Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Sulawesi tenggara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sulawesi tenggara. Tampilkan semua postingan

13 Oktober 2014

, , , , , , , , , ,

Mari Mabuk di Wakatobi



"Makin banyak orang Indonesia yang diving, makin bagus supaya yang lihat keindahan bawah laut Indonesia bukan hanya bule saja," ujar Anton, dive instructor kami saat diving di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.


View from the dock
Alat-alat selam memenuhi kapal. Lebih dari 15 orang masuk ke dalam kapal dive ini dan kapal mulai bergerak dari dermaga di Pulau Tomia, Wakatobi. Tidak lama kami sampai di salah satu titik penyelaman yang sangat populer, setidaknya saya selalu mendengar nama spot diving yang satu ini jika berbicara tentang Wakatobi.

Say yes to underwater world!
See the colors of the water, perfect place to dive
"Mari Mabuk," nama yang terdengar unik dan tidak biasa sebagai nama lokasi. Wajah-wajah bersemangat terlihat saat memakai perlengkapan diving. Sebagian besar dari tim Daihatsu Terios 7 Wonders baru mendapatkan lisensi menyelam dan mereka mengambil lisensi khusus sebelum ke Wakatobi agar dapat menikmati indahnya bawah laut yang disebut-sebut sebagai lokasi dengan spesies terumbu karang terbanyak di dunia.

To know how it feels, you just have to try it!
Saya pun selalu senang melihat semangat-semangat baru untuk menyelam. Divers memang akan selalu meracuni orang lain untuk jadi divers, alasannya? keindahan bawah laut sulit dideskripsikan, anda harus mencoba, harus! dan inilah yang dilakukan sebagian besar orang dalam grup kami.

Tidak lama satu persatu mulai melakukan big step, cara menceburkan diri ke air dengan simply melangkah keluar dari kapal dan siap menikmati alam bawah laut.


Busy day underwater
Audita, dive instructor kami mengajak saya turun terlebih dahulu untuk mengambil gambar. Kami langsung bergerak ke area dengan soft coral yang memenuhi hampir seluruh dasar, begitu berwarna-warni dan bervariasi bagaikan ditata khusus oleh desainer sehingga kemanapun saya melihat bagaikan komposisi indah yang sempurna untuk difoto.

Not the best visibility but how can you not love the corals? :)
Memang, saat kami turun jarak pandang tidak sebaik biasanya. Saya ingat pada penyelaman saya dahulu di area Pulau Hoga jauh lebih bening, namun di Mari Mabuk, saya dimabuk keindahan soft coral yang begitu banyak, serta ikan-ikan kecil yang dengan serunya lewat di sekeliling kami.

From these soft coral garden
Suddenly covered with hard corals
Another view from "hard coral area"
Soft coral di titik penyelaman ini sangat padat, dan uniknya saat saya bergerak ke sisi lain "bukit" area dengan karakter yang berbeda langsung terlihat. Di sisi ini justru hard coral atau karang keras yang memenuhi dasar, sangat terasa berbeda dengan area sebelumnya yang ditutupi soft coral beraneka warna.

Maybe this "nemo" is thinking about whether he's gonna go out or not :)

Pecinta indahnya koral yang berwarna-warni, dengan ikan beraneka warna tampak sibuk di tengah "kemacetan" bawah laut akan dibuai di penyelaman ini. Mari Mabuk memang memabukkan dan konon nama ini memang disematkan karena titik penyelaman ini begitu indah dan membuat penyelam "dimabuk" kecantikan karang-karang indah Wakatobi.
 
colorful corals :)
A "garden"

Ah, tidak hanya Mari Mabuk yang memabukkan. Diving bagi saya selalu memabukkan, membuat senang, membuat ketagihan dan tidak ingin berhenti. So, are you ready to get drunk underwater? ;)

@marischkaprue - not a drunken master

NOTES:
  • Titik penyelaman Mari Mabuk terletak tidak jauh dari Pulau Tomia, hanya sekitar 20 menit dengan kapal dari dermaga Waha di Pulau Tomia, Wakatobi.
  •  Masih banyak titik penyelaman lain di area Pulau Tomia. Budget untuk 5x dive dengan penginapan dan makan sekitar Rp. 2,9 juta (belum termasuk tiket pesawat). Info & Booking hubungi Dokter Yudi (Tomia Dive Center) di +62821 87877751
 
BIG THANKS to Daihatsu Terios 7 Wonders yang telah melakukan touring dari Manado menuju Kendari dan menyeberang ke Pulau Tomia untuk eksplorasi keindahan Wakatobi. I join their awesome trip in Wakatobi.

Di Bukit Tomia bersama Terios 7 Wonders 2014

7 Oktober 2014

, , , , , , , ,

Remembering Sweet Memories: Wakatobi



In a few days I will revisit Wakatobi, an enchanting group of Islands in Southeast Celebes. Wakatobi is famous by its underwater paradise and I'm lucky enough to be able to visit that beautiful sea and beach a few times. 

Preps before dipping into underwater heaven
Super rich soft corals!
Wakatobi is beautiful!
It's going to be my third time visiting Wakatobi but I'm sure every trip feels different. At least that's what I felt when I revisit places and destinations. I'll visit Wakatobi with Terios7 Wonders Team and I'm more than sure that it will be great; I've booked diving sessions also so it's a guarantee for the whole experience.


No empty space, all covered with coral reef

:)
Before I revisit, let's just bring back all those good memories. Scrolling through photos always waking up sweet memories, and let me share these with you..

@marischkaprue - sea is a source of happiness for her

SEE MORE ABOUT WAKATOBI ON MY PREVIOUS BLOGPOST HERE:
Surga Bawah Laut Wakatobi 

2 Maret 2013

, , , , , , , , ,

Surga Bawah Laut Wakatobi


Wakatobi

 
 
" Wakatobi is the most beautiful dive sites in the world” -  Jacques Cousteau

Ungkapan itu bukan hanya keluar dari seseorang yang baru saja menyelami alam bawah laut Wakatobi, dan hanya Wakatobi saja. Bahkan peneliti dan penyelam bawah laut paling terkemuka di abad 20, seorang Jacques Cousteau mencatat Wakatobi sebagai lokasi penyelaman paling indah.

Kenapa paling indah? Visibility atau jarak pandang yang memanjakan mata, ditambah kekayaan koral yang tidak habis dihitung di surga bawah laut ini. Di luar kontroversi kebenarannya, Wakatobi dicatat sebagai lokasi dengan spesies terumbu karang terbanyak di dunia dan ini selalu menarik minat semua penyelam untuk datang.

Wakatobi

 
Penelitian yang tergabung dalam nama operasi Wallacea menyebut Wakatobi memiliki 750 jenis terumbu karang. Jumlah yang sangat fantastis bila kita bandingkan dengan lokasi lain di dunia. Untuk gambaran, Kepulauan Karibia di Benua Amerika hanya punya 70 jenis terumbu karang, jadi kekayaan koral Wakatobi lebih dari 10 kali laut Karibia.

Saat ini nama Wakatobi sudah diketahui banyak orang. Wakatobi identik dengan diving, karena kepulauan di area Sulawesi Tenggara ini memang modal utamanya adalah bawah laut. Mungkin sekitar sepuluh tahun yang lalu masih banyak yang belum tahu tentang Wakatobi. Nama ini terdengar aneh dan janggal. Wakatobi sebenarnya adalah singkatan dari nama empat pulau utama di gugusan dengan total 31 pulau. Keempat pulau itu adalah Wangi Wangi, Kaleidupa, Tomia dan Binongko, disingkat Wakatobi.

Wakatobi
Warna perairan Wakatobi
 
Namun tidak hanya di pulau pulau utama saja Wakatobi menarik untuk dieksplorasi. Ada sekurangnya 30 lokasi penyelaman di area Wakatobi, mulai dari Waha Coremap area pulau Wangi Wangi, Sombu, Wanci Gate, Teluk Maya di area pulau Lintea, Teluk Waitii di dekat Tomia, Coral Garden di area pulau Hoga, hingga yang paling terkenal yaitu situs Mari Mabuk.

Untuk menyelami seluruh situs penyelaman tentunya perlu waktu dan dana yang besar. Saya memilih lokasi penyelaman yang juga merupakan salah satu tempat favorit penyelam. Di bulan Juni hingga Agustus, pulau Hoga biasanya dipenuhi wisatawan, terutama mahasiswa dari Eropa dan Amerika yang meneliti biota laut. Ada lebih dari 200 unit penginapan di pulau Hoga, jadi akomodasi bukan masalah, meski bukan tipe hotel berbintang.

Pulau Hoga
Dermaga di Pulau Hoga


 
Ada beberapa titik penyelaman di dekat pulau Hoga antara lain Buoy, Coral Garden dan Outer Pinnacle dan Rich One, namun tentunya dengan karakteristik Wakatobi.

Saya memulai penyelaman di area Rich One, ditemani Jufri, penjaga pulau sekaligus dive guide saya. Menuju area pertama hanya perlu menggunakan speed boat sekitar 10 menit dan entry dengan cara backroll.

Wakatobi

 
Satu hal yang langsung terasa saat masuk ke laut Wakatobi adalah jarak pandang yang sangat baik. Laut bening seperti kaca dan anda akan langsung merasa nyaman di bawah laut.

Di area ini kami bergerak mengikuti kontur wall. Banyak tubir tubir curam di laut Wakatobi. Perbedaan kontur inilah, dari dangkal dan secara drastis berubah dalam dengan wall yang menyebabkan jika kita melihat laut Wakatobi dari atas maka warnanya akan belang belang, hijau tosca, biru muda dan biru tua.

Wakatobi
Sea fans dan lemon damselfish
 
Wall dan sea fan adalah karakteristik utama Wakatobi. Wall yang terjal ini selalu dihiasi sea fans dengan ukuran yang besar. Berada di segitiga karang dunia, perairan Wakatobi dipenuhi nutrisi, suplai makanan bagi berbagai organisme di bawah laut yang dibawa oleh arus. Tidak heran, sea fans di area Wakatobi berukuran besar besar, ada yang membentang hingga lebih dari dua meter.

Saya cukup bergerak mengikuti wall sambil terus melihat beragam jenis coral yang menutupi wall. Di satu lokasi, kami bertemu dengan penyu sisik yang sedang asik mencari makanan di area wall. Penyu seringkali mudah didekati, mereka biasanya akan bergerak saat kita mendatangi pelan pelan, namun berenang pelan sehingga kita bisa persis mengiringi mereka.

Satu hal, meski penyu terlihat ramah dan mau didekati, jangan pernah memegang mereka di dalam laut sama sekali. Satu elusan yang bagi kita hanya manifestasi gemas, dapat membuat mereka stress dan kabur, sayang juga momen berenang dengan penyu ini bisa buyar hanya karena anda tidak tahan ingin memegang.

Wakatobi


Wakatobi

 
Jika ingin mendapatkan pemandangan yang lebih bagus, cukup bermain di kedalaman 15 meter. Disini sinar matahari masih masuk dan membuat terumbu karang terlihat sangat berwarna warni, dengan banyak ikan jenis damsel, surgeonfish, hingga pyramid butterflyfish yang sangat banyak memenuhi area karang.

Wakatobi

 
Jika tidak arus dan menjaga di area yang tidak terlalu dalam, penyelaman bisa dilakukan sangat lama dan bisa puas mengeksplorasi keindahan kontur dan koral.

Usai penyelaman di Rich One, ada satu area lagi yang direkomendasikan oleh Pak Jufrie, yaitu Coral Garden. Sesuai namanya, area ini seperti taman yang dipenuhi koral, jadi tidak bergerak mengikuti wall lagi karena area lebih dangkal.

clown fish
Tiga clown fish ini memperhatikan saya yang mendatangi mereka :)
garden eel
Spotted garden eel

Di Coral Garden, saya puas menikmati hamparan soft koral yang berwarna warni, diselingi clown fish yang bersembunyi di anemon. Menyelam di area Coral Garden adalah penyelaman yang sangat rekreasional, memang tidak banyak makhluk laut spesifik yang bisa ditemui disini, kami hanya menemui crocodile fish yang asik berkamuflase, hingga spotted garden eel yang bersembunyi saat kami bergerak terlalu dekat.

Wakatobi
Soft coral jadi "karpet" di Coral Garden
Marischka Prudence
Sebelum penyelaman pertama
 
Wakatobi memang surga penyelaman. Saya rasa siapapun yang menyelam di Wakatobi tidak akan tidak setuju dengan ungkapan itu. Dunia bawah laut yang terlalu kaya akan koral dan laut berwarna warni yang membuat saya jatuh cinta di detik pertama saya melihatnya.

@marischkaprue - in love with anything in that world coral triangle.

NOTES:
  • Yang mau diving di Pulau Hoga bisa contact Pak Jufrie 085395303993 untuk informasi paket harga diving. Rata rata biaya diving Rp. 300 ribu per orang per dive.
  • Menuju ke Wakatobi bisa diakses dengan penerbangan ke Pulau Wangi Wangi, sudah ada maskapai yang menyediakan penerbangan, cek jadwal terlebih dahulu.
  • Dari Wangi Wangi ke pulau Hoga dapat diakses dengan ikut kapal kayu yang menuju Kaleidupa, dan minta diturunkan (nanti dijemput oleh Pak Jufri) di antara Kaleidupa dan Hoga.
  • Penginapan di Pulau Hoga sangat murah, dihitung Rp. 50 ribu per orang per hari dengan sistem share room. Harga tergantung musim, cek terlebih dahulu dengan Pak Jufrie. 

Giveaways! Again!

Hi there! Thanks for visiting my blog, the one thing I love the most about blogging is I can write about how much I love traveling and diving, without any boundaries.

There is only one gift, but I promise it will be a very nice gift. 

Please write in the comments sections down here, answering my question:

"If you were born as animal in the sea, what would you wanna be and why?" 

I myself would answer hmm.. will tell you later.

The one with the most interesting answer will get a secret gift ^^

And anyway, please write your name & twitter account on the comment also :)

I will announce the result at the end of April 2013.


YAY! Terimakasih yang sudah komen :D

Semuanya jawab dengan unik unik banget, sulit nyari yg paling unik hehe, 

Tapi akhirnya pemenang dari quiz ini adalah @Melizagilbert! CONGRATS!

Hadiahnya: Masker Diving akan dikirim segera :)

Thanks dan nantikan quiz quiz berikutnya :D