mba nya nunggu saya beres foto foto baru bisa mulai treatments hihi..

Mandara Spa Nikko Bali


Mandara Spa Nikko Bali
aromatherapy oil


Mandara Spa Nikko Bali
Room for couple spa


Mandara Spa Nikko Bali


Mandara Spa Nikko Bali
Bathtub for aromatherapy flower bath


Mandara Spa Nikko Bali


Mandara Spa Nikko Bali


Mandara Spa Nikko Bali



Mandara Spa Nikko Bali
Flower bath


@marischkaprue - 70% sleeping during spa treatments.


Location: Mandara Spa, Nikko Bali Resort and Spa
Spa infos: indonesia@mandaraspa.com or www.mandaraspa.com




26 September 2012

, , , , , , , ,

Mencari Mola Mola di Nusa Penida

Mola Mola berukuran sekitar dua meter.


Mola Mola, nama ini mungkin terdengar aneh atau lucu. Mola mola memang unik, binatang laut ini juga disebut Ocean Sunfish karena bentuknya yang membulat pipih, sekilas seperti matahari namun dengan sirip di bagian atas dan bawah yang disebut calvus.

Pertemuan saya dengan mola mola adalah cerita yang tidak saya duga. Sejak awal, dive guide saya dari BIDP Bali Diving sudah menceritakan pengalaman banyak penyelam yang mencari mola mola di Nusa Penida berhari hari namun tidak menemukan karena sifat ikan laut ini yang tidak dapat diprediksi, meski di rentang waktu Juni sampai bulan Oktober setiap tahunnya, mola mola biasa ditemui di area Crystal Bay.

Bagi masyarakat lokal dan penyelam, bertemu mola mola dianggap pertanda keberuntungan, tentu saja karena untuk melihat makhluk laut yang satu ini, anda perlu keberuntungan.

Kami menambatkan jangkar di area Crystal Bay, Nusa Penida, Bali. Di area inilah mola mola sering ditemukan penyelam, dari kedalaman 60 meter ke bawah, hingga kurang dari 10 meter. Saya yang tidak pernah menang undian ataupun kuis berhadiah ini tidak berharap banyak, menemukan mola mola hanya saya anggap nilai bonus dalam penyelaman di Crystal Bay.

Saat turun, saya langsung kedinginan. Area Crystal Bay di pertengahan hingga penghujung tahun memang dingin. Wetsuit 3mm yang saya pakai tidak mampu menahan dinginnya air laut namun saya yang ditemani dive guide langsung turun ke kedalaman.

Di dalam air saya semakin merasa dingin, tangan saya merangkul erat lengan saya sendiri, kedinginan di bawah air. Saat itu suhu semakin turun hingga 18 derajat celcius, kurang lebih seperti berendam di air kulkas.

Dive guide saya yang terlihat kedinginan memberi sinyal tangan menanyakan kondisi saya. Dengan jempol dan telunjuk membentuk lingkaran saya menandakan saya baik baik saja dan mau meneruskan penyelaman. Selang 30 menit penyelaman kami terus mencari, masuk ke area wall yang arusnya cukup kencang.

Saya hanya asik melihat koral dan berbagai makhluk laut saat tiba tiba dive guide saya menunjuk titik di kedalaman dimana samar samar saya melihat bentuk pipih lingkaran. Mola mola! Saya kaget sekaligus senang. Setelah memberi kode untuk menyelam lebih dalam kami turun perlahan, hingga cukup dekat dengan mola mola tersebut.

Bentuk badan mola mola bulat dan pipih dengan sirip unik.


Betapa senangnya saya melihat ternyata ada tiga lagi mola mola yang diam berjajar di kanan dari mola mola yang pertama saya lihat. Dengan kamera Go Pro saya langsung mengambil gambar penuh antusias. Mola mola ini berukuran besar, rentang panjangnya sekitar dua meter. Bahkan, mola mola dewasa dapat memiliki bobot hingga 1000 kilogram.

Mola mola yang pertama kemudian bergerak perlahan dengan anggun. Ikan laut yang satu ini tidak memiliki sirip samping dan ekor layaknya ikan lain sehingga mereka tidak dapat bergerak dengan gesit, namun gerakan mola mola dan bentuknya lah yang mempesona penyelam.

Saya masih asik mengambil gambar dan juga video saat tiba tiba dive guide saya memberi kode untuk naik ke atas. Saya yang belum puas mencoba meminta waktu tambahan, namun selang semenit dive guide saya memaksa untuk naik.

Akhirnya saya yang belum puas harus rela meninggalkan empat mola mola yang masih diam di posisi dengan tenang. Saya dan dive guide saya naik perlahan sambil terus diterpa arus. Kami memposisikan badan dekat dengan wall dan koral sambil menjaga jarak agar tidak merusak koral.

Untuk naik perlu usaha ekstra, saat arus menerpa kami menahan posisi agar tidak terhempas, dan melaju saat jeda antar arus. Hal ini terus kami lakukan hingga ke area yang lebih dangkal.



Saat saya mulai melihat koral yang lebih beragam warnanya, suhu air mulai hangat. Tidak lama kami tiba di area berpasir, melakukan posisi diam di kedalaman tiga meter untuk menetralisir nitrogen dalam darah, dan baru kemudian kembali ke permukaan.

Di atas dive guide saya langsung memberitahu saya bahwa mola mola tadi ada di kedalaman 51 meter! Ini memecahkan rekor kedalaman penyelaman saya sebelumnya yaitu sekitar 44 meter di Morotai. Rupanya tadi saya terlalu antusias dengan mola mola dan tidak mengecek kedalaman, di tingkat kedalaman 51 meter kami tidak bisa berlama lama dan bahkan sudah terkena dekompresi sehingga harus langsung bergerak naik.

Penyelaman kali ini bukan hanya memecahkan rekor saya sendiri, bukan hanya bertemu mola mola si makhluk laut yang penuh pesona. Saya kembali diingatkan untuk sadar satu aturan dasar penyelaman yaitu faktor keselamatan. Ah, tapi semua kesulitan dalam penyelaman selalu terbayar dengan hasilnya.

Usai penyelaman di Crystal Bay, di depan Batu Bolong.

Bertemu makhluk laut dengan bentuk yang unik dan ukuran yang luar biasa besar ini sangat mempesona. Setiap menyelam saya selalu tersadar kembali betapa kecilnya kita sebagai manusia,  betapa luar biasanya alam ini, dan betapa beruntungnya kita tinggal di Indonesia.

@marischkaprue - Underwater experience is her self indulgence



Thanks to BIDP Bali Diving for this amazing trip!

If you wanna dive in Nusa Penida, you can contact BIDP Bali Diving bookings:
(62-361) 270759, 285065 or info@bidp-balidiving.com
http://www.bidp-balidiving.com

16 September 2012

, , , , , ,

Rinjani, album of love

Tetiba saya rindu dengan Rinjani. Keindahan, pesona dan suasana mistis yang tidak ada habisnya, menjejaki Rinjani dan alam sekitarnya adalah pengalaman yang akan saya ingat selalu. Rindu ini akan selalu datang, dan mungkin baru tahun depan saya bisa datang mengunjungi gunung terindah ini.

Jatuh cinta pada Rinjani bukan rasa yang timbul sejak pertama melihat. Dari jauh tampak seperti gunung lain, namun perjalanan menapakinya is simply breath taking

Jangan tanya kenapa saya begitu jatuh cinta, lihatlah saksi dalam bentuk bytes yang terukir dalam frame ini..

Rinjani dilihat dari Sembalun Lawang, Not falling in love, yet
Perjalanan dari Sembalun Lawang menuju Pos 1 melewati savana.
Semakin mendekati Plawangan 2 (Plawangan Sembalun), sudah berada di atas awan :)

Senja di Plawangan 2
Tiba di Plawangan 2 jauh lebih lama dari jadwal tapi justru dapat best sunset time.
Day 2 mendaki sejak subuh.
Stunning view during summit attack.
Rinjani Mountain
Puncak masih jauh sekali dari sini :)
Rinjani Mountain
Selama mendaki di kanan view Danau Segara Anak.
On top of Rinjani Mountain
Puncak, after 7 hours of trekking.
On top of Rinjani Mountain
3726 meter di atas permukaan laut, awesome!

Stunning mystical view around Rinjani
Pintu awan yang terlihat saat turun dari Plawangan 2 menuju Danau Segara Anak.
Mystical land, di sisi Danau Segara Anak.
View di Plawangan 1 (Plawangan Senaru), 2641 meter di atas permukaan laut. Daratan ditutupi awan.
Dari Plawangan 1 menuju Mondokan lolak.
Almost sunset, this view made us stop, stunned by the greatness of nature.
My promise to myself, since I fell in love, I wanna do it again and again.. next trip will be as breath taking and remind me how small I am, hot great is He and how blessed we are to have this..

@marischkaprue - silly lucky traveler


RELATED STORIES:


12 September 2012

, ,

An Absurd Journo


This is my first writings for Divemag Indonesia magazine. More than a year after I wrote this, and I am so grateful because this makes me write a lot after that.. :)

So here it is, might weird, well I am a newbie (until now) writer after all.


Okay, tulisan ini dimulai dengan kejut kejut dan cenat cenut akibat baru menyadari tanggal deadline dari @r_djangkaru, maklum, saya bukanlah penulis professional, mungkin lebih layak disebut penulis ugal ugalan. Terbiasa di dunia 140 karakter namun masih abu abu di karya tulis panjang, saat menulis panjang itu adalah naskah yang serius.

Ah, cukuplah curhat colongan sebelum anda membalik halaman ini. Pertama kita perkenalan dulu, diluar nama saya yang dipandang tidak biasa, karena ada huruf konsonan yang berturut turut menempel beriringan, saya hanyalah seseorang yang kurang lebih seperti anda, dua mata yang melirik saat ada brondong manis melenggang (ini khusus para wanita “matang”), atau dahi dan hidung yang tiba tiba berkerut saat ada oknum tak terpuji kentut sembarangan. 

Tapi meskipun struktur tubuh kita semua kurang lebih sama—ini bicara anatomi ya bukan kadar lemak—semua manusia berbeda, ini sudah didefinisikan dari DNA kita yang unik, tidak ada yang sama. Tapi, pertanyaannya kemudian, apakah berbeda itu berarti tidak biasa? Dan apakah kita mau atau bahkan punya keberanian menjadi tidak biasa?

Perbedaan yang signifikan dengan lingkungan, out of the box, memang konsekuensinya ada hal hal yang tidak nyaman, kita terlihat jelas dan dengan mudah jadi sasaran tembak kritik, cacian atau bahkan makian. Saat saya mulai bermain di dunia kata 140 karakter, dengan gaya yang dianggap nyeleneh, tidak jarang yang mempertanyakan, mencibir atau memaki. Profesi saya sebagai jurnalis dipandang sebagai batas baku untuk membentuk pola kicauan saya di twitter, tapi kenyataan tidak begitu, kita boleh memiliki identitas di pekerjaan, di lingkungan organisasi, tapi ada hal hal lain yang membentuk pola pikir kita, memang sebagian hanya dianggap sedikit berbeda, sebagian dipandang tidak biasa atau aneh.

Ah, tapi bukankan menjadi tidak biasa itu menyenangkan? Bayangkan dunia yang penuh dengan orang orang dengan polah yang serupa, tidak akan Lady Gaga, tidak akan ada public enemy buat digosipin, pokoknya bakal lebih membosankan dibanding dengerin rapat tahunan rencana kerja kementrian tertentu deh..

Jadi intinya, perbedaan, hal hal yang tidak biasa itu menyenangkan, kalau kita mau melihat dari sisi positif. Bayangkan pelangi yang cuma 1 warna, lagu balonku yang cuma 1 warna (coba nyanyiin, ga bisa kan), dan masih banyak lagi contohnya, ratusan? Lebih! *apasih*. Dan kalau anda cukup berani, cobalah keluar dari kotak definitif kenyamanan anda sekarang, lakukan hal hal baru yang diluar kotak berpikir anda selama ini, setidaknya anda akan punya cerita baru untuk dibagi dengan teman saat weekend. Life is full of colors, we ain’t dog which sees only black and white, so enjoy and pick your color! Ciao!!

Marischka Prudence, An absurd journo

As published on Divemag Indonesia Vol 2 No 013, March 2011