Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan

12 Desember 2012

, , , , , ,

Noah Chapel, When Storm Come, Will Love Survive?

Noah Chapel Bali

God whisper to little dots, then life happen,
Then Chromosomes defined,
Then born, men and women, to simply falling in love.
Journey brings two hearts together,
They shall holding hands and crazy twisted life happen again,
Both still holding hands..

Noah Chapel Bali

Saya menemukan bahtera putih di tengah hijaunya rumput. Ada bangunan kaca di atas bahtera, a chapel.  

Chapel, dimana dua manusia mengikat janji sehidup semati, yah meskipun di kenyataan janji ini seringkali diputus, entah takdir, situasi, atau apapun itu.. Pernikahan selalu membawa dua individu di satu bahtera, mengarungi dan mencoba bertahan di tengah pusaran hidup yang penuh kejutan.

Noah Chapel Bali
Altar di Noah Chapel
Small chapel untuk 30 orang
Noah Chapel Bali
View dari private pool
Noah Chapel Bali
View from Shem room
Noah Chapel Bali
Private pool for newlywed

Alkisah, saat banjir besar melanda, Nabi Nuh membuat bahtera besar, menyelamatkan masing masing sepasang makhluk hidup di dunia ini, mengarungi badai, untuk bertahan dan meneruskan kehidupan.

Noah Chapel Bali
 
Bahtera adalah simbol keselamatan, bertahan hidup di tengah badai besar yang melanda, di tengah arus yang dapat menghadang tujuan kita. Mimpi mengucap janji di lokasi ini adalah mimpi bahwa pasangan yang menikah akan bertahan di tengah badai kehidupan, survived just like Noah with his ark, just like couples on his Ark.

So, will you and your significant other will survive from the storm?


Notes:
- Lokasi Noah Chapel, Jl Indra Prasta Ungasan, Bali. Contact: 0361-3565777 or its website here Noah Chapel Bali
- Ukuran chapel standar untuk private wedding, nyamannya sekitar 30 tamu saja.
- Harga paket menikah disini mulai dari 1500 USD - 1700 USD, untuk dua jam pemakaian kapel, perbedaan harga dari jam penggunaan, semakin sore semakin malam karena sunset yang indah terlihat dari lokasi.
- Ada juga paket lengkap sekitar 3100 USD sudah termasuk menginap di Noah Chapel Villa
- Info detail harga dan bookings bisa email ke cary.sumau@gmail.com

RELATED STORIES:

16 Juni 2012

, , ,

Lost and Survive



Ada satu hal yang membuat kita resah. Kehilangan. Kehilangan barang, uang, tujuan, apa saja, you name it. Pasti ada hal penting yang anda jaga baik baik agar tidak kehilangan, tapi pada akhirnya anda sadar anda tidak punya kuasa menentukan apa yang tetap ada dan apa yang datang dan hilang.

Untuk saya, kehilangan kepercayaan pada orang yang disayangi paling berat. Materi bisa dicari, kepercayaan dan orang yang kita sayangi, tumbuh dan datang dengan sendirinya. Bukan hal yang bisa kita labeli rumus A plus B sama dengan C, sehingga untuk dapat C kita tinggal cari komponen A dan B.

Kadangkala, kita sudah memberi kepercayaan begitu besar, melakukan apa saja untuk menjaga hal yang kita tidak ingin kehilangan. Tapi kadang, Tuhan justru mengambil apa yang paling kita jaga. Dan, saat kehilangan, kita berpikir, emosi, memandang kehilangan ini sebagai lelucon paling jelek yang dilakukan yang di atas.

Namun, dibanding merengek kesal, marah pada keadaan, saya berusaha mencari pembenaran. Kenapa kita harus mengalami kehilangan?

Pertama, saya anggap ini ujian. Yes, hidup tidak selalu lurus, kadang berliku liku, kita harus mengalami semua cobaan yang berbeda. Di soal ujian biasanya soal paling susah memerlukan waktu paling lama mengerjakannya, kehilangan hal yang kita sayangi perlu proses mencerna dan melewatinya.

Kedua, kadang bukan hilang tapi yang hilang itu adalah hal yang dipinjamkan pada kita dan waktu peminjaman itu sudah habis. Getting all what's best and all the memories is what we can do.

Ketiga, itu bukan milik kita. Apa yang kita pertahankan erat erat, yang kita cintai setengah mati, tidak digariskan untuk kita. Sometimes life seems unfair.
Sometimes it feels like God just slammed the door in front of you. You think and wondering. Then you realized it is not your door. Yours is bigger.

Satu satunya cara menghadapi kehilangan, klise memang, hanya ikhlas. Seringkali kita sendirilah yang membuat kehilangan itu begitu berat, mempertanyakan kepada diri sendiri terus menerus mengapa kita harus kehilangan, marah pada situasi dan mencurahkan semua fokus pada apa yang hilang, bukan apa yang bertahan.

Kalau selama ini ada counter Lost and Found. Mungkin, kita harus bikin counter Lost and Survive di kehidupan kita. For everything that's lose from us, we will survive. No matter what, no matter when, no matter why..

@marischkaprue - Lost the one she loved the most, and realized its not hers.


As published on Divemag Indonesia Vol 2 No 023 January 2012.

RELATED STORIES: