Sulit sekali mencari pantai yang sepi di Bali, termasuk yang
satu ini bukanlah pantai yang sepi. Pengunjungnya? mostly bule, alasannya?
satu, ombak disini salah satu surga untuk peselancar.
Saya bukan surfer tapi menikmati keindahan pantai ini sudah
lebih dari cukup. Blue Point beach, atau pantai Suluban terletak di Uluwatu,
area selatan Bali, tepatnya di Desa Pecatu. Di area Uluwatu terdapat banyak pantai yang bisa anda kunjungi
bergantian: Balangan, Dreamland, Padang Padang, dan Blue Point. Marilah kita
bicara tentang Blue Point terlebih dahulu, mengapa dan kenapa pantai ini
menarik dan membuat saya basah kuyup.
| Laut bening ini langsung terlihat dari atas |
Untuk sampai ke Blue Point beach, saya harus menuruni
tangga, banyak tangga dan melewati banyak cafe dengan pemandangan pantai. Dari
ataspun Blue Point sudah terlihat menarik, ada tebing yang dijadikan cafe,
kontras bersebelahan dengan cekungan pantai dimana air laut terlihat belang dua
warna, dan bening sekali.
Sebelum sampai di pasir pantai, saya sudah terus terusan
berpapasan dengan turis asing yang membawa papan surfing mereka melewati tangga
tangga kecil, ombak pun dapat anda saksikan dari atas, tidak terlihat besar
dari atas karena jauh.
Sampai di area pantai, saya menuruni tangga di antara
dinding batu, dan melewati beberapa kemah turis, yang dipasang di antara dinding
bebatuan besar. Sampai di Blue Point beach, anda akan merasa seperti ada di gua
yang langsung menuju pantai, ada satu cekungan besar dengan pasir putih dimana
banyak turis menikmati pantai ini.
Nah ada satu cerita tentang nama pantai ini, nama "Blue Point" lebih umum dikenal karena ada Villa bernama Blue Point di area pantai ini, sedangkan nama "Suluban" adalah nama asli yang berasal dari bahasa Bali "mesulub" yang artinya melewati bawah sesuatu, melewati kolong. Nama ini memang menjelaskan karakteristik pantai karena untuk sampai di garis air laut, anda mesti melewati kolong dinding batu.
Nah ada satu cerita tentang nama pantai ini, nama "Blue Point" lebih umum dikenal karena ada Villa bernama Blue Point di area pantai ini, sedangkan nama "Suluban" adalah nama asli yang berasal dari bahasa Bali "mesulub" yang artinya melewati bawah sesuatu, melewati kolong. Nama ini memang menjelaskan karakteristik pantai karena untuk sampai di garis air laut, anda mesti melewati kolong dinding batu.
Jika ingin lebih sepi, berjalan saja sedikit ke arah lorong
bebatuan, melewati semacam gua pendek, dan ada beberapa spot kecil yang cukup
sepi, sayapun semangat mengambil gambar disini.
Blue Point punya ombak yang memanjakan turis, memang ombak disini tidak bisa dibandingkan dengan G-Land ataupun Mentawai, tapi cukup membuat surfer rajin membawa papan selancar mereka kesini.
Kalau sedang berjalan di air laut, hati hati saja karena
ombak sering datang dan menghempas dinding batu dan membuat terpaan air yang
besar, saya basah kuyup kena terpaan air yang menghempas dinding batu, untung
kamera saya hanya kena cipratan saja :D
| Tangga menuju cafe Ketuts yang persis ada di atas tebing batu |
Saran saya, kalau mau menikmati resto di Blue Point Bay
Villa, jika anda turis lokal, mungkin anda mesti berpakaian yang lebih tertata
dan mungkin berbicara dalam bahasa Inggris, ini hanya mungkin saja, dari
pengalaman saya dan sebagian teman teman yang pernah hendak makan disitu.
| Pemandangan di Pantai Suluban atau Blue Point |
Apapun pilihannya, Blue Point beach adalah bukti lagi,
keindahan Bali yang tidak ada habisnya,
to have all of this, I'm so blessed.
@marischkaprue - Beach
hunter, seawater addict
Note:
Note:
- Masuk ke area Pantai Suluban tidak perlu bayar alias gratis.
- Ada yang bilang Pantai Suluban, ada yang bilang Blue Point Beach, lokasinya sama kok, cuma beda panggilan aja.
- Lokasi ini tidak cocok untuk anak kecil, banyak batuan dan karang keras, kalau bawa anak kesini jangan sampai tidak diawasi ya.