Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Central Japan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Central Japan. Tampilkan semua postingan

27 Desember 2021

, , , , , , ,

Imagining Autumn in Chubu


2021 jadi tahun pertama saya tidak berkunjung ke Jepang sejak tujuh tahun lalu. Berkeliling Jepang selalu menyenangkan dan selalu banyak lokasi baru yang menarik untuk dieksplorasi, atau datang kembali di lokasi yang sama namun di musim yang berbeda untuk pengalaman yang berbeda pula.

Salah satu destinasi yang ingin saya jelajahi lagi adalah Chubu Region, area yang menaungi bagian tengah Jepang, terdiri dari sembilan prefektur di bagian tengah Pulau Honshu, pulau utama dan terbesar di Jepang. Chubu menaungi area Fukui, Ishikawa, Toyama, Shizuoka, Aichi, Gifu, Yamanashi, Nagano dan Niigata.


Ada beberapa tempat yang ada di list saya untuk dikunjungi, semoga saya bisa menikmatinya di tahun depan, terutama di saat musim gugur. Berikut beberapa lokasi incaran saya, yang mungkin bisa jadi inspirasi teman-teman juga untuk destinasi berikutnya saat kita sudah bisa traveling ke Jepang lagi!


Maruoka Castle


Kastel yang bergaya “Hirayama” ini berada di Maruoka, Kota Sakai di Prefektur Fukui. Meski 

terkenal dengan pemandangan musim semi di mana ada 400 pohon sakura Yoshino di taman 

kastel, saya ingin sekali mengunjungi Maruoka Castle juga di saat musim gugur. Saya melihat 

foto-foto pepohonan dengan daun kuning kemerahan yang meliputi Maruoka Castle, membuat kastel ini terlihat lebih cantik lagi!


Ada sebuah legenda yang menarik tentang Maruoka Castle, yang juga disebut Kasumi-ga-jō. 

Legenda menceritakan bahwa dahulu di saat ada musuh mendekati kastel, kabut tebal meliputi dan menutup pandangan sehingga musuh tidak dapat mengetahui posisi kastel. Tentu akan sangat menarik mendengarkan cerita sejarah dan legenda dari kastle yang dibangun sebelum periode Edo ini. Semoga kita bisa datang dan melihat langsung Maruoka Castle di tahun depan ya!


Tree Picnic Adventure IKEDA 




Sebagai seseorang yang sangat senang outdoor, saya selalu menikmati beraktivitas outdoor, 

termasuk di Jepang! Jika kita berkunjung ke Fukui, ada satu lokasi bernama Tree Picnic 

Adventure Ikeda. Sesuai namanya, di sini kita bisa mencoba berbagai kegiatan adventure di area yang berada di Kota Ikeda, Fukui ini.


Salah satu adventure utama di sini adalah Mega Zipline yang merupakan zipline paling tinggi dan terbesar di Jepang, dengan area dikelilingi hutan dan pepohonan yang indah, tentunya juga akan semakin 

cantik di saat musim gugur! Setelah beraktivitas seharian, kita juga bisa menginap dan camping di sini. Teman-teman bisa mengunjungi www.picnic.ikeda-kibou.com/en untuk informasi lengkap dan cara booking kegiatan di Tree Picnic Adventure IKEDA


Yokokan Garden





Masih di Fukui, kita bisa mampir ke Yoyokan Garden untuk menikmati taman cantik bergaya 

Jepang, lengkap dengan rumah tradisional dan danau. Yoyokan garden sering masuk dalam 

daftar taman terindah oleh berbagai majalah mengenai desain taman, dan saat kita melihat 

keindahan Yoyokan Garden, kita pun akan menyetujuinya.


Di rumah tradisional yang ada di taman, kita dapat menikmati pemandangan indah dan danau 

yang ada persis di sisi rumah. Bangunan yang ada sekarang merupakan bangunan yang dibuat 

kembali di tahun 1993, karena bangunan asli rusak pada saat Perang Dunia ke-2. Namun bentuk bangunan dibuat dari blue-print bangunan asli yang dibangun pada tahun 1823, sehingga bentuk yang ada benar-benar menyerupai bangunan asli.


Saat musim gugur kita dapat menikmati warna-warni cantik daun yang berwarna kuning 

kemerahan yang membuat Yoyokan Garden menjadi jauh lebih mempersona!


Echizen Crab



Sudah berkunjung ke Fukui, tentunya akan semakin lengkap jika kita menikmati kuliner 

kebanggaan Fukui, Echizen Crab. Kepiting berkaki panjang yang sering kita lihat di pasar-pasar tradisional di Jepang ini memang jadi favorit, namun di Fukui ada Echizen Crab yang merupakan salah satu jenis snow crab yang berasal dari tangkapan nelayan di Echizen.


Kepiting ini sangat segar dan memiliki rasa yang sangat intense, rasa manis snow crab segar 

yang pastinya tidak akan terlupakan!


Yuge-Kaido Street



Kita beralih ke Kaga di Ishikawa. Ada satu area yang sangat menyenangkan di pusat kota 

Yamanaka Onsen. Menyusuri Yuge-Kaido Street akan membuat kita banyak berhenti dan 

menikmati suasana serta bangunan-bangunan yang ada. Selain itu, ada banyak cafe, restoran, 

gallery dan souvenir shop. Jangan lewatkan kesempatan melihat lacquerware khas Yamanaka 

dan kerajinan keramik Kutani-yaki. Ada beberapa toko yang juga membuka kesempatan bagi turis untuk mencoba langsung membuat kerajinan dengan cara tradisional!


Kakusenkei Gorge




Kakusenkei Gorge adalah area di Yamanaka Onsen dengan wilayah sebagian area sekeliling 

Sungai Daishoji. Ada beberapa spot attraction dengan pemandangan cantik dan khas Kakusenkei Gorge seperti Ayatori Bridge, jembatan berwarna magenta dengan bentuk struktur seperti huruf S yang melambangkan ayatori (permainan karet gelang ala Jepang), bentuk jembatan merepresentasikan bentuk karet-karet gelang dari permainan Ayatori.


Spot lainnya adalah Kurotani Bridge dan Kohrogi Bridge, ada banyak sisi menarik dan view yang dapat dinikmati dari jembatan-jembatan yang ada di Kakusenkei. Area ini dapat dinikmati dengan pemandangan yang berbeda di berbagai musim, namun salah satu musim terbaik untuk menikmati pemandangan di Kakusenkei Gorge adalah di musim gugur!


Limited Express Thunder Bird connecting train from Kaga Onsen to Kanazawa


Dari Kaga Onsen, mari membayangkan kita menuju Kanazawa! Kita dapat mencoba Limited 

Express Thunderbird dan jika kita memiliki Takayama-Hokuriku Area Tourist Pass, kita bisa 

mendapatkan kursi dengan reservasi hingga empat kali tanpa perlu membayar lagi! Jika 

berkeliling memang sebaiknya kita sudah merencanakan untuk membeli Tourist Pass sesuai jalur dan area yang kita ingin datangi sehingga bisa lebih hemat untuk budget perjalanan!


Omicho Market



Mengamati dan berkeliling pasar lokal selalu menarik, nah di Kanazawa salah satu pasar yang 

wajib dikunjungi adalah Omicho Market yang memiliki lebih dari 170 kios yang menjual beragam produk, mulai dari sea foods (dan kepiting besar khas Jepang), perkakas dapur hingga tanaman. 

Di Omicho Market juga terdapat banyak jajanan pasar yang dapat langsung kita coba, plus 

beragam tempat makan dengan bahan-bahan asli dari Ishikawa, saran saya cobalah fresh sushi 

dan seafood bowls khas Ishikawa!


Etchu Yatsuo (Suwamachi Hondori Street)


Melihat langsung festival selalu jadi pengalaman menarik! Di Kota Yatsuo di Toyama, kita dapat menikmati “Owara Kaze no Bon Festival,” festival yang sudah digelar lebih dari 300 tahun lamanya! Biasanya festival ini digelar dari tanggal 1 hingga 3 September di Yatsuo.


Etchu Yatsuo atau Suwamachi Hondori Street adalah jalan dengan dasar bebatuan dengan 

bangunan rumah di sekeliling jalanan dengan warna dan bentuk yang serupa dan akan langsung mengingatkan kita pada masa lampau di Jepang, serasa kembali ke masa lalu!


Hokuriku Shinkansen from Toyama to Shin Takaoka






Nah, jika kita menggunakan Takayama-Hokuriku Area Tourist Pass, kita dapat mengambil rute yang ada, termasuk Shinkansen dari Toyama ke Shin-Takaoka, cara yang cepat dan mudah untuk bepergian di wilayah Central Japan.


Zuiryuji Temple





Zuiryu-ji Temple adalah kuil Buddha di Takaoya yang berada di Prefektur Toyama. Kuil ini sudah tercatat sebagai National Treasures dan berbagai area di kuil ini juga memiliki peran penting sebagai cagar budaya di Jepang, jadi sempatkan untuk berkunjung ke Zuiryu-ji Temple ya!


Shirakawa-go


Terletak di area pegunungan di antara Gifu dan Toyama, Shirakawa-go berada di tengah lembah dan sisi sungai Shogawa. Rumah-rumah dengan bentuk unik menjadi ciri khas dan yang membuat Shirakawa-go terkenal di seluruh dunia. Bentuk bangunan rumah di Shirakawa-go disebut Gassho-zukuri style, artinya tangan yang berdoa. Bentuk segitiga ini rupanya merepresentasikan bentuk tangan pada umat buddha yang sedang berdoa.

Saat musim gugur, pemandangan kuning kemerahan menghiasi desa-desa tradisional yang telah menjadi situs warisan budaya dunia UNESCO ini. Sungguh destinasi yang tidak terlupakan!


Autum in Gokayama


Selain Shirakawa-go, kita dapat menikmati desain rumah Gassho-zukuri di Gokayama yang 

terletak di Nanto, Toyama. Gokayama juga sudah terdaftar sebagai situs warisan budaya dunia 

UNESCO dan memiliki pemandangan indah, terutama di musim gugur!


Hida Beef



Daging dengan tekstur marble sempurna yang membuat selera makan saya langsung melonjak, 

yes, Hida Beef pasti jadi pengalaman kuliner yang tidak terlupakan di Takayama!

“Hida-gyu” atau daging sapi Hida adalah daging sapi jenis khusus yang ada di Prefektur Gifu dan jadi kebanggaan kuliner Takayama. Hida Beef akan langsung “meleleh” saat kita makan, 

memberikan sensasi tekstur yang lembut dengan ledakan rasa yang luar biasa! Saya akan 

merekomendasikan kuliner Hida Beef sebagai bucket list utama di Takayama!


Hida Furukawa (White-walled Store District)



Jika ingin merasakan suasana kota tradisional Jepang, maka Hida Furukawa jadi pilihan tepat. 

Hanya sekitar 15 menit saja naik kereta dari Takayama, kita bisa merasakan ketenangan berjalan kaki menyusuri kota cantik dengan kanal berisi ikan koi yang mengalir searah dengan jalanan utama.

Di Ichinomachi Street di dekat Distrik Shirakabe Dozogai, kita dapat menyusuri dengan jalan kaki, kemudian berhenti sejenak menikmati sake, melihat toko-toko souvenir dan makan di restoran, sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan!


Hida Satoyama Cycling





Satu hal yang saya perhatikan di Jepang adalah betapa warga Jepang senang bersepeda. Nah, 

kita bisa menikmati tour bersepeda di Satoyama. Ada Hida Satoyama Cycling Tour di mana kita bisa berkeliling ditemani guide lokal, berhenti di berbagai desa dan perkebunan warga lokal serta ke lokasi-lokasi yang biasanya jarang dikunjungi turis seperti rumah-rumah tua di sisi lain Satoyama. Selain sehat, pengalaman dan interaksi yang didapat pun sangat menyenangkan.


Seki Terrace




Saya yakin tempat ini belum dikunjungi turis internasional, karena Seki Terrace baru dibuka di bulan Maret 2021 ini. Terletak di Kota Seki di Prefektur Gifu, kita dapat melihat dan mengetahui informasi mengenai berbagai kerajinan, hasil industri dan budaya warga Seki, seperti produksi pisau Seki yang sudah terkenal di dunia internasional.


Nagoya Gate Tower Hotel





Yang juga penting saat berkeliling adalah penginapan, salah satu pertimbangan utama saya saat menentukan hotel adalah lokasi. Nagoya Gate Tower Hotel langsung terhubung dengan Nagoya Station, kita dapat langsung menuju hotel dari stasiun dan sebaliknya, hanya sekitar 5 menit saja dari Shinkansen ticket gate, pilihan hotel yang tentunya sangat memudahkan saat kita berkunjung ke Nagoya!


Masih banyak tempat lain di Chubu yang masuk dalam daftar keinginan saya untuk dieksplorasi, namun mari membuat perencanaan untuk trip selanjutnya ke Jepang! Jadi, sudah siap untuk menikmati Chubu di musim gugur tahun depan?


***

10 Februari 2016

, , , , , , , ,

GUJO Guide: Where - What - When



Gujo lebih dikenal sebagai tempat asal tarian Gujo Odori yang terkenal. Di musim panas pada saat festival, Gujo dipenuhi warga Gujo yang menari non stop di jalanan Kota Gujo, beserta turis yang dapat ikut menari sepuasnya sambil bercanda seru menikmati kemeriahan festival yang telah berlangsung sejak 400 tahun lalu ini.



Namun di musim lain, Gujo adalah kota yang tenang tanpa hiruk-pikuk turis. Di Gujo anda dapat berjalan kaki dan merasa sangat tenang, tanpa keramaian sambil menikmati jalanan dengan bangunan-bangunan klasik Jepang.


Found this semi-European house in the old town :D
Anybody wants a Godzilla tempura?
Di luar festival musim panas Gujo Odori, kota ini memang belum dikenal sebagai destinasi wisata, namun Gujo punya beberapa hal menarik yang dapat menjadi stopover saat berkeliling Central Japan.

WHERE



Gujo Hachiman berada di sisi sungai Yoshida di Prefektur Gifu, Central Japan. Akses dari kota besar untuk menuju Gujo adalah dari Nagoya. Selama berkeliling Gujo kita akan sering melewati Sungai Yoshida, di musim panas air sungai lebih tinggi dan di beberapa sisi anak-anak lokal Gujo dapat terjun ke sungai menikmati kesegaran sungai di musim panas.

WHAT ARE THE ATTRACTIONS

Gujo Castle



Saat berkeliling Kota Gujo, kita akan melihat castle yang berada di atas bukit. Gujo Hachiman Castle dibangun pada tahun 1559 oleh Endo Morikazu, namun di tahun 1870 bangunan ini pernah dihancurkan ada masa Restorasi Meiji. Gujo Castle baru kembali dibangun pada 1933.

Old Town



Jalanan di Kota Gujo sangat menarik untuk berkeliling. Salah satu area menarik adalah Old Town dengan rumah-rumah kayu yang berdekatan. Di area ini kita akan menyadari bahwa di setiap rumah terdapat ember yang digantung di dekat pintu. Gujo pernah mengalami kebakaran hebat yang meluluh-lantakkan hingga separuh area kota ini di tahun 1652 sehingga "trauma" itulah yang menyebabkan di setiap area depan rumah terdapat saluran air dan ember untuk antisipasi kebakaran.

Gutter Full of Fishes



Selain memiliki saluran air dimana-mana, Kota Gujo juga memiliki banyak area dengan saluran air yang dipenuhi ikan-ikan koi besar. Bagi warga Gujo mungkin ikan-ikan yang memenuhi "got" ini sudah biasa, namun bagi saya sangat menarik melihat ikan-ikan koi yang berharga mahal di Indonesia, memenuhi saluran air di berbagai sisi Gujo.

WHAT TO DO

Sebagai "rumah asal" pembuatan food replica, Gujo memasok lebih dari 60% food sample yang digunakan di berbagai restoran di Jepang. Di Gujo, kita juga dapat mengikuti kursus singkat membuat food sample di Shokuhin Sample Sosaku-kan Sample Kobo.

956 Hashimoto-cho, Hachiman-cho
Gujo, Gifu, Jepang
T: +81-575671870

Learn Some Gujo Movement (Gujo Odori Dance)


Sebagai kota yang terkenal dengan Gujo Odori Festival di musim panas, kita yang datang tidak di masa festival tetap dapat melihat bagaimana tarian Gujo Odori yang atraktif dilakukan di Gujo Hachiman Hakurankan, bangunan berwarna oranye ini merupakan museum tentang sejarah Gujo Hachiman dan tarian Gujo Odori.


Di Gujo Hachiman Hakurankan kita juga dapat melihat demonstrasi tarian Gujo Odori yang atraktif selama 15 menit. Selama tarian berlangsung, penari juga akan menjelaskan 10 gerakan yang berbeda pada Gujo Odori. Tarian ini sangat Atraktif dengan hentakan sepatu kayu yang menghasilkan ketukan ritme yang bersemangat.

Gujo Hachiman Hakurankan
50 Hachimancho Tonomachi
Gujo, Gifu, Jepang

WHEN

Gujo during summer (July - August)
Gujo during winter (December - February)

Masa paling menarik untuk mengunjungi Gujo adalah di musim panas pada periode festival dimana kota ini dipenuhi warga Gujo yang menari 24 jam lamanya. Namun jika ingin menikmati kesederhanaan kota dan ketenangan, kita dapat datang di musim yang berbeda. Pada musim dingin di Gujo, kita dapat menikmati pemandangan Sungai Yoshida yang diliputi salju di berbagai sisinya.




Sebagai kota kecil, Gujo punya daya tarik tersendiri. Memang Gujo bukan tipe kota yang ideal untuk singgah berhari-hari. Meski mungkin lebih cocok untuk stopover, kota kecil yang indah ini dapat memberikan pengalaman yang berbeda.

@marischkaprue - she cannot dance very well but she won't say no to festival

WHERE
Gujo berada di Prefektur Gifu, Central Japan

GETTING TO GUJO
From Nagoya
Dari Nagoya Station ke Minoota Station dengan Limited Express Hida 7 (40 menit)
Dari Minoota Station ke Gujo Hachiman Station dengan Nagaragawa Railway for HOKUNO (sekitar 1 jam 10 menit)
total ticket price ¥3.670 (one way) 

TOUR
Untuk membantu booking tiket pesawat, tiket shinkansen, hotel dan tour guide selama di Jepang (jika dibutuhkan), Anda dapat menggunakan jasa travel yang ada di Indonesia. Pembelian JR Pass (jika berencana keliling Jepang) juga dapat dibeli melalui agent resmi di Indonesia.

Pembelian dapat melalui:

WENDY TOUR
Mediterania 2, Tower F Kios F2
Jl. Tanjung Duren No. 5
Jakarta Barat 11470 
T: 021 294 26820
email: layanan@wendytour-jkt.com


Get free guide book to Central Japan here  

2 September 2015

, , , , , , , , , ,

I'll Visit Again: Shirakawa-go



Sejujurnya saya berharap datang di Shirakawa-go di saat berbeda, musim dimana saya telah melihat foto-foto desa tradisional yang tertutup salju tebal dengan cahaya-cahaya lampu rumah yang diabadikan dengan sangat indah dalam banyak foto.


Honestly, I expected to visit Shirakawa-go in a different season, where I would see many photos of traditional village covered with a thick snow and the light house captured amazingly.




Saya dan Ferry mengunjungi Shirakawa-go di saat musim panas. Jepang di bulan Juli memang sedang dalam suhu panas, namun justru ini membuat langit sangat biru dan indah.

Ferry and I came to Shirakawa-go on summer. The fact that Japan is in the hot temperature during July even turns the blue sky more beautiful.

Terletak di area pegunungan di antara Gifu dan Toyama, Shirakawa-go berada di tengah lembah dan sisi sungai Shogawa. Saat musim panas pemandangan hijau menghiasi desa-desa tradisional yang telah menjadi situs warisan budaya dunia UNESCO ini.


Located in the hills area between Gifu and Toyama, Shirakawa-go is in the middle of the valley and river side of Shogawa. On summer, green landscape adorns the traditional village that already listed in UNESCO World Heritage Site.





Kami naik bus sekitar satu jam dari Takayama. Dari area parkir bus kita tinggal berjalan kaki menyeberangi jembatan untuk masuk ke area desa di Shirakawa-go. Rumah-rumah tradisional yang menjadi ciri khas area ini langsung terlihat jelas. Bentuk atap segitiga inilah yang membuat Shirakawa-go terkenal di seluruh dunia. Bentuk bangunan rumah di Shirakawa-go disebut gassho-zukuri style, artinya tangan yang berdoa. Bentuk segitiga ini rupanya merepresentasikan bentuk tangan pada umat buddha yang sedang berdoa.

We took a bus for about an hour from Takayama and continued walking from parking area, crossing a bridge to enter the area of Shirakawa-go village. We can see traditional houses that become the signature of this place. Those triangle-shaped roofs are one that makes Shirakawa-go become popular around the world. The house pattern in Shirakawa-go is called gassho-zukuri style which means the praying hands. The triangle-shaped is the representative of the praying hands of Buddhists.



Tidak hanya bentuk yang unik, bangunan di Shirakawa-go ini memiliki atap yang tebal agar tahan terhadap lapisan salju yang sangat tebal di musim dingin. Di saat musim panas bangunan ini sangat rentan terbakar sehingga di depan setiap unit bangunan terdapat hydran yang disembunyikan di balik tempat kayu sehingga tidak merusak pemandangan yang sangat tradisional di Shirakawa-go.


Not only the unique pattern, building in Shirakawa-go also has a thick roof to stand the very thick snow layer on winter. On summer, the buildings are easily to get burnt so there is hydrant available in front of every building that being put behind the wood case so it won’t ruin the very traditional yet beautiful view of Shirakawa-go.



Yang menarik, bangunan-bangunan ini masih ditempati oleh warga dan menjadi rumah pribadi mereka. Sebagian telah beralih menjadi toko atau tempat makan karena banyaknya turis yang ada, namun sebagian besar rumah-rumah di Shirakawa-go ini masih dihuni penduduk aslinya. Kita dapat melihat mobil-mobil modern yang diparkir di area rumah, sangat kontras dengan kesan tradisional bangunan yang ada.


Knowing that these building still become the house of local people was so interesting. Some already turned into shops or restaurants since there were many tourists visit, but some still made the houses in Shirakawa-go as a living place. We could see it from the modern car parked around the house that so contrast with the traditional atmosphere.




Untuk melihat pemandangan desa dengan lebih jelas, kami menuju Shiroyama viewing point yang berada di atas bukit, dimana kita dapat melihat Desa Ogimachi, desa terbesar di Shirakawa-go dari ketinggian. Bus stop menuju viewing point berada di tengah desa sehingga mudah diakses.


In order to get a clearer view of the village, we headed Shiroyama viewing point on the hills where we can see Ogimachi Village, the largest village in Shirakawa-go, from the top. It’s so easy to access the bus stop to reach viewing point since its location in the center of village.
Green view of Shirakawa-go

Dari atas kami dapat melihat rumah-rumah segitiga khas Shirakawa-go yang dikelilingi bukit kehijauan, jalanan utama di Desa Ogimachi dengan deretan rumah yang sangat cantik. Saya membayangkan suasana desa ini di saat musim dingin dengan lapisan salju tebal, surely I must visit this place again but in the winter, Amen to that!

From the top, we could see the scenery of Shirakawa-go’s triangle houses surrounded by green hills and the main street at Ogimachi Village with attractive rows of houses. I visualized this village on winter covered with a thick snow and all I could think that surely I must visit this place again but in winter. Amen for that!

@marischkaprue - don't mind a revisit to the same destination

Photos by Ferry Rusli & me

PS:

I'm so lucky to be able to visit Shirakawa-go again during winter, see how it turned into WINTER WONDERLAND here (click here)

NOTES
  • Shirakawa-go berada di Ōno District, Gifu Prefecture, Central Japan.
  • Shirakawa-go is located at Ōno District, Gifu Prefecture, Central Japan.  
Bus ticket counter di Takayama Bus Terminal
Platform no.4
  • Shirakawa-go dapat diakses dengan mudah dengan naik bus, terdapat beberapa pilihan, paling mudah adalah dari Takayama Bus Terminal (1 jam perjalanan). Harga tiket bus ke Shirakawa-go adalah 4.420 Yen untuk pulang pergi (round trip), naik dari Platform 4 dengan tujuan Kanazawa dan Shirakawa-go (papan platform berwarna kuning). Beli tiket di loket Bus Ticket, disarankan untuk beli tiket setidaknya satu hari sebelum agar mendapatkan seat.
  • We can reach Shirakawa-go by bus that has many alternatives. The easiest one is from Takayama Bus Terminal (for about one hour). Ticket price to Shirakawa-go is ¥4.420 for round trip, get in from platform 4 with the route Kanazawa – Shirakawa-go (yellow platform board), and buy ticket at the Ticket Bus counter. Advance ticket booking, at least one day, is recommended to get a seat.  
bus ticket and we're ready to go!
  • Jadwal bus dari Takayama menuju Shirakawa-go ada di jam-jam berikut: 7:50, 8:50, 9:50, 10:50, 11:25, 11:50, 12:50, 13:50, 14:50 dan 16.30. 
  • Bus schedule from Takayama to Shirakawa-go is available at the following hours: 7:50, 8:50, 9:50, 10:50, 11:25, 11:50, 12:50, 13:50, 14:50, and 16:30.
Bus schedule to Shirakawa-go, click to enlarge

  • Sementara rute bus dari Shirakawa-go menuju Takayama ada di jam-jam berikut: 6:43, 9:35, 10:45, 11:15, 12:15, 13:15, 14:40, 15:15, 16:15, 17:20, 17:30.
  • While the bus route from Shirakawa-go to Takayama is available at the following hours: 6:43, 9:35, 10:45, 11:15, 12:15, 13:15, 14:40, 15:15, 16:15, 17:20, 17:30.
tarif bus ke Shirakawa-go, click to enlarge

  • Terdapat locker room di Shirakawa-go sehingga jika ingin mampir di Shirakawa-go sebelum menuju Kanazawa, atau sebaliknya dari Kanazawa sebelum ke Takayama, bisa jadi opsi karena koper dan barang dapat disimpan di locker.
  • Those who want to drop by in Shirakawa-go before heading Kanazawa or from Kanazawa before heading Takayama don’t need to worry since there’s locker room to keep your luggage and stuffs.  
  • Jika ingin mudah terdapat juga beberapa opsi tour Shirakawa-go dan Gokayama dengan guide berbahasa Inggris. Tour Shirakawa-go dan Ainokura dengan harga 6.690 Yen (dewasa) dan 4.420 Yen (anak-anak) dengan jadwal dari Takayama - Gokayama Ainokura Village, Tenshukaku Lunch, Shirakawa-go Village dan kembali ke Takayama, tour dari pukul 8:30 dan tiba kembali di Takayama pukul 15.10. Reservasi harus dilakukan sebelum pukul 17:30 satu hari sebelum tour. Booking bisa dilakukan online di www.nouhibus.co.jp/english.
  • For easier way, there are also some tour options of Shirakawa-go and Gokayama with English guide. The tour price of Shirakawa-go and Ainokura is ¥ 6.690 (adult) and ¥ 4.420 (children) with the schedule starts at 8:30 from Takayama – Gokayama Ainokura Village, Tenshukaku Lunch, Shirakawa-go Village, and back to Takayama at 15:10. Reservation must be before 17:30, one day before tour date. Booking can be online at www.nouhibus.co.jp/english.