" Wakatobi is the most beautiful dive
sites in the world” - Jacques Cousteau
Ungkapan itu bukan hanya keluar dari
seseorang yang baru saja menyelami alam bawah laut Wakatobi, dan hanya Wakatobi
saja. Bahkan peneliti dan penyelam bawah laut paling terkemuka di abad 20,
seorang Jacques Cousteau mencatat Wakatobi sebagai lokasi penyelaman paling
indah.
Kenapa paling indah? Visibility atau jarak
pandang yang memanjakan mata, ditambah kekayaan koral yang tidak habis dihitung
di surga bawah laut ini. Di luar kontroversi kebenarannya, Wakatobi dicatat
sebagai lokasi dengan spesies terumbu karang terbanyak di dunia dan ini selalu
menarik minat semua penyelam untuk datang.
Penelitian yang tergabung dalam nama operasi
Wallacea menyebut Wakatobi memiliki 750 jenis terumbu karang. Jumlah yang
sangat fantastis bila kita bandingkan dengan lokasi lain di dunia. Untuk
gambaran, Kepulauan Karibia di Benua Amerika hanya punya 70 jenis terumbu
karang, jadi kekayaan koral Wakatobi lebih dari 10 kali laut Karibia.
Saat ini nama Wakatobi sudah diketahui banyak
orang. Wakatobi identik dengan diving, karena kepulauan di area Sulawesi
Tenggara ini memang modal utamanya adalah bawah laut. Mungkin sekitar sepuluh
tahun yang lalu masih banyak yang belum tahu tentang Wakatobi. Nama ini
terdengar aneh dan janggal. Wakatobi sebenarnya adalah singkatan dari nama
empat pulau utama di gugusan dengan total 31 pulau. Keempat pulau itu adalah
Wangi Wangi, Kaleidupa, Tomia dan Binongko, disingkat Wakatobi.
 |
| Warna perairan Wakatobi |
Namun tidak hanya di pulau pulau utama saja
Wakatobi menarik untuk dieksplorasi. Ada sekurangnya 30 lokasi penyelaman di
area Wakatobi, mulai dari Waha Coremap area pulau Wangi Wangi, Sombu, Wanci
Gate, Teluk Maya di area pulau Lintea, Teluk Waitii di dekat Tomia, Coral
Garden di area pulau Hoga, hingga yang paling terkenal yaitu situs Mari Mabuk.
Untuk menyelami seluruh situs penyelaman
tentunya perlu waktu dan dana yang besar. Saya memilih lokasi penyelaman yang
juga merupakan salah satu tempat favorit penyelam. Di bulan Juni hingga
Agustus, pulau Hoga biasanya dipenuhi wisatawan, terutama mahasiswa dari Eropa
dan Amerika yang meneliti biota laut. Ada lebih dari 200 unit penginapan di
pulau Hoga, jadi akomodasi bukan masalah, meski bukan tipe hotel berbintang.
 |
| Dermaga di Pulau Hoga |
Ada beberapa titik penyelaman di dekat pulau
Hoga antara lain Buoy, Coral Garden dan Outer Pinnacle dan Rich One, namun
tentunya dengan karakteristik Wakatobi.
Saya memulai penyelaman di area Rich One,
ditemani Jufri, penjaga pulau sekaligus dive guide saya. Menuju area pertama
hanya perlu menggunakan speed boat sekitar 10 menit dan entry dengan cara
backroll.
Satu hal yang langsung terasa saat masuk ke
laut Wakatobi adalah jarak pandang yang sangat baik. Laut bening seperti kaca
dan anda akan langsung merasa nyaman di bawah laut.
Di area ini kami bergerak mengikuti kontur
wall. Banyak tubir tubir curam di laut Wakatobi. Perbedaan kontur inilah, dari
dangkal dan secara drastis berubah dalam dengan wall yang menyebabkan jika kita
melihat laut Wakatobi dari atas maka warnanya akan belang belang, hijau tosca,
biru muda dan biru tua.
 |
| Sea fans dan lemon damselfish |
Wall dan sea fan adalah karakteristik utama
Wakatobi. Wall yang terjal ini selalu dihiasi sea fans dengan ukuran yang
besar. Berada di segitiga karang dunia, perairan Wakatobi dipenuhi nutrisi,
suplai makanan bagi berbagai organisme di bawah laut yang dibawa oleh arus.
Tidak heran, sea fans di area Wakatobi berukuran besar besar, ada yang
membentang hingga lebih dari dua meter.
Saya cukup bergerak mengikuti wall sambil
terus melihat beragam jenis coral yang menutupi wall. Di satu lokasi, kami
bertemu dengan penyu sisik yang sedang asik mencari makanan di area wall. Penyu
seringkali mudah didekati, mereka biasanya akan bergerak saat kita mendatangi
pelan pelan, namun berenang pelan sehingga kita bisa persis mengiringi mereka.
Satu hal, meski penyu terlihat ramah dan mau
didekati, jangan pernah memegang mereka di dalam laut sama sekali. Satu elusan
yang bagi kita hanya manifestasi gemas, dapat membuat mereka stress dan kabur,
sayang juga momen berenang dengan penyu ini bisa buyar hanya karena anda tidak
tahan ingin memegang.
Jika ingin mendapatkan pemandangan yang lebih
bagus, cukup bermain di kedalaman 15 meter. Disini sinar matahari masih masuk
dan membuat terumbu karang terlihat sangat berwarna warni, dengan banyak ikan
jenis damsel, surgeonfish, hingga pyramid butterflyfish yang sangat banyak
memenuhi area karang.
Jika tidak arus dan menjaga di area yang
tidak terlalu dalam, penyelaman bisa dilakukan sangat lama dan bisa puas
mengeksplorasi keindahan kontur dan koral.
Usai penyelaman di Rich One, ada satu area
lagi yang direkomendasikan oleh Pak Jufrie, yaitu Coral Garden. Sesuai namanya,
area ini seperti taman yang dipenuhi koral, jadi tidak bergerak mengikuti wall
lagi karena area lebih dangkal.
 |
| Tiga clown fish ini memperhatikan saya yang mendatangi mereka :) |
 |
| Spotted garden eel |
Di Coral Garden, saya puas menikmati hamparan
soft koral yang berwarna warni, diselingi clown fish yang bersembunyi di
anemon. Menyelam di area Coral Garden adalah penyelaman yang sangat
rekreasional, memang tidak banyak makhluk laut spesifik yang bisa ditemui
disini, kami hanya menemui crocodile fish yang asik berkamuflase, hingga
spotted garden eel yang bersembunyi saat kami bergerak terlalu dekat.
 |
| Soft coral jadi "karpet" di Coral Garden |
 |
| Sebelum penyelaman pertama |
Wakatobi memang surga penyelaman. Saya rasa
siapapun yang menyelam di Wakatobi tidak akan tidak setuju dengan ungkapan itu.
Dunia bawah laut yang terlalu kaya akan koral dan laut berwarna warni yang
membuat saya jatuh cinta di detik pertama saya melihatnya.
@marischkaprue - in love with anything in
that world coral triangle.
NOTES:
- Yang mau diving di Pulau Hoga bisa contact Pak Jufrie 085395303993 untuk informasi paket harga diving. Rata rata biaya diving Rp. 300 ribu per orang per dive.
- Menuju ke Wakatobi bisa diakses dengan penerbangan ke Pulau Wangi Wangi, sudah ada maskapai yang menyediakan penerbangan, cek jadwal terlebih dahulu.
- Dari Wangi Wangi ke pulau Hoga dapat diakses dengan ikut kapal kayu yang menuju Kaleidupa, dan minta diturunkan (nanti dijemput oleh Pak Jufri) di antara Kaleidupa dan Hoga.
- Penginapan di Pulau Hoga sangat murah, dihitung Rp. 50 ribu per orang per hari dengan sistem share room. Harga tergantung musim, cek terlebih dahulu dengan Pak Jufrie.
Giveaways! Again!
Hi there! Thanks for visiting my blog, the one thing I love the most about blogging is I can write about how much I love traveling and diving, without any boundaries.
There is only one gift, but I promise it will be a very nice gift.
Please write in the comments sections down here, answering my question:
"If you were born as animal in the sea, what would you wanna be and why?"
I myself would answer hmm.. will tell you later.
The one with the most interesting answer will get a secret gift ^^
And anyway, please write your name & twitter account on the comment also :)
I will announce the result at the end of April 2013.
YAY! Terimakasih yang sudah komen :D
Semuanya jawab dengan unik unik banget, sulit nyari yg paling unik hehe,
Tapi akhirnya pemenang dari quiz ini adalah @Melizagilbert! CONGRATS!
Hadiahnya: Masker Diving akan dikirim segera :)
Thanks dan nantikan quiz quiz berikutnya :D