Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Tomia island. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tomia island. Tampilkan semua postingan

16 Januari 2015

, , , , , , ,

Wakatobi: Ali Reef Busy Day Underwater



If you think you're having a busy life, try being underwater!


Wakatobi memang terkenal dengan kekayaan gugusan terumbu karang. Penelitian dalam operasi Wallacea menyebut Wakatobi memiliki 750 jenis terumbu karang, salah satu yang terbanyak di dunia! 

Wakatobi is known for its wide array of coral reefs. A research in Wallacea operation states that Wakatobi has around 750 types of coral reefs, one of the most coral reefs in the world! 



Namun Wakatobi bukan hanya karang indah berwarna-warni dan ikan-ikan kecil penghuni terumbu karang. Melihat terumbu karang yang beraneka warna memang menyenangkan, namun terkadang membosankan bagi sebagian orang, meski bagi saya,  berada di bawah laut, dengan terumbu karang yang menyenangkan, tidak pernah membosankan. 

But Wakatobi does not only have its beautiful and colorful corals populated by small fish. To look at the vivid corals is delightful, but sometimes it may be quite boring for some people. But for myself, being underwater with the pretty corals is never boring.


Di Ali Reef, salah satu titik penyelaman di Wakatobi, kata "bosan" sulit terucap. Terutama karena rombongan yang seringkali menyapa di spot ini. Terletak di dekat Pulau Tomia, Wakatobi, hanya perlu waktu kurang dari 30 menit naik boat untuk menuju Ali Reef. 

In Ali Reef, one of the diving points in Wakatobi, the word “boring” hardly comes out. That’s mainly because other groups often greet us when they come to this spot. Located near Tomia Island, Wakatobi, it requires only less than 30 minutes by boat to go to Ali Reef. 


Also met this sea turtle during dive in Ali Reef

Seperti ciri khas Wakatobi lainnya, jarak pandang yang baik serta koral beraneka warna menyambut penyelaman kami sejak awal. Ali Reef memiliki area dengan topografi seperti gunung dengan bagian atas yang mendatar.  

Just like Wakatobi’s other uniqueness, good visibility and colorful coral reefs has welcomed us from the beginning. Ali reef’s topography is like a mountain that is flat the top.


Saat menuju area atas, saya melihat gumpalan hitam besar di laut yang ternyata merupakan kumpulan ikan jack dengan jumlah ratusan, atau mungkin bahkan lebih dari seribu! Schooling jackfish (diver menyebut kumpulan ikan ini dengan istilah "schooling") ini berputar mengelilingi sebagian area puncak yang mendatar. 

When going towards the top area, I saw a black cluster in the waters. That black cluster was actually a school of jackfish, numbered in the hundreds – or even in the thousands! The schooling jackfish circled the flat top area of the reef. 
Look at the size of this schooling!


Arus di area ini cukup kencang sehingga saya dan sebagian besar teman-teman Daihatsu Terios 7 Wonders bertahan dengan mengaitkan hook ke karang mati sambil menikmati pemandangan schooling jackfish yang sedang sibuk ini. Kadang saya tidak tahan dan melepas hook untuk mendekat ke arah gerombolan ikan ini.  

The water current in this area is quite strong that myself and most of my friends from Daihatsu Terios 7 Wonders had to hook ourselves to a dead coral while enjoying the view of the occupied schooling jackfish. I couldn’t help myself but to let go of the hook and wander closer to the school of jackfish.


They love to make a ball formation :D

Sure, those fishes will be a nice background for your profile picture ;)
Salah satu teman kami sangat bersemangat mendekati ikan-ikan ini hingga tidak sadar udara di tabung oksigennya sudah menipis lebih awal dan harus segera melakukan safety stop dan naik ke permukaan. Kesibukan memang membuat kita lupa waktu, benar kan? :) 

One of our friend was so eager approaching the school of fish that they didn’t notice that their oxygen tank level was running low. So an immediate safety stop was done and they started heading to the surface. Our activities really make us lose track of time, don’t they? :)

@marischkaprue - she's having a busy life, at the surface or below the water

NOTES:
  • Titik penyelaman Ali Reef terletak tidak jauh dari Pulau Tomia, hanya sekitar 20 menit dengan kapal dari dermaga Waha di Pulau Tomia, Wakatobi.
  • Masih banyak titik penyelaman lain di area Pulau Tomia. Budget untuk 5x dive dengan penginapan dan makan sekitar Rp. 2,9 juta (belum termasuk tiket pesawat). Info & Booking hubungi Dokter Yudi (Tomia Dive Center) di +62821 87877751
BIG THANKS to Daihatsu Terios 7 Wonders yang telah melakukan touring dari Manado menuju Kendari dan menyeberang ke Pulau Tomia untuk eksplorasi keindahan Wakatobi. I join their awesome trip in Wakatobi.



13 Oktober 2014

, , , , , , , , , ,

Mari Mabuk di Wakatobi



"Makin banyak orang Indonesia yang diving, makin bagus supaya yang lihat keindahan bawah laut Indonesia bukan hanya bule saja," ujar Anton, dive instructor kami saat diving di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.


View from the dock
Alat-alat selam memenuhi kapal. Lebih dari 15 orang masuk ke dalam kapal dive ini dan kapal mulai bergerak dari dermaga di Pulau Tomia, Wakatobi. Tidak lama kami sampai di salah satu titik penyelaman yang sangat populer, setidaknya saya selalu mendengar nama spot diving yang satu ini jika berbicara tentang Wakatobi.

Say yes to underwater world!
See the colors of the water, perfect place to dive
"Mari Mabuk," nama yang terdengar unik dan tidak biasa sebagai nama lokasi. Wajah-wajah bersemangat terlihat saat memakai perlengkapan diving. Sebagian besar dari tim Daihatsu Terios 7 Wonders baru mendapatkan lisensi menyelam dan mereka mengambil lisensi khusus sebelum ke Wakatobi agar dapat menikmati indahnya bawah laut yang disebut-sebut sebagai lokasi dengan spesies terumbu karang terbanyak di dunia.

To know how it feels, you just have to try it!
Saya pun selalu senang melihat semangat-semangat baru untuk menyelam. Divers memang akan selalu meracuni orang lain untuk jadi divers, alasannya? keindahan bawah laut sulit dideskripsikan, anda harus mencoba, harus! dan inilah yang dilakukan sebagian besar orang dalam grup kami.

Tidak lama satu persatu mulai melakukan big step, cara menceburkan diri ke air dengan simply melangkah keluar dari kapal dan siap menikmati alam bawah laut.


Busy day underwater
Audita, dive instructor kami mengajak saya turun terlebih dahulu untuk mengambil gambar. Kami langsung bergerak ke area dengan soft coral yang memenuhi hampir seluruh dasar, begitu berwarna-warni dan bervariasi bagaikan ditata khusus oleh desainer sehingga kemanapun saya melihat bagaikan komposisi indah yang sempurna untuk difoto.

Not the best visibility but how can you not love the corals? :)
Memang, saat kami turun jarak pandang tidak sebaik biasanya. Saya ingat pada penyelaman saya dahulu di area Pulau Hoga jauh lebih bening, namun di Mari Mabuk, saya dimabuk keindahan soft coral yang begitu banyak, serta ikan-ikan kecil yang dengan serunya lewat di sekeliling kami.

From these soft coral garden
Suddenly covered with hard corals
Another view from "hard coral area"
Soft coral di titik penyelaman ini sangat padat, dan uniknya saat saya bergerak ke sisi lain "bukit" area dengan karakter yang berbeda langsung terlihat. Di sisi ini justru hard coral atau karang keras yang memenuhi dasar, sangat terasa berbeda dengan area sebelumnya yang ditutupi soft coral beraneka warna.

Maybe this "nemo" is thinking about whether he's gonna go out or not :)

Pecinta indahnya koral yang berwarna-warni, dengan ikan beraneka warna tampak sibuk di tengah "kemacetan" bawah laut akan dibuai di penyelaman ini. Mari Mabuk memang memabukkan dan konon nama ini memang disematkan karena titik penyelaman ini begitu indah dan membuat penyelam "dimabuk" kecantikan karang-karang indah Wakatobi.
 
colorful corals :)
A "garden"

Ah, tidak hanya Mari Mabuk yang memabukkan. Diving bagi saya selalu memabukkan, membuat senang, membuat ketagihan dan tidak ingin berhenti. So, are you ready to get drunk underwater? ;)

@marischkaprue - not a drunken master

NOTES:
  • Titik penyelaman Mari Mabuk terletak tidak jauh dari Pulau Tomia, hanya sekitar 20 menit dengan kapal dari dermaga Waha di Pulau Tomia, Wakatobi.
  •  Masih banyak titik penyelaman lain di area Pulau Tomia. Budget untuk 5x dive dengan penginapan dan makan sekitar Rp. 2,9 juta (belum termasuk tiket pesawat). Info & Booking hubungi Dokter Yudi (Tomia Dive Center) di +62821 87877751
 
BIG THANKS to Daihatsu Terios 7 Wonders yang telah melakukan touring dari Manado menuju Kendari dan menyeberang ke Pulau Tomia untuk eksplorasi keindahan Wakatobi. I join their awesome trip in Wakatobi.

Di Bukit Tomia bersama Terios 7 Wonders 2014