Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

6 Maret 2014

, , , , , , , ,

My First Bungy Jump: Kawarau Bridge!

Share


Saya berjalan pelan dengan satu persatu kaki bergerak pelan karena kedua kaki terikat erat. Tangan saya menggengam pinggiran platform namun untuk bergerak ke ujung saya harus melepaskan genggaman saya. Sungai dengan air berwarna biru terlihat jelas, 43 meter ke bawah tampak sangat tinggi. Jantung saya berdetak kencang dan dua detik kemudian saya sudah melayang, loncat dari platform Kawarau Bridge.

I walked slowly with one foot by one foot moving slowly because my feet are closely tied. My hands grasp the outskirts of the platform, but to move to the end I had to let go of my grip. River with clear blue water, 43 feet down seemed very high. My heart is pounding and two seconds later I was drifting, jump from the Kawarau Bridge platform.

Kawarau Bridge

Jembatan ini adalah rumah bagi bungy jump, terjun bebas dengan tali mengikat pergelangan kaki. Di Kawarau Bridge, AJ Hacket dan Henry Van Asch mengembangkan tali bungy serta mencoba berulang kali hingga akhirnya tempat ini dibuka sebagai lokasi bungy jump komersial pertama di tahun 1988.

This bridge is the home for bungy jump, free fall with your ankle strap tight. At the Kawarau Bridge, AJ Hackett and Henry van Asch develop bungy rope and tried repeatedly until this place opened as a first commercial bungy jump location in 1988.


Kini, 26 tahun kemudian, Kawarau Bridge adalah lokasi bungy yang paling populer di New Zealand. Jika anda datang ke Queenstown dan tidak mencoba bungy jump, orang lokal akan berkata anda belum merasakan "Queenstown sesungguhnya."

Now, 26 years later, Kawarau Bridge Bungy is the most popular bungy spot in New Zealand. If you come to Queenstown and didn't try bungy jump, the local people will say you haven't feel "the real Queenstown."
The worst moment is before you jump
43 meter terdengar tidak terlalu tinggi, namun jika anda melangkah di platform dan melihat ke bawah anda akan merasakan sensasinya. Setidaknya saya merasakan lutut saya lemas saat berada di ujung platform, dan sebelum saya berpikir untuk mundur, loncat adalah cara terbaik, melepaskan diri dan menikmati keseruan adrenalin tidak terhingga. 

141 feet sounds not too high, but if you stepped on to the platform and look down you will feel the sensation. At least I felt my knee buckled while being at the end of the platform, and before I'm thinking of getting out immediately, jump is the best way, get away and enjoy the thrill of infinite adrenaline.
And... Jump!
Then you're upside down
Then swinging!
Hanya 10 detik waktu untuk sampai di titik bawah di dekat permukaan sungai. Usai melesat ke bawah badan saya kemudian terayun ke kiri dan kanan, hingga akhirnya petugas dengan perahu karet "menangkap" saya dengan tongkat, dan saya kembali ada di daratan.

10 seconds is what it takes to arrive at the point near the river surface at the bottom. After streaking down, my body then swung to the left and right, until finally the officer with a rubber boat "catch" me with a stick, and I was back there in the land.



Regan Pearce yang memberikan briefing di awal bungy bercerita bahwa petugas bungy di atas sama sekali tidak akan mendorong anda jika anda ragu untuk loncat dari platform. "It's about having your own courage, defeat your fear and jump, it would be different if someone pushes you." I got his points, true.

Regan Pearce who gave briefing at the beginning told us that even if you hesitate to jump from the platform, the bungy officer will never push you down. "It's about having your own courage, defeat your fear and jump, it would be different if someone pushes you." I got his points, true.


In Kawarau Bridge, Queenstown, I defeat my fear. Saya masih tetap merasakan dengkul yang lemas saat berdiri di ketinggian yang luar biasa, namun mengalahkan rasa takut kita, loncat dan lepas, pasrah dan kemudian adrenalin melonjak memberikan keseruan tersendiri. Bungy jumping adalah hal yang harus anda lakukan setidaknya sekali dalam hidup anda, dan ini adalah lokasi yang terbaik bagi pemula seperti saya.

In Kawarau Bridge, Queenstown, I defeat my fear. I still feel my knee buckled while standing at incredible heights, but defeating fear, just jump and let go, then the adrenaline rush came and provide its own excitements. Bungy jumping is something you should do at least once in your life, and this is the best location for a beginner like me.

@marischkaprue - I jump, I jump! (edited from Titanic)

NOTES:
  • Harga untuk satu kali bungy jump di Kawarau Bridge: Dewasa 180 NZD (New Zealand Dollar), Anak-anak 130 NZD.
  • Price for one bungy jump in Kawarau Bridge: Adult 180 NZD (New Zealand Dollar), Child 130 NZD.
  • No kontak AJ Hackett Bungy +64 3 450 1300 atau email bungycentre@bungy.co.nz 
  • Contact AJ Hackett Bungy via phone +64 3 450 1300 or email bungycentre@bungy.co.nz
  • Booking online melalui www.bungy.co.nz
  • Online booking through www.bungy.co.nz

10 comments:

STARSNAPSHOT mengatakan...

sungainya bersih banget... walopun begitu, tetap ga berani bungy jump :D

cumilebay mztoro mengatakan...

keren banget ... gw pasti ngak punya nyali, lemes duluan :-)

yahya ekananta mengatakan...

pengen juga main bungee jumping.. adrenaline-nya pasti naik banget... hahaha.. kalo di indonesia di mana ya ada beginian?

nengbiker mengatakan...

rambutmu apik bianget mba :p

*udah komen fotonya dulu di tuit* :))

ichsan nurhakim mengatakan...

Awesome!

arievrahman mengatakan...

AAKKK! PENGIN!

Semoga tahun depan bisa ke sana. Pengin ngobatin takut ketinggian nih, Prue.

muhammad akbar mengatakan...

Salut dan Keren Abis.
Saya tak punya nyali untuk nyobain Bungy Jump.

Bobby Ertanto mengatakan...

View-nya keren kak prue. Yang paling gokil udah nyoba bungee jump. Nagih ga? :D

tabita shinta mengatakan...

hahahahaha you jump i jump!

Marischka Prudence mengatakan...

@Starsnapshot:
iya sungainya biru jernih tapi ga bikin jadi ga deg deg an tetep aja gemeteran haha

@cumi:
gue pun lemes sih, tapi pasrah :))

@yahya:
Dulu di Bali ada, skarang sayangnya udah tutup, kurang peminat sepertinya..

@nengbiker:
ehehehe *sisiran sebelom loncat*

@ariev:
Amin riev, gue pun sebenernya ga suka ketinggian, tetep dag dig dug juga :D

@m Akbar:
Thank you, klo udah disana mungkin jadi nekat juga hehehe

@Bobby:
Abis loncat sih pengen loncat lagi rasanya tapi selang 10 menit ga mau :))

@tabita:
I jump! ^^