Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

5 Maret 2019

, , , , , , , , , , , ,

THE MESMERIZING SNOW MONSTER OF ZAO



Saya melihat salju semakin lama semakin tebal semakin kami menanjak menggunakan mobil. Kami berhenti sebentar untuk makan siang sebelum ke Zao Sumikawa Snow Park yang terletak persis di dekat restoran tempat kami makan siang.


Zao Sumikawa Snow Park
Bulan Januari adalah salah satu waktu terbaik untuk menikmati salju di Wilayah Tohoku, Jepang. Jika saya membayangkan akan menggigil kedinginan, siang itu justru tidak, mesti saya tetap menggunakan jaket berlapis. Siang hari yang sangat cerah, langit biru yang kontras dengan dataran yang putih tertutup salju.



Kami siap untuk menikmati tour bertemu dengan Snow Monster yang terkenal di Zao, monster yang muncul hanya di saat musim dingin. Saya dan teman dari Jalan2keJepang, Irene (translator kami) dan Aya-san masuk ke snowmobile untuk pergi ke area puncak.





Perjalanan ke area puncak sekitar 1 jam one-way, namun sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan yang sangat indah dan salju yang semakin menebal semakin ke area puncak, and finally... the Snow Monster.. 





Dari ketinggian, kami dapat melihat pemandangan pegunungan yang tertutup salju sangat tebal dan pegunungan di sekeliling. Pepohonan yang tinggi kini tertutup salju tebal, sebagian bahkan sangat tebal sehingga bentuk pohon telah berubah menjadi "monster" putih yang besar, dari itu lah nama Snow Monster menjadi populer, salju yang begitu tebal di area ini di saat musim dingin membuat monster salju bermunculan, namun sangat indah :)

Unfortunately kami hanya punya waktu sekitar 15-20 menit di puncak, waktu yang sedikit bagi saya, namun mengingat biasanya cuaca jauh lebih dingin, mungkin dalam jangka waktu 15 menit normalnya pengunjung sudah kedinginan dan ingin masuk kembali ke snow mobile.




Saat kami tiba di area puncak, surprisingly cuaca sangat nyaman. Hari itu sangat cerah dan angin hanya berhembus sesekali, saya bahkan bisa membuka jaket cukup lama dan tidak kedinginan, so lucky!

Pemandangan indah dari puncak dan Snow Monster of Zao membuat kami semua terpana, saya tidak berhenti mengucap kata "bagus banget" berkali-kali, it feels so surreal and mesmerizing at the same time.




Kami sudah dipanggil-panggil untuk kembali ke snow mobile dan artinya kami mesti kembali ke base camp Zao Sumikawa Snow Park di area bawah. Sambil jalan ke arah snow mobile, saya dengan mantap berkata "this is the most beautiful view in Japan during winter"

Thank you beautiful monster, see ya again in the upcoming winter!

@marischkaprue - tropical girl who fell in love with the sea monster

NOTES

ZAO SUMIKAWA SNOW PARK

Yubinbango 989-0916
Katta-gun, Zao-machi Togatsutaonsen
Miyagi Prefecture, Tohoku, Japan
email: sumikawaattosail-sendai.co.jp

GETTING THERE

Bus dari JR Sendai Station (tiket dapat dibeli di JR Sendai Station), hanya dari tanggal 8 Desember - 7 April
Jadwal berangkat:
8:20 dari JR Sendai Station (East Exit), tiba di Sumikawa pukul 10.10 - 10.25
Jadwal pulang:
16.10 (8 Desember - 17 Maret) dari Sumikawa, tiba di JR Sendai Station pukul 18.15
16.20 (18 Maret - 7 April) dari Sumikawa, tiba di JR Sendai Station pukul 18.05
more detail info: http://www.zao-sumikawa.jp/winter/juhyo.html

PRICE

Snow Monster tour
start from 4.800 yen, untuk deluxe class start from 7.800 yen
(PS: Untuk deluxe class kursi menghadap depan dan jumlah penumpang per snow mobile lebih sedikit)
more detail info: http://www.zao-sumikawa.jp/winter/juhyo.html

LUNCH SPOT

Zao Yamano Sobaya
Zao Yamano Sobaya
Zao Yamano Sobaya (Soba Restaurant)
Lokasi persis sebelum masuk ke area Zao Sumikawa Snow Park

GET MORE INFO ABOUT JAPAN

Check out Jalan2keJepang
Instagram: @jalan2kejepang

JR PASS

Untuk berkeliling Jepang, sangat penting menggunakan JR Pass untuk menghemat waktu dan biaya karena harga tiket Shinkansen per trip sangat mahal, dengan JR Pass kita dapat berkeliling dan menggunakan shinkansen tanpa batas selama dalam area yang dicover oleh JR Pass
Untuk keliling Tohoku & Eastern Japan:
Gunakan JR EAST PASS, harga 20.000 yen (lebih murah jika beli di Indonesia melalui agen menjadi 19.000 yen)
Pass berlaku selama 5 hari fleksibel (tidak mesti berturut-turut, namun dalam jangka waktu 14 hari)
Untuk keliling Eastern Japan, Tohoku dan South Hokkaido:
Gunakan JR East - Sout Hokkaido Rail Pass, harga 27.000 yen yen (lebih murah jika beli di Indonesia melalui agen menjadi 26.000 yen)
Pass berlaku selama 6 hari fleksibel (tidak mesti berturut-turut, namun dalam jangka waktu 14 hari)
info lengkap di www.jreast.co.jp/e

****



4 November 2015

, , , , , , ,

WHERE TO GO IN TAKAYAMA: Katsute Cafe



Takayama adalah kota yang kecil di Prefektur Gifu sehingga berkeliling Takayama dapat dilakukan dengan mudah, entah dengan berjalan kaki atau bersepeda. Ada satu distrik yang menjadi favorit kami di Takayama yaitu old town area dengan bangunan-bangunan kayu klasik di jalanan panjang.





Kami berhenti di depan bangunan kayu dengan tulisan-tulisan Jepang di bagian luar. Papan tulis hitam pun bertuliskan Jepang sehingga kami tidak menyangka bahwa ini adalah cafe.





Masuk ke dalam bangunan di sore hari sangat menyenangkan. Suasana sangat cantik dimana matahari sore masuk dari sela-sela elemen garis di jendela. Berbagai karya grafis pun terpajang apik di jendela.


Match sticks collections!
Mr. Watanabe, the owner

Cozy area
Pemilik Kissako Katsute Café adalah seorang desainer grafis, ia menggabungkan beberapa karya sebagai elemen dalam interior café ini yang tetap klasik dan bernuansa Jepang. Berbagai plakat penghargaan dalam bidang desain grafis telah ia dapatkan dan kini menjadi bagian interior Katsute Cafe.


Bagian atas cafe adalah tempat "lesehan" dengan area yang kecil namun menyenangkan dan terasa sangat Jepang.




Café ini menyediakan berbagai minuman modern yang dikombinasi dengan taste Jepang seperti "Amagasane" yang terdiri dari sirup gula merah, tepung dari kacang kedelai hingga es krim green tea khas Jepang yang ditambahkan rice cake, yummy! Surely one place to stop at Takayama!

@marischkaprue - won't say no to ice cream

Photo by Ferry Rusli

NOTES:

WHERE
Kissako Katsute
92 Kamisannocho, Takayama, Jepang

***

30 September 2015

, , , , , , , ,

All Things Wasabi at Daio Wasabi Farm

 

Kami tiba di saat hujan rintik-rintik. Saya berjalan sambil memegang payung memasuki area dengan kehijauan di kiri-kanan jalan setapak. Kami sontak berhenti di sisi sungai dimana terdapat rumah kayu dengan kincir air di sisi bangunan, sungai yang sebagian tertutup tanaman dan kehijauan kemanapun kami memandang.


It was drizzling when we arrived. While holding the umbrella, I walked down the path which was green on the both sides. We suddenly stopped when there was a wooden-house close to the river side that mostly covered with plants.



Meski matahari sedang bersembunyi, area di sisi Daio Wasabi Farm di Kota Azumino, Nagano, Jepang ini tetap terlihat indah. 


The area of Daio Wasabi Farm in Azumino Nagano City Japan stay beautiful, though the sun still hiding.



"Persis area ini dahulu merupakan lokasi shooting film Dreams di tahun 1989," ujar Teddy Yamaishi yang menemani kami.


“This area is used to be location of Dreams the movie in 1989.” Teddy Yamaishi, who accompany us said




Jujur saja saya tidak tahu film yang dimaksud, namun area indah ini memang cocok untuk set film. Bangunan dan kincir air ternyata memang dibangun sebagai properti film dan kemudian dibiarkan di bentuk aslinya hingga kini. Kami kemudian naik ke area lain dengan jalur seperti sungai yang tertutup kain hitam memanjang. Itulah area kebun wasabi, semacam pasta khas Jepang yang memiliki rasa pedas.


Honestly, I was not familiar with the movie, but having this beautiful spot for shooting was such a right choice. The building and water-wheel were originally built as the movie property but it remained in the same condition till now. Then we went up to another area with route like a river covered with a long black cloth. That was the wasabi farm, kind of Japanese pasta with a spicy flavor.
 


Daio Wasabi Farm merupakan perkebunan wasabi terbesar di Jepang dengan luas 15 hektar. Kebun wasabi ini berada di area aliran sungai dengan suhu yang selalu sama yaitu 13°C baik di musim panas maupun musim dingin. Suhu air selalu sama karena aliran air di perkebunan ini berasal dari pegunungan salju di sisi utara. Wasabi memang memerlukan suhu konstan 13°C untuk dapat tumbuh dengan baik.


Daio Wasabi Farm is the biggest wasabi farm in Japan with an area of 15 hectares. This wasabi farm is in the stream area with same temperature either in summer or winter, which is 13°C. That temperature is caused by the water source from the snow-mountains in the north side. A constant temperature at 13°C is important for wasabi to grow well.
 


Pada saat kami datang seluruh tanaman wasabi ditutup dengan kain jaring hitam untuk melindungi dari matahari, hal ini dilakukan pada bulan Mei hingga Oktober setiap tahunnya. Kita baru dapat melihat langsung tanaman tanpa tertutup kain di bulan November hingga April.


When we came, all the wasabi plant was covered with black webs cloth to protect it from the sunlight. They did it every year from May to October so we can only see the plants exposed on November to April.




Area luas yang dibangun sejak tahun 1915 ini cocok untuk berkeliling. Ada beberapa area dimana kita dapat menemukan berbagai patung di sisi kebun wasabi. Rupanya pemilik perkebunan menyukai karya seni patung sehingga terdapat banyak patung tersebar di berbagai sisi Daio Wasabi Farm. 


The wide area that has been built since 1915 is suitable for making a tour. There are also some areas where we could see various statues on many sides of Daio Wasabi Farm. Apparently, it is because the owner likes an artwork especially statues.
 




Di dekat tempat pekerja memotong tanaman wasabi yang sudah dipanen, terdapat kuil yang dibangun untuk menghormati Hachimen Daio yang dipercaya sebagai pelindung perkebunan. 

Close to the cutting area of wasabi that has been harvested, there was a temple to honor Hachimen Daio, which is believed to protect the farm.





 
Namun bagi saya tempat paling menarik adalah area makan dimana kita dapat menemukan berbagai makanan hingga es krim dengan tema dan rasa wasabi, serta toko yang menjual segala hal juga dengan tema wasabi yang kadang terlihat aneh seperti wasabi beer, wasabi curry, coklat wasabi, kacang wasabi hingga boneka wasabi berukuran besar.

But the most interesting part for me is the eating area where we could find various kinds of food even ice cream with wasabi theme and flavor, also a shop selling anything about wasabi which some looked weird like wasabi beer, wasabi curry, wasabi choco, wasabi nut, even a giant wasabi doll.


Saya hanya mencoba ice cream wasabi yang tetap manis namun melewatkan wasabi beer. Bagi saya bir dan wasabi bukan kombinasi yang tepat but hey anyway it's a wasabi land and the law of order is managed by wasabi Gods (may I say that?). Pecinta wasabi ataupun bukan, you'll enjoy a day of wasabi in the wasabi land :)
I only tried wasabi ice cream that still sweet and skipped wasabi beer. For me, beer and wasabi is not a perfect match but hey, anyway it’s a wasabi land and the law of order is managed by wasabi Gods (may I say that?). Either you’re a wasabi lover or not, you’ll enjoy a day of wasabi in the wasabi land :)
@marischkaprue - her hair is green, just like wasabi

NOTES

Where
Daio Wasabi Farm
1692 Hotaka, Azumino, Nagano
T: +81 263 822118
W: www.daiowasabi.co.jp

Opening Hours:
9:00 - 17:20 (April - Oktober)
9:00 - 16:30 (November - Maret)

How To Get There
Dari JR Matsumoto Station: naik kereta (JR Oito Line) ke Hotaka Station (arah Shinano-Omachi), waktu tempuh 30 menit, ¥320 one way.

From JR Matsumoto Station: take a train (JR Oito Line) to Hotaka Station (route Shinano – Omachi) for about 30 mins, ¥320/one way

Dari Hotaka Station naik taksi (¥1.300), atau naik Loop Bus (rute hanya beroperasi di bulan April-Oktober) waktu tempuh 10 menit (¥500/one way atau ¥800 one day pass)
From Hotaka Station: take a cab (¥1.300) or Loop Bus (only on April – October) for about 10 mins (¥500/one way or ¥800/one day pass)

PS:
Pada bulan (akhir) April hingga Oktober kita dapat menyusuri sungai dengan perahu selama 15-30 menit dengan harga ¥900 - ¥1800.

At the end of April until October we can track the river by the boat for 15-30 mins with only ¥900 - ¥1.800
 
More info/ group handling contact:
yamaishi@matsumoto-tca.or.jp (Matsumoto Tourism Association)
hotaka@atlas.plala.or.jp (Azumino Tourist Association)