Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Daihatsu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daihatsu. Tampilkan semua postingan

4 November 2014

, , , , , , , , ,

Patuno, a retreat in Wakatobi



It's always good to stay at a resort with wooden rooms and buildings, feels so much into nature.

Di lokasi-lokasi yang cukup memerlukan waktu untuk dijangkau seperti Wakatobi, Sulawesi Tenggara, seringkali penginapan yang tersedia hanya dua jenis: resort berbintang dengan harga sangat tinggi atau homestay sederhana yang murah. Namun di Wakatobi (untungnya) ada pilihan di tengah-tengah kedua jenis tersebut yaitu resort dengan harga yang lebih bersahabat.

Patuno Resort at Wangi-Wangi, Wakatobi
Jika biasanya resort mematok harga mulai dari 3 juta per malam, di Patuno Resort harga kamar mulai dari Rp. 900 ribu per malam. Harga yang lebih bersahabat mengingat lokasi resort dan fasilitas yang didapat.

Morning view at Patuno Resort


Terletak di pulau utama Wakatobi yaitu Wangi-Wangi, resort ini hanya berjarak 10 menit saja dari Bandara Matahora dan merupakan lokasi team Daihatsu Terios 7 Wonders beristirahat satu hari sebelum kembali ke Jakarta, karena kami sebelumnya menginap di Pulau Tomia.

The room in Patuno, don't mind those cables, it just me and the needs of a lot of charger
green and beach are just steps away from your room



With the HITZ travel blogger, Cumi, see his fun journey here
Suasana di resort ini sangat menyenangkan. Bangunan-bangunan kamar dari kayu dengan fasilitas lengkap yang langsung menghadap ke pantai, dermaga panjang dengan meja-meja untuk breakfast dan laut Wakatobi yang selalu indah.

Dining area
Add caption 

My fav smiling Doctor, Dr. Yudi
Meski hanya quick stop di Patuno, kami menikmati suasana di resort ini, menikmati nongkrong di dermaga pada hari terakhir kami di Wakatobi dalam rangkaian Terios 7 Wonders.

So, let's enjoy the atmosphere here..

@marischkaprue - on workliday

NOTES:
  • Patuno Resort terletak di Jalan Raya Patuno, Wangi-Wangi, Wanci, Indonesia. Contact: +62 (0)8114002221 or email info@wakatobipatunoresort.com
  • Rate menginap di Patuno Resort: Standard room 76 USD/ night, Deluxe room 114 USD/ night, Executive 227 USD/ night.
RELATED STORIES:
BIG THANKS to Daihatsu Terios 7 Wonders yang telah melakukan touring dari Manado menuju Kendari dan menyeberang ke Pulau Tomia untuk eksplorasi keindahan Wakatobi. I join their awesome trip in Wakatobi.

With the tough Terios at Tomia Hill

13 Oktober 2014

, , , , , , , , , ,

Mari Mabuk di Wakatobi



"Makin banyak orang Indonesia yang diving, makin bagus supaya yang lihat keindahan bawah laut Indonesia bukan hanya bule saja," ujar Anton, dive instructor kami saat diving di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.


View from the dock
Alat-alat selam memenuhi kapal. Lebih dari 15 orang masuk ke dalam kapal dive ini dan kapal mulai bergerak dari dermaga di Pulau Tomia, Wakatobi. Tidak lama kami sampai di salah satu titik penyelaman yang sangat populer, setidaknya saya selalu mendengar nama spot diving yang satu ini jika berbicara tentang Wakatobi.

Say yes to underwater world!
See the colors of the water, perfect place to dive
"Mari Mabuk," nama yang terdengar unik dan tidak biasa sebagai nama lokasi. Wajah-wajah bersemangat terlihat saat memakai perlengkapan diving. Sebagian besar dari tim Daihatsu Terios 7 Wonders baru mendapatkan lisensi menyelam dan mereka mengambil lisensi khusus sebelum ke Wakatobi agar dapat menikmati indahnya bawah laut yang disebut-sebut sebagai lokasi dengan spesies terumbu karang terbanyak di dunia.

To know how it feels, you just have to try it!
Saya pun selalu senang melihat semangat-semangat baru untuk menyelam. Divers memang akan selalu meracuni orang lain untuk jadi divers, alasannya? keindahan bawah laut sulit dideskripsikan, anda harus mencoba, harus! dan inilah yang dilakukan sebagian besar orang dalam grup kami.

Tidak lama satu persatu mulai melakukan big step, cara menceburkan diri ke air dengan simply melangkah keluar dari kapal dan siap menikmati alam bawah laut.


Busy day underwater
Audita, dive instructor kami mengajak saya turun terlebih dahulu untuk mengambil gambar. Kami langsung bergerak ke area dengan soft coral yang memenuhi hampir seluruh dasar, begitu berwarna-warni dan bervariasi bagaikan ditata khusus oleh desainer sehingga kemanapun saya melihat bagaikan komposisi indah yang sempurna untuk difoto.

Not the best visibility but how can you not love the corals? :)
Memang, saat kami turun jarak pandang tidak sebaik biasanya. Saya ingat pada penyelaman saya dahulu di area Pulau Hoga jauh lebih bening, namun di Mari Mabuk, saya dimabuk keindahan soft coral yang begitu banyak, serta ikan-ikan kecil yang dengan serunya lewat di sekeliling kami.

From these soft coral garden
Suddenly covered with hard corals
Another view from "hard coral area"
Soft coral di titik penyelaman ini sangat padat, dan uniknya saat saya bergerak ke sisi lain "bukit" area dengan karakter yang berbeda langsung terlihat. Di sisi ini justru hard coral atau karang keras yang memenuhi dasar, sangat terasa berbeda dengan area sebelumnya yang ditutupi soft coral beraneka warna.

Maybe this "nemo" is thinking about whether he's gonna go out or not :)

Pecinta indahnya koral yang berwarna-warni, dengan ikan beraneka warna tampak sibuk di tengah "kemacetan" bawah laut akan dibuai di penyelaman ini. Mari Mabuk memang memabukkan dan konon nama ini memang disematkan karena titik penyelaman ini begitu indah dan membuat penyelam "dimabuk" kecantikan karang-karang indah Wakatobi.
 
colorful corals :)
A "garden"

Ah, tidak hanya Mari Mabuk yang memabukkan. Diving bagi saya selalu memabukkan, membuat senang, membuat ketagihan dan tidak ingin berhenti. So, are you ready to get drunk underwater? ;)

@marischkaprue - not a drunken master

NOTES:
  • Titik penyelaman Mari Mabuk terletak tidak jauh dari Pulau Tomia, hanya sekitar 20 menit dengan kapal dari dermaga Waha di Pulau Tomia, Wakatobi.
  •  Masih banyak titik penyelaman lain di area Pulau Tomia. Budget untuk 5x dive dengan penginapan dan makan sekitar Rp. 2,9 juta (belum termasuk tiket pesawat). Info & Booking hubungi Dokter Yudi (Tomia Dive Center) di +62821 87877751
 
BIG THANKS to Daihatsu Terios 7 Wonders yang telah melakukan touring dari Manado menuju Kendari dan menyeberang ke Pulau Tomia untuk eksplorasi keindahan Wakatobi. I join their awesome trip in Wakatobi.

Di Bukit Tomia bersama Terios 7 Wonders 2014