Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label East Nusa Tenggara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label East Nusa Tenggara. Tampilkan semua postingan

27 Agustus 2015

, , , , , , , , , ,

Love Struck: Love Hills, Lembata (Bukit Cinta)



"Kenapa namanya bukit cinta?"


"Why is it called Love Hills?”
"Banyak yang pacaran di sini," ujar driver kami saat menyusuri jalanan panjang dengan pemandangan serba coklat kemanapun kami memandang.

“This is such a dating spot,” our driver explained as we went through the long road and our view was full with the brown landscape.


Memang benar banyak muda-mudi pacaran di Bukit Cinta, Lembata, Nusa Tenggara Timur. Namun kebanyakan dari mereka hanya nongkrong di atas motor di sisi jalan.

He was right. I could see many couples were having a date at Love Hills, Lembata, East Nusa Tenggara. But most of them just spent time on their bikes at the roadside.




"Kalau saya yang pacaran, saya akan pilih tempat di situ," pikir saya sambil melihat area dengan pemandangan perbukitan coklat yang diliputi rumput yang mengering di musim panas. 


“If I were dating, over there would be perfect.” I told myself while looking at the brown hills view covered with dried grass on the dry season.


  

Kami turun di salah satu sisi di Bukit Cinta, tepat di depan area dimana taman kecil masih dalam pembangunan. Namun saya justru lebih suka area yang masih tidak tersentuh bangunan sama sekali, area perbukitan yang tampak tidak ada habisnya.


We went down on one side of Love Hills, where a small park was being built. But actually, I prefer the other side without any construction, purely an endless view of hills.





Kami menyusuri jalan setapak kecil yang dipenuhi rumput kering. Pemandangan di Bukit Cinta, Lembata sangat mengingatkan saya akan pemandangan serupa di pulau-pulau di Taman Nasional Komodo, namun bedanya di sini mobil bisa masuk ke jalanan.


We continued tracking the small path that full with dried grass. The scenery in Love Hills, Lembata, reminded me of the similar sight of the islands in Komodo National Park, but in Lembata we could use the car to access the road.




Saat hari semakin sore, sinar matahari semakin berwarna keemasan dan membuat Bukit Cinta semakin mempesona. Kombinasi perbukitan, gunung dan laut di kala sinar keemasan mewarnai pemandangan yang ada, such a beautiful view!


In the afternoon, the golden sunlight turned Love Hills into more fascinating with the combination sight of hills, mountain, and sea. It’s such a beautiful view!
Satu hal yang pasti, saya jatuh cinta pada Bukit Cinta!
One thing for sure, I am falling in love with Love Hills!
@marischkaprue - falling in love with Indonesia's awesome nature since 2009 (yes, it's too late for her to start travel but better than never started it)
Photos by Ferry Rusli & me
**Some photos taken using DSLR Camera, some with mirrorless camera and some only using Sony Xperia M4Aqua smartphone! Can you spot which using M4Aqua and which using DSLR? It's hard to spot isn't it? Smartphone camera definitely becoming better and better, especially this Sony Xperia M4Aqua with 13 MP Superior Auto camera and 5 MP front camera!


**Some photos taken using DSLR Camera, some with mirrorless camera and some only using Sony Xperia M4 Aqua smartphone! Can you spot which using M4 Aqua and which using DSLR? It’s hard to spot isn’t it? Smartphone camera definitely becoming better and better, especially this Sony Xperia M4 Aqua with 13 MP Superior Auto camera and 5 MP front camera!



Bonus point: it also waterproof IP65/68, can handle 1,5 meters below the water for 30 minutes, splash and swimming is even more fun now!

NOTES:
  • Bukit Cinta ada di Lembata, Nusa Tenggara Timur. Posisi Bukit Cinta terlihat dari berbagai sisi di Lembata, termasuk terlihat jelas dari Waijarang. 
  • Love Hills is in Lembata, East Nusa Tenggara. It is visible from any side of Lembata, even from Waijarang.
  •  Lembata berada di Nusa Tenggara Timur, Pulau Lembata berada di sisi timur Pulau Flores, namun Kabupaten Lembata mencakup gugusan pulau di area tersebut.
  •  Lembata is in East Nusa Tenggara, Lembata Island is in the East side of Flores Island, and the group of islands in that area is included in Lembata District.
  • Akses masuk ke Lembata paling mudah menggunakan pesawat masuk melalui Bandara Lewoleba di Lembata. Rute yang beroperasi dengan jalur Kupang - Lewoleba. Maskapai beroperasi setiap hari (namun tetap harus cek jadwal terlebih dahulu karena ada kemungkinan penerbangan dibatalkan) dengan jadwal: Kupang - Lewoleba pukul 8.30 pagi, Lewoleba - Kupang pukul 9.30 pagi. Waktu tempuh dengan pesawat sekitar 40 menit menggunakan pesawat baling-baling jenis Fokker 50 (untuk Trans Nusa)
  • The easiest access to Lembata is by using an airplane through Lewoleba Airport at Lembata with the route Kupang – Lewoleba. The airline is available every day (but you always have to check the schedule to make sure no possibility of cancelling flight) with the route: Kupang – Lewoleba at 8:30 a.m., Lewoleba – Kupang at 9:30 a.m. It takes about 40 mins flight using the propeller plane with Fokker 50 type (for Trans Nusa).
  • Harga tiket pesawat Trans Nusa Kupang - Lewoleba rata-rata Rp. 650.000,- hingga Rp. 700.000,- one way, untuk PP sekitar Rp. 1,4 juta.
  • The average ticket for Trans Nusa with route Kupang – Lewoleba is IDR 650.000,- up to IDR 700.000 for one way and IDR 1.400.000 for return ticket.
  • Penginapan terbaik di Lembata adalah Hotel Palm Indah Lewoleba, untuk saat ini booking baru dapat dilakukan melalui nomor +6285253913787. Kamar dan service sangat baik untuk kategori hotel di daerah, terdapat wifi di lobby dan area dekat lobby namun wifi sering down. Untuk sinyal internet dari provider ada di depan lobby (E) dan area dekat jalanan. Di bandara, dermaga dan beberapa area lain sinyal 3G. Hot water di kamar mandi kadang beroperasi dan kadang tidak beroperasi.
  • The best accommodation in Lembata is Palm Indah Lewoleba Hotel. For now, booking only available by phone to +62 852 53913787. In terms of local hotel, the room was nice and the service was excellent. Wi-fi available at lobby but the signal around the lobby was poor. You can get (E) for internet signal from provider in front of the lobby while you can 3G around the street, at airport, and dock. Hot water in the bathroom only works on and off.    

27 Juli 2015

, , , , , , , , , , ,

Pantai-Pantai Terbaik di Alor



Salah satu lokasi dengan air laut yang paling bening yang pernah saya datangi adalah Alor yang berada di Nusa Tenggara Timur. Berenang di perairan Alor sangat menyenangkan, air laut yang bening dan koral yang sangat sehat dan kaya, Alor adalah salah satu lokasi terbaik untuk snorkeling! (lihat spot-spot snorkeling Alor di sini).


Nah, jika anda hanya ingin menikmati bersantai di pantai, menikmati angin sepoi-sepoi dan nyamannya berjalan telanjang kaki di pasir pantai, Alor punya banyak pilihan pantai-pantai terbaik dengan karakter yang beragam. Here are some of it..

Pantai Kokar

Capturing sunset
Sunset fans :)

Ini pantai pertama yang kami singgahi saat tiba di Alor, Pantai ini memang kurang istimewa dibanding pantai lainnya, karena cukup dipadati warga. Namun, menikmati sunset sejenak di Pantai Kokar tentunya bisa jadi pilihan :)

Pantai Pantar Kumbang



Pemandangan di pantai ini sangat mempesona, air laut yang sangat bening dengan pantai berpasir putih. Keunggulan Pantar Kumbang adalah area ini sangat sepi, kami menikmati momen merasa memiliki pantai pribadi di sini.

Pantai Ilawe



Perahu berwarna-warni menjadi ciri khas Pantai Ilawe. Bagi saya, pantai ini lebih cocok untuk berbaring menikmati semilir angin laut sambil melihat perahu nelayan yang berwarna-warni ini berayun lembut mengikuti ombak yang masuk ke pantai.

Pantai Deere


Pasir putih dan jajaran pohon kelapa, sebenarnya tidak ada yang begitu spesial tentang Pantai Deere, meski tentu saja pantai ini sangat indah (dan sangat indah adalah hal yang biasa di Alor). Ada satu hal yang mencolok di Pantai Deere, yaitu pohon kelapa yang cukup stand out dengan batang yang menukik miring, namun ujung pohon yang tegak, spot yang menarik untuk difoto tentunya.

Pantai Batu Putih



Disebut Pantai Batu Putih karena tebing di pinggir pantai berupa tebing batu berwarna putih. Pantai Batu Putih menyenangkan untuk tidur siang di sisi tebing, area yang sejuk dengan semilir angin dan suara deru ombak yang pasti membuat saya malas bangun :)


Pecinta sunrise wajib mampir ke Pantai Mali. Meski biasanya saya lebih memilih tidur lebih panjang dibandingkan pergi subuh-subuh di saat gelap "hanya" untuk melihat sunrise, saya sama sekali tidak menyesal bangun pagi hari itu. Dari gelapnya malam dan sinar yang perlahan menggores langit di Pantai Mali, serta pohon yang berada di tengah laut membuat pemandangan pagi begitu majestic.

*Lihat lebih lengkap tentang Pantai Mali di sini

Pantai Reklamasi



Jika ingin menikmati sunrise dari area yang lebih dekat dengan pusat kota, pantai ini bisa jadi pilihan. Pantai Reklamasi di pagi hari menyediakan suasana sedikit mellow, dengan pemandangan kapal-kapal kayu yang berjejer di dermaga, diliputi kabut yang membiaskan warna keemasan dari matahari pagi. Tunggulah matahari muncul dari balik pepohonan dan nikmati warna langit yang berganti perlahan-lahan.


That's some of the best beaches in Alor, saya yakin masih banyak pantai-pantai lain yang jauh lebih mempesona di Alor, namun belum sempat saya datangi. Hopefully someday I'll visit Alor again and add more beaches on this list, yes?

@marischkaprue - dreaming of a nice house beside the beach

NOTES:
  • Pantai Mali berada di Desa Kabola, Kecamatan Teluk Mutiara, Alor, Nusa Tenggara Timur.
  • Mali Beach located at Kabola Village, Teluk Mutiara, Alor, East Nusa Tenggara.
  • Alor terletak di Nusa Tenggara Timur. Untuk menuju Alor, ambil penerbangan ke Kupang (Harga tiket Jakarta - Kupang PP sekitar Rp. 3.000.000,-) kemudian dilanjutkan dengan penerbangan Kupang - Alor (via Transnusa dengan harga tiket sekitar Rp. 1.200.000,- PP)
  • Alor is located in East Nusa Tenggara, to reach Alor you can take a flight to Kupang (Jakarta - Kupang return flight is about Rp. 3.000.000,-), then continue with Kupang - Alor (via Transnusa return flight is about Rp. 1.200.000,-)
  • Budget untuk menikmati 5 hari di Alor sekitar Rp. 3.000.000,- all in (tidak termasuk tiket pesawat), untuk mendapatkan kisaran budget tersebut sebaiknya pergi bersama-sama atau ikut open trip sehingga biaya sewa kapal dan mobil dapat lebih murah. Untuk trip ke Alor, hubungi Tukang Jalan ,via email: tuk4ang.jalan@gmail.com atau telp +62 813158 09191
  • The budget for 5 Days in Alor is around Rp. 3.000.000,- all in (exclude plane ticket), to get this price with proper facilities, you can join open trip so the boat and car rent is cheaper. Contact Tukang Jalan for the trip to Alor: tuk4ng.jalan@gmail.com or phone +62 813158 09191

15 Desember 2014

, , , , , ,

Ternate ada di Alor!



Sebelum protes dengan judul di atas, mari baca dahulu postingan ini :) 

Before you say something about the title above, read what I have to say in the post first


Saya ingat saat upload foto dermaga dengan laut yang sangat jernih dan menuliskan lokasi Pulau Ternate, Alor. Sontak langsung ada yang memprotes dan mengatakan bahwa Ternate ada di Maluku. Memang Pulau Ternate yang banyak dikenal ada di Maluku, namun ternyata ada "kembarannya" ,pulau bernama sama di Alor, Nusa Tenggara Timur.

I remember when I uploaded the photo of the wharf with the crystal clear sea and wrote Ternate Island, Alor as the title. Suddenly there were people protesting and says that Ternate is located in Maluku. It’s true that the famous Ternate Island is located in Maluku, but a twin island exists, an island bearing the same name in Alor, East Nusa Tenggara.



Pulau Ternate bukan pulau terindah di Alor. Sangat sulit menyebut pulau terindah di Alor karena di area ini semua pulau dan laut sangat indah. Namun jika anda mencari tenun khas Nusa Tenggara Timur, di sini tempatnya. 

Ternate Island isn’t the prettiest island in Alor. I find it quite hard to call it the most beautiful island in Alor, because in this area all of the islands and the surrounding sea is quite beautiful. But if you’re looking for East Nusa Tenggara’s weaved ‘tenun’ , this is the spot.



Kami merapat ke dermaga Pulau Ternate, tidak perlu waktu lama untuk sampai ke pulau ini dari dermaga Alor Kecil. Satu hal yang langsung terlihat jelas adalah laut yang jernih serta batuan besar di pesisir dengan jalan setapak. 

We pulled over to Ternate Island wharf, it didn’t take long to get here from Alor Kecil wharf. One thing that is clearly visible is the crystal clear and the gigantic rocks on the shoreline, just a few steps away.


the talented hands

Kami berjalan sekitar 10 menit untuk sampai di desa di Pulau Ternate dimana menemukan perajin tenun sangatlah mudah. Di sisi-sisi rumah banyak warga yang sedang menenun. Menjual tenun menjadi mata pencaharian utama warga di Pulau Ternate, anda dapat menemukan dengan mudah kain-kain dengan warna-warna cerah digantung di berbagai sisi pepohonan di pulau ini.

We walked for 10 minutes to arrive at a village in Ternate Island, where we can easily find ‘tenun’ weavers. On the sides of homes, many villagers are found weaving. Selling ‘tenun’ is a main source of income for them in Ternate Island. You can find the colorful ‘tenun’ fabrics hung on sticks around the island.



Bright colors!
Meski banyak tenunan dengan warna-warna cerah, dari merah, hijau hingga pink, pewarna tenun semuanya alami, ada yang didapat dari tumbuh-tumbuhan, hingga makhluk laut seperti teripang dan cumi-cumi. 

Even though there are many colorful ‘tenun’ fabrics, from red, green, and pink, the elements for coloring them all come from organic ingredients. Ingredients come from plants, and even sea creatures like sea cucumbers and squids.



Saya yang awalnya tidak berniat membeli kain ikut tergoda melihat banyaknya kain yang dipajang. Di Pulau Ternate juga harga kain tenun lebih murah karena langsung dari perajin.

I never intended to buy ‘tenun’ fabric, but now I’m tempted to buy seeing so many fabrics displayed. ‘Tenun’ fabrics in Ternate Island are cheaper than they are elsewhere, because the fabrics are sold straight by the weavers themselves.

@marischkaprue - love all islands with clear sea water

NOTES:
  • Alor terletak di Nusa Tenggara Timur. Untuk menuju Alor, ambil penerbangan ke Kupang (Harga tiket Jakarta - Kupang PP sekitar Rp. 3.000.000,-) kemudian dilanjutkan dengan penerbangan Kupang - Alor (via Transnusa dengan harga tiket sekitar Rp. 1.200.000,- PP)
  • Alor is located in East Nusa Tenggara, to reach Alor you can take a flight to Kupang (Jakarta - Kupang return flight is about IDR 3.000.000,-), then continue with Kupang - Alor (via Transnusa return flight is about IDR 1.200.000,-)
  • Budget untuk menikmati 5 hari di Alor sekitar Rp. 3.000.000,- all in (tidak termasuk tiket pesawat), untuk mendapatkan kisaran budget tersebut sebaiknya pergi bersama-sama atau ikut open trip sehingga biaya sewa kapal dan mobil dapat lebih murah. Untuk trip ke Alor, hubungi Tukang Jalan ,via email: tuk4ang.jalan@gmail.com atau telp +62 813158 09191
  • The budget for 5 Days in Alor is around IDR 3.000.000,- all in (exclude plane ticket), to get this price with proper facilities, you can join open trip so the boat and car rent is cheaper. Contact Tukang Jalan for the trip to Alor: tuk4ng.jalan@gmail.com or phone +62 813158 09191
RELATED STORIES:

21 Agustus 2014

, , , , , , ,

Magic Lights: Savanna in Sumba



Saat dimana matahari perlahan turun sebelum kemudian menghilang adalah momen favorit saya untuk mengambil gambar. Senja selalu memberi warna tersendiri, tidak hanya jika anda melihat senja di laut.

The time when the sun slowly disappear is my favorite moment to take pictures. Dusk always give certain colors, and it's not only best at the sea.



Padang savana bagaikan pemandangan yang tidak ada habisnya di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Perjalanan kami terutama dari area tengah ke Sumba Timur akan ditemani pemandangan padang savana yang luas. Terkadang rombongan kuda terlihat beriringan dan bahkan melintasi jalanan aspal.

These kind of savanna is a never ending sight in Sumba, East Nusa Tenggara. During our road trip from the central area to the eastern Sumba, these kind of view is everywhere. Sometimes we saw a group of wild horses and even sometimes you can see them crossing the street.



Sore hari adalah saat terbaik. Di Waingapu kami sempat berencana menikmati sunset di pinggir pantai. Namun perubahan rencana seringkali membuat perjalanan lebih menyenangkan. Kami berubah pikiran dan memutuskan untuk menikmati senja di area savana, sambil mencari kumpulan kuda sumba yang terlihat beriringan pulang.

Late afternoon is the best time. In Waingapu we changed our plan to see the sunset from the beach. Sometimes the change of plan give better experience and that's what happened. We decided to enjoy the sunset from the savanna while looking for those wild horses.



Saat mendekati kawanan kuda jangan berbicara keras karena mereka akan pergi dengan cepat saat terusik. Cukup mendekat hingga jarak yang tidak terlalu mengganggu mereka, duduk menikmati senja sambil mengambil gambar. Amazing scenery right in front of you, enjoy!

When approaching a herd of horses just don't speak loudly because it will make them ran quickly. Approach them slowly and quietly and you can enjoy a perfect sunset view from a distance which won't disturb them. Amazing scenery right in front of you, enjoy!

@marischkaprue - got a lot of splash of sunset everywhere

NOTES:
  • Harga normal tiket Jakarta - Waingapu berkisar di harga Rp. 3.200.000 - Rp. 3.500.000,- PP. 
  • Normal return airlines ticket from Jakarta to Waingapu is around 280 USD to 305 USD.
  • Contact sewa mobil di Waingapu: TX Waingapu, dengan harga sewa antara Rp. 400.000,- hingga Rp. 600.000,- per hari, sudah termasuk driver dan bensin. Telp: +62387 61534
  • Rent a car in Waingapu via TX Waingapu, it's about 35 USD to 53 USD per day including driver and gas, but the price might be more for foreigner. Contact via +62387 61534 
RELATED STORIES
SUMBA: