Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

10 Agustus 2013

, , , ,

Basilica of San Francesco d' Assisi

Share

Mengunjungi tempat ibadah bukan berarti harus memeluk agama tertentu atau khusus untuk beribadah. Banyak lokasi tempat ibadah yang berkaitan dengan sejarah dan menunjukkan ciri arsitektur masa ke masa.


Visiting a place of worship doesn't mean that you have to embrace a particular religion or specifically for worship. Many places of worship relates to the history and shows how architecture changing over time.
Doors to the Lower Church

Di perbukitan area barat Asissi, Italia, ada satu gereja yang menjadi lokasi penting peziarah Katolik. Basilica of San Francesco d' Assisi adalah gereja induk dalam sejarah Katolik Roma di ordo Fransiskan. Hal ini dikarenakan Santo Fransiskus, penggagas ordo Fransiskan dalam agama Katolik Roma di Italia, lahir dan meninggal di Assisi. 

In the hill at the west side of Assisi, you can find an important church, especially for Christian pilgrimage. Basilica of San Francesco d'Assisi is the mother church in the history of the Roman Catholic Franciscan order. That's because St. Francis, the originator of the Franciscan order in the Roman Catholic religion in Italy, was born and died in Assisi.
 


The frescoes
Yang menarik, Basilica of San Francesco d' Assisi merupakan contoh bangunan dengan perpaduan dua gaya arsitektur yang terpisah di area atas dan bawah. Bagian bawah bangunan ini lebih bergaya romatis, atau yang biasa disebut gaya Romanesque. Bagian bawah dipenuhi kubah bergaris yang dipenuhi lukisan di dinding, frescoes, hingga ke langit langit. 

The interesting part, Basilica of San Francesco d' Assisi is a perfect example of two buildings with a mix of architectural styles that separate the upper and lower areas. The lower part of the building is more a romantic style, or commonly called the Romanesque style, filled with low semi circular ribbed cross vaults with paintings on the walls, frescoes, up to the ceiling.


Lukisan dan ornamen memenuhi kubah membuat saya seakan tidak ada habisnya mendongak ke atas saat berada di dalam Basilica. Sejumlah nama pelukis di abad pertengahan seperti Giotto, Simone Martini, Pietro Lorenzetti dan Cimabue mengisi kubah Basilica of San Francesco d' Assisi hingga menjadi seperti apa yang dapat anda saksikan saat ini.
 
Paintings and ornaments filled the domes. I spend all my time looking up in this basilica. Some of the names of medieval painters like Giotto, Simone Martini, Pietro Lorenzetti and Cimabue are those who painted the dome of Basilica of San Francesco d 'Assisi to became what you can see today.


St Francis tomb
Upper church
Di bagian bawah juga terdapat makam Santo Fransiskus dari Assisi, salah satu tujuan para peziarah. Namun jika beranjak ke bagian atas gereja anda akan menemukan suasana yang berbeda. Bagian atas disebut juga Upper Church, disini gaya Gothic yang berkembang di masa puncak dan akhir abad pertengahan menjadi ciri utama arsitektur gereja. Bagian atas bukan lagi kubah yang penuh dengan fresco, melainkan langit langit yang tinggi dengan desain gothic.
 
At the bottom you can go see the tomb of St. Francis of Assisi, this is one of the main goals of the pilgrims. But if you went to the upper side of the church you will find a different atmosphere. The upper part is called the Upper Church, a Gothic style which developed during the high and the late medieval. The top of the dome is no longer filled with fresco, but a high ceiling with gothic design.


Meski bukan pengamat seni ataupun pecinta arsitektur, memasuki gereja dengan desain yang indah sambil mendengarkan latar belakang sejarah suatu lokasi membuat apa yang kita saksikan menjadi jauh lebih menarik. This is one of those.

Although I'm not an expert about art or architecture, getting inside the church with beautiful design while listening to the background history of this location makes what eyes see became much more interesting. This is one of those.



@marischkaprue - she's more into modern design, but always love to visit old buildings

4 comments:

Ramjani Simalango mengatakan...

thanks sharingnya, tempat yang menarik,
sedikit komentar, istilah bahasa Indonesia yang sering digunakan untuk kata 'order' dalam gereja katolik adalah 'ordo',

Marischka Prudence mengatakan...

Thanks inputnya mas Ramjani :D


RexLuc mengatakan...

ma'am, you have to post about traditional churches in Indonesia, I pretty sure that you find many of them in your journey :)

Marischka Prudence mengatakan...

Yes kalau pas ada bangunan gereja yang menarik biasanya ditulis juga seperti yang di Pulau Asei :)