Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

31 Oktober 2015

, , , , , , ,

Who Wants to be a Pilot? Malaysia Airlines Flight Simulator

Share


Saya ingat masa kecil generasi saya dimana kita sering mendapat pertanyaan profesi apa yang kita inginkan di masa depan dan “pilot” adalah salah satu jawaban favorit sebagian anak laki-laki.

Profesi pilot terlihat fancy, dengan gaji besar dan gengsi yang tinggi. It surely looks cool and great, but do you know the effort behind it? 

Kunjungan saya ke Malaysia Airlines Training Center di Kuala Lumpur memberikan sedikit pengalaman menjadi pilot. Untuk mendapatkan titel pilot, perlu waktu bertahun-tahun lamanya, mulai dari sekolah, berbagai pelatihan hingga syarat flight hours sesuai dengan kategori masing-masing. Setelah seorang pilot memiliki sertifikasi (license), bukan berarti ia dapat menggunakan selamanya. Pilot harus memperbaharui license yang ia punya setiap 6 bulan sekali dengan kembali mengikuti training dan berbagai test untuk menunjukkan kapasitas ia membawa pesawat.



Di Malaysia Airlines Training Center terdapat 7 flight simulator atau mesin simulasi pesawat terbang untuk pelatihan dan test pilot. Meski berupa simulasi, namun perangkat di dalam kokpit benar-benar dibuat seperti aslinya dan selain itu, tampilan screen juga menampilkan pemandangan yang benar-benar mirip dengan situasi saat penerbangan dengan berbagai skenario yang dapat terjadi.




Kami cukup beruntung saat datang karena dapat mencoba simulator Airbus A380-800 yang biasanya selalu digunakan untuk pelatihan dan test pilot. Saat datang kami beruntung dapat masuk ke dalam kokpit dan mencoba langsung simulator, tentunya dengan bantuan dari real pilot yang ada sehingga kami hanya perlu melakukan beberapa steps yang sudah diinstruksikan seperti mengatur urutan flap wings untuk take of dan landing, mengatur gerakan pesawat di landasan dengan tuas kaki (bentuknya seperti tuas untuk gas dan rem pada mobil matic), hingga gerakan saat terbang dengan handle di bagian sisi pilot dan co-pilot.


Berada di kursi pilot ini benar-benar menyenangkan, dengan simulasi yang dilakukan memberikan sensasi terbang dengan pesawat dimana gerakan simulator sesuai dengan situasi yang ada, mulai dari take off hingga landing yang diatur dengan perangkat hidrolik di kaki-kaki simulator. Simulator yang baru bahkan menggunakan perangkat gerak elektrik.



Mencoba simulator juga membuat saya menyadari betapa kompleksnya elemen-elemen dalam penerbangan, dan tentunya membuat kita lebih menghargai profesi pilot. So, who wants to be a pilot?

@marischkaprue - prefer a passenger seat but she won't say no to an offer of front view during flight

NOTES
  • Thanks to Malaysia Airlines for the invitation to see their training center facilities
  • They also have lots of airfare promo, check out here

3 comments:

Izzah Abdullah mengatakan...

Wah keren Kak dan keren kok bisa diundang, hehe. Btw tampilan blog baru kak? :D

Summer Escape

Marischka Prudence mengatakan...

@Izzah iya tampilan baru, smoga suka hehe :)

Zulfan Helmi mengatakan...

Kece kak tampilan barunya, enteng pas bacanya :)

zlvn.net