Terkadang ada beberapa penginapan yang benar-benar membuat anda
terkejut karena melebihi ekspektasi anda. Echo Homestay adalah salah satu
tempat yang membuat saya kaget karena tidak menyangka saya akan mendapatkan
penginapan dengan lokasi yang luar biasa dan tempat yang sangat nyaman.
Aerial view of Harau Valley, photo by Barry Kusuma
beautiful combinations of colors
Terletak di tengah antara dua tebing batu yang sangat besar di
Lembah Harau, Payakumbuh, Sumatera Barat, Echo Homestay berada di lokasi yang
sangat mempesona. Di sini kita akan segera mengetahui dari mana asal nama
"Echo." Berteriaklah di sini, anda akan langsung mendengar gema suara
anda, dari situlah nama echo yang berarti gema berasal.
Rumah Gadang, with 4 rooms
The room in Spanish Style Cottage, there are another room inside so it can accomodate 4 person
The room in South End Cottage
Bangunan penginapan juga tersebar dan dalam bentuk yang berbeda.
Ada dua Rumah Gadang dengan empat kamar, lima cottage dan satu single room cottage,
serta bachelor cottage sederhana dengan harga hanya 90 ribu rupiah per malam.
Spanish Style Cottage and the view in front of it
Bachelor Cottage, very small but only Rp. 90.000,- per night
Sunset in Harau Valley
Di Echo Homestay kita akan terus
melihat tebing di sekeliling, pemandangan yang tidak biasa namun menenangkan. Tidak
jauh dari homestay juga terdapat air terjun, hamparan sawah menghijau,
pemandangan yang tepat untuk berjalan kaki berkeliling ataupun bersepeda. This
is a perfect getaway, and a good price indeed.
@marischkaprue - hoping that her stories will echoing
everywhere
NOTES:
Lembah Echo Homestay terletak di Lembah Harau, Desa Tarantang, Payakumbuh, Sumatera Barat (Sekitar 50 menit perjalanan dengan kendaraan dari Bukittinggi)
Booking dan contact via no telp +62 752 7750306, web di www.lembahecho.blogspot.com/ www.lembahecho.com
Harga penginapan: Rumah Gadang mulai dari Rp. 390.000,- / kamar/ malam, South End Cottage mulai dari Rp. 450.000,-/ kamar/ malam (per kamar dapat untuk hingga 4 orang), Single room cottage mulai dari Rp. 160.000,- / malam (dapat untuk 2 orang), Bachelor Cottage Rp. 90.000,- / malam (kamar mandi di luar, terpisah).
Di area penginapan seringkali terdapat kera, selalu tutup pintu kamar dan jangan letakkan barang-barang di luar.
Trip Sumatera Barat ini merupakan salah satu kegiatan dalam #MinangkaBike,
program Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia untuk
mempromosikan wisata di Sumatera Barat. Lihat ragam potensi wisata
Indonesia di Indonesia.travel
Again, thanks to Mad Alkatirithe initiator, let's do more projects in the future!
Saya harus mengakui, setiap berbicara laut
dan pantai, saya selalu memuja Indonesia Timur, bagi saya pantai-pantai terbaik
selalu ada di wilayah timur Indonesia. Mengapa? Mungkin karena belum terjamah
banyak orang, masih sedikit dan cukup sulit diakses, mungkin.
Namun persepsi saya segera diubah saat saya
mengunjungi beberapa pantai di Padang pada trip #MinangkaBike di Sumatera Barat
dan yang lebih mengejutkan lagi, pantai-pantai indah di Padang ini bisa diakses
dengan waktu tempuh 30 hingga 45 menit dari Teluk Bungus, Padang.
Ada sejumlah pantai dengan karakteristik yang
sama; pasir putih yang halus seperti bedak, warna laut yang belang-belang dari
biru tua, biru muda hingga turquoise, pohon-pohon kelapa di sisi pantai dan
pemandangan pulau-pulau hijau yang mengelilingi.
Let's just see the beautiful beaches
Pulau Pasumpahan
Saya langsung terpesona saat tiba di Pulau
Pasumpahan, beberapa kapal nelayan berderet di perairan dekat ujung pantai,
mereka sedang menjala ikan di laut yang tenang dan berwarna-warni dengan pulau
lain di belakangnya.
Nama pasumpahan berasal dari sejarah yang
mencatat bahwa di pulau inilah janji antara salah satu pimpinan Belanda dengan
Padang dilakukan, bahwa Belanda akan mengembalikan tanah ke pangkuan Indonesia.
"Namun janji itu dilanggar," ujar Carlos yang menemani kami selama
berkeliling pantai-pantai ini.
Terlepas dari sejarahnya, Pulau Pasumpahan
sangat indah. Pasir putih sehalus bedak, laut yang berwarna-warni dengan Pulau
Batu Boko yang hijau di seberangnya.
Pulau Pagang
Pagang is a nice playground. Anda dapat meloncat dari dermaga, bermain-main di pantai dengan air yang bening atau sekadar bersantai di pasir yang lembut. Pulau ini juga cenderung sepi di saat hari kerja sehingga serasa pulau pribadi.
Pantai ini sebenarnya berada di pulau utama
Sumatera namun membentuk cerukan memanjang sehingga menghasilkan dua sisi
pantai. Jika anda berdiri di tengah menghadap utara maka Pulau Sumatera berada
di kanan dan Pulau Pagang berada di sebelah kiri.
nice place to relax :)
Pantai Pamutusan hanya berjarak 5 menit
menyeberang saja dengan kapal dari Pulau Pagang karena persis berada di
seberangnya. Masih dengan karakter yang sama namun dua sisi pantai yang berbeda
benar-benar membuat saya menyukai pantai ini.
Saya yakin masih banyak pantai dan pulau
indah lainnya di Padang. I think these beautiful beaches are the must visit
places in Padang, a place to show you that we have such beautiful country, no
matter in east or west side.
@marischkaprue - beach lover
NOTES:
Pulau-pulau ini dapat diakses dari Pantai di Teluk Bungus, Padang dengan kapal kayu dalam waktu tempuh 30 hingga 45 menit.
Biaya island hopping adalah Rp. 250.000,- per orang, dengan minimal peserta 5 orang, jika jumlahnya lebih sedikit biasanya ada tambahan biaya. Info dan booking via Carlos +62813 78484971
Jika ingin snorkeling siapkan masker dan snorkel sendiri jika ingin nyaman, namun ada juga penyewaan alat snorkeling.
Island hopping ini merupakan salah satu kegiatan dalam #MinangkaBike,
program Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia untuk
mempromosikan wisata di Sumatera Barat. Lihat ragam potensi wisata
Indonesia di Indonesia.travel
Again, thanks to Mad Alkatiri the initiator, let's do more projects in the future!
Siapapun yang sudah mengalami perjalanan ke Indonesia Timur
pasti tidak menyangkal kalau dari segi pantai dan laut, Indonesia timur
jawaranya. Namun, sayangnya traveling ke Indonesia timur itu kurang bersahabat
bagi kantong. Keluhan pertama selalu karena tiket pesawat ke daerah timur itu
mahal, belum lagi untuk lokasi lokasi tertentu yang harus naik perahu, apalagi
yang sewa khusus benar benar bisa menguras kantong.
Padahal, salah satu hal yang benar benar bikin saya cinta
Indonesia Timur itu air lautnya yang bening dan warnanya variatif tapi bikin
pengen nyemplung disaat kita melihat air yang jernih.
Nah, di barat pun ternyata ada kok, dan saya yakin
sebenarnya banyak karena belum explore aja jadi belum banyak referensi lokasi
yang indahnya ya tidak kalah dengan Indonesia timur, namun kita bisa menikmati
dengan budget yang jauh lebih rendah, baik untuk transportasi maupun akomodasi.
Lokasinya di Pulau Weh, Aceh.
Deluxe room sudah AC dan warm shower bath
suasana di teras, tiduran di hammock paling bikin betah :)
Tempat saya menginap saja harga kamarnya hanya 350 ribu
rupiah per malam. Jangan bilang ini tidak murah dahulu, kalau lihat lokasinya
yang setara resort, ini jauh lebih murah dibanding sewa resort, karena sebagian
kamar persis ada di depan laut, dengan teras yang ada hammocknya, benar benar
bikin betah. Ada juga budget room yang harganya 200 ribu per malam, tapi tidak
ada AC, pilihan lain deluxe dengan harga 250 ribu per malam.
Kalau long stay, harga bisa jauh lebih murah, dari 130 ribu
sampai 180 ribu per malam, tapi ga berlaku buat kamar yang persis di depan
laut. Nah, kalau kesini, saran saya ambil kamar no 4 karena lokasinya paling
bagus :)
Berasa laut jadi kolam renang :)
Dermaga di penginapan
Banyak ikan berkeliaran di area dermaga
Yang paling menyenangkan itu dermaga di penginapan ini,
airnya jernih banget dan banyak ikan berkeliaran, mulai dari blue tang fish,
longnose butterfly, dan beragam ikan berwarna warni yang bisa kita amati dari
dermaga, dan bahkan tempat makan di penginapan.
Disini airnya jernih banget, sumpah, ciyus! :3
snorkeling atau skin dive sambil foto foto di dermaga, seru!
Pake baju renang pun santai saja karena ini daerah turis & warga sangat friendly :)
Buat yang tidak bisa diving, tetap wajib nyemplung ke laut,
bisa langsung di dermaga aja, tinggal sewa masker, fin dan pelampung, cuma 15
ribu per item per hari, atau kalau mau lebih bagus tinggal nyebrang ke pulau
rubiah di seberangnya.
Untuk makan bisa di penginapan, atau tinggal jalan kaki 10
menit sudah sampai di area yang banyak tempat makan dan pantai terbuka. Harga
makanan disinipun budget friendly.
Foto di sudut manapun hasilnya indah :)
Di depan ini tempat makan dan lobby
Oke, mari kita hitung hitungan budget. Tiket dari Jakarta ke
Banda Aceh anggap saja sekitar 1,2 juta PP (bisa lebih murah tergantung
season), kapal penyebrangan ke Sabang bisa naik kapal cepat 60 ribu (PP 120
ribu) atau kapal ferry sekitar 30 ribu (PP 60 ribu), menginap 6 hari 5 malam di
kamar terbaik 2,1 juta, expenses untuk sewa alat untuk snorkeling misalnya 4
hari terus terusan mau nyemplung 180 ribu, makan seminggu 300 ribu, tambahan
transportasi 500 ribu.
Jadi total total, sekitar 4juta untuk all expenses berlibur
di area yang lautnya tidak kalah dengan Indonesia timur. Kalau mau lebih murah
tentu saja sharing kamar dengan teman, jadi budget bisa turun, kalau share 3
orang budget jadi 2,7 juta per orang, dan kalau mau lebih ngirit ngirit dijamin
bisa jauh lebih murah karena yang saya pilihkan itu kamar yang paling enak dan
transportasi yang paling enak juga.
Foto ini bikin semua ngiler pengen ke Pulau Weh :)
So, when you'll pack your bags and visit Weh Island? :)
@marischkaprue - work hard, travel hard.
My video: "A note from a travel junkie" sebagian besar lokasi shootingnya di Pulau Weh:
Notes:
·Penginapan: Iboih Inn, sebelum datang reservasi
dulu ke +62811-841570 atau email ke iboih.inn@gmail.com. Di lobby dan tempat makan ada wifi gratis, so far Telkomsel dan Smartfren lancar jaya sinyalnya disini jadi bisa tetep online.
·Kapal cepat dari Ulee Lhe (Banda Aceh - Pergi)
setiap hari pukul 09.30 WIB dan 16.00 WIB, untuk pulang dari Balohan (Pulau Weh
- Pulang) pukul 08.00 WIB dan 16.00 WIB.
·Kapal Ferry setiap hari dari Balohan (Pulau Weh
- Pulang) pukul 08.00 WIB, hari Senin, Selasa, Kamis, Jumat pukul 14.00 WIB
dari Ulee Lhe (Banda Aceh - Pergi), Kamis, Sabtu dan Minggu pukul 11.00 WIB dan
16.00 WIB dari Ulee Lhe (Banda Aceh - Pergi), sementara dari Balohan (Pulau Weh
- Pulang) untuk hari Kamis, Sabtu dan Minggu di pukul 13.30 WIB.
·Pilihan transportasi: Minibus, taksi, ojek atau
becak dari Balohan ke kota Sabang (20 sampai 30 ribu),ke Iboih 50 ribu per orang, sewa motor
sekitar 100 ribu per hari, sepeda 50 ribu per hari, tergantung keahlian menawar
masing masing.
·Pilihan akomodasi lain di Iboih: Yulia's
Bungalow (rate 60 ribu sampai 200 ribu per malam) telp: 0821-68564383, O'ong
Bungalow (rate 50 ribu sampai 150 ribu per malam), Fatimah Bungalow (rate 120
ribu sampai 200 ribu per malam)
Kadangkala, hal hal yang paling diingat saat traveling
adalah hal hal tak terduga yang kita temui di perjalanan, atau di salah satu
spot tujuan.
Sebelum saya datang ke Tugu Nol Kilometer, sudah ada
beberapa teman yang bilang "nanti bakal ketemu babi jinak," nah, di
pikiran saya "oh, ada babi yang cukup ramah, ga takut atau galak sama
orang, bisa dideketin kali ya, that's it,"
tapi seberapa jinak sebenarnya babi ini, here's the story;
Tangga naik ke plakat tulisan nol kilometer
Saat ke Pulau Weh, ke Sabang, satu lokasi yang wajib
dikunjungi adalah Tugu Nol Kilometer. Mengapa? karena tugu ini penanda
geografis ujung paling barat Indonesia, ya memang secara real bukan paling barat, masih ada area lain di barat Tugu Nol
Kilometer, namun titik kilometer nol dihitung dari Tugu ini dan inilah mengapa ungkapan
"Dari Sabang sampai Merauke" sudah jadi kalimat yang umum di telinga
kita yang tinggal di Indonesia.
Walaupun belum ke Merauke setidaknya sudah ke titik paling barat :)
Tugu Nol Kilometer juga jadi tujuan saya saat datang ke
Pulau Weh. Lokasi tugu tidak jauh dari lokasi saya menginap di area Iboih, jika
dihitung dari kota Sabang sekitar 45 menit perjalanan mobil untuk sampai ke
lokasi di Desa Iboih Ujong Ba'u, dimana Tugu Nol Kilometer berada.
Babi ini langsung mendekati saat saya turun dari mobil
Sesampainya di lokasi, saya langsung turun dari mobil dan
mengarah ke depan mobil, tidak menyadari kalau ada makhluk yang mendekati dari
arah kanan. Ternyata yang disebut sebut babi jinak itu datang dan memang benar
benar jinak :)
Jadi babi ini langsung mendatangi saya, dan saya langsung
ingin memegang kepalanya, ternyata dia mau lho dipegang, tapi cuma sebentar,
rupanya babi ini minta makanan. Abang yang mengantar saya langsung memberikan
kotak biskuit, saya langsung menyodorkan biskuit itu dan seperti anjing
peliharaan yang jinak, babi ini langsung mengambil biskuit dari tangan saya :D
Selama ada biskuit, babi ini mau di elus elus :)
Kera kera di sekitar Tugu Nol Kilometer, saya cuma berani foto dari jauh, mereka galak soalnya
Tapi selanjutnya saya lebih memilih melempar biskuit saja,
takut salah salah tangan saya tergigit hihi. Tapi beberapa biskuit ini diambil
kera kera di sekitar tugu yang pastinya jauh lebih gesit dibanding si babi
jinak.
Setelah main main dengan babi jinak, saya melihat lihat Tugu
Nol Kilometer, rupanya si babi jinak ini masih terus meminta makanan dari
pengunjung lain dengan berdiri diam di depan pengunjung yang sedang duduk,
persis cara doggy meminta makanan, lucu! :)
Memang cukup aneh mengetahui ada babi, di Aceh, yang jinak
dan meminta makan dari pengunjung tugu nol kilometer, tapi rupanya hal hal yang
tidak terduga ini justru yang kadangkala lebih diingat. Bagi saya juga,
pengalaman bertemu babi jinak ini lebih seru dibanding lokasinya itu sendiri,
bukannya karena titik nol kilometer tidak penting, tapi antara seru dan penting
itu berbeda kan :)
Usai lihat lihat tugu bisa nongkrong sambil liat pemandangan ini
Kalau mengunjungi Tugu Nol Kilometer, jangan lupa bawa
biskuit untuk si babi jinak supaya ia mendekati dan mau dielus elus (bagi yang
bisa dan boleh memegang babi) karena sibuk makan, tapi hati hati juga karena
bagaimanapun jenisnya tetap babi hutan yang besar dan kalau diseruduk atau
tergigit lumayan juga hihi..
@marischkaprue - animal encounter is her happy notes on the journey
Video "A note from a travel Junkie" ada video saat saya bertemu si Babi Jinak :)