Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

16 Februari 2013

, , , , , ,

Tatung, Pesona Mistis Singkawang

Share

tatung singkawang

Istilah kerasukan sudah jadi hal yang umum diketahui dan bahkan dialami sebagian masyarakat Indonesia. Kepercayaan akan adanya kekuatan di luar apa yang ada secara fisik, mempengaruhi pemikiran sosiologis dan budaya, mulai dari Aceh hingga Papua.

Ada satu perayaan dimana fenomena kerasukan ini menjadi atraksi utama, mempesona turis hingga fotografer kelas dunia untuk datang, menyaksikan langsung ratusan orang berperilaku tidak wajar, kerasukan.

Singkawang
Pusat kota Singkawang
Festival Cap Go Meh Singkawang
Parade di saat Cap Go Meh
Di bulan dua setiap tahun, tepatnya saat Cap Go Meh, Singkawang penuh, sesak dan meriah. Cap Go Meh adalah puncak sekaligus akhir perayaan tahun baru Imlek. Pada pergantian tahun baru Cina, masyarakat Tionghoa mengungkapkan syukur atas berkat, dan di saat Cap Go Meh, mereka memanjatkan harapan untuk kehidupan yang lebih baik.

Singkawang berawal dari sebuah desa di wilayah Kesultanan Sambas, dahulu penambang dan pedagang dari negeri Tiongkok menetap area yang kini menjadi Singkawang. Inilah awal mula leluhur dan mengapa sebagian besar penduduk di utara Pontianak ini adalah keturunan Tionghoa.

tatung singkawang
Tatung
tatung singkawang

Sekali setiap tahun, Cap Go Meh dirayakan besar besaran di Singkawang. Sebagian Masyarakat yang terpilih menjadi tatung diarak keliling kota, dengan menggunakan pakaian yang beragam, mulai dari pakaian panglima perang, dukun, hingga raja.

Memperhatikan tatung - sebutan bagi mereka yang "dirasuki" bermacam roh baik - bagaikan memperhatikan aksi debus. Sebagian yang telah menjadi tatung mulai menusuk nusukkan besi besi tajam ke wajah mereka, menggoreskan pisau dan belati ke tangan, hingga lidah, tanpa luka dan darah yang mengalir.

tatung singkawang
Tatung
tatung singkawang

Fenomena kerasukan dan menjadi tatung ini dipercaya sebagai bisikan roh roh baik, yang hadir menumpang raga sebagian masyarakat Singkawang dan dapat menangkal pengaruh buruk selama setahun. Meski sebagian tampak mengerikan karena terus menusuk nusukkan besi, ataupun menggigit leher binatang seperti ayam, tatung tidak berbahaya sama sekali bagi yang menonton. Mereka tidak akan menyerang sama sekali, meski kita persis ada di depannya saat tatung lewat.

Festival Cap Go Meh Singkawang
Yes, its me going "red" :)
Saya bukan orang yang superstitious, namun menyaksikan perayaan Cap Go Meh di Singkawang, dengan tatung yang mempesona sangat menarik. Tidak perlu kita memperdebatkan apa yang benar dan salah, apa yang dianggap layak oleh agama atau tidak, tatung bagi saya adalah salah satu kekayaan budaya di Borneo, yang menarik untuk disimak.

@marischkaprue - believe in culture. 

 NOTES: 
  • Cap Go Meh dilakukan 15 hari setelah tahun baru Imlek
  • Saat menuju perayaan Cap Go Meh penerbangan, hotel, sewa mobil di Singkawang selalu penuh, pastikan membeli tiket dan booking hotel jauh jauh hari sebelumnya.
  • Lokasi Singkawang di Kalimantan Barat, di bagian utara Pontianak, ambil penerbangan ke Pontianak dan kemudian menuju ke Singkawang sekitar 4 jam perjalanan dengan kendaraan.
  • Cap Go Meh tahun 2013 jatuh di tanggal 24 Februari 2013, if you wanna prep your ticket :)

5 comments:

Jnny Edwr mengatakan...

Keren event nya :)


joyful,
www.jururekamphoto.com

Kuz9 mengatakan...

kaya sekali budaya bangsa kita ini

bocah petualang mengatakan...

Itu yang ditusuk-tusuk pake besi apa ngga kesakitan ya setelah acaranya selesai?

Lispa Lui mengatakan...

kangen Singkawang jadinyaaa, kak..

Christian Natalegawa mengatakan...

Beautiful in red!