Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

3 Januari 2013

, ,

Shoes for traveling, Why I became a traveler.

Share


Okay, sekali lagi ada teman yang bertanya kenapa saya tidak di hard news lagi, kenapa saya tidak berkutat dengan politik, kenapa saya mengurusi hal yang dianggap "ringan," "hanya urusan senang senang," "tidak berbobot," bahkan ada sebagian yang bilang secara halus saya turun derajat dari seorang jurnalis hard news yang biasa liputan politik, bencana dan kasus nasional, menjadi seorang blogger dan traveler yang berbagi kisah di media sosial, internet dan majalah.

Beberapa tahun yang lalu saya berkutat dengan hard news
Hmm, ini cerita yang panjang karena saya sekarang adalah saya yang tidak pernah saya rencanakan sebelumnya. Saya sebelumnya adalah orang yang apatis, sama sekali tidak nasionalis, menganggap Indonesia itu kacau balau, ga bener, ancur, apalagi membandingkan dengan negara maju. Saya yang setiap hari bergumul dengan berita politik, gerah dengan kelakuan politisi, meski sebagian dari mereka ada yang sepertinya benar, namun jumlahnya sedikit sekali.

Saya melihat kekacauan itu, memberitakannya, seringkali berdiskusi tentang karut marut yang ada di negeri ini. Saya menikmati saat itu, bagi saya pengalaman sebagai jurnalis yang paling berharga adalah dengan menjadi jurnalis hard news, berhadapan langsung dengan kejadian dan kasus yang jadi perhatian utama.


Kemudian, saya terpeleset ke dunia traveling. Kenapa saya bilang terpeleset? Karena semuanya simply tidak disengaja. Saya mulai dipinjam untuk membantu peliputan program traveling, saya mulai berkeliling dengan sudut pandang yang baru, karena harus menyuguhkan hasil program wisata.

Kemudian lagi, saya mulai merasa saya menikmati berkeliling, semua bilang wajar karena biasa kerja hard news, tiba tiba program wisata tentu terasa enak. Namun, yang saya sangat nikmati adalah perjalanan, interaksi, bukan hanya destinasi.

view di Samosir ini bikin melongo kagum
Bersama penduduk lokal di Wakatobi
Rambut saya dibilang mirip ubur ubur :)
Saya akhirnya dari terpeleset, menjadi benar benar masuk di dunia traveling. Saya full time didedikasikan untuk program travel. Saya ingat ada teman kantor yang bilang "sayang skill kamu jadi ga dipake, hanya untuk program ha ha hi hi," ah namun saya tidak perduli, saya terlalu dibuai keasikan dunia baru ini dan hanya tersenyum "I enjoy it so much," ujar saya kemudian.

Waktu berlalu dan kemudian saya mulai suka menulis, berbagi cerita dan foto perjalanan saya. Saya kembali terbuai, saya mulai mengkhususkan waktu untuk mengambil foto dan bercerita melalui tulisan.

Masuk pedalaman di Malinau, Kalimantan Timur
Semangat mengambil gambar danau kaolin di Belitung
Usai diving di Morotai, Maluku Utara
Bersama penduduk lokal Jailolo, Halmahera Barat
Ah, namun kadang beberapa hal yang kita sukai tidak dapat dilakukan bersamaan. Saya akhirnya memutuskan berhenti dari media dimana saya bekerja dan fokus menulis, fokus blogging, fokus bercerita mengenai perjalanan saya.

Saya sangat menikmati berkeliling, menikmati interaksi dengan masyarakat lokal, menikmati mencoba kuliner baru, menikmati momen saya bengong sangking terpesonanya dengan keindahan satu lokasi, menikmati melihat langit yang penuh bintang, menikmati keindahan laut yang membuat saya merasa ada di dunia lain, dunia surreal yang terlalu indah.


Kembali ke pedalaman Kalimantan, ini di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
Kini saya punya kacamata baru. Saya melihat Indonesia, tempat saya berkeliling sebagai tempat yang sangat indah dan nyaman, saya masih kesal lihat kelakuan aneh politisi, saya masih geleng geleng dengar penanganan kasus yang penuh intrik, namun saya sadar Indonesia punya jauh lebih dari itu, seburuk apapun karut marut yang ada, saat saya berkeliling mengeksplorasi Indonesia, saya selalu bergumam "Indonesia itu indahnya keterlaluan"

Saya masih bukan orang nasionalis, saya bilang saya cinta Indonesia karena keindahan alamnya, keragaman budaya, karena Indonesia memberi saya pengalaman yang luar biasa. Bukannya saya tidak mau keliling keluar negeri, saya pernah traveling keluar, tapi kok rasanya saya malah lebih suka pengalaman saya berkeliling tanpa paspor ya, mungkin karena bawah lautnya, mungkin karena sunsetnya, ah terlalu banyak hal.

Rambut saya masih dicat coklat, saya sering pakai softlens biru, saya sering nulis campur bahasa inggris, saya bukan penggemar batik, saya bukan sosok nasionalis. Saya hanya berkeliling Indonesia dan jatuh cinta, terus menerus.


Belajar masak kuliner Bali
Saya terlalu jatuh cinta, tidak perduli apa kata orang, tidak perduli ini skill saya atau bukan. When you're in love, you just willingly fall down into it. It's crazy but I wanna be crazy forever, thanks to all those amazing beautiful experience, scenery..everything. I realized that my shoes are for traveling, here..

Terimakasih Tuhan saya dibuat terpeleset, terimakasih alam Indonesia sudah memberi saya kacamata baru, semoga kacamata ini bisa diduplikasi dan dibagikan kepada yang ingin terpeleset seperti saya :)

@marischkaprue - with or without shoes will walk and go traveling

53 comments:

Andhy Setiawan mengatakan...

Enak ya.. Bisa traveling ke tempat2 eksotis gitu.. Nice pict Marischka..

Antonius Watersheda mengatakan...

Nice ending, by seeing beautiful nation..:)

Antonius Watersheda mengatakan...

Nice ending, by seeing a beautiful country...:)

galynd ramadhan mengatakan...

seandainya bs ikut walau jadi tukang angkat" barang, yg penting bs menikmati indonesia dgn berbagai ragam keindahan alam, budaya, dan suku..

poofy mengatakan...

nice pic, nice story. Semangka mbak pruee! Saya malah lebih prefer mbak yang sekarang soalnya sharing info untuk ngetrip jadi lebih banyaaaaakkkk.. hehehehe...

vivin pres Riyanto mengatakan...

tulisan yg jujur dan polos...*i like it

TANTRI SWASTIKA mengatakan...

so inspiring! <3

Illumi Arzia mengatakan...

Saya dukung keputusan Mbak untuk keluar dari dunia penyiaran.
Terus terang saya muak dengan siaran2 berita yang kebanyakan isinya berita2 negatif yang cenderung lebay/berlebihan, tidak netral, bahkan terkadang plin-plan.

Beruntung, Mbak sekarang keluar dari dunia itu dan memutuskan menjadi traveler dan bloger jadi saya punya tambahan 1 lagi blog/situs travel wajib baca.

Eddy Fahmi mengatakan...

Ada lowongan asisten nggak? Saya mau deh ikut jalan2 keliling Indonesia :) bantu2 jadi juru foto pun ayuuuk... Serius.

aiuemocha mengatakan...

Saya hanya bisa senyum-senyum sendiri baca tulisan ini. Memang, ada banyak hal di dunia ini yang terkadang terjadi di luar rencana kita tetapi malah menjadi sesuatu yang sangat kita suka. Tapi, menurut saya apa yang kakak lakukan sekarang tidak ada yang salah. Justru malah lebih asyik dan menarik.

1. Alam yang indah tersebut sudah dinikmati oleh mata dan kepala kakak sendiri
2. Kakak mengambil foto scenery tersebut dengan indahnya lalu sharing ke social media
3. Kakak berbagi keindahan yang kakak lihat dan rasakan dengan menuliskan lalu berbagi ke pembaca.

Traveling itu betul-betul mencandu.Dan menurut saya, ini adalah sesuatu yang mulia. Berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Memotivasi untuk turut serta melihat, menikmati, dan menjaga kekayaan alam Indonesia. Disaat semua orang berlomba-lomba traveling ke luar negeri, kakak malah lebih mengeksplor keindahan alam Indonesia. Luar biasa! "With or without shoes will walk and go traveling". Keep inspiring me, Kak.

Regards,
@aiuemocha :')

Fika Nurazam Wirastuti mengatakan...

Wow. Hebat ya. Life is all about a choice :) Sukses buat kegiatan barunya mbak Prue!

Kuz9 mengatakan...

setuju sama pendapatmu kak, kenapa kita traveling? hidup di indonesia tidak melakukan itu, Ruginya keterlaluan...
salam..

STARSNAPSHOT mengatakan...

jujur saya envy..

Lutfiah Umi mengatakan...

to travel to live...
saya juga mbak, dari traveling saya banyak belajar dari tempat-tempat sy datangi.
sperti saat sy ke Afrika, sy bisa buktikan sendiri bahwa setiap manusia itu sama, warna kulit, agama atau apalah itu, dengan traveling saya bisa menjadi lebih bijak memandangnya.

Elvis Hartanto mengatakan...

Share nya bagus..thanks..

Anonim mengatakan...

Luv u Ms. Prue! :)

very barus mengatakan...

hei prue...finally meeet ur blog. sama kejadian spt apa yg lu alami. gue yg bekerja di media akhirnya memutuskan untuk hengkang dan menikmati sbg traveler. life is wonderful jika kita benar2 menikmatinya...

Unknown mengatakan...

salah satu postingan terkeren dari blog ini, ga kebayang kalo penulisnya jalan di papua sebulan tulisannya kyk apa ya...:p

Anonim mengatakan...

Prue, Keep determine in pursuing your work or dream, I'm sure it won't diminish over time or distance.
You're free to be who and what you are, openly and fearlessly.

Your knowledge & experience work journey as a journalist & traveller will provide valuable ideas and initiatives to strengthen the beautiful people of Indonesia.

Andini Haryani mengatakan...

The feet were made to walk. Yes, with or without shoes. Gak sengaja nemu blog ini karena search tentang diving di Belitung. Foto2 dan video2nya keren! Tulisan belum sempat dibaca satu-persatu tapi akan dilakukan! Semoga tidak akan pernah berhenti bertualang dan menjelajah! -Andini

yustha tt mengatakan...

lanjut k'Pruee...
apa yang lebih menyenangkan dari melakukan apa yg kita sukai... :)

tabita shinta mengatakan...

keren sangat, pengen keliling indonesia

arievrahman mengatakan...

#MariTraveling2013 hahaha, wish that I have many annual leave so I can travel more. Someday, we should travel together :D

rotyyu mengatakan...

Indonesia itu seksi, seseksi Mbak Marischka kalau lagi liputan jalan-jalan. Salah besar kalau ada orang yg bilang liputan wisata itu ga berguna, hal sepele. Gmn orang tahu betapa indahnya negeri ini kalau ga ada yg memberitakan?

yulyanti_m mengatakan...

nda sengaja ketemu blog ini di g+ woww seperti imajinasi sy hehe,
tp sayangnya belum kesampaian seperti mba prudence :(...congrats! keep explore for the beautyful indonesia :)

marischkaprudence mengatakan...

Thanks semuanya *berpelukaaan*

venus mengatakan...

baru baca yg ini. pilihan yang berani, prue. pilihan yang berani tapi juga keren. gak semua orang rela banting setir se-ekstrim kamu. you were on tv, dan sekarang kamu 'cuma' traveler, kalo menurut ukuran mereka. you're one brave woman. keren! ah diulang2 mulu nih ngomong keren, hahahah

Anonim mengatakan...


Keren.. Kereeen.. Kereeeen !!!

Go for it Prue, enjoy it..

Gimana kalo kita produce sesuatu? Yuuuk :) Love it !
Lets talk and tell me ur idea..

dudipura (i'm dadidu208 already on ur YM llist)

Never Ending Journey mengatakan...

Pengalaman mbak marischka mirip bgt kyk pengalamn sy. Sy yg dulu selalu melihat indonesia dr sisi kebobrokannya membuat sy semakin cuek akan keindonesiaan sy. Namun, setelah sy berkeliling di beberapa tempat di ind, sy sadar bahwa ind itu tanah surga yg keindahannya gak pernah habis. Sy selalu bangga bs bercerita tentang indo lwt blog sy. Kalau berkenan silakan mampir ke blog sy dikaardy@blogspot.com. Salut bgt sm mbak marischka. Sukses trs penjelajahan indonesia nya :)

Alfons mengatakan...

keren mba kisahnya...
malah dengan jalan-jalan jadi "memberitakan" kecantikan indonesia...

btw, foto yg di depan plang terminal di bandara sepinggan ya mba (kalo ga salah)?

Frenky mengatakan...

tulisan nya sungguh menginspirasi, tapi jujur utk skrg saya belum seberani mbak untuk banting setir, tapi mgkin suatu hari jk sudah pada waktu nya baru mengikuti jejak keberanian mbak, smoga makin lancar travelling prue!

http://www.thedreamerblog.com

turiscantik.com mengatakan...

hey prue gua juga masih kerja di tv dan masih suka jalan-jalan cuman nggak enaknya minta ijin libur dan cutinya suseeeehh heheheh

Ayu Uthama mengatakan...

live with passion...can i join to travelling someday:)

Achmad Rafiq Kamaluddin mengatakan...

semoga sepupu saya yg SOK, usia 30-an membaca tulisan ini, dia merasa hebat dan senang menghina orang/lingkungan Indonesia, kebanyakan nonton TV/kejelekan yg di-show media. Susah ngasi tau dia. Mungkin tulisan ini bisa memberi dia perspektif lain. Coba dia mau mengerti Indonesia yg sebenarnya, di pelosok, he'd be a down to earth, better man. trims Miss Prue

Adjiekonk Budi Laksana mengatakan...

wah msh blm nasionalis ya mbak, hehe
semoga semakin lama keliling indonesia, bisa jadi nasionalis. :D

Rini mengatakan...

Salut mba. Melepaskan semuanya agar bisa travelling. Indonesia memang Indah.

Angelika Wibowo mengatakan...

that's passion. no matter how people talked about you, you just keep doing that. In the end, they will understand who you are. Lucky, you've found your passion.

Anonim mengatakan...

i really love this part "Saya sangat menikmati berkeliling, menikmati interaksi dengan masyarakat lokal, menikmati mencoba kuliner baru, menikmati momen saya bengong sangking terpesonanya" sama aku juga ngeraisain hal2 kayak gitu. well aku bukan traveller cuman dari kecil udah kebiasaan diajak pindah2 ikut ayah tugas jadi senang aja gitu ngalamin hal2 kayak gitu :)by the wayy you go to Ternate! for the Sulamadaha Beach!

Pepeng Purjadi mengatakan...

Akhirnya saya suka dan ...mengerti bagaimana perasaan Anda ketika bengong menikmati momen yg begitu indah. Hal ini aku alami dan mengerti betapa jatuh cintanya aku pada suasana alam,ketika baru saja aku kembali dari driving sejauh 6893km Lewat Lintas Timur dan kembali menyusuri Pantai Barat Sumatera, dengan pantainya yg begitu indah. Ingin aku berhenti lama di suatu tempat dan terbengong2 dengan cerita alam, dan mereka seolah berbisik dari berbagai sudut dan saling bercerita penuh arti, yang mana kita bisa menikmati hingga rasa halusinasi alam itu tiba. Keep you love your heart deeply every step your shoes. Amazing !!

@buaianhati mengatakan...

You are so Brave! extremly rare for a girl to do this.....
Salute! and thanks for the blog and the twitt.
really inspiring.

Admin mengatakan...

blogger itu juga bagian dari jurnalistik. jadi ya msh nyambung apalagi ditambahi dengan travelling jd tambah komplit :)

Imansyah™ mengatakan...

Keep writing, Prue. :)

Geraldy mengatakan...

Ikt jadi Kruu saya mau dehhh... saya mau photo2 tentang keindahan indonesia biar makin banyak org2 yg di luar sana mengetahui betapa indahnya indonesia...

kumbang kupu mengatakan...

keren mbak...met knal yaa

Anonim mengatakan...

kadang heran liat ada beberapa teman yang kalo saya jalan ke suatu tempat yg jauh mrk cuma komentar : " mau ngapain kesanaaa...... " hehehe gubrakkkkk

TUKANG MAKAN ANGIN mengatakan...

Ditengah gempuran berita pejabat tikus, teroris berkedok religi, ormas pembuat onar, film horor bokep, hingga acara TV tidak mendidik; justru "hal" inilah yang terus membuat negeri ini semakin dibanggakan oleh dunia.

Thanks sudah berbagi ceritanya...

"Leave nothing but footprints. Take nothing but pictures. Kill nothing but time"

http://makanangin-travel.blogspot.com/

farida_naoki mengatakan...

terharu bacanya kak.. sangat menginspirasi :D

Hedonpackers mengatakan...

Keren banget.. gw pengen jadi kayak lo.. dan enjoy life dan bnr bnr menikmati keindahan alam indonesia.. gw kagum sm lo dimana biasanya cewe itu manja dan males jalan2.. lo beda.. keren banget !! moga mbak bisa ada di tv gitu jadi bisa ada program tv yg isinya jalan jalan kliling indonesia.. soo damn cool !!

GBU

winny mengatakan...

Salam kenal kak .,.. cerita kakak benar-benar menginsipirasi memang kadang life is a choice ya kak

Febriana Dwi Handini mengatakan...

Woow.. i love the story of yours..

Widia Cahyadi mengatakan...

asli inih tulisannya racun bgt... racun positive buat segera travelling kelilling indonesia dan berhenti jadi mbak2 kantoran :D
. Thank you so much, you'r an inspiration to me.

Marischka Prudence mengatakan...

Thank you semuanya, sorry ga bisa direply satu-satu, tapi baca ini semua bikin terharu :')

Sekali lagi, thanks! Support dari semua bikin makin semangat! ayo sama-sama explore Indonesia :D

Yii Venture mengatakan...

Keren-keren perjalanannya Mbak. Sangat menginspirasi.