Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

25 Februari 2016

, , , , , , , , , ,

ZAMBIA MUST DO: Walk With Cheetah

Share


Her name is Susan
She’s 4 years and 5 months old
Susan is slim, elegant and she’s happen to be the fastest land animal on the planet



Saya memperhatikan dengan semangat saat dua cheetah ditemani dua ranger mendekat ke arah kami. Susan dan Lilian, nama dua cheetah yang akan menemani kami sore itu. Lilian berusia 4 tahun, namun badannya lebih besar dari Susan, namun sejak awal datang, I just fall in love with Susan, I don’t know why, dan karena itu pula sejak awal saya sudah memilih Susan.



Cheetah adalah “kucing besar” yang mendiami wilayah Afrika dan sebagian Iran. Binatang ini terkenal dengan reputasi sebagai binatang darat tercepat yang memiliki kecepatan hingga 120 kilometer per jam saat berlari. Badan cheetah sangat aerodinamis, sehingga mereka tampak jauh lebih kurus dibandingkan famili kucing besar lainnya.

Here you can pat them, also they don’t mind if we hold their tails,” ujar Haggai, ranger yang menemani kami.


Pelan-pelan saya mendekati Susan, saya memutar dan mendekati cheetah ini dari belakang. Saat mendekati cheetah, kami diharuskan mendekat dari arah belakang, langsung mendekat ke depan mereka akan membuat cheetah merasa terintimidasi. Kami mengikuti instruksi ranger dengan seksama, sadar bahwa bagaimanapun Susan dan Lilian adalah salah satu top predator Afrika membuat kami tetap berhati-hati.



Saya mendekat dan memegang kepala Susan dari belakang, mengelus bulu cheetah yang ternyata lebih kasar dari yang saya bayangkan. But however, she’s so cute!



Their long tail is like a steering wheel, to keep their balance when running, they’re also lift their tail to sense wind and movement,” ujar Haggai saat saya bertanya kenapa buntut Susan dan Lilian terkadang bergerak naik saat mereka sedang duduk (dan Susan berbaring manja).


Kepribadian cheetah bagaikan gabungan antara anjing dan kucing, mereka senang saat kita mengelusnya terutama di bagian bawah dagu, namun tidak keberatan juga saat kita memegang buntutnya. Karena tahu bahwa kucing (domesticated) tidak suka dipegang buntutnya, saya awalnya ragu memegang buntut Susan, namun ternyata cheetah benar-benar cuek (then I brush my cheek with Susan’s furry tail) hihi


Usai puas memanjakan Susan (dia berkali-kali “tertidur” di tangan saya), kami berjalan kaki bersama Susan dan Lilian melewati semak-semak dan jalan setapak di daerah Mosi-oa-Tunya, Livingstone, Zambia.


Susan dan Lilian berjalan sangat cepat, tentu saja, mereka adalah bintang darat tercepat sehingga kami harus mengimbangi jalan mereka. 


It’s really fun walking with cheetah. Susan terkadang berhenti untuk mengendus meski penciumannya buruk, masuk ke semak-semak di saat Lilian berjalan di jalur berjalan kaki sehingga saya terkadang kerepotan mengikuti Susan, but it was fun, she’s a bit naughty sometimes, she wants to walk her own way sehingga saya mesti menarik Susan sedikit, mengajaknya ke arah berjalan yang seharusnya.

She’s playing fun, if she don’t want you to walk her, she’ll be running and we won’t be able to catch up,” ujar Haggai.


Tanpa terasa waktu bersama Susan dan Lilian sudah berakhir dan dua cheetah ini dengan semangat menunggu di depan pagar kandang besar mereka. Mukuni Big 5 adalah operator aktivitas yang populer di Zambia ini, mereka memiliki izin konservasi serta memelihara 9 cheetah yang terbiasa dengan keberadaan manusia di dekatnya sehingga memungkinkan untuk turis berinteraksi dengan predator di Afrika ini.

Please don't go home yet, guys :(
Bagaikan anjing rumah, Susan dan Lilian duduk manis menunggu kandang mereka dibuka, seakan sudah tahu “time’s up.”

Tidak rela rasanya berpisah dengan dua cheetah lucu ini, terutama Susan yang nakal namun manja. Interacting with cheetah is definitely one of the best experience in Zambia!

Bye Susan, see you again one day! *crossing fingers for this

@marischkaprue – sometimes she’s fast, sometimes she took a while

NOTES

WHERE
Mukuni Big 5
P.O. Box FP 66 Office; Plot 133, Mosi-oa-Tunya Rd. Site; 9012, Mukuni Rd Livingstone, Southern 10101 Zambia

GETTING THERE
Zambia dapat ditempuh dalam waktu 3 jam perjalanan naik pesawat dari Johannesburg, Afrika Selatan
Maskapai South African Airways melayani rute Johannesburg (South Africa) - Livingstone (Zambia)


FROM INDONESIA:
Jakarta - Hong Kong by Cathay Airlines, Hong Kong - Johannesburg by South African Airways, Johannesburg - Livingstone by South African Airways
(Bagasi dapat langsung menuju destinasi terakhir, jangan lupa untuk request check in through baggage sehingga Anda tidak perlu mengambil bagasi di Hong Kong dan drop baggage lagi), Cathay dan South African Airlines terkoneksi dalam Star Alliance 

IMPORTANT NOTICE
Warga Negara Indonesia wajib mendaftar visa secara online sebelum masuk ke wilayah Zambia, pendaftaran online dapat dilakukan melalui website resmi Republik Zambia ini. Jika sudah diproses untuk approval, kita hanya perlu print e-visa dan menunjukkan di imigrasi Zambia, serta membayar 50 USD untuk single entry visa.

Untuk bantuan visa dapat melalui info@royalafrica.co.za karena terkadang respon dari website cukup lama.

PRICE
120 USD untuk sesi 30 menit bersama cheetah dengan special supervision from the ranger.
Ps: you can give extra 5-10 USD tip for the ranger, they’re really helpful and nice

BOOKING
Booking dapat dilakukan melalui Royal African Discoveries di email info@royalafrica.co.za
Booking harus dilakukan minimal 1 hari sebelumnya untuk cek availability

THINGS TO DO IN ZAMBIA:

Cruising Zambezi
Helicopter Ride
Went seeing Susan and Lilian with them :)

13 comments:

Goenrock mengatakan...

Envyyyy! Mereka makan sebanyak apapun, tetep langsing gitu ya badannya? Cewek-cewek iri nggak sih? 😂 (((LANGSING)))

KADEK ARINI mengatakan...

Aaaaa keren banget ka prue, baru baca juga meskipun cheetah binatang tercepat, tapi dia juga binatang terlemah hihi.

Feby Yolanda mengatakan...

Envyyyyyy :-( :-(
Pengen main bareng cheetah

Meidiana Kusuma mengatakan...

Astagaaaa main sama Cheetah :)
serem sih yahh, tapi seru juga kayaknya kak. asik banget kak Prue udah sampe Zambia


Things to Do in Osaka

Putri mengatakan...

Yaampun cheetahnya udah kaya kucing gitu pengen elus jugak

Mesra Berkelana mengatakan...

ternyata cheetah gak mengerikan kayak yang dibayangkan.

Dita Indrihapsari mengatakan...

Wah, seruuuu... Itu cheetah-nya udah jinak banget, ya..

Travelographer Journals & Stories mengatakan...

wow cheetahnya jinak ya.
agak ngeri kalo cheetahnya ngajak lari sprint bukan jalan lagi :D

winda puspita mengatakan...

AAAAKK...keren banget, pengen juga main sama cheetah.
mereka kalem-kalem yaa diajak jjs

windiya agustina mengatakan...

Ini liat gambarnya sambil senyum-senyum sendiri. My heart kinda melting liat cheetah2 ini pada cute banget. Huaaaaa pengen jugaaa

IND RI mengatakan...

ya ampun lucu-lucu banget, cheetah nya pada jinak ya?

Timothy W Pawiro mengatakan...

Woowww ... mantabh kali jalan ama cheetah ... si Susan kl jalan seperti terlihat anggun gitu haha!

Surya mengatakan...

Wuih, ngeri-ngeri sedap. Apakah cheetahnya tidak menyerangkah mbak?