Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Maratua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maratua. Tampilkan semua postingan

22 Oktober 2015

, , , , , , , , , , , ,

Haji Mangku Cave and The Amazing View Inside it



"Don't judge a book by its cover, don't judge a pond by its narrow appearance from outside"

What's hidden inside here might surprise you

Kunjungan ke Pulau Maratua ini bukan kali pertama saya menghampiri pulau indah yang berada di ujung Kepulauan Derawan di Kalimantan Timur. Namun saya selalu percaya, setiap trip akan memberikan pengalaman yang berbeda dan bahkan kita dapat selalu menemukan hal yang baru meski di destinasi yang sama.

The beautiful Maratua Paradise Resort
Sembat cave in Maratua Island
Pulau Maratua terkenal dengan pasir putih yang membentang luas dan penginapan di atas air laut yang indah. Tapi eksplorasi Pulau Maratua tidak hanya di laut dan pantai saja. Pulau panjang yang "melengkung" membentuk huruf C dengan sudut tajam ini memiliki berbagai gua yang timbul dari pergerakan lempeng bumi yang membuat bagian laut terangkat sehingga kita juga dapat dengan mudah menemukan batu-batu karang keras sepanjang trekking di Pulau Maratua.

Salah satu gua terindah di Pulau Maratua bernama Gua Haji Mangku, simply karena yang menemukannya adalah Bapak Haji Mangku. Tidak sulit untuk sampai ke Gua Haji Mangku, dengan speed boat kami berhenti di bibir pantai dan melanjutkan berjalan kaki sekitar 10 menit saja.

Hari itu cuaca cukup mendung sehingga warna air terlihat hitam. Saya memperhatikan cerukan memanjang dengan air yang mengisi sehingga terlihat seperti kolam kecil. Dari atas, Gua Haji Mangku terlihat biasa saja namun saya sudah excited karena pernah melihat postingan teman saya, Wira Nurmansyah tentang gua ini di saat cuaca sedang sangat bagus.




Saya langsung terjun ke hamparan air di bawah yang terlihat sangat segar. Jika tidak ingin loncat, ada jalan lain dari sisi kanan melalui celah gua. Sebenarnya nama "gua" kurang cocok karena bagian atas terbuka dan hanya sedikit celah yang tertutup dan membentuk gua, namun jika kita free dive atau menyelam di sini, pemandangan di bawah benar-benar seperti di dalam gua, kiri dan kanan adalah dinding batu dan sejumlah batu besar juga memberikan pemandangan yang seru.




Free dive di Gua Haji Mangku serasa masuk ke dalam gua, namun tanpa resiko seperti benar-benar di dalam gua. Jika ingin lebih menikmati kedalaman "gua" ini kita juga bisa menyiapkan alat selam dan diving di Gua Haji Mangku. Kedalaman danau memanjang ini sekitar 20 meter, saya dapat melihat dengan jelas batang-batang pohon besar di dasar danau karena air di Gua Haji Mangku sangat jernih.


I even went here twice in a day :D
Di beberapa sisi terdapat celah di dalam air yang membentuk lorong ke sisi lain danau. Gua Haji Mangku memberikan sensasi seru seakan-akan menelisik underwater cave di Yucatan, Mexico, at least untuk pemula seperti saya ;)

@marischkaprue - underwater cave diving is one of her bucket list

NOTES

WHERE
Gua Haji Mangku
Pulau Maratua, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur

HOW TO GET THERE
Cara termudah adalah dengan naik kapal ke pesisir pantai dekat gua (sekitar 15 menit naik speed boat dari Maratua Paradise Resort), berhenti di sisi pantai (terdapat tanda pohon yang diikat dengan kain putih sebagai penanda jalan masuk), kemudian jalan kaki sekitar 10 menit saja

TIPS
Bawa masker, snorkel dan fin supaya dapat menikmati sedikit sisi dalam Gua Haji Mangku ini

Terios 7 Wonders, the team explore Borneo with Daihatsu Terios to show you amazing nature, culture and places in Borneo. Derawan is the final spot of Terios 7 Wonders 2015: Borneo Wild Adventure


5 Oktober 2015

, , , , , , , , , , , ,

Channel is Better Than Chanel: Barracuda Storm, Maratua



Jarum jam menunjukkan pukul satu siang. Kami bersiap menuju dermaga, memasang alat dan memindahkan peralatan menyelam ke kapal. Meski berada di pulau yang sama, untuk menuju The Channel, titik penyelaman di Maratua ini kami harus naik kapal diving sekitar satu jam dari Maratua Paradise Resort karena spot menyelam ini berada jauh di balik pulau Maratua yang panjang.


It’s already one o’clock when we headed the dock, setting then moving all diving equipment to the boat. Though it’s still in the same island, but we had to take a diving boat about one hour from Maratua Paradise Resort to reach The Channel, diving point in Maratua, since its location far away behind the long Maratua Island.

Pukul dua siang adalah saat kami bersiap turun. Bouyancy Control Device (BCD- alat berbentuk vest untuk mengontrol keseimbangan saat menyelam) sudah kami kosongkan dari udara. Saatnya turun dengan cara negative entry, yaitu langsung turun tanpa muncul dahulu ke permukaan karena arus yang kencang di area The Channel.


We prepared to plunge at two o’clock after releasing the air from the Bouyancy Control Device (BCD – an equipment in vest-shaped to keep our balance while diving). It’s time to dive using the negative entry step, which is going down without coming up to the surface because of the strong currents in The Channel.


Kami turun bersamaan dengan aba-aba dari Mas Rivi, dive master dan guide kami di Maratua. Saya langsung terus menambah kedalaman sambil menyesuaikan tekanan di telinga. Di 15 meter kami menyusuri wall yang ada di sisi kanan kami, terus turun ke bawah hingga sekitar 25 meter kami ada di sisi ujung wall dengan beberapa hiu yang melintas. Saya menghitung setidaknya ada lima grey reef shark yang berkeliling area ini meski mereka tidak tampak jelas karena visibility yang kurang baik.


All of us went down together by following the cue from Mas Rivi, our dive master and guide in Maratua. I was immediately going deeper as I kept adjusting the ear-pressure. At the 15 meters depth we traced along the wall on our right side, continued to the 25 meters depth until we realized it’s already the edge of the wall when we saw some sharks flashed. I counted at least there were five grey reef sharks around this spot although I couldn’t see them clearly because of the poor visibility.

Di area ini arus kencang sudah terasa. Gelembung oksigen para penyelam terlihat miring karena arus, beberapa teman dan saya sudah siap dengan hook untuk menjaga posisi kami. Terdapat banyak karang keras yang aman untuk kami memposisikan hook tanpa merusak karang di area ini.

In this spot, the currents getting stronger and made the divers’ oxygen bubbles tilted. My friends and I were ready with the hook to keep stable. Luckily, there were lots of hard coral here so we didn’t have to be worried about using the hook and causing damage.


Kami kemudian terus bergerak sambil mengurangi kedalaman, melewati semacam "bukit" hingga ke kedalaman 18 meter dan terus bergerak ke area yang lebih dangkal. Saat bergerak naik saya melihat bayangan hitam besar yang menutupi cahaya matahari. Bayangan ini bergerak dan terlihat di bagian depan bentuk-bentuk panjang, barracuda!


Then we moved while reducing the depth, passing kind of “a hill” up to 18 meters depth and trying to reach more shallow area. I saw a big black shadow covering the sunlight as I came up. It was moving and that’s the time I realized its long shape from the front side, barracuda!


Saya langsung bersemangat menuju arah gerombolan barracuda ini. Schooling (kelompok) barracuda ini memang menjadi magnet utama datangnya penyelam ke Derawan. Ribuan barracuda berkumpul dan jika beruntung, kita dapat melihat mereka membuat formasi bagaikan awal tebal dan bahkan bentuk "bola" yang mengagumkan.


I was so excited to see the schooling (group) barracuda because actually they are the main reason to attract the divers to visit Derawan. If we are lucky, when thousand barracudas grouped together we could see them forming a thick shape and even such an amazing “ball”.





Di area schooling barracuda ini berada, arus kencang bukan main. Namun sensasi seru berada di antara mereka dan melihat barracuda dari jarak sangat dekat sangat menyenangkan. Ikan predator yang dianggap ganas ini justru sangat tenang dan tampak tidak terpengaruh dengan keberadaan kami dan gelembung oksigen yang secara konstan keluar dari regulator penyelam. Beberapa kali schooling barracuda ini bergerak menjauh, kemudian memutar mendekati lagi dan membentuk formasi.

In the area of schooling barracuda, I almost can’t stand the strong currents. But it didn’t bother at all since getting closer with them was so enjoyable. Surprisingly, this vicious predatory fish was so calm that seemed unaffected by our presence and the oxygen bubble constantly released from the diver’s regulator. The schooling barracuda tried to move away for several times, but they came back, got closer, and made the formation.





Found this "mama" barracuda :D
Beberapa teman menikmati dari kejauhan sementara beberapa mengejar dan berusaha berada di antara schooling ini untuk mendapatkan gambar dan sensasi yang luar biasa. Di tengah arus yang sangat kencang saya menikmati melihat dan mengamati barracuda ini dari dekat, bahkan saya menemukan satu barracuda yang sedang hamil! :)


Some friends admired barracudas from a distance while another tried to be part of schooling for the sake of capturing cool pictures. Amidst the strong currents, while I enjoyed observing barracudas closely, it surprised me to find out one that got pregnant :)



Calm water, now we can play with Nemo!
Tiba-tiba schooling barracuda ini bergerak menjauh dan saat mereka makin jauh tetiba pula arus yang tadinya sangat kencang ini berhenti dan area The Channel menjadi area sangat tenang. Barracuda ini memang muncul di saat pasang dan arus kencang. Sambil menghabiskan waktu untuk safety stop kami menikmati koral dan binatang-binatang laut yang cantik yang mulai muncul dari balik karang saat arus sudah bergeser. I know most female won't agree with this, but for me diving in The Channel is better than having a Chanel bag, if you know what I'm sayin' ;)
Suddenly while the schooling barracuda moved away, the strong currents stopped and got The Channel very calm. Indeed, barracuda appears at high tide and strong currents. Spending time for safety stop was such a pleasant break since we can see the beautiful corals and sea-animals that come up from behind the corals when the current was shifted. I know most female won’t agree with this, but for me diving in The Channel is better than having a Chanel bag, if you know what I’m sayin’. ;)
@marischkaprue - Oh yes she loves going to school(ing)

NOTES:
  • The Channel terletak di sisi Pulau Maratua, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur
  • The Channel is located alongside Maratua Island, Derawan, East Kalimantan 
  • Arus di titik penyelaman ini kondisinya berarus kencang, menyelam mostly dilakukan dengan cara negative entry sehingga tidak disarankan untuk teman-teman yang masih baru mengambil license atau yang masih sedikit log divenya.
  • The current in Barracuda Channel is so strong, most dive start by negative entry step because of the strong currents in this area, that’s why it’s not recommended for beginner or those with limited dive log
  • Dalam penyelaman di The Channel, untuk memudahkan biasanya dapat membawa hook, namun selalu perhatikan karang pada saat sebelum mengaitkan hook. Pastikan karang yang kita gunakan untuk hook adalah karang keras yang kuat dan tidak akan rusak saat terkena hook, lakukan hal yang sama saat akan "bersandar" di posisi untuk melihat barracuda. The rule is not to panic and just enjoy the current (and barracudas of course)
  • Untuk penyelaman di area Maratua dapat melalui Maratua Paradise Dive Center, info dan harga melalui +6285246585368
RELATED STORIES:

Thanks to

Terios 7 Wonders, the team explore Borneo with Daihatsu Terios to show you amazing nature, culture and places in Borneo. Derawan is the final spot of Terios 7 Wonders 2015: Borneo Wild Adventure


***

20 November 2014

, , , , , , ,

Back to Maratua, it does Happen!



Cukup aneh sekaligus menyenangkan rasanya menyadari bahwa saya seringkali "dipanggil" kembali oleh destinasi-destinasi yang saya telah jatuh cinta. Ada beberapa destinasi seperti Wamena, Jailolo, hingga Misool dimana saya punya kesempatan datang lagi dan bukan yang benar-benar direncanakan, namun it just happened, seakan-akan destinasi-destinasi tersebut memanggil saya untuk kembali jatuh cinta.


Turquoise everywhere!
Daily view, how can you not falling in love seeing this? :)
Kali ini saya kembali ke surga turquoise, area dengan pasir putih memanjang di dasar dengan paparan air laut yang membuat warna turquoise yang memukau sepanjang penginapan yang dibangun di atas laut. Saya kembali ke Maratua Paradise, resort di Pulau Maratua, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur yang membuat saya jatuh cinta dan betapa beruntungnya saya dapat datang untuk ketiga kalinya!

Girls enjoying Maratua :)
Maratua "pool" presented by nature
Bersama team Lumia dan Tia, pemenang #MakeitHappen, saya kembali menikmati Maratua yang diliputi matahari dan cuaca cerah ini membuat Maratua bersinar semakin mempesona, I'm falling in love again!


Turquoise is every-day's theme

Saya sudah pernah bercerita detail tentang penginapan ini. Kali ini biarlah foto-foto terbaru dari MaratuaParadise bercerita dengan sendirinya, tentang lokasi yang dirangkai warna turquoise, tentang bentangan pasir putih memanjang yang tidak hanya ada di Bahamas, namun ada di Indonesia, tentang penginapan nyaman yang membuat saya tidak ingin pulang ke kota besar.

This sea star loves Maratua Paradise
Lumia goes to Derawan :)
Throwback my last visit to Maratua in 2013 with Travel World Asia
Some good thing does really happen, like coming back and back again to paradise. Let's enjoy the life, enjoy Indonesia, dream big and make it happen! :)

@marischkaprue - good things happen to her

 NOTES:
  • Harga menginap di Maratua Paradise Resort: Rp. 770.000,- per orang per malam untuk Water Villa, dan Rp. 605.000,- per orang per malam untuk Beach Villa. Harga sudah termasuk makan tiga kali sehari. Cek harga terlebih dahulu karena dapat berubah di saat high season. Contact: +628215757169229 atau +6285246585368 (Ilsam)
  • Price list for staying at Maratua Paradise Resort: Rp. 770.000, - (Indonesian rupiahs) per person per night for Water Villa, and Rp. 605.000, - per person per night for Beach Villa. Prices includes three meals a day. Check the price first because it can be changed during the high season. Contact: +628215757169229 or +6285246585368 (Ilsam)
  • Untuk booking juga bisa melalui email ke  jworld@po.jaring.my ,website Maratua Paradise di http://www.maratua.com/index.php/rates-a-reservations
  • For bookings, you can also contact through jworld@po.jaring.my or website here http://www.maratua.com/index.php/rates-a-reservations
  • Pulau Maratua terletak di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Ada dua cara akses ke Derawan, pertama ke Balikpapan terlebih dahulu, kemudian mengambil penerbangan lanjutan ke Berau atau ke Tarakan. Kemudian dari Tarakan atau Berau ke Kepulauan Derawan dengan menggunakan speed boat. Tarif speed boat dari pelabuhan Tanjung Batu, Berau ke Pulau Maratua Rp. 1.500.000,- (one way, kapasitas 10 hingga 13 orang). Lebih baik sewa untuk PP (diantar dan dijemput kembali, dengan harga Rp. 3.000.000,-)
  • Maratua located in Derawan Islands, East Kalimantan. There are two ways to access Derawan, first to Balikpapan first, then take connecting flight to Berau or Tarakan. Then from Tarakan or Berau to Derawan Islands by speed boat. Speed boat price from the port of Tanjung Batu, Berau to Maratua is Rp. 1.500.000, - (one way, the capacity of 10 to 13 people). Better rent two way trip (delivered and picked up again, with the price of Rp. 3.000.000, -)
  • Dari bandara Tanjung Redep Berau ke Pelabuhan Tanjung Batu, jika beramai ramai bisa sewa mobil, PP (diantar dan dijemput saat kembali) tarif sekitar Rp. 800.000,- untuk mobil kapasitas 6 orang.
  •  For transportation from Tanjung Redep Airport in Berau to Tanjung Batu Port, you can rent a car. Rate about Rp. 800.000,- for two way trip (car capacity about 6 person)
  •  Waktu terbaik mengunjungi Maratua antara lain di bulan Maret hingga Mei, setelah bulan Agustus, awal bulan Oktober. Sementara di Akhir Oktober biasanya sudah memasuki masa sering turun hujan.
  • The best time to visit Maratua: March to May, after August, the beginning of October. While in Late October is usually already in the period of frequent rain.
  • Alternatif penginapan murah di Pulau Maratua: Ananda Hotel dengan rate: Rp. 200.000,- per kamar (tanpa AC) dan Rp. 300.000,- per kamar AC. Ananda Hotel terletak sekitar 15 menit perjalanan naik motor dari Maratua Paradise Resort. Tapi view di Ananda sangat berbeda dengan di Maratua Paradise. Saya sarankan setidaknya menginap satu hari saja di Maratua Paradise Resort.
  • For alternative, there is a cheaper hotel in Maratua: Ananda Hotel with rate: Rp. 200.000, - per room per day (no air conditioning) and Rp. 300.000, - per room AC. Ananda Hotel is located approximately 15 minutes away by motor bike from Maratua Paradise Resort. But the view is very different with Maratua Paradise Resort. I recommend you stay at Maratua Paradise at least one day.
RELATED STORIES:

 BIG THANKS TO LUMIA FOR MAKING THIS HAPPEN!


Lumia will also celebrate your 20 something by #MakeItHappen
Unleash your spirit here, and Lumia will Make It Happen! PLUS FREE Lumia 930

So, why waiting? #MakeIt Happen!