Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Raja Ampat Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Raja Ampat Selatan. Tampilkan semua postingan

3 November 2016

, , , , , , , , , , ,

INSIDE GUA KERAMAT: PLUNGING INTO DEEP



It's my fourth times visiting this cave (see: Gua Keramat), but there's always something new about Misool. Tahun ini saya (akhirnya) mengambil kursus freedive, sebelumnya saya hanya "coba-coba" saja jika menyelam bebas turun saat di laut, dan memang meski baru punya skill tipis-tipis saja, it really feels different :) 


It's my fourth time visiting this cave (see: Gua Keramat), but there's always something new about Misool. This year I (finally) take the freedive course, while before I only did "trial" only if free diving down at sea, and indeed despite only have a little skill, it really feels different :)



Kini, saya bisa turun lebih lama, yang tentunya membuat saya dan Ferry juga dapat lebih melihat apa saja yang ada di bawah air di Gua Keramat. Kami juga ditemani MikhaelDominico, our freedive instructor from Apnea Culture.


Now, I could go down for longer time, which of course makes me and Ferry also can see better at what's under the water in the Gua Keramat (in English: Sacred Cave). We are also accompanied by Mikhael Dominico, our freedive instructor from Apnea Culture.




Area "pintu masuk" Gua Keramat berupa celah besar gua, di mana area bawahnya tertutup air laut, sehingga untuk masuk ke dalam gua harus berenang/ body rafting. Area masuk ini dangkal, dengan bagian dasar yang diliputi pasir dan sedimen yang mudah terangkat, sehingga menimbulkan "smoke effect" yang menarik.


The "entrance" are of Gua Keramat is in the form of a huge crack of the cave, where the underneath area covered by the sea, so to get into the cave we must swim / body rafting. The entrance area is shallow, the bottom  is covered with sand and sediment that is easily lifted, giving an interesting "smoke effect".




Mikhael exploring the cave

Kedalaman Gua Keramat maksimal sekitar 5 meter, dengan pasir putih dan lumpur di bagian bawah, namun formasi bebatuan yang muncul di tengah area datar, dan bebatuan di area pinggir gua serta stalagtit dan stalagmit yang sebagian terendam air membuat menyusuri Gua Keramat menjadi sangat menarik saat melihat di kedalaman.


The maximum depth of Gua Keramat is about 5 meters, with white sand and mud at the bottom, but the rock formations that appear in the middle of a flat area, and the rocks in the area of the edge of the cave and stalactites and stalagmites are partially submerged in the water make Gua Keramat becomes very interesting when viewed in depth.




Kami pun menemukan celah kecil yang cukup lebar untuk masuk, meski hanya ada ruangan kecil di dalamnya. Hampir tidak ada binatang di area gua, kami hanya menemukan ikan-ikan kecil saja, di area yang menuju ke pintu keluar Gua Keramat.


We also found a small gap which is wide enough to get in, even though there is only a small room in it. There is almost no creature in the area of the cave, we found only small fish, in the area that led to the exit of the Gua Keramat.




Kali ini saya mendapatkan experience yang berbeda, Gua Keramat tidak terasa spooky, namun lebih menarik. Masih ada area-area di bawah air yang belum kami eksplorasi, hopefully next time we can see more from what's underneath :)


This time I got a different experience, Gua Keramat did not feel spooky, but more interesting. There are still some areas under water that we have not explored, hopefully next time we can see more from what's underneath :)
  
@marischkaprue - having fun in surface and below

Photos by Ferry Rusli 

Also see the video here:

NOTES:
  • Misool terletak di area Selatan Raja Ampat. Misool adalah salah satu pulau dari 4 pulau utama di Raja Ampat, area di Pulau Misool dan sekitarnya ini juga disebut Misool.
  • Misool located in the southern area of Raja Ampat. Misool is one of the 4 main islands in Raja Ampat. The area around Misool Island is also called Misool.
  • Untuk menuju ke Misool ambil penerbangan menuju Sorong. (Penerbangan Jakarta - Sorong biasanya via transit di Makassar, budget Rp. 4 juta PP). Dari Sorong dilanjutkan dengan speed boat selama 4-5 jam perjalanan.
  • To reach Misool, take a flight to Sorong (Flight from Jakarta to Sorong usually via Makassar. The usual ticket price for return ticket Jakarta - Sorong - Jakarta is around 350 USD). From Sorong you can continue with speed boat, around 4 to 5 hours boat trip.
  • Terdapat homestay Harfat Jaya di Pulau Harapan Jaya, Misool dengan budget sekitar Rp. 400.000,- hingga Rp. 500.000,- per orang per hari.
  • There is a homestay in Harapan Jaya Island, Misool. Harfat Jaya homestay cost about 34 USD to 43 USD per person per day.
  • Sewa kapal ke Misool sangat mahal sehingga untuk mendapatkan budget trip sekitar 6 juta selama 5 hari, anda harus share hingga 20 orang dalam satu kali trip. Lebih baik ikut penyedia trip seperti Tukang Jalan yang menyediakan Misool Trip dengan budget di bawah Rp. 6 juta (exclude tiket pesawat). Contact Tukang Jalan di 081315890191 / 087888002004, atau Whatsapp/ Line di 08180689303/ 085810697553.
  • Renting a speedboat to Misool is highly expensive, to get a 509 USD budget for 5 days exploring Misool, you will need to share speedboat cost with around 20 person on one trip. I suggest you to join open trip such as Tukang Jalan who provide Misool Trip with budget under 509 USD (exclude plane ticket). You can contact Tukang Jalan through 081315890191 / 087888002004, or Whatsapp/ Line di 08180689303/ 085810697553.
  • Penginapan yang tersedia hanya homestay, pilihan lain adalah Misool Eco Resort dengan rate Rp. 5,8 juta per orang per hari. 
  • The only accomodation available is homestay, for more comfortable choices you can stay at Misool Eco Resort with rate around 492 USD per person per day. 

***

1 Januari 2015

, , , , , , , ,

Take Your Breath Away at Harfat Peak (Puncak Harfat, Misool)



Saya sudah berkali-kali bercerita tentang keindahan Misool di selatan Raja Ampat. Namun, lokasi yang satu ini masih saya "simpan" cukup lama sebelum saya posting di blog ini. Alasan pertama adalah karena pada saat kedatangan saya pertama kali di bulan Mei 2014, cuaca sedang mendung saat itu. Puncak Harfat tetap indah namun saya selalu merasa "berdosa" jika memberikan foto yang biasa saat saya tahu lokasi tersebut sebenarnya jauh lebih indah.

I’ve told the story of the beautiful Misool in the south of Raja Ampat many times before. But this is one location that I’ve “keptfor a while before posting it on my blog. My first reason of doing so is this: the first time I arrived in May 2014, the weather was cloudy. Harfat Peak remains beautiful, but I felt “guilty” if I posted mediocre photos when I know that the location was actually much more beautiful than it will look like in the photo.

it was perfect blue sky that day :)


Maka di bulan Oktober 2014 (ini adalah bulan yang lebih tepat untuk mengunjungi Misool) saya kembali ke Misool dan kembali ke Puncak Harfat. Berbeda dengan trip sebelumnya, kali ini kami disambut matahari yang bersinar cerah, membuat laut Misool begitu mengundang untuk menceburkan diri dan membuat pulau-pulau karang begitu terlihat jelas dengan kontrasnya biru langit. It was amazing!

So in October 2014 (this is a better month to visit Misool), I came back to Misool and returned to Puncak Harfat. Different from the previous trip, this time we were welcomed by the bright sunlight that made Misool’s waters so inviting to jump in, and made the coral islands crystal clear with the contrast of the blue skies. It was amazing!


Puncak Harfat baru ditemukan di tahun 2012 akhir oleh Harun Sapua, warga Kampung Harapan Jaya, Misool. Sebelumnya ia berkeliling Misool sambil terus mencari bukit yang dapat didaki untuk melihat pemandangan Misool dari atas. "Setiap melewati bukit itu saya selalu merasa mungkin ini tempatnya, tapi baru tahun 2012 saya temukan jalurnya," ujar Pak Harun. Titik untuk melihat Misool dari atas bukit pulau karang ini akhirnya dinamakan Puncak Harfat, dari gabungan nama Pak Harun dan istrinya, Fatima.

Harfat Peak was discovered back at the end of 2012 by Harun Sapua, Kampung Harapan Jaya village resident in Misool. Previously, he went around Misool while looking for a climbable peak to get a view of Misool from above. “Every time I come across that peak, I always think that this may be the place, but I found the path to get there just recently in 2012,” says Mr. Harun. The spot to see Misool from the peak of this coral island was eventually named Harfat Peak, by combining Mr. Haruns name and his wife’s name, Fatima.


We stopped in several places and see these kind of view

Trek menuju ke Puncak Harfat sudah diberi jalur, tangga dan pegangan kayu sehingga cenderung mudah untuk didaki. Sebenarnya hanya perlu waktu sekitar 30 menit untuk sampai di atas namun karena banyak titik dimana kita dapat melihat pemandangan indah maka kami selalu berhenti beberapa lama untuk mengambil foto.

The path to Harfat Peak has been given proper pathways, staircases, and wooden handles to make it easier to climb. Actually, only 30 minutes are needed to arrive at the top. But because of the many spots we can view the beautiful scenery, we always stop for a while to take photos.



Ada tiga lokasi di Puncak Harfat untuk melihat sekeliling dengan view yang berbeda karena mengarah ke area yang berbeda pula. Dari tiga tempat jika digabungkan bagaikan melihat 180° dengan view pulau-pulau karang Misool yang mempesona.

There are three locations at Harfat Peak to see the scenery, with different views that point to different areas. If you combine the three locations, itll be as if you have a 180° view of Misool’s magnificent coral islands.





Salah satu puncak di bagian ujung kanan trek saat tiba di atas cukup sempit, kami tidak bisa foto beramai-ramai di sini karena batuan yang berada di ujung tidak luas, namun kita juga bisa duduk di sebelah kanan dengan view yang sangat cantik :)

At one of the peaks, the right side of the very end of the path is quite narrow. Hence, we can’t take group pictures here for the rocks at the end isn’t wide enough. But we can at least sit on the right side, with a gorgeous view. :)


Dari Puncak Kecil ini kita bisa melihat pulau yang bentuknya seperti Loch Ness dan "Mordor" di depannya. Saya dan Ferry menyebut pulau-pulau karang yang gelap dan tajam itu Mordor karena tampak seperti markas tokoh jahat di cerita-cerita fiksi, khususnya Lord Of The Rings.

From this small peak, we can see an island that looks like the loch ness monster and “Mordor”. Ferry and I call the dark and sharp coral islands Mordor, because they look like the home base of evil characters in fictional stories, particularly like the one in “The Lord of the Rings”.





Puncak lain lebih luas, salah satunya dengan batuan karang yang berderet di ujung. Mesti hati-hati berjalan di batuan karang ini karena langsung berbatasan dengan tebing, salah satu spot terbaik di batuan paling ujung dengan view Misool yang spektakuler.

Other peaks are more spacious, one of which has coral reefs lined up at the end. Extra care must be taken when walking on these coral rocks, for beside it is the edge of the cliff. But this spot is actually one of the best spots to view spectacular Misool.  




Yang membuat pemandangan dari Puncak Harfat begitu mempesona salah satunya adalah laut Misool yang dangkal dengan pasir putih di bawahnya, membuat laut di sekeliling pulau-pulau karang itu berwarna-warni dengan rangkaian warna turquoise. Langit yang biru plus awan putih membuat kami makin cinta dengan Misool, totally a breath-taking view!

What makes the view from Harfat Peak so astonishing is Misool’s shallow waters with white sands underneath, coloring the water around the coral islands with an array of turquoise. The blue skies with white clouds has made us to become more in love with Misool, totally a breath-taking view! 

@marischkaprue - Misool took her breath away over and over again

 Photo by Ferry Rusli

Thank you Google+ and Indonesia.Travel for this project! Let's promote more of Indonesia!

NOTES:
  • Misool terletak di area Selatan Raja Ampat. Misool adalah salah satu pulau dari 4 pulau utama di Raja Ampat, area di Pulau Misool dan sekitarnya ini juga disebut Misool.
  • Misool located in the southern area of Raja Ampat. Misool is one of the 4 main islands in Raja Ampat. The area around Misool Island is also called Misool.
  • Untuk menuju ke Misool ambil penerbangan menuju Sorong. (Penerbangan Jakarta - Sorong biasanya via transit di Makassar, budget Rp. 4 juta PP). Dari Sorong dilanjutkan dengan speed boat selama 4-5 jam perjalanan.
  • To reach Misool, take a flight to Sorong (Flight from Jakarta to Sorong usually via Makassar. The usual ticket price for return ticket Jakarta - Sorong - Jakarta is around 350 USD). From Sorong you can continue with speed boat, around 4 to 5 hours boat trip.
  • Terdapat homestay Harfat Jaya di Pulau Harapan Jaya, Misool dengan budget sekitar Rp. 400.000,- hingga Rp. 500.000,- per orang per hari.
  • There is a homestay in Harapan Jaya Island, Misool. Harfat Jaya homestay cost about 34 USD to 43 USD per person per day.
  • Sewa kapal ke Misool sangat mahal sehingga untuk mendapatkan budget trip sekitar 6 juta selama 5 hari, anda harus share hingga 20 orang dalam satu kali trip. Lebih baik ikut penyedia trip seperti Wisata Raja Ampat yang menyediakan Misool Trip dengan budget di bawah Rp. 6 juta (exclude tiket pesawat). Contact Wisata Raja Ampat di +62852 960 43961 atau PIN BB di 2A495979. Trip biasanya diadakan 2-3 kali dalam setahun, antara di bulan Mei, Oktober dan Desember.
  • Renting a speedboat to Misool is highly expensive, to get a 509 USD budget for 5 days exploring Misool, you will need to share speedboat cost with around 20 person on one trip. I suggest you to join open trip such as Wisata Raja Ampat who provide Misool Trip with budget under 509 USD (exclude plane ticket). You can contact Wisata Raja Ampat through +62852 960 43961 or Blackberry PIN 2A495979. The trip usually takes time in May, October and December.
  • Penginapan yang tersedia hanya homestay, pilihan lain adalah Misool Eco Resort dengan rate Rp. 5,8 juta per orang per hari. 
  • The only accomodation available is homestay, for more comfortable choices you can stay at Misool Eco Resort with rate around 492 USD per person per day.
RELATED STORIES

ABOUT MISOOL:
My visit to Misool is a collaboration with Google+ and Indonesia Travel

31 Oktober 2014

, , , , , , , , ,

Wonderful Trip, Indonesia Only: Misool



Setiap kali bepergian saya tidak pernah berhenti bersyukur tinggal di Indonesia. At least saya tidak perlu paspor dan melintasi benua untuk menikmati pantai dan laut luar biasa milik Indonesia. Melihat Indonesia adalah hal yang membuat saya ketagihan, semuanya terjadi dengan sendirinya jika anda bepergian keliling Indonesia.

Lenmakana, Misool with its pristine beach
Biasanya saya memilih untuk mengunjungi tempat yang berbeda setiap kali trip, namun pada #IndonesiaOnly project yang merupakan kolaborasi dari Google+ dan Kementrian Pariwisata danEkonomi Kreatif (Saat project ini dicetuskan, masih dalam masa Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebelum berubah nama), saya memilih destinasi yang sudah saya kunjungi sebelumnya yaitu Misool.


Mengapa Misool? Ah ada terlalu banyak alasan mengunjungi surga di selatan Raja Ampat, Papua Barat ini. Saya menyebut Misool sebagai pecahan surga yang jatuh di bumi. Misool adalah area dengan berbagai spot yang akan membuat anda terbelalak dan terpesona kemudian berkata satu hal: Indonesia indah! dan saya tidak melebih-lebihkan, sama sekali! :)

Berikut alasan anda HARUS mengunjungi Misool setidaknya sekali sebelum mati. Yes! (saya mengambil quote ini dari teman saya, Moory)

Misool, The Land of Cone Stone

I called it Nature's Waterpark, the Balbulol, see the stunning aerial photos from Balbulol here
Ada batuan yang sangat menarik di Misool; batu berbentuk kerucut berukuran besar yang ada di beberapa lokasi, seperti Balbulol dan Dafalen. Batuan ini sebagian berbentuk kerucut sempurna dan cukup rapih, seakan-akan "seseorang" membuatnya, dan berada di beberapa lokasi, "muncul" dari laut di sela-sela pulau-pulau karang khas Raja Ampat.

How can you not say "OH MY GOD" when you see this?
Cone stone ini seakan ditata dengan apik, sebagian menyebut Christmas tree karena bentuknya. Apapun anda menamakannya, sangat menakjubkan melihat batuan (jika saya tidak dapat menyebutnya pulau) berukuran belasan hingga puluhan meter menjulang tinggi di antara laut dangkal berpasir putih. Misool bagaikan surga yang ditata apik oleh siapa lagi selain empunya dunia ini, The Mighty up there, apapun agama atau kepercayaan yang anda anut.

Piece Of Heaven Fell in Yapap

Yapap with its "floating" rocks is just beyond words
Saya menyebut lokasi ini sebagai pecahan surga yang jatuh ke bumi dan dapat kita nikmati hingga kini. Yapap adalah area dengan formasi bebatuan dan pulau-pulau yang sangat random bentuknya. Saat menyusuri Yapap lokasi terbaik di kapal adalah di atas, dengan pemandangan 360° dimana anda dapat melihat betapa bervariasi bentuk pulau dan batuan yang "muncul" di permukaan laut, spektakuler!

Dipping in is a must, staying dry here is a sin
Yapap juga punya kolam renang alami terbaik, satu area dengan air laut yang dangkal, satu hingga dua meter saja dengan pasir putih di bagian dasar yang membuat "kolam renang" ini berwarna turquoise, dengan beberapa koral sebagai pemanis area. Yapap's nature pool dikelilingi pulau-pulau karang sehingga cenderung lebih tenang. Jika datang di waktu yang tepat, Yapap's pool benar-benar tenang tanpa arus, anda dapat mengambang dan menikmati surga di dunia!

God is either very Happy or very much Crazy when He create Misool

Look at this view!
Saya pernah berkata:

"Entah Tuhan lagi happy banget atau lagi 'high' banget saat membuat Misool"

Misool bagaikan kreasi masterpiece, sulit untuk bercerita tentang Misool tanpa akhirnya mengeluarkan kata-kata bombastis dan puitis untuk menjelaskan sejuta keindahannya. Jika ini adalah karya seniman, maka Misool adalah karya terbaik, masterpiece, setidaknya dari semua seascape yang pernah saya kunjungi, Misool paling indah dilihat dari pemandangan di atas laut (sayangnya saya belum punya kesempatan untuk menyelam di Misool jadi untuk bawah laut saya belum punya hak untuk berkata mana yang terbaik untuk menyelam).

Sunset just across Harapan Jaya village
"floating" rocks in Yapap
View from Harfat point, this kind of scenery is everywhere
Mungkin sunset di Misool bukan sunset terbaik di Indonesia, namun pulau-pulau cantik dengan pasir putih dan air nan jernih, serta formasi pulau karang yang mempesona, Misool layak masuk jajaran 5 tempat terbaik di Indonesia.

Breath taking and Fun

Fun with the jellyfish, I edit the photo, the water is actually blue greenish, not dark black
Jika anda berpikir ubur-ubur tak menyengat hanya ada di Pulau Kakaban dan di Palau, maka anda harus mengubah daftar tersebut. Misool punya bahkan lima danau penuh ubur-ubur tak menyengat, namun hanya dua yang dapat diakses oleh turis hingga kini.


Meski belum ada tangga untuk membantu akses masuk ke danau ubur-ubur ini dimana saya dan teman-teman harus memanjat bebatuan karang untuk sampai di tepi danau, saat anda masuk semua terbayarkan. Berada di Danau Lenmakana yang penuh ubur-ubur tidak menyengat bagaikan berada di alam lain, dengan ubur-ubur yang lucu dan mengundang berbagai kesenangan saat dapat menyentuh makhluk yang biasanya menyengat ini.

The Best of Papua: Warm Welcome

Jangan melihat tangan yang kekar serta kulit yang legam, penduduk Misool ramah saat anda tersenyum dan menghargai mereka. Saya dan teman-teman yang tinggal di homestay pulau Harapan Jaya otomatis berinteraksi dengan warga karena selama lima hari kami tinggal di antara mereka.

Wawan, our favourite Misool mini warrior :)
Tawa anak-anak Misool yang renyah, senyum hangat saat ikut bermain bersama mereka, serta mata berkaca-kaca dari Wawan, anak kecil Misool saat "satu RT" mengantar kami ke dermaga di hari kepulangan.

I WILL BE BACK

Dua kali mengunjungi Misool terlalu banyak? tidak. Saya, dan teman-teman belajar banyak dari trip ini. 

Rizal's big smile

The girl with the cutest dimple
Kami belajar bahwa Indonesia terlalu indah dan terlalu sayang jika dikotori dengan kebiasaan menyampah tanpa perduli, kami belajar bahwa pertemanan dapat terjadi dalam waktu sangat singkat saat kebahagiaan dan tawa dibagi bersama, kami belajar bahwa meskipun tampak hidup jauh lebih sederhana dengan keterbatasan, kebahagiaan warga daerah mungkin justru lebih besar dari warga Ibukota.

You don't define happiness by what you don't have but by what you have. These kids have excellent view everyday
Photo taken by Lotus Andika, using my camera
"Kalau tidak ada uang untuk beli kelereng, kami pakai buah kecil ini," ujar Ami, anak perempuan Misool yang sangat pintar untuk anak seusianya.

Harry dan Anna, teman saya semangat membeli kelereng dan membagikan pada anak-anak Misool yang disambut kesenangan luar biasa dari anak-anak ini.


Kebahagiaan itu sederhana. Berbagi kebahagiaan itu mendatangkan kebahagiaan lebih besar bagi diri sendiri.


Misool tetap surga bagi saya, entah di spot-spot breath taking, ataupun di desa sederhana tempat kami menginap.

@marischkaprue - she fell in love with Misool and it keep going strong

 Photo by Ferry Rusli & me. Aerial photo & video by Ferry Rusli

Thank you Google+ and Indonesia.Travel for this project! Let's promote more of Indonesia!

NOTES:
  • Misool terletak di area Selatan Raja Ampat. Misool adalah salah satu pulau dari 4 pulau utama di Raja Ampat, area di Pulau Misool dan sekitarnya ini juga disebut Misool.
  • Misool located in the southern area of Raja Ampat. Misool is one of the 4 main islands in Raja Ampat. The area around Misool Island is also called Misool.
  • Untuk menuju ke Misool ambil penerbangan menuju Sorong. (Penerbangan Jakarta - Sorong biasanya via transit di Makassar, budget Rp. 4 juta PP). Dari Sorong dilanjutkan dengan speed boat selama 4-5 jam perjalanan.
  • To reach Misool, take a flight to Sorong (Flight from Jakarta to Sorong usually via Makassar. The usual ticket price for return ticket Jakarta - Sorong - Jakarta is around 350 USD). From Sorong you can continue with speed boat, around 4 to 5 hours boat trip.
  • Terdapat homestay Harfat Jaya di Pulau Harapan Jaya, Misool dengan budget sekitar Rp. 400.000,- hingga Rp. 500.000,- per orang per hari.
  • There is a homestay in Harapan Jaya Island, Misool. Harfat Jaya homestay cost about 34 USD to 43 USD per person per day.
  • Sewa kapal ke Misool sangat mahal sehingga untuk mendapatkan budget trip sekitar 6 juta selama 5 hari, anda harus share hingga 20 orang dalam satu kali trip. Lebih baik ikut penyedia trip seperti Wisata Raja Ampat yang menyediakan Misool Trip dengan budget di bawah Rp. 6 juta (exclude tiket pesawat). Contact Wisata Raja Ampat di +62852 960 43961 atau PIN BB di 2A495979. Trip biasanya diadakan 2-3 kali dalam setahun, antara di bulan Mei, Oktober dan Desember.
  • Renting a speedboat to Misool is highly expensive, to get a 509 USD budget for 5 days exploring Misool, you will need to share speedboat cost with around 20 person on one trip. I suggest you to join open trip such as Wisata Raja Ampat who provide Misool Trip with budget under 509 USD (exclude plane ticket). You can contact Wisata Raja Ampat through +62852 960 43961 or Blackberry PIN 2A495979. The trip usually takes time in May, October and December.
  • Penginapan yang tersedia hanya homestay, pilihan lain adalah Misool Eco Resort dengan rate Rp. 5,8 juta per orang per hari. 
  • The only accomodation available is homestay, for more comfortable choices you can stay at Misool Eco Resort with rate around 492 USD per person per day.
ABOUT MISOOL:
My visit to Misool is a collaboration with Google+ and Indonesia Travel
See more about Misool on my daily feed in G+


You can also WIN a FREE TRIP from Indonesia Travel, a 5D/4N free trip to West Sumatera, all in
See more details about the fun competition here

GIVEAWAY! (CLOSED)

Give any comments below and also write your twitter account, I'll send two T-shirt from Raja Ampat for two comments randomly selected :) 

CONGRATS to @adisn84 & @gembellganteng, I'll send you T-shirt from Raja Ampat, please check your twitter account :)

***