Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label halmahera barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label halmahera barat. Tampilkan semua postingan

2 Juli 2013

, , , , , , , , , ,

Diving In Jailolo, Fruitfull Underwater


Pulau Babua terletak tidak jauh dari Teluk Jailolo, Halmahera Barat. Hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh hingga 15 menit menyeberang dengan kapal kayu, anda sudah bisa melihat pulau dengan pasir putih dan air laut yang bening hingga ke dasar di sekeliling pulau ini. Namun keindahan sesungguhnya dari Babua terletak di dalam, di bawah permukaan laut.


Located not far from Jailolo Bay, West Halmahera, it only took about ten to 15 minutes crossing to Babua Island where you can see the island, complete with white sand and clear sea water where you can even see the bottom during daylight. However, the real beauty of Babua located within, below sea level.

Jailolo wall is full of corals


Ada dua spot dive di area Babua, pertama persis di area pulau yaitu NHR 1, dinamakan NHR dari singkatan Nama Bupati Halmahera Barat, Namto Hui Roba yang menemukan titik titik penyelaman di Jailolo. Spot pertama penyelaman ini sangat mudah, entry dilakukan dari garis pantai yang berpasir putih dan setelah turun ke kedalaman, sepuluh meter kemudian kita akan menemukan wall dan menyusuri area itu. Mulai dari wall, slope hingga wall kembali dengan kedalaman penyelaman antara 15 hingga 25 meter. Lokasi kedua adalah Jojo Reef NHR 6, dengan mengitari terumbu karang mulai dari lima hingga 20 meter yang meliputi beberapa sisi wall di laut Jailolo.

There are two dive spots in the area of Babua, the first is in the island area, named NHR 1, stands from Namto Hui Roba, the West Halmahera regents who found a lot of dive spots in Jailolo. This dive spot is very easy, the entry is from the sandy coastline and after going down and dive about 10 meters far, we will encounter the wallFrom a depth about 15 until 25 meters, we can dive in a route of wall, slope and going back to the wall again. Meanwhile the second dive spot is the Jojo Reef which called NHR 6, with coral reefs ranging from five to 20 meters which includes some wall in the Jailolo sea.

that's me



Saat saya menyelam laut sedikit lebih keruh dari biasanya. Jarak pandang sekitar 15 hingga 20 meter, padahal menurut dive guide saya, Kang Adit, jika menyelam di saat terbaik, laut Jailolo di area Babua ini sangat jernih.

When I dive, the visibility wasn't as good as usual. It range around 15 to 20 meters, but according to my dive guide, Kang Adit, during best season the sea around Babua island is very clear and the visibility is top notch.
The magnificent sea anemones really look like green apple underwater
Can you spot the orangutan crab?
The ninja shrimp, Mantis shrimp
Namun rupanya tidak perlu jarak pandang yang sangat luas untuk menikmati keindahan bawah laut Jailolo. Dari wall saya sudah melihat soft coral dan hard coral memenuhi seluruh sisi, dengan banyaknya magnificent sea anemone yang tampak seperti apel berwarna warni di bawah laut saat menutup, lengkap dengan anemone fish seperti jenis false clown fish.

But apparently we don't need that top notch visibility to enjoy the beauty from underwater in this area. Since first time diving along the wall, I enjoy seeing a lot of corals covered the wall. Some sea anemones catch my attention, magnificent sea anemones looks like colorful apple under the sea while the lower part is closing, forming a ball-shaped colorful beauty.

Makhluk laut unik seperti orangutan crab pun dapat ditemui di sela sela anemon. Orangutan crab sangat kecil dan butuh kejelian untuk menemukan kepiting kecil yang berbulu merah ini. 
 
Unique sea creatures such as orangutans crab can be found between the anemones also. This creature is very small and it would take extra attention and focus to find this red hairy crab.

A beautiful coral garden!
Nudi branch, a chromodoris bullocki
Ribbon eel
The many-spotted sweetlips is a little bit shy and swim away
Selanjutnya anda hanya perlu mengikuti rute penyelaman dan menikmati kombinasi berbagai jenis koral, sea fan serta beberapa nudi branch berwarna cerah hingga ribbon eel yang mengintip dari balik lubang. A great place to dive and enjoy underwater world!

Then you just need to follow the dive route and enjoy the combination of different types of coral, sea fans and some brightly colored nudi branch and even ribbon eel peeking out from the hole. A great place to dive and enjoy the underwater world!

@marischkaprue - Never bored being underwater

NOTES:
  • To get to Jailolo, took a flight to Ternate and then you can took an hour speedboat trip to Jailolo Bay
  • For diving in Jailolo, also information about the best season to dive there, contact Nasijaha Diving Centre +6281356329849  
  • There are more than 12 dive sites in Jailolo, including Sindangoli Wreck in the southern side of Jailolo Bay, find what kind of diving experience you want to get will determine which dive sites you should choose.
RELATED STORIES:
ABOUT JAILOLO:

8 Maret 2013

, , , , , , , , , , ,

Pelangi di Budaya Jailolo


Setiap saya melontarkan kata "Jailolo" maka setelah itu pula saya harus menjelaskan apa dan dimana Jailolo. Nama ini terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Maklum, Jailolo belum menjadi destinasi wisata utama di timur Indonesia meskipun wilayah ini menyimpan potensi yang sangat besar.

Berulang kali saya menitipkan keingintahuan tentang Jailolo dalam bentuk tulisan di blog ini, berulang kali saya memposting foto foto dari tanah di Halmahera Barat ini.

Teluk Jailolo dilihat dari Bukit Manyasal
Jailolo hanya berjarak satu jam dari Ternate. Anda wajib menyeberang dengan perahu karena belum ada lapangan terbang di Jailolo. Meski tidak banyak dikenal, Jailolo punya peran penting dalam sejarah Indonesia. Maluku, terutama Jailolo adalah wilayah dengan alam kombinasi bukit, laut serta sumber rempah rempah. Inilah yang menarik minat bangsa bangsa Eropa datang ke Indonesia, ke timur Indonesia dimana rempah rempah begitu kaya, hingga Jailolo juga disebut "The Spice Island."


Namun satu hal yang membuat Jailolo begitu berwarna warni, bukan hanya biru laut dan hijaunya perbukitan, yaitu budaya penduduk lokalnya. Penduduk asli Jailolo terdiri dari berbagai suku lokal, mulai dari Sahu, Loloda, Tobaru, Ternate, Wayoli dan Gorep.

Ada ciri ciri khusus dalam berpakaian, mulai dari ikan kepala yang berwarna merah cerah dengan sedikit warna kuning bagi pria, hingga baju hitam dengan kain merah dan kuning yang disampirkan menyilang di pakaian perempuan Jailolo.



Kekayaan budaya Jailolo tidak hanya berupa warna. Ada banyak tarian tradisional disini yang masing masing melambangkan ekspresi dalam setiap hal yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Jailolo, mulai dari Legu Legu yang melambangkan kegembiraan pemuda menyambut putri, hingga tarian Salai yang merupakan perayaan syukur sesudah panen.

Ritual mengganti bagian atas atap Sasadu

Masyarakat Jailolo menari di pesta adat
Suasana di dalam Sasadu saat pesta adat, dahulu perayaan ini berlangsung 7 hari.
Di bulan lima setiap tahunnya, masyarakat Jailolo bersuka cita, menyambut panen melimpah yang menghidupi masyarakat, menyambut berkah indahnya alam dari yang Maha Kuasa. Kemeriahan adalah kata yang tepat saat menyaksikan gempita teluk Jailolo di bulan Mei, di saat Festival Teluk Jailolo diselenggarakan.

Masih banyak keriaan adat Jailolo yang belum saya pahami, seperti alasan di balik pesta tujuh hari tujuh malam di rumah adat, atau tentang gerakan gerakan unik dalam tarian mereka.

Musik yanger
Namun keriaan Jailolo terasa universal, karena anda tidak perlu memahami benar untuk menikmati. Saya dapat terbuai ikut menari dalam lantunan musik dan lagu adat yang tidak saya pahami bahasanya. Saya hanya tahu ada tiga irama dalam musik Yanger, musik khas Jailolo. Mereka menyebut ketiga irama ini kore kore, ado ado dan silalar. Ketiganya adalah irama dengan ritme yang dinamis, sesuai dengan suasana keceriaan di saat panen.

Saya sudah cocok membaur disini tidak? :D
Cukup biarkan diri anda terbuai, tersenyum dan tertawa bersama, menikmati bahwa budaya berbeda bukan tercipta untuk mengkotak kotakkan manusia, tapi untuk terus bersyukur bahwa laut yang memisahkan banyak pulau memberi kekayaan ragam budaya untuk terus dinikmati.

@marischkaprue - not a culture expert

NOTES:
  • Untuk bisa menikmati pesta adat, jika hendak ke Jailolo, datang saat Festival Teluk Jailolo. Festival biasanya berlangsung di pertengahan bulan Mei.
RELATED STORIES:

7 Februari 2013

, , , , , , , ,

Sigofi Ngolo, Meminta Izin Kepada Penguasa Laut




Ada satu hal yang pasti dilakukan sebagai penanda pembuka Festival Teluk Jailolo. Iring iringan kapal dengan hiasan yang ramai, serta musik perkusi bergerak sejak pagi hari dari Teluk Jailolo.

Sambil mengarah ke satu pulau yang tidak jauh dari teluk, kapal yang dipenuhi masyarakat Jailolo itu terus memperdengarkan bunyi tetabuhan dan musik yang keras dari speaker yang dibawa ke atas kapal.

Iring iringan kapal melakukan Sigofi Ngolo


Sembilan kapal yang dihiasi ornamen ini mengarah ke Pulau Babua, dimana terdapat makam keramat. Dengan bunga dan sesajian, satu kapal berhenti di depan pulau, melakukan ritual, sementara kapal lainnya menunggu di sekitar pulau.

"Di daerah ini diyakini laut ada yang punya, penguasa laut," ujar warga lokal yang ada di kapal yang saya tumpangi. Masyarakat Jailolo sejak dahulu hidup dari perairan, kekayaan laut mereka adalah salah satu sumber makanan utama di Jailolo, ikan yang melimpah.



Pulau Babua

Sebelum festival, ritual "meminta izin" ini dilakukan. Ritual Sigofi Ngolo sering pula disebut sebagai ritual bersih laut, namun bukan membersihkan laut seperti apa yang kita biasa bayangkan. Mereka membersihkan laut dari segala niat buruk, meminta izin alam untuk memulai perayaan dengan niat yang tulus.

Jailolo dan masyarakatnya mengajari saya satu hal lagi, untuk menghargai dan terus berterimakasih pada alam dan Penguasa bumi dan langit. Thank you God for this beautiful blue sea, beautiful ocean and sky we have everyday..

@marischkaprue - pecinta laut dan penikmat langit biru.

NOTES:

  • Festival Teluk Jailolo biasanya dilakukan di pertengahan bulan Mei, tanggal ini akan penuh dengan beragam perayaan budaya dan kegiatan daerah, kalau mau ke Jailolo saya sarankan di tanggal ini karena semuanya lengkap mulai dari alam, budaya dan bawah laut bagi penyelam bisa didapatkan.
  • Beli tiket ke Ternate jauh jauh hari karena kalau sudah dekat hari H, tiket sudah jarang tersedia dan kalau ada lebih mahal.
  • Menuju ke Jailolo jika dari Jakarta mesti terbang ke Ternate dan kemudian menyebrang dengan kapal selama satu jam ke Jailolo.

RELATED STORIES:

3 Januari 2013

, , , , ,

My Best Sunset!



Saya tidak tahu apakah ini cuma saya, atau momen saat matahari pergi perlahan itu memang mempesona.

Seringkali saat trip, saya menyempatkan mencari lokasi yang mumpuni untuk menikmati terang menjadi gelap, menikmati momen momen langit perlahan berubah warna, dimana Tuhan seakan sedang melukis langit dan saya hanya terdiam memperhatikan sambil tersenyum.

Saat awal, matahari mulai turun dan masih terlihat
Kemudian langit jadi berwarna jingga keemasan :)
Salah satu tempat terbaik momen ini yang pernah saya kunjungi adalah Jailolo. Ya, area teluk di Halmahera Barat ini bukan tujuan wisata yang terkenal, namun dua kali saya datang kesana dan dua kali saya jatuh cinta kembali.

Bulatan matahari sudah tidak terlihat, langit biru kontras dengan semburat jingga
Awannya kena sinar jadi pink kemerahan, indahnya keterlaluan!
Satu yang pasti, momen matahari terbenam di Jailolo adalah salah satu yang terbaik, sangking indahnya saya sampai lupa nama lokasinya, namun tidak jauh dari Payo, anda hanya harus berkendara sekitar setengah jam, kemudian berjalan melewati deretan pohon kelapa dan menuruni area penuh pohon untuk sampai di cekungan pantai kecil, dengan view sunset terbaik.

Tanyalah guide lokal, mereka pasti tahu, saya terlalu terpesona, otak saya dibekukan oleh keindahan ini, hati saya dibuai guratan langit yang berubah perlahan dibelai gerakan matahari yang perlahan menghilang di horizon. 

Tiba tiba langit seperti ditempel garis kemerahan
Nebeng pose dengan latar belakang yang amazing :)
I'm so lucky to have this, we are so lucky to have this..

@marischkaprue - silly lucky traveler 


NOTES:
  • Untuk bisa menikmati pesta adat, jika hendak ke Jailolo, datang saat Festival Teluk Jailolo. Festival biasanya berlangsung di pertengahan bulan Mei.
RELATED STORIES:

23 November 2012

, , , , , ,

Dermaga Payo di Jailolo



Dua kali saya mengunjungi Jailolo, dan saya tidak pernah bosan mengunjungi lokasi yang sama di Halmahera Barat ini. Gilolo atau Jailolo bangga dengan keindahan bawah laut dan birunya bentangan air di pantai area teluk ini. Namun saya tidak perlu menyelam untuk menikmati ketenangan di dermaga yang satu ini.

Area Teluk Jailolo dilihat dari atas bukit di Gunung Manyasal
Pemandangan di tahun 2010 saat pertama saya datang ke Jailolo

Dermaga Payo sudah jadi tujuan wajib saya jika ke Jailolo. Alasannya? Disini saya merasa tenang, damai, bisa menikmati bentuk cekungan di teluk, jadi semacam teluk kecil di Teluk Jailolo.

Desa Payo berada di area barat Jailolo. Dari pusat kota Jailolo, saya harus melewati Desa Galala dan Bobanehena untuk sampai di Payo. Namun perjalanan tidak memakan waktu lama, dan pemandangan disini memang membuat waktu seakan melambat.

Tahun 2012, langit dan laut tampak lebih membiru
View dari ujung Dermaga Payo
Yang menarik, di Desa Payo terdapat sumber air panas. Jadi nama Payo pun berasal dari kata payau, karena di tepian dermaga, sumber air panas dan air laut bercampur dan menyebabkan air disana payau.

Kalau sudah disini malas kemana mana, betah :)
Ada beberapa sisi yang kalau anda pegang airnya cukup hangat, atau bahkan panas. Ah, tapi saya lebih suka menghabiskan waktu di ujung dermaga yang mengarah ke laut, untuk sekedar duduk, bengong, santai dan menikmati pemandangan indah Indonesia Timur ini :)


@marischkaprue - time always takes her traveling

Notes:
  • Jailolo ada di Halmahera Barat, untuk kesana ambil penerbangan ke Ternate, lalu dari tinggal menyeberang melalui pelabuhan Dufa Dufa di Ternate menuju ke Jailolo, sekitar 45 menit naik speed boat.
  • Setiap tahun selalu ada Festival Teluk Jailolo, sebaiknya datang di saat ada festival karena banyak acara adat dan cabaret on the sea yang seru dan menarik untuk wisatawan.

RELATED STORIES: