Satu hal yang paling saya suka dari resort atau villa yang
mengarah ke pantai adalah infinity pool.
Yap, kolam yang seakan ujungnya menghilang dan mengarah ke laut, membuat
pemandangan air kolam renang yang biru kemudian kontras dengan lautan biru.
Di New Zealand saya tidak membayangkan akan menemui infinity pool yang sangat menyenangkan.
Bagi saya resort dengan infinity pool
sudah bertebaran di Bali, dan New Zealand di kepala saya adalah padang padang
hijau, gunung gunung salju, seperti apa yang biasa kita lihat di postcard
negeri Kiwi ini.
Salah satu view di Pulau Waiheke
Delamore Lodge
Namun saat berkunjung ke Pulau Waiheke, pulau yang hanya
berjarak 45 menit menyebrang dengan kapal ferry dari dermaga di Auckland, saya
menemukan satu resort kecil, mungkin lebih tepat dikatakan lodge, sesuai
namanya.
Grand view from the infinity pool
Delamore Lodge terletak di perbatasan tebing yang mengarah
ke teluk Owhanake di Pulau Waiheke. Satu spot terbaik di Delamore Lodge menurut
saya adalah infinity pool dimana saya
dapat menikmati perpaduan kolam dan birunya laut.
Mengelilingi Delamore Lodge, saya merasa ada perpaduan rasa
Italia di banyak sisi, mulai dari arsitekturnya, meski sebagian dibuat
berdinding putih putih seperti Mykonos, Yunani. Ada satu tulisan "Chianti
Classico" yang semakin menghubungkan Delamore dengan Italia, Chianti
adalah salah satu area penghasil anggur terbaik di Italia, dan jika anda
mengelilingi Delamore ada bagian bagian interior yang terasa berkaitan.
Dining room yang mengarah ke laut
Bangunan living room terpisah dengan kamar kamar yang ada
Lodge ini sebelumnya milik pribadi, kemudian dibeli dan
mulai dibuka sebagai lodge bagi umum sejak tahun 2002. Meski tarif menginap di
Delamore Lodge cukup tinggi, mulai dari sekitar 900 hingga 1500 NZD (New
Zealand Dollar), tingkat hunian di Delamore Lodge juga padat terutama di saat
akhir pekan. Untuk gambaran, anda tidak bisa mendapatkan satu kamarpun untuk
menginap berturut turut seminggu jika tidak melakukan booking minimal sebulan
sebelumnya.
Moana room, salah satu kamar dengan view terbaik
View teras kamar
Jauh sebelum berkembang resort dan lodge mewah, Waiheke
adalah tempat hippies dan artis
bohemian menetap dengan cara hidup unik mereka. Kini Waiheke bukan hanya area
pelarian para hippies, penduduk kota modern terutama Auckland berbondong
bondong menikmati Waiheke di akhir pekan.
Di Waiheke pun anda dapat memilih, jika mau gaya sederhana ada
pilihan mulai dari hotel bertarif 45 NZD hingga camping dengan hanya membayar
10 NZD, atau mau menikmati lodge indah dengan infinity pool dan pemandangan Teluk Hauraki ini, meski anda tentunya
mesti merogoh kocek lebih dalam untuk yang satu ini.
Selalu ada kesenangan tersendiri saat menyelami struktur
yang telah diam terkubur di lautan biru. Memang saya belum banyak menyelami wreck di lautan, semuanya masih bisa
dihitung jari mulai dari Tulamben di Bali, Papatheo di Kepulauan Seribu, hingga
wreck pesawat bomber di Morotai,
Maluku Utara.
Hingga saat ini saya selalu excited setiap akan menyelami
wreck. Hal itu pula yang saya rasakan saat Shane, dive instructor dari North Land Dive menunjuk Canterbury wreck
sebagai lokasi pertama penyelaman kami saat di New Zealand.
Entry kapal dari Te Uenga Bay
Pemandangan di Bay Of Islands
Salah satu bagian kapal Canterbury
Wreck kapal yang dulunya milik angkatan laut New Zealand ini
kini terbaring diam di laut perairan Bay Of Islands. HMNZS Canterbury berukuran
panjang 113 meter dan dapat meluncur dengan kecepatan 52 kilometer per jam.
Kapal ini memulai operasi pertamanya di tahun 1971 di area Australasia hingga
Teluk Persia, dalam upaya mendukung operasi PBB di berbagai daerah.
Namun kejayaan Canterbury tidak bertahan lama. Di awal tahun
2000 Canterbury sudah terlalu tua untuk mendukung operasi Angkatan Laut
sehingga operasi dengan Canterbury dihentikan di tahun 2005. Kemudian pada
November 2007 kapal yang dulu berjaya ini ditenggelamkan dengan sengaja di
perairan Deep Water Cove, Bay Of Island, New Zealand dengan tujuan menjadi
atraksi bagi penyelam.
Saya harus bersyukur bahwa Canterbury
yang menua akhirnya menjadi penghuni laut di Bay Of Islands, lokasi saya
menyelam pertama kali di luar Indonesia. Dengan berbekal wetsuit setebal tujuh milimeter, saya menceburkan diri ke dinginnya
laut New Zealand. Namun setelah beberapa lama, lapisan air di dalam wetsuit mulai menghangat dan melindungi
saya dari membeku di perairan dengan suhu sekitar 17 derajat Celcius tersebut.
Kami pun mulai mengeksplorasi
Canterbury. Bagian tertinggi kapal ini sedalam 18 meter, sementara bagian
paling bawah kapal ada di kedalaman 36 meter. Kapal ini menyediakan banyak
pilihan eksplorasi bagi penyelam dengan berbagai level keahlian.
Ditemani Shane, Sam, dan Ferry, saya
menyusuri Canterbury secara perlahan. Karena ditenggelamkan dengan sengaja,
Canterbury berada di posisi yang lurus dan dalam kondisi utuh, memberi
pemandangan yang menakjubkan melihat struktur kapal besar seperti ini di dalam
laut.
Menyusuri bagian dalam Canterbury
Tanpa arus yang berarti, kami dengan
nyaman menyusuri pinggir kapal dan mulai memasuki area dalam. Saya dan teman
teman dari North Land Dive sudah membekali diri dengan senter untuk eksplorasi
kapal besar ini. Berulang kali saya mengarahkan senter ke segala penjuru,
melihat dengan senang sekaligus ada sedikit perasaan aneh melihat bagian bagian
kapal seperti pintu, tangga yang masih utuh namun telah mulai berkarat dan
rusak perlahan demi perlahan.
di deck Captain :)
Shane tidak membiarkan saya lama di
bagian tengah, ia segera mengajak saya ke area lain kapal. Rupanya Shane
menunjukkan deck tempat kapten kapal,
saya langsung masuk ke area ini dan berpose sambil melihat sekeliling,
membayangkan saat Canterbury mengarungi lautan di atas permukaan.
Canterbury hanya salah satu dari
beberapa lokasi penyelaman yang jadi favorit penyelam di negara Kiwi ini. Saya
merasa beruntung bisa berkeliling Canterbury yang jadi salah satu model wreck
kapal yang dalam kondisi sangat utuh. Saya rasa tugas terakhir Canterbury
bukanlah operasi ke Timor Timur untuk menjaga perdamaian di tahun 1999,
melainkan membuat penyelam penyelam seperti saya terpana, terpesona dengan
struktur besarnya. Tugas ini bagi Canterbury adalah tugas ratusan tahun, dimana
saat strukturnya makin rusak, saya yakin makin banyak yang menyelaminya.
@marischkaprue - wish to explore more wrecks in the deep sea
Dive Lodge North Land Dive ada di 3851 Russell Road, Whangaruru RD4, Hikurangi, Northland, New Zealand. Email: info@northlanddive.com ,Telp: +6494336633
Biaya diving (include makan siang): 125 NZD (New Zealand Dollar) untuk 2 kali dive dengan alat sendiri (tabung dan weight belt disediakan), 160 NZD untuk 2 kali dive dengan seluruh alat disediakan North Land Dive.
Biaya menginap di Lodge milik Shane & Julia: 50 NZD per malam untuk double atau twin room, 20 NZD per malam untuk dorm, 10 NZD per orang untuk camping (area belakang lodge adalah lokasi untuk camping), 6 NZD untuk breakfast per orang dan 13 NZD per orang untuk makan malam.
Opsi dive spot di area Bay Of Islands: Canterbury Wreck, Big Eyes Lair, Danger Rock, Cathedral Cave, Bird Rock, The Twins, Sonic Boom Cave dan Pigs Gully.
"No, thank you. We don't want any more visitors, well-wishers, or
distant relations." - Bilbo Baggins
People
say what you don't want the most, if you're saying it over and over again, it
will come. Itu yang terjadi pada Bilbo Baggins,
walaupun tokoh Bilbo Baggins hanyalah karakter di film yang sangat mendunia,
Lord Of The Rings.
Peoplesaywhatyou don't wantthemost, if you'resayingitover and overagain,itwill come. That's whathappens toBilboBaggins, even though he was only a character in a very famous movie series,Lord OfTheRings.
Saya ingat perkataan Bilbo di atas saat
tiba tiba rumahnya didatangi terus menerus. Dan kini, Bilbo pun harus
menghadapi kenyataan akan terus bertambahnya "visitors" ke rumah indahnya di Shire, lokasi berdiamnya para Hobbit.
Iremember those words Bilbo said inhis housewhensuddenly a lot of dwarf visited him continuously.Andnow,Bilbomustface the realitythat more and more visitors will come to his beautiful house in Shire, where hobbits stays.
Saya asumsikan anda semua yang membaca
ini sudah menonton film Lord Of The Rings. Jika belum, larilah ke toko dvd terdekat untuk menikmati film
berdurasi panjang tersebut. Bukan promosi film, namun saya sangat ingin
bercerita panjang lebar tentang kampung halaman Bilbo dan Frodo Baggins karena
kini Shire ada di dunia nyata dan
bisa kita kunjungi. Turis yang antusias datang setiap harinya adalah "visitors" yang mungkin Bilbo Baggins
tidak inginkan. Namun jika melihat bentuk Shire di dunia nyata, saya
membayangkan J. R. R Tolkien tersenyum melihat kami semua tercengang di dunia
Hobbit ini.
I assumed all of you who reading this already saw theLord OfTheRings movie series. If not, well, just run tothe nearestDVDstoretoenjoythefull lengthmovie. I'm not promoting the movie but I really want to share stories about Bilbo and Frodo' s hometown since Shire is now in the real world we living in and it's possible to visit this place. Enthusiastictourists who came each dayare the"visitors"whom Bilbo Baggins may not expect. But well, if you look at how Shire is in real life, IimagineJ.R.RTolkiensmile seeing usstunnedintheHobbitworld.
Plang masuk ke area lahan milik keluarga Alexander.
View Hobbiton dari bukit
Bahkan terdapat "handuk" yang digantung di pagar, seakan ada kehidupan di Hobbiton
Kontur padang rumput hijau berlekuk lekuk di daerah
Matamata, sekitar dua setengah jam berkendara dari pusat Kota Auckland, New
Zealand kini menjadi daerah turis yang terkenal. "Peter Jackson feels like this is a terrific place to built the village,"
ujar Henry Horne, sales manager Hobbiton Movie Set Tours, menceritakan
bagaimana daerah peternakan milik Keluarga Alexander kemudian berubah menjadi
rumah para Hobbit yang dikenal dengan
nama "Hobbiton."
Greenmeadowwith groovedcontourin theMatamataarea, abouttwo and a halfhourdrive fromdowntownAuckland, NewZealandis now apopular touristarea."PeterJacksonfeels likethisis a terrificplace tobuiltthevillage," saidHenryHorne,sales manager of HobbitonMovie SetTours, tellsme how thefamily-ownedfarmsAlexanderlater becamethe homeof theHobbits which later known as"Hobbiton."
Saya memasuki gerbang diantar Henry berkendara keliling
sebagian wilayah milik Keluarga Alexander itu. Kami berhenti di salah satu sisi
padang hijau dan berjalan menuju semacam gerbang masuk desa. Yang saya lihat
setelah saya menyusuri jalan kecil kemudian bagaikan flash back scene di Lord Of
The Rings.
Henry drove me around Alexander's farm area. We stopped at of thegreenmeadowandwalked towardsthe entrance tothe village. What I seeafterI walked in islike aflash backsceneinLord OfTheRings on my mind.
Saat menjelang sore adalah salah satu waktu terbaik disini
Kebun di Hobbiton dengan semua tanaman asli
Saya ingat Gandalf tiba di Shire, berjalan melewati rumah rumah yang seakan tertanam di padang
hijau. Dan kini pemandangan ini benar benar ada di depan mata saya sendiri,
rumah rumah hobbit dengan pintu
bulat, lengkap dengan tanaman bunga, buah, semua detail kecil dari apa yang
saya saksikan di film Lord Of The Rings.
IrememberGandalfarrivedin the Shire, walked throughthoseseems like a planted house in green meadow.Andnow,this sceneactuallyright there infront ofmyowneyes, hobbithouseswithrounddoors, completewithflowers,fruit, all the little detailsofwhat I sawintheLord OfTheRings movies.
"Everything in
this place is real, no fake flowers, this fruits are even real," jelas
Henry pada saya sambil membiarkan saya memegang buah labu yang ada di depan
rumah para hobbit untuk menyadari bahwa memang semua detail ini asli.
"Everythinginthis placeis real, nofakeflowers, thisfruitsareevenreal," Henry told mewhile lettingmeholdinga pumpkinin front of thehomeof the hobbitstorealizethatindeedallthedetails are real.
Saya dan Ferry di depan rumah hobbit
View dari dalam rumah Bilbo Baggins
Jalan setapak
Saya melewati jalan yang dilewati Gandalf di film The Hobbit :)
Butuh proses panjang hingga set film Lord Of The Rings ini benar benar bisa didatangi turis. Kontrak
pertama antara Peter Jackson dan Keluarga Alexander adalah membuat set dan
kemudian dihancurkan. Namun melalui negosiasi panjang, Keluarga Alexander
berhasil meyakinkan Hollywood untuk membiarkan sebagian setnya menjadi atraksi
turis.
It took alongprocesstobring Lord of The Rings movie set into a place tourists cpuld visit. The firstagreementbetweenPeterJacksonandAlexander familyismakinga setandthen destroyed it. Butthroughlong negotiations, Alexander family managed to convinceHollywoodtolet most of its set to becametourist attractions.
Hasilnya, setiap hari bus bus berdatangan, membawa turis
yang antusias mendatangi rumah Bilbo Baggins setiap harinya. Kini, Bilbo harus
pasrah dengan banyaknya "visitors"
yang ingin menikmati rumah cantiknya di Shire.
As a result,everydaybuses arrive in Hobbiton, brings a lot of enthusiastictouriststo visit Bilbo Baggin's house.Now, Bilbocan't do anything about the number of"visitors" whowant toenjoy hisbeautifulhomein theShire.
Saya akan membiarkan anda menikmati foto foto yang ada,
sebelum kembali bercerita tentang keindahan dan keunikan Hobbiton. Mungkin,
seperti film Lord Of The Rings, akan banyak sekuel sekuel cerita saya dari Shire in the real life. Iwill letyouenjoythephotos fromthere, beforere-tells the story ofthe beautyanduniqueness ofHobbiton. Perhaps, likeLord OfTheRingsfilms, there will bea lot ofsequel of my story from Shireinthereallife.
@marischkaprue - knocking
on Bilbo Baggins house to have some seed cake.
Harga tour Hobbiton movie set dari Shires Rest: 75 NZD (New Zealand Dollar) untuk dewasa, 37,5 NZD (10-14 tahun) dan 10 NZD untuk anak anak umur 5-9 tahun. Cek paket paket lain disini.
Cek harga penerbangan ke New Zealand melalui situs pencarian penerbangan seperti Wego untuk mendapatkan harga termurah.
Hello, again, thanks for reading, thanks for visiting and I hope you have fun reading and hopefully will have lots of travel experiences :D I had fun in Hobbiton, really a dream came true for those who loves The Lord Of The Rings and The Hobbit. So, here's a quiz again! Here's the question.. tadaaa...
If you're in Hobbiton, alone, in the night and the only hobbit hole with lights on is Bilbo Baggins' house, what will you say to him to convince him letting you stay a night or two in his house? :D
Dua jawaban yang seru bakal dapet oleh oleh dari New Zealand, plus hand cream dari L'occitane, because being in a cold weather always makes your skin dry.
Jangan lupa tulis nama & twitter account juga di bagian komen karna pemenang akan dihubungi via twitter. Also, this quiz only for those living in Indonesia since I don't have budget to send the gift to Africa haha
Pemenang akan diumumkan pada pertengahan Agustus 2013. Good luck knocking on Bilbo Baggins door!
UPDATE
Okay, sorry for the super late winner announcement. It's been quite hectic months and it is a good thing. So the winner is.. @tantisetyo and @dztdz congrats and wait for the direct messages on twitter ^^